Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 10. Adik Ipar Datang


__ADS_3

Setelah Kelvin dan Kiara berpisah, dia kembali ke klinik.


Meskipun adiknya dijaga oleh orang suruhan Kiara, dia tetap tidak tenang.


Pada saat ini, dia sudah mengantarkan adiknya ke sekolah, jadi hanya tersisa dia seorang di klinik.


Kelvin meratapi buku merah yang ada di tangannya, kemudian duduk di kursi dengan bengong.


Buku merah tersebut adalah akta cerai dia dengan Gita.


Setelah dia mengurus perceraiannya dengan Gita, dia langsung mengurus surat pernikahan dengan Kiara karena khawatir jika bertele-tele hanya akan membuat situasi berubah menjadi lebih buruk.


Hanya saja, Kelvin merasa ini seperti tidak nyata.


Laki-laki seperti dia yang sudah bercerai mampu menikah dengan seorang wanita kaya raya seperti Kiara.


Sebelumnya, dia bahkan tidak berani berimajinasi seperti ini.


Tapi, kenyataannya, semua ini benar-benar terjadi.


Tiba-tiba, Kelvin mendengar suara berisik dari luar klinik. Dia mengernyitkan alisnya begitu menoleh ke luar dan mendapati kehadiran orang yang tidak ingin dia lihat.


Di luar klinik, seorang lelaki tua dengan rambut abu-abu berbaring di lantai. Seluruh tubuhnya terlihat kejang-kejang dan berbusa. Dia terlihat sudah mau mati.


Lalu, ada seorang wanita muda yang berada di samping lelaki tua sedang menunjuk ke klinik sambil memaki.


Hal tersebut menarik perhatian orang-orang untuk datang melihat.


Klinik yang awalnya sepi, sekarang menjadi sangat ramai.


“Gracia, apa yang kamu lakukan?”


Kelvin berjalan keluar dan mendengus dingin ketika dia melihat orang yang ada di pintu.


Orang yang tergeletak di lantai dengan mulut berbusa itu adalah mantan ayah mertuanya. Kemudian, orang yang menunjuk kliniknya adalah mantan adik iparnya.


Melihat Kelvin berjalan keluar, Gracia semakin semangat memakinya. Dia menangis kencang sambil menunjuk ke arah Kelvin dan memaki, “Semuanya, coba kalian lihat, orang ini … orang ini seorang bajingan!”


“Dia adalah mantan kakak iparku.”


“Jelas-jelas dia tahu bahwa ayahku menderita epilepsi, tapi dia masih memukul dan memarahinya. Akhirnya penyakit ayahku pun kambuh dan hampir mati.”

__ADS_1


“Tak hanya itu, dia juga melakukan kekerasan kepada kakakku. Setiap hari selalu meminta uang pada kakakku dan hidup bergantung pada kakakku.”


“Masih ada lagi ….” Gracia tiba-tiba menangis lebih kencang, seolah Kelvin sudah menyiksa dan menekannya dengan keras. Dia menyeka air matanya dan terisak, “Dia benar-benar … sangat bajingan, dia bahkan mencoba untuk memperkosa aku.”


Seketika, Kelvin menjadi bulan-bulanan orang.


Semua orang menyalahkan Kelvin.


“Bajingan, kenapa kamu masih hidup?”


“Benar-benar sampah sosial.”


 Parahnya, ada orang yang tiba-tiba menjadi pahlawan kesiangan dan terus mengatakan bahwa mereka akan membantu Gracia untuk mendapatkan keadilan.


“Mbak, kalau ada hal lainnya katakan saja, kami akan membela kamu.”


“Iya, mbak, kami akan membantu kamu untuk menghancurkan klinik bajingan ini.”


Ekspresi puas terlintas di mata Gracia, tapi dia segera menyembunyikannya.


Di mata semua orang, dia adalah wanita yang ditindas oleh Kelvin hingga tidak sanggup untuk hidup lagi.


“Aku hanya ingin dia mengembalikan rumah dan tabungan keluarga aku.”


“Aku masih butuh uang untuk mengobati ayahku, huhuhu.”


Semakin Gracia seperti ini, orang-orang yang berada di sekitar semakin marah.


“Hei bajingan, cepat kembalikan rumah dan tabungan keluarga mereka.”


“Tidak hanya itu, bajingan ini sudah membuat keluarga mereka begitu hancur, jadi dia juga harus ganti rugi kepada mereka.”


Di sudut jalan, ada seorang lelaki tua dan seorang pemuda yang diam-diam menyaksikan kejadian ini.


Lelaki tua tersebut tampak tak peduli dan tetap tenang.


Justru pria muda yang bersamanya malah ikut memaki Kelvin. Kalau bukan ditahan oleh lelaki tua tersebut, dia pasti sudah maju ke depan.


“Kakek, untuk apa kakek menahanku?”


“Kamu juga percaya bajingan seperti ini adalah dokter jenius yang berhasil mengobati penyakit Nona Kiara?”

__ADS_1


“Aku tidak percaya.”


Lelaki tua itu menghela napas. Dia melihat ke segala arah dan malah melihat Kelvin yang ekspresinya tidak berubah meski dimaki semua orang.


Orang ini benar-benar hebat karena memiliki kesabaran yang seperti ini.


Lelaki tua itu adalah Candra Mulyono, seorang dokter terkenal di seluruh negeri ini.


Awalnya dia berada di Surabaya, bahkan para pejabat tinggi yang ingin berobat dengannya pun harus membuat janji terlebih dahulu.


Statusnya sangat tinggi.


Kemudian, setelah pensiun, dia kembali ke Jakarta dan membuka klinik untuk melewati masa tuanya.


Reno sebelumnya pernah meminta Candra untuk mengobati Kiara. Tapi, segala cara sudah ia dicoba, namun dia tetap tidak menemukan penyebab penyakit Kiara.


Namun saat ini, dia mendengar dari Reno bahwa ada orang yang berhasil menyembuhkan penyakit Kiara. Oleh karena itu, dia sengaja datang ke sini untuk melihat Kelvin sang master.


Begitu melihatnya hari ini, dia merasa meskipun Kelvin memang hebat, tapi sepertinya tetap tidak mungkin kalau dirinya memiliki kemampuan sehebat itu.


Candra menebak-nebak, di balik ini pasti Kelvin memiliki guru yang hebat.


Namun, jika hanya membicarakan karakternya tanpa mempedulikan keterampilan medisnya, Candra merasa ada yang aneh apabila apa yang dikatakan perempuan tersebut benar.


Itu sebabnya dia menghentikan cucunya.


 “Terkadang, apa yang kamu lihat berbeda dengan kenyataannyaa.” Candra menghela nafas.


"Aku tidak percaya," ujar Nathan membantahnya.


Nathan merasa sangat marah.


Alasan Nathan sangat marah karena Kiara memberitahunya bahwa dia sudah menikah dengan Kelvin.


Kala itu, dia jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Kiara ketika dia mengikuti kakeknya pergi memberikan pengobatan kepada gadis itu.


Oleh karena itu, begitu dia mendengar keluhan mantan adik ipar Kelvin, dia merasa Kelvin adalah seorang bajingan.


Bagaimana mungkin Kiara bisa menikah dengan orang seperti Kelvin ini?


Amarah Nathan membara, dia pun bergegas maju ke arah Kelvin.

__ADS_1


__ADS_2