Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 41. Aku Segera Tiba


__ADS_3

Kenapa ayah mertua Dimas bisa datang?


Dia bahkan berpihak pada Kelvin. Semua ini berkat Kelvin yang meminta Nathan memberikan selembar kertas kepada ayah mertua Dimas.


Kelvin mendengar dari Candra bahwa kondisi tubuh ayah mertua Dimas tidak terlalu baik. Dia mengidap penyakit aneh. Setiap pagi, siang, dan malam, anggota tubuhnya akan keram tak terkendali selama satu jam.


Rasa sakit ini sangat sulit diterima oleh manusia biasa, sementara Kelvin bisa mengobati penyakit ini.


Kertas yang dia serahkan kepada Nathan adalah cara untuk mengobati penyakit ini. Kebetulan Nathan memberikan kertas ini kepada ayah mertua Dimas saat siang hari.


Ayah mertua Dimas mencoba metode yang tertulis di catatan itu dan ternyata benar-benar berhasil. Dia sudah tidak merasakan keram dan sakit lagi.


Akan tetapi, di kertas tersebut tertulis bahwa metode ini masih memerlukan pengobatan akunpuntur pada langkah terakhir. Kalau tidak, penyakit tersebut akan kambuh kembali.


Ayah mertua Dimas ketakutan hingga gemetar. Oleh karena itu, ayah mertua Dimas langsung bergegas ke sini ketika Nathan memberitahu dia bahwa orang yang bisa menyembuhkannya secara total sedang mendiskusikan hal dengan menantunya, Dimas.


Tentu saja, selama perjalanan ke rumah ayah mertua Dimas, Nathan selalu berkomunikasi dengan Kelvin melalui SMS. Itulah kenapa Kelvin bisa mengetahui semua yang terjadi dengan jelas.


Kelvin menoleh melihat Nathan yang baru saja masuk ke dalam bersama ayah mertua Dimas dan mengangguk padanya. Kali ini, Nathan sudah banyak membantu Kelvin. Nathan merasa tersanjung ketika merasakan tatapan mata Kelvin yang sangat berterima kasih.


Saat ini dia benar-benar menghormati Kelvin.


Ketika Kelvin memberikan selembar kertas padanya dan memintanya untuk memberikan kertas ini pada ayah mertua Dimas, dia sempat mengatakan akan membiarkan ayah mertua Dimas yang datang memberi pelajaran pada Dimas.


Awalnya dia tidak percaya. Bagaimanapun, dia adalah ayah mertua Dimas, atas dasar apa dia membantu Kelvin?


Namun, kenyataannya malah membuat Nathan sangat terkejut.

__ADS_1


Apa yang Kelvin tulis di selembar kertas tersebut ternyata berhasil memyembuhkan penyakit aneh ayah mertua Dimas dalam waktu singkat.


Penyakit ini sudah didiskusikan bersama oleh banyak dokter selama setengah bulan. Akan tetapi, penyakit ini masih tidak dapat disembuhkan. Bahkan, kakeknya termasuk salah satu di antara mereka pada saat itu.


Tak disangka, ayah mertua Dimas malah sembuh hanya karena selembar kertas dari Kelvin. Jika dipikir-pikir lagi, penyakit Kiara juga disembuhkan oleh Kelvin sebelumnya.


Seketika Nathan sangat kagum pada Kelvin hingga ingin bersujud padanya. Dia akhirnya mengerti kenapa kakeknya, Candra, bisa begitu mengagumi Kelvin. Karena Kelvin benar-benar sangat hebat.


Oleh karena itu, ketika Nathan memberitahu ayah mertua Dimas bahwa Kelvin sedang mendiskusikan bahan obat di Grup Nasution dengan menantunya, Dimas, yang sudah menjadi orang kaya, ayah mertua Dimas tanpa ragu langsung berpihak pada Kelvin. Dia bahkan berbicara besar bahwa dia akan membantu Kelvin untuk memberi pelajaran pada Dimas.


Itulah kenapa ada pemandangan seperti tadi.


