
Apa?
Kiara yang baru masuk ke dalam ruangan tercengang. Dia melihat sekilas ke arah pria tersebut. Pria tersebut mengenakan pakaian yang sangat biasa dan tampak lesuh.
Pria ini adalah gubernur?
Tentu saja, Kiara merasa ini sangat menakjubkan.
Pria tersebut terkejut mendengar perkataan Kelvin. Setelah itu, dia melihat ke arah Kelvin dengan pandangan dingin.
"Oh, bagaimana kamu bisa tahu?"
Aura dingin dari pria tersebut seketika membuat seluruh ruangan menjadi dingin. Akan tetapi, Kelvin sama sekali tidak merasa takut dan malah tersenyum, "Kalau aku bilang aku menebaknya, apakah Anda akan percaya?"
Wajah pria tersebut tampak cuek, lalu menatap Kelvin cukup lama baru berkata, "Kamu sangat hebat. Kamu adalah orang pertama yang mengenali identitasku selama aku di Jakarta. Bagus! Aku memang gubernur baru Jakarta. Namaku Taufik Bagaskara."
Taufik menunjuk ke arah wanita paruh baya yang berbaring di atas kasur dan berkata, "Itu adalah istriku, Layla Zahair."
Ternyata benar-benar gubernur! Kiara merasa sangat terkejut!