
Di luar gerbang Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya.
“Kiara, Reno, keluar, cepat keluar.”
“Kondisi penyakit ayahku semakin parah setelah makan obat dari produksi pabrik kalian dan saat ini sedang terbaring di rumah sakit. Kalian harus memberikanku sebuah penjelasan.”
“Benar. Kalau kalian masih tidak keluar, sekarang aku akan menghancurkan pabrik farmasi kalian.”
Pada saat ini, depan gerbang Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya sudah dikepung penuh oleh orang-orang. Semua orang sedang melakukan aksi demo kepada Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya.
Kerumunan tersebut terlihat sangat menggebu-gebu, seolah mereka akan menelan hidup-hidup Kiara dan Reno jika ada di hadapan mereka.
Di antara orang-orang yang demo ke Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya, tak hanya pasien dan anggota keluarganya yang kondisinya memburuk karena meminum obat yang diproduksi oleh Keluarga Wijaya saja. Akan tetapi, juga ada banyak sekali reporter yang meliput.
Mereka menyiarkan kondisi ini dengan peralatan dan perlengkapan yang mereka bawa, sehingga seluruh negeri akan tahu betapa kejamnya Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya.
"Halo, saya reporter dari stasiun TV. Apakah kondisi ayahmu memburuk karena dia minum obat yang diproduksi oleh Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya?"
Pada saat ini, seorang reporter wanita secara acak mewawancarai anggota keluarga pasien.
"Benar, kondisi ayahku tiba-tiba memburuk karena minum obat dari Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya. Kata dokter, kondisi ayahku sudah membaik. Tapi, setelah minum obat dari Keluarga Wijaya, kondisinya tiba-tiba memburuk."
"Saat ini dia masih terbaring di rumah sakit dan dokter bilang ayahku dalam kondisi yang sangat berbahaya."
"Aku harus mendapatkan keadilan ini kembali dan membuat Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya bertanggung jawab,” ujar anggota keluarga pasien dengan marah.
Tak jauh dari sana, ada sebuah mobil BMW hitam yang diparkir di jalan. Patricia duduk di dalam mobil dan menyaksikan pemandangan di luar Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya dengan tersenyum menyeringai.
‘Keluarga Wijaya, Keluarga Wijaya, kali ini aku ingin melihat apa yang akan kalian lakukan,’ ujar Patricia dalam hati.
…
Di sisi lain luar gerbang Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya.
Kiara sudah benar-benar tidak tahan mendengar teriakan dan omelan di luar gerbang.
Hidup sebesar ini, dia tidak pernah mendapatkan penghinaan seperti ini. Oleh karena itu, dia ingin sekali membuka pintu untuk keluar menghadapi orang-orang yang menghina mereka dan menjelaskan semuanya dengan jelas.
Akan tetapi, baru saja dia ingin membuka pintu, Reno yang berada di samping malah menahannya dan berkata, “Kiara, jangan keluar. Sekarang sangat berbahaya.”
“Sekarang mereka sama sekali tidak bisa mendengarkan penjelasan apa pun. Kalau kamu keluar sekarang, yang ada malah ditelan hidup-hidup oleh mereka.”
Pekerja yang lainnya juga ikut membujuk dan berkata, “Benar, Nona. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk keluar.”
“Tapi, aku benar-benar tidak tahan,” ujar Kiara dengan tidak senang.
__ADS_1
Reno menghela napas dan berkata, “Sabarlah menunggu. Kalau Kelvin bilang dia punya cara, dia pasti memang punya cara untuk mengatasinya. Kamu harus percaya dia.”
Meskipun Reno berbicara seperti itu, hatinya tetap merasa tidak tenang.
Meskipun dia tahu bahwa keterampilan medis Kelvin sangat luar biasa, saat ini ada ribuan pasien yang kondisinya memburuk karena minum obat dari Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya. Bagaimana mungkin dia sanggup mengobatinya?
Meskipun Kelvin pernah memberitahunya bahwa dia bisa membuat resep obat penyakit jantung, saat ini semua bahan obat berada di tangan Dimas. Apalagi, saat ini Dimas adalah seekor anjing orang terkaya yaitu Faisal.
Dia pasti akan membantu Faisal untuk melawan Kelvin. Oleh karena itu, bagaimana mungkin Dimas akan menjual bahan obat kepada Kelvin. Ini sama sekali tidak mungkin.
Kiara pun menjadi lebih tenang setelah mendengar Reno mengungkit nama Kelvin.
Entah mulai sejak kapan, dia selalu merasa aman setiap kali memikirkan Kelvin. Ini adalah perasaan aman yang tidak pernah Kiara rasakan sebelumnya.
Padahal, dia yang dulu selalu berada di depan dan tidak pernah merasa nyaman karena siapa pun. Mungkin ini alasan kenapa para gadis suka mengandalkan pria.
“Di luar sepertinya ada suara Kelvin.” Ekspresi Kiara tiba-tiba menjadi gembira. Dia bahkan bisa mendengar suara Kelvin dari keributan yang terjadi di luar gerbang. Dia tidak akan mungkin salah mendengar.
“Kiara, mungkin kamu salah dengar?” ujar Reno sambil mengernyitkan alis.
“Tidak, tidak mungkin. Ayah, kamu dengarkan baik-baik. Kelvin ada di luar.” Kiara menggelengkan kepala dan berkata.
Reno dengan bingung menempelkan telinga ke pintu. Benar saja, dia mendengar suara Kelvin. Bahkan, suara orang-orang di luar sana juga semakin mengecil dan hanya terdengar suara Kelvin.
Raut wajah Reno terlihat bahagia. Jelas, orang-orang di luar sana sudah berhasil ditenangkan oleh Kelvin. Jika tidak, kondisi tidak mungkin tiba-tiba menjadi begitu tenang.