“Ayah, kenapa? Kenapa Ayah malah membantu orang luar untuk memberi pelajaran padaku?” tanya Dimas sambil menatap ayah mertuanya dengan tatapan tidak mengerti.


“Tidak perlu banyak tanya. Sekarang kamu hanya perlu mendengar perintah Tuan Kelvin. Lalu, jual semua bahan obat yang Tuan Kelvin butuhkan pada Tuan Kelvin dengan setengah harga. Kalau tidak, aku akan mengusirmu keluar dari Keluarga Nasution dan menarik nama marga kamu,” teriak ayah mertua Dimas, Aditya,


Awalnya Dimas bukan bermarga Nasution. Namun, karena dia menikah ke Keluarga Nasution, akhirnya dia berganti marga menjadi Nasution. Oleh karena itu, wajar saja jika Aditya ingin menarik kembali marganya Dimas.


Dimas pun akhirnya mengerti bahwa hati ayah mertuanya sudah berpihak pada Kelvin. Dia sama sekali tidak punya hak untuk membantah karena semua yang dia miliki saat ini dia dapatkan dari ayah mertuanya.


“Baik, baik, baik, aku sudah ingat. Sekarang aku akan mengurusnya.”


Dimas terus mengangguk dengan dahi berkeringat dingin. Dia takut Aditya akan benar-benar mengeluarkannya dari Keluarga Nasution.


Sebelumnya dia sudah merobek kertas yang diberikan oleh Kelvin hingga hancur berkeping-keping dan membuangnya ke tong sampah. Saat ini, dia juga tidak berani meminta kembali pada Kelvin.


Oleh karena itu, dia hanya bisa mencari serpihan kertas tersebut dari dalam tong sampah dan menjadikan satu sepotong demi sepotong.

__ADS_1


Kemudian, dia keluar dari kantor dengan membawa serpihan kertas di tangannya.


Setelah Dimas pergi, Aditya berjalan ke hadapan Kelvin dan memberi hormat sembilan puluh derajat. Lalu, dia berkata dengan sopan, “Tuan Kelvin, apakah Anda puas dengan cara aku memberinya pelajaran?”


“Um!” Kelvin menganggukkan kepala.


Aditya merasa gembira dan mengambil kesempatan ini berkata, “Kalau begitu, kapan Anda mempunyai waktu luang untuk memberikanku pengobatan akunpuntur dan menyelesaikan langkah terakhir untuk mengobati penyakit aneh ini?”


“Kamu harus menunggu dulu saat ini karena masih ada urusan yang perlu aku selesaikan.”


Penolakan dari Kelvin tidak membuat Aditya marah sedikitpun, justru dia malah berdiri di samping dengan hormat. Layaknya seorang murid yang sedang menunggu gurunya meluangkan waktu.


Kelvin tidak punya waktu untuk memikirkan apa yang ada dipikiran Aditya. Dia hanya membalikkan kepala dan memberikan perintah pada Nathan, “Sepertinya saat ini harus merepotkanmu untuk segera meminta Dimas mengirim bahan obat tersebut ke Klinik Keluarga Mulyono.”


“Kemudian, setelah membuat pil, minta Pak Candra untuk menghancurkan pil tersebut dan memasaknya menjadi ramuan obat. Dengan begitu, kita baru bisa memastikan lebih banyak orang yang terobati?”


“Mungkinkah kalau dijadikan ramuan akan membuat khasiat obat berkurang?” tanya Nathan.


“Khasiat obat akan berkurang sedikit, tapi pengaruhnya tidak terlalu besar. Hanya saja, membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk sembuh,” jawab Kelvin.


Nathan menganggukkan kepala dan berbalik badan beranjak pergi.


Setelah Nathan pergi, Kelvin juga pergi dengan terburu-buru. Saat ini, dia harus segera pergi ke tempat yang lainnya.


Tempat itu adalah Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya. Pada saat ini, Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya pasti sudah dikelilingi oleh pasien dan anggota keluarga mereka yang datang ke pabrik farmasi untuk membuat keributan.


‘Kiara, kamu harus bertahan, aku akan segera tiba,’ ujar Kelvin dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2