
Ketika semua orang mendengar suara itu, mereka melihat seorang pria paruh baya perlahan berjalan keluar dari kerumunan.
Dia mengenakan setelan jas dan terlihat tampak gagah jika dilihat dari kerutan alisnya. Hanya dengan melihatnya sekilas sudah mampu memberi orang perasaan tertekan yang besar.
Orang-orang di sekitarnya dengan sadar diri membuka jalan untuknya.
"Ayah, jangan dengarkan omong kosongnya ...."
Setelah Rangga melihat orang yang datang, dia panik dan mencoba untuk membantah agar ayahnya tidak mempercayai Kelvin.
Tentu saja orang yang datang adalah Faisal, orang terkaya di Jakarta.
Faisal melambaikan tangannya. Dia langsung menyela perkataan Rangga, bahkan menoleh ke arahnya saja tidak. Matanya terus tertuju pada Kelvin.
Sepasang mata menatap Kelvin dari atas ke bawah dengan detail. Setelah beberapa saat, dia berkata, "Apakah yang kamu katakan itu benar? Kamu benar-benar bisa menyembuhkan putra sulungku yang sakit parah?"
Ini adalah kalimat pertama Faisal kepada Kelvin.
“Benar.” Kelvin langsung menatap mata Faisal dan mengakuinya.
“Kiara, putri keluarga Wijaya juga sakit parah, aku yang menyembuhkannya.”
Faisal terdiam.
Dia memang sudah mendengar tentang Kiara yang sudah sembuh.
Hanya saja dia masih curiga dan belum percaya 100% jika belum melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Namun, jika apa yang dia katakannya itu benar, mungkin saja memang ada kesempatan untuk menyembuhkan putra sulungnya, Morgan.
Kelvin bisa menyembuhkan Kiara, secara otomatis dia pasti juga bisa menyembuhkan putra sulungnya yang sakit parah.
“Aku bisa menjadi saksi. Kiara memang sembuh karena dia.”
Tiba-tiba seseorang berjalan keluar. Dia adalah Candra dan diikuti dengan Nathan di belakangnya.
Kemunculan Candra membuat semua orang tercengang.
Candra memiliki reputasi besar di Jakarta dan dikenal sebagai dokter jenius, hampir setiap orang mengenalnya.
Pada saat ini, semua orang memandang Kelvin dengan ekspresi tak percaya dan mulai menebak latar belakang Kelvin.
Sebenarnya dari mana asal usul pemuda ini, kenapa sampai seorang dokter yang terkenal seperti ini juga keluar untuk membelanya?
Mereka tidak salah mendengar, ‘kan? Pemuda ini ternyata mampu menyembuhkan penyakit mematikan Kiara dari keluarga Wijaya?
Lelucon macam apa ini? Perlu diketahui, Candra saja bahkan sudah pasrah terhadap penyakit ini, bisa-bisanya pemuda ini berhasil menyembuhkannya?
Bukankah itu berarti keterampilan medis pemuda ini jauh lebih hebat dari Candra?
Candra tidak tahu apa yang ada di pikiran semua orang.
Dia melihat Kiara tumbuh besar dan Kiara juga biasanya selalu memanggilnya kakek. Jadi, dia juga tidak tega melihat Kiara harus menikah dengan Morgan dari keluarga Pasetrio.
__ADS_1
Lagipula, dia juga percaya bahwa Kelvin memiliki cara untuk menyembuhkan Morgan.
Sekalipun Kelvin tidak bisa, di belakangnya masih ada seorang dokter jenius yang akan membantunya.
Seandainya Candra tahu bahwa dokter jenius yang ada di belakang Kelvin adalah Kelvin sendiri, entah akan seperti apa ekspresinya.
Melihat Candra yang sudah keluar untuk menjadi saksi, keraguan Faisal pun berkurang.
Dia bersedia membiarkan Kelvin mencobanya.
"Karena Dokter Candra sudah berkata begitu, tentu saja aku percaya."
Faisal tersenyum, matanya tertuju pada Kelvin dan berkata, “Aku akan menyetujui permintaanmu. Kalau boleh tahu, kapan kamu akan datang untuk mengobati putra sulungku?”
“Dia sakit parah dan waktunya sudah tidak lama.”
Kelvin tiba-tiba mengulurkan tiga jari dan berkata dengan keras, "Tiga hari. Kalau aku tidak salah, sisa hidup Morgan tersisa tiga hari."
Ekspresi wajah Faisal langsung berubah, dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Kelvin belum melihat putra sulungnya, bagaimana dia bisa tahu dengan jelas?
Apa yang dikatakan Kelvin benar, dokter memang berkata seperti itu.
Oleh karena itu, Faisal tidak keberatan begitu Rangga bilang ingin mempercepat kontrak pernikahan.
Jika Kiara lebih cepat menikah dengan Morgan, maka Morgan sudah tidak lagi sendirian.
“Heh, aku sudah bilang akan menyembuhkan Morgan, jadi aku pasti memiliki kemampuan itu,” ujar Kelvin kepada Faisal sambil tersenyum.