Reno menghela napas lega. Setelah mengetahui pabrik farmasinya mengalami masalah, dia langsung buru-buru datang ke pabrik farmasi bersama dengan Kiara.
Reno bahkan segera menghentikan produksi. Namun, tepat pada saat itu, ada sekelompok pasien dan anggota keluarga pasien yang tiba-tiba datang membuat keributan di depan pabrik farmasi. Mereka datang untuk meminta keadilan.
Mereka ingin dirinya dan Kiara memberikan sebuah penjelasan. Tentu saja Reno tahu, apabila dia keluar untuk memberikan penjelasan, itu sama saja dengan mencari mati. Apalagi, dia sama sekali belum menemukan cara untuk mengobati begitu banyak orang.
Oleh karena itu, pada akhirnya dia hanya bisa menaruh sedikit harapan pada Kelvin. Tak disangka, Kelvin ternyata berhasil melakukannya. Rasa berat yang berada di dalam hatinya pun akhirnya bisa lepas.
Kiara juga sudah mendengar kondisi di luar gerbang. Apa yang ada dipikirannya sama seperti Reno. Orang di luar pasti sudah ditenangkan oleh Kelvin, makanya bisa tiba-tiba berubah menjadi tenang.
Kreeek!
Kiara membuka pintu dengan tidak sabaran. Orang-orang di luar yang tadinya ingin menelan dirinya dan ayahnya hidup-hidup, pada saat ini malah melihatnya dengan tatapan ramah dan bahkan rasa berterima kasih.
Apa yang terjadi?
Tak lama, Kiara pun melihat Kelvin yang berada di tengah kerumunan.
“Semuanya, bagaimana perasaan kalian setelah minum ramuan obat yang diproduksi dari Keluarga Wijaya?”
__ADS_1
Kelvin berdiri di tengah kerumunan dan bertanya pada semua orang.
“Aku merasa penyakitku sudah sembuh.”
“Benar-benar sakti! Aku harus segera mengambil sedikit ramuan obat dan membawakannya untuk ayahku.”
Kelvin tersenyum. Barusan ketika dia datang ke sini, sekelompok orang ini berada di ambang kemarahan dan tampaknya bisa menghancurkan Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya kapan saja.
Oleh karena itu, Kelvin pun tidak menjelaskan kenyataan tentang apa yang terjadi pada orang-orang ini. Dia langsung memberitahu semua orang bahwa dia mempunyai ramuan obat yang bisa mengobati penyakit jantung.
Benar saja, sekelompok orang ini seketika menjadi tenang dan bertanya pada dia di mana ramuan obat itu.
Perlu diakui bahwa efesiensi kerja Nathan cukup baik. Dia benar-benar mengikuti perintah darinya. Tak lama setelah itu, dia membawa dua ember ramuan yang disiapkan sesuai dengan resep yang dia berikan.
Di kerumunan ini ada banyak sekali pasien. Setelah mereka minum ramuan obat tersebut, mereka langsung merasa lebih baik dan jauh lebih nyaman. Itulah kenapa mereka langsung berteriak sakti.
Namun, sebenarnya apa yang terjadi? Ramuan obat Keluarga Wijaya ini dapat mengobati penyakit jantung, tetapi kenapa sebelumnya kondisi mereka malah semakin memburuk setelah makan obat?
Tentu saja Kelvin melihat raut wajah bingung semua orang. Justru ini yang ingin dia lihat.
“Kalian semua sudah melihat sendiri bahwa Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya mampu memproduksi obat penyakit jantung, tapi obat sebelumnya malah mengalami masalah. Menurut kalian, kenapa?”
“Karena ada orang yang iri terhadap Keluarga Wijaya, jadi mereka melakukan sesuatu dan sengaja memfitnah kami.”
Begitu perkataan Kelvin terlontarkan, banyak sekali orang yang setuju.
Benar juga. Jika Keluarga Wijaya mampu memproduksi obat yang benar-benar bisa mengobati penyakit jantung, lantas kenapa obat yang sebelumnya diproduksi bisa bermasalah?
Jika ada masalah, pasti karena ada orang yang menjebak mereka.
Benar, pasti seperti itu.
Melihat respons semua orang, Kelvin tahu bahwa tujuannya sudah tercapai.
Selama Kelvin membangun reputasi Pabrik Farmasi Keluarga Wijaya menjadi pabrik farmasi yang memiliki kemampuan dan bertanggung jawab atas masalah ini, maka tanpa perlu menjelaskan, orang lain pun akan membantu mereka menjelaskannya.
“Kalau begitu, saya ingin bertanya, siapa yang ingin menjebak Keluarga Wijaya?” tanya seorang reporter wanita yang sebelumnya pernah mewawancarai anggota keluarga pasien.
Ini adalah berita besar.
Kelvin mendengus dingin, lalu menunjuk ke BMW hitam yang terparkir tidak jauh dari sana dan berkata dengan dingin, “Di mobil itu ada Patricia, putri angkat Faisal, orang terkaya di Jakarta.”
“Kalian semua mungkin sudah pernah mendengar, Faisal orang terkaya tersebut pernah mengatakan bahwa dia akan membuat Keluarga Wijaya musnah dari Jakarta.”
“Mungkin, kamu bisa bertanya kepada Patricia, putri angkat orang kaya tersebut, apakah masalah ini ada hubungannya dengan dia atau tidak.”
__ADS_1
Kelvin sebelumnya sudah memperhatikan keberadaan Patricia. Hanya saja, dia menunggu waktu yang tepat untuk membongkarnya.
Saat ini, dia sangat ingin melihat bagaimana ekspresi Patricia ketika dikepung.