
Wajah Kelly semakin pucat ketika darahnya terus menetes keluar.
Tapi, Kelvin malah merasa lega.
Melalui teknik penetasan darah ini, virus di dalam tubuh Kelly bisa dikeluarkan dari tubuh.
Lalu, dia hanya perlu beristirahat beberapa hari.
Kelvin dengan lembut membaringkan Kelly di sofa. Dia melepas pakaiannya dan menyelimuti Kelly.
Kemudian, dia mengangkat kepalanya, menatap Faisal dengan dingin dan bertanya, "Di mana pasiennya?"
Pasien yang Kelvin maksud tentu saja putra sulung Faisal, Morgan.
“Kalau adikku kenapa-napa lagi, aku tidak akan menjamin dapat menyelamatkan putramu,” ujar Kelvin dengan tatapan dingin.
“Kamu tenang saja. Adikmu adalah tamu terhormat keluarga Pasetrio. Siapa yang berani menyentuhnya, dia akan mati.” Faisal tertawa sambil meyakinkan Kelvin.
Kata-kata ini terdengar sangat konyol di telinga Kelvin.
Jelas-jelas Faisal yang menculik orang ke sini dan memasukkan virus ke dalam tubuh adiknya.
Tapi saat ini, dia malah berlagak memastikan keamanan adiknya.
Benar-benar konyol.
Faisal pura-pura tidak melihat tatapan bengis Kelvin. Dia hanya menoleh dan mengingatkan Rangga, “Kamu di sini dan jaga baik-baik Nona Kelly. Kalau sampai Nona Kelly kehilangan sehelai rambut saja, aku akan mencarimu.”
“Ayah, jangan khawatir.” Rangga dengan sungguh-sungguh mengiyakan Faisal, seolah-olah dia mendapatkan perintah dari seorang jenderal.
Melihat pemandangan ini, Kelvin mencibir dan tidak mengatakan apa-apa.
“Silakan!”
Faisal berjalan di depan Kelvin dengan memperagakan tangan untuk mempersilakan masuk, kemudian berjalan menuju sebuah ruangan terlebih dahulu.
__ADS_1
Ruangan itu adalah kamar Morgan, putra sulung Faisal.
Kelvin berjalan mengikuti Faisal, bahkan Alexander juga mengikuti mereka.
Ketika Kelvin memasuki ruangan, dia melihat seorang pemuda yang sakit sedang berbaring di ranjang rumah sakit. Wajahnya pucat dan matanya tertutup rapat. Jika bukan karena ventilator, orang akan mengira dia sudah mati.
Kelvin melihat sekeliling ruangan, dia pun menghela napas. Indahnya menjadi orang kaya!
Peralatan medis di ruangan itu sangat lengkap, sebanding dengan rumah sakit.
“Dok, tolong ya.” Suara Faisal terdengar dari belakang.
Kelvin tahu bahwa Faisal sedang mendesaknya untuk cepat menyembuhkan Morgan.
Kelvin tidak menjawab. Dia hanya berjalan dengan diam ke depan Morgan.
Dia membawa kemana-mana kotak kayu yang digunakan untuk menyimpan jarum emas hitam. Lalu, mengeluarkan tiga jarum perak dari kotak kayu dan menusuk jarum ke dalam tubuh Morgan sesuai dengan teknik yang dia gunakan kepada Kelly sebelumnya.
Total melakukannya harus sebanyak tiga kali.
Di sampingnya, ada seorang dokter yang sedang memberi tahu sesuatu kepadanya saat ini.
"Tuan Faisal, teknik akupuntur ini disebut akupuntur Tiga Tahap. Ini adalah teknik akupuntur terkenal pada masa kuno, tapi sudah lama menghilang. Aku tak menyangka pemuda ini ternyata masih bisa menggunakan teknik ini."
"Dengan teknik akupuntur ini, kemungkinan Tuan Muda Morgan disembuhkan sangat besar."
Nama dokter ini adalah Atta Fahar, dia juga seorang dokter terkenal di Jakarta.
Ketika dia berbicara dengan Faisal, matanya masih terus fokus pada teknik akupuntur yang dilakukan Kelvin.
Kesempatan untuk mengamati akupuntur legendaris langsung di tempat adalah kesempatan sekali seumur hidup.
Sebelumnya, ketika Kelvin sedang menolong Kelly, Faisal tidak menyuruh Atta keluar. Karena Faisal sedang menjadikan Kelly eksperimen, jadi dia tidak peduli dengan hidup atau matinya Kelly.
Jika Kelvin dapat menyembuhkan Kelly, maka Faisal akan mengizinkan Kelvin untuk menyembuhkan Morgan.
__ADS_1
Lalu, untuk mencegah Kelvin bermacam-macam pada Morgan ketika proses penyembuhan, Faisal sengaja memanggil Atta datang.
Sebelumnya, Atta selalu berada di kamar Morgan.
Mendengar ucapan Atta, perasaan Faisal yang tegang ini pun menjadi lebih bersemangat.
Putra sulungnya akhirnya terselamatkan.
Faisal memang orang terkaya di Jakarta. Meski dia bersemangat tapi dia hanya menunjukkannya sekilas, setelah itu dia langsung kembali tenang dan berkata, “Lalu, selama dia menjalani proses penyembuhan, apakah dia melakukan hal yang macam-macam pada putraku?”
Faisal memang sangat curigaan, dia masih tidak bisa sepenuhnya mempercayai Kelvin.
"Ini …." Atta melirik Kelvin, dia ragu-ragu sejenak dan berbisik, "Dari proses tadi, seharusnya tidak ada masalah."
"Hah?" Ekspresi Faisal langsung berubah dingin, dia menatap Atta, "Jadi ada atau tidak?!"
“Tidak!” Kali ini, Atta menjawab tanpa ragu-ragu.
Pada saat ini, Atta pun berkeringat dingin. Meskipun dia juga seorang dokter terkenal di Jakarta, tapi dia masih belum cukup kuat untuk melawan orang terkaya di Jakarta ini.
Dia tahu cara kerja Faisal yang busuk itu.
Meskipun dia belum pernah melihat teknik Sancai sebelumnya, berdasarkan pengalamannya selama bertahun-tahun ini, teknik akupuntur yang digunakan Kelvin tidak akan membahayakan Morgan.
Alasan kenapa dia ragu-ragu barusan karena dia memikirkan kemungkinan Kelvin bisa bermacam-macam.
Namun, ketika dia memikirkannya dengan tenang dan saksama, sama sekali tidak ada kemungkinan seperti itu.
Pada saat ini, Alexander yang berdiri di samping juga menyela dengan hati-hati.
“Tuan Faisal, adiknya Kelvin sedang diawasi oleh Tuan Muda Rangga. Jadi, dia tidak akan berani berbuat macam-macam.”
Faisal pun jauh lebih rileks begitu mendengarnya, lalu keraguan di hatinya pun menghilang.
Pada saat ini, Kelvin mengeluarkan dua jarum emas 12 sentimeter dari kotak dan hendak menusuk kedua lutut Morgan.
__ADS_1
Faisal merasakan ada sesuatu yang aneh. Dia tiba-tiba menghentikan Kelvin dan berkata dengan nada mengancam,, "Dok, tadi ketika kamu menyembuhkan adikmu, tidak ada langkah itu. Aku sarankan, kamu jangan coba untuk macam-macam.”