Tentu saja, karena dia sudah terlebih dahulu melihat laporan pemeriksaan Morgan.
Dari laporan pemeriksaan tersebut, Kelvin bisa menyimpulkan kondisi tubuh Morgan dan juga menyimpulkan berapa lama Morgan dapat bertahan hidup.
Kelvin meminta laporan pemeriksaan Morgan terlebih dahulu dari Candra.
Sebagai seorang dokter terkenal, tentu saja Candra sudah pernah mencoba mengobati Morgan, jadi tidak mengherankan jika dia memiliki laporan pemeriksaan Morgan.
“Bagus, bagus.” Faisal kembali bertepuk tangan dan tersenyum.
“Kalau begitu, setelah keluarga Pasetrio pergi, kapan kamu akan datang mengobati putraku?”
“Besok pagi,” ujar Kelvin.
“Baik, kalau begitu, aku tunggu kedatanganmu besok.”
Begitu dia selesai berbicara, Faisal berjalan ke arah Rangga yang wajahnya pucat. Dia mengulurkan tangannya dan bertanya, "Mana kontrak pernikahannya? Keluarkan."
"Ayah, jangan percaya ..." Rangga masih ingin mencoba membujuk Faisal, tetapi ketika Faisal memelototinya, dia segera menundukkan kepalanya dan berhenti berbicara.
Rangga dengan enggan menyerahkan kontrak pernikahan antara keluarga Pasetrio dan keluarga Wijaya kepada Faisal.
Faisal mengambilnya dan menyerahkan kontrak tersebut kepada Kelvin.
__ADS_1
Maksudnya sudah sangat jelas, dia akan membiarkan Kelvin untuk menangani kontrak tersebut.
Kelvin merobek kontrak pernikahan menjadi dua bagian, lalu menoleh untuk melihat Faisal dan bertanya, "Mulai sekarang, kontrak pernikahan antara keluarga Pasetrio dan Kiara sudah berakhir, tidak ada masalah, ‘kan?”
Faisal tersenyum dan mengangguk, "Tentu saja tidak ada masalah. Mulai sekarang, keluarga Pasetrio tidak akan mengungkit masalah kontrak pernikahan lagi."
Melihat pemandangan ini, Rangga menggertakkan giginya dengan penuh kebencian. Dia sangat ingin bergegas maju untuk menghancurkan tubuh Kelvin menjadi berkeping-keping.
Namun, ketika dia akan bertindak, dia merasakan aura dingin dan akhirnya memilih untuk mundur. Dia tahu ini adalah peringatan dari ayahnya.
“Dok, sampai jumpa.”
Setelah Faisal berbicara pada Kelvin, dia melambaikan tangan kepada anak buahnya. Mereka semua mengerti, kemudian masuk ke mobil dan pergi.
Rangga sama sekali tidak rela, tetapi dia tetap ikut masuk ke mobil dan pergi. Sebelum dia pergi, dia menatap Kelvin dengan sinis.
Keluarga Pasetrio datang ramai-ramai, pulang juga ramai-ramai.
Kelvin menghela napas lega, kontrak pernikahan sudah tidak ada. Keluarga Pasetrio juga tidak akan datang untuk memaksakan pernikahan ini.
“Kelvin!”
Sebuah suara yang tidak asing terdengar, Kelvin berbalik badan.
Kiara sedang berlari ke arahnya dengan ekspresi wajah khawatir.
“Kelvin, kamu baik-baik saja, ‘kan?”
Kiara memeriksa tubuh Kelvin apakah ada yang terluka atau tidak. Dia merasa lega ketika melihat Kelvin baik-baik saja.
Dia melihat sekilas ke belakang Kelvin dan bertanya dengan bingung, “Oh iya, di mana keluarga Pasetrio?”
Ketika dia datang, dia mendengar ada banyak orang dari keluarga Pasetrio yang datang, bahkan Faisal juga datang.
Tapi, saat ini, tidak ada satu orang pun dari keluarga Pasetrio yang terlihat.
“Mereka sudah pergi. Mereka juga tidak akan datang untuk memaksamu menikah lagi. Pernikahanmu dengan keluarga Pasetrio sudah dibatalkan." Kelvin tersenyum dan menyerahkan kontrak pertunangan yang sudah dirobek kepada Kiara.
Kiara merasa terkejut dan senang begitu melihatnya. Benar saja, pernikahannya dengan keluarga Pasetrio sudah batal.
"Kelvin, terima kasih."
Kiara mengangkat kepalanya untuk melihat Kelvin, wajahnya memerah. Jarang-jarang sisi pemalunya keluar.
Nathan yang melihat ini dari jauh merasa iri hingga matanya merah.
Pak!
Nathan merasa bagian belakang kepalanya sakit. Dia pun menoleh ke belakang dan melihat kakeknya sedang menatapinya dengan ekspresi serius.
“Kakek, aku ….”
“Apa? Lihat apa kamu? Kamu tidak pantas untuk Kiara. Mereka baru pasangan serasi.”
__ADS_1
“ … “ Nathan speechless.
Dia sangat ingin memaki orang, ini kakek kandungnya apa bukan?