Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 35. Datang Merebut Laki-laki?


__ADS_3

Satu hari kemudian.


Orang terkaya di Jakarta, Faisal, membawa jenazah putranya ke Istana negara untuk meminta Taufik membelanya dan menghukum Keluarga Wijaya.


Taufik tidak mempedulikannya.


Kemudian, Faisal mengatakan bahwa dirinya membawa seorang dokter terkenal yang sangat hebat untuk mengobati penyakit istrinya.


Taufik masih tidak mempedulikannya.


Faisal, orang terkaya di ibu kota bahkan tidak bisa masuk ke dalam Istana negara. Dia ditolak dan pergi dengan rasa kesal.


Selanjutnya, Faisal pun mengumumkan bahwa Kelvin menantu dari Keluagra Wijaya memaksa putranya hingga mati, bahkan gubernur pun tidak ingin membelanya. Oleh karena itu, dia ingin meminta keadilan pada Kelvin dan Keluarga Wijaya. Dia ingin mereka mati menemani putranya.


Seketika, semua keluarga kaya di Jakarta maju dan berpihak pada Keluarga Pasetrio. Kemudian, mereka mulai menghina Keluarga Wijaya.


Meskipun mereka tidak memiliki bukti bahwa Kelvin yang sudah membuat Rangga mati, tetapi tetap tidak mencegah mereka untuk memberontak.


Keluarga Wijaya tiba-tiba terjebak dalam kekacauan ini seolah-olah dunia mengkhianati mereka.


Tak lama kemudian, Faisal menyebarkan berita besar lainnya bahwa sebulan yang akan datang dia akan mengadakan pemakaman untuk putranya.


Orang-orang Jakarta semua terkejut. Kemudian, Keluarga Pasetrio tidak terlihat melakukan aksi balas dendam sama sekali terhadap Keluarga Wijaya seolah tidak terjadi apa-apa.


Lalu, tiga hari berlalu begitu saja dalam situasi seperti ini.


...


Di ruang tamu Keluarga Wijaya. Raut wajah semua orang tampak serius dan penuh kekhawatiran.

__ADS_1


Reno yang duduk di kursi utama mendongakkan kepala menatap Kelvin dan bertanya, "Keluarga Pasetrio mengatakan akan membunuh Keluarga Wijaya, tapi sampai saat ini tidak ada pergerakan apapun. Kelvin, bagaimana menurutmu?"


Kelvin sudah menjadi menantu Keluarga Wijaya, tentu saja dia tinggal di rumah Keluarga Wijaya. Reno juga sudah menganggap Kelvin sebagai keluarganya sendiri.


Kelvin menjawab, "Hanya ketenangan sebelum badai menerjang saja. Faisal pasti sudah menyebarkan berita, jadi mereka pasti tidak akan melepaskan kita. Menurut pemahamanku pada Faisal dan kalau tebakanku tidak salah, tak lama lagi dia pasti akan mengirim undangan untuk menghadiri pemakaman. Ini adalah tantangan untuk keluarga kita dan juga sinyal untuk memulai peperangan."


Selesai Kelvin berbicara, seseorang masuk ruang tamu dengan terhuyung-huyung.


"Tuan ... di luar ada orang yang mengirim undangan."


Reno mengernyitkan kening dan melirik sekilas ke arah Kelvin. Apa yang dikatakan Kelvin terjadi.


Kiara yang duduk di samping langsung berdiri dan bertanya dengan penuh emosi, "Siapa yang datang?!"


"Se ... seorang wanita," jawab orang tersebut dengan panik.


Kelvin melihat Reno dengan bingung dan bertanya, "Faisal masih ada anak perempuan?"


Reno menggelengkan kepala dan berkata, "Setahu aku, Faisal hanya memiliki dua anak laki-laki, dia tidak punya anak perempuan."


Kelvin masih menatap Reno.


Reno langsung mengerti maksud Kelvin dan berkata, "Dia juga tidak punya anak simpanan."


Tiba-tiba, Reno menepuk kepalanya seolah kepikiran sesuatu dan berkata, "Aku baru ingat, Faisal tidak punya anak kandung perempuan, tapi dia punya anak angkat perempuan. Namanya Patricia Ziudith, dia adalah tangan kanan Faisal. Selama beberapa tahun ini, dia pergi ke berbagai provinsi untuk membantu Keluarga Pasetrio memperluas wilayah. Dia adalah seorang wanita yang sangat hebat. Rasa sayang Faisal pada Patricia sama seperti putra sulungnya, Morgan."


Kelvin menyipitkan matanya. Apa tujuan Faisal menyuruh anak angkatnya datang ke rumah Keluarga Wijaya?


"Bodo amat dia mau anak kandung atau anak angkat. Cepat suruh Patricia itu pergi dan katakan padanya kita tidak mau bertemu dengannya," ujar Kiara dengan sangat emosi kepada orang yang menyampaikan pesan.

__ADS_1


Faisal mengirim seorang wanita untuk menantang Keluarga Wijaya, jadi bagaimana mungkin Kiara bisa menahan emosi ini?


"Tunggu!" ujar Kelvin.


Baru saja pria tersebut hendak meninggalkan ruang tamu, tiba-tiba Kelvin berkata, "Kamu pergi dan persilakan dia masuk."


Kiara menoleh dan memelototi Kelvin sambil memaki, "Apa yang ingin kamu lakukan?"


Kelvin berkata, "Karena dia sudah datang, kebetulan bisa mencoba mengetes dia."


Reno setuju dan menganggukkan kepala, lalu berkata, "Apa yang dibilang Kelvin benar, kebetulan kita bisa mencari tahu apa tujuan Faisal dengan mengirim anak angkatnya ke sini."


Reno melambaikan tangan dan orang tersebut langsung pergi.


Kiara kembali duduk dengan rasa tidak senang.


Tak lama, di ruang tamu Keluarga Wijaya muncul seorang wanita. Dia adalah anak angkat Faisal yaitu Patricia. Dia seorang wanita yang sangat cantik dan tak kalah cantik dari Kiara. Hanya saja kecantikan dia berbeda dengan Kiara, dia terlihat lebih menawan.


"Pak Reno, lama tidak berjumpa. Anda masih terlihat begitu muda dan tampan," ujar Patricia sambil terkekeh seperti bertemu teman lama yang sudah tidak berjumpa selama beberapa tahun.


Selanjutnya, pandangannya berhenti pada Kelvin yang ada di sebelah dan berkata, "Wah, ini pasti menantu Anda ya. Ternyata dia memang sangat berbakat ya! Anda benar-benar memiliki penglihatan yang bagus."


Ekspresi wajah Reno menjadi tidak enak, wanita ini benar-benar menganggap rumah ini seperti rumahnya sendiri.


"Tujuan kamu datang ke sini untuk apa?" tanya Reno sambil mengerutkan kening.


Patricia tiba-tiba terkekeh lagi dan maju selangkah ke depan. Kemudian, meletakkan sebuah undangan di atas meja di depan Reno dan berkata, "Seperti yang Anda lihat, atas perintah ayahku, aku datang untuk mengantar undangan. Kami ingin mengundang kalian menghadiri acara pemakaman bulan depan."


"Dan juga ...." Patricia tiba-tiba berhenti sejenak dan melihat ke arah Kelvin. Lalu, dia tiba-tiba tersenyum nakal dan berkata, "Dan juga, aku dengar-dengar menantu yang Anda cari ini lumayan. Jadi, aku sangat tertarik padanya dan sengaja datang untuk menggodanya. Siapa tahu bisa menjadi milikku! Hihihi"

__ADS_1


__ADS_2