
Pada saat ini, mata semua orang terfokus pada Gracia.
Gracia tahu dia sudah tidak bisa melarikan diri. Dia pun berlutut di lantai sambil menyeka air matanya dengan tatapan menyedihkan.
"Aku... aku juga dipaksa."
Dengan melihat sekilas, Kelvin sudah menyadari bahwa Gracia sedang akting. Adik iparnya ini memang sangat hebat dalam berpura-pura.
Kelvin mengangkat ketel yang masih beruap-uap ke arah Gracia. Dia menatapnya dengan tatapan mengancam dan sengaja berkata, "Katakan yang sebenarnya, kalau tidak, air panas ini akan aku tuang ke wajahmu."
Gracia ketakutan, dia tidak jadi bermacam-macam dan menarik kembali air mata palsunya.
Barusan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Kelvin menuangkan air panas tersebut ke ayahnya.
“Kak Gita yang memberikan obat tersebut padaku. Katanya obat tersebut hanya membuat penyakit ayahku kambuh sebentar dan terlihat seperti epilepsi. Tidak akan membahayakan nyawanya kok,” ujar Gracia jujur, tapi tatapan matanya tidak berani melihat Kelvin.
“Obat ini bisa membuat saraf seseorang mati. Jika terlalu lama, dia benar-benar bisa mati.”
“Tadi aku menyiramnya dengan air mendidih karena rasa sakit dari melepuh bisa membuat sarafnya yang hampir mati itu hidup kembali, makanya dia bisa selamat.”
Pikiran Gracia menjadi kosong, bagaimana ini bisa terjadi.
Gita pernah memberitahunya bahwa obat ini tidak akan membahayakan nyawa.
“Benar-benar wanita yang sangat kejam. Dia tega melakukan hal seperti bahkan kepada ayahnya sendiri.”
Nathan yang berada di samping merasa pandangannya dalam melihat sesuatu benar-benar hancur. Dia tidak menyangka di dunia ini masih ada wanita yang begitu kejam.
Orang-orang yang berada di sekitar juga mulai memaki Gracia.
“Apakah kamu masih manusia?!”
“Bajingan, menjijikan, cuih!”
“ … “
Gracia membantah dengan tidak senang, “Dia hanya ayah angkatku saja!”
“Lagi pula, selama aku dan kakakku diadopsi olehnya, kami selalu kesulitan makan dan memakai pakaian yang jelek. Dia bahkan tidak sanggup membelikan rumah untuk kami. Ayah macam apa dia?”
“Sekalipun dia mati, itu juga karena dia berhutang padaku.”
Kelvin merasa prihatin terhadap ayah angkat Gita dan Gracia.
__ADS_1
Kelvin mengetahui sedikit informasi mengenai ayah angkat mereka berdua.
Ayah angkatnya terlahir sebagai petani, dia selalu bekerja keras untuk membesarkan Gita dan Gracia agar mereka bisa kuliah.
Tapi, setelah Gita dan Gracia lulus kuliah, mereka sama sekali tidak tahu bersyukur. Mereka malah memaksa ayah angkatnya untuk membelikan mereka rumah.
Ayah angkatnya tidak mampu membelinya, sehingga mereka berdua pun bertengkar dengan ayah angkatnya, menendang ayah angkatnya dan memutuskan hubungan dengan ayah angkatnya.
Ayah angkatnya tidak tahan dengan tekanan yang begitu besar, makanya kondisi mentalnya menjadi bermasalah.
Mengenai masalah ayah angkat Gita, Kiara yang meminta bawahannya untuk mencari tahu.
Setelah Kelvin dan Gita bercerai, Kiara memberi tahu Kelvin tentang ayah angkat Gita.
Sekarang, demi memfitnah dirinya, mereka berdua tega memanfaatkan ayah angkatnya. Mereka sungguh kelewatan.
“Aku tanya sekali lagi, dari mana kamu mendapatkan obat yang kamu berikan untuk ayah angkatmu?” Sudah habis kesabaran Kelvin untuk menghadap Gracia. Dia pun semakin mendekatkan ketel ke arah Gracia.
Gracia ketakutan hingga wajahnya menjadi pucat pasi dan langsung berjalan mundur.
Tapi, Kelvin menahan tangan Gracia erat-erat sehingga membuatnya tidak dapat mundur.
“Tuan … Tuan Muda Rangga yang memberikan obat tersebut kepada Kak Gita, lalu Kak Gita memberikannya padaku.”
Kelvin menghempaskan tangannya hingga Gracia terjatuh ke lantai. Wajahnya pucat dan terengah-engah.
Wajah Rangga terlintas di benak Kelvin. Sebuah aura ingin membunuh terpancar jelas hingga orang-orang yang berada di sekitar merasa menggigil.
Ini jelas sekali bahwa Rangga ingin ayah angkat dari mereka berdua mati di depan klinik Kelvin.
Dengan begitu, Kelvin pasti tidak akan bisa lepas dari masalah ini, bahkan bisa saja dia masuk penjara.
Tentu saja, yang terpenting adalah ketika Kelvin terlibat dalam urusan gugatan seperti ini, maka pernikahan Kelvin dengan Kiara juga akan bermasalah.
Sebagai menantu keluarga Wijaya, dia memiliki riwayat sebagai tersangka. Hal tersebut hanya akan membuat keluarga Wijaya menjadi bahan pembicaraan.
Kelak, Rangga akan memanfaatkan hal ini untuk membuat berita yang sangat besar.
Setidaknya, Kelvin sudah tidak sempat menjemput mempelai wanita ketika mereka pergi dengan membawa kontrak pernikahan.
Nathan merasa terkejut ketika mengetahui bahwa di balik semua ini adalah perbuatan Rangga, putra kedua dari orang terkaya di Jakarta.
Seorang putra terkaya yang bermartabat malah bertengkar dengan Kelvin?
__ADS_1
Candra membelai janggutnya dan mengerutkan kening. Jika menjadi sasaran putra kedua orang terkaya di Jakarta, itu akan menjadi sangat rumit.
Dia berbalik badan untuk melihat Kelvin, tapi ekspresi Kelvin tetap tidak terlihat takut.
Keberaniannya seperti ini memang tidak dimiliki oleh orang lain.
“Gita, adikmu sudah memberi tahu semuanya. Apakah kamu ingin aku yang menarikmu keluar?”
Pada saat ini, Kelvin tiba-tiba berbicara dan pandangannya melihat ke pojok dinding.
Setelah beberapa saat, seorang wanita akhirnya berjalan keluar. Tangannya sedang memegang ponsel dan merekam video. Dia sedang merekam kejadian barusan.
Jika bukan Gita, siapa lagi?
Candra sekali lagi terperangah begitu melihat pengamatan Kelvin yang begitu kuat. Dia saja sedari tadi tidak menyadari ada orang yang bersembunyi di pojokan sana.
Gita mematikan ponsel dan memasukkannya ke dalam kantong. Dia melihat Kelvin dengan penuh waspada, lalu menggertakkan gigi dan berkata, “Kelvin, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?”
Kelvin tersenyum dingin dan bertanya, “Harusnya aku yang bertanya, apa yang ingin kamu lakukan?”
“Kalau ayah angkatmu benar-benar meninggal di depan klinik aku, mungkin kamu akan mengunggah rekaman video tadi ke Internet dan menyebarluaskannya. Kelak, aku yang tidak bersalah akan menjadi orang yang bersalah."
"Kemudian, kamu akan menggunakan hal ini sebagai ancaman untuk meminta rumah dan tabungan dariku? Heh!”
Setelah dibongkar oleh Kelvin, Gita juga tidak lagi berpura-pura, dia pun langsung membuang muka.
Dia langsung menatap mata Kelvin dengan penuh kebencian dan rasa jijik.
“Betul, aku menginginkan uang darimu.”
"Aku sudah menyia-nyiakan masa mudaku selama bertahun-tahun karena menikah denganmu, wajar saja ‘kan aku minta ganti rugi?"
"Lagi pula, sebentar lagi kamu akan mati. Jika kamu tidak memberi rumah dan uang tersebut padaku, kamu mau memberikannya pada siapa?”
“Mungkin kamu tidak tahu, Tuan Muda Rangga ingin sekali membunuhmu ….”
Siuhh!
Ketika Gita sedang berbicara, sebuah truk datang mendekat.
Bum!
Truk tersebut menabrak Gita hingga membuatnya terhempas jauh beberapa meter.
__ADS_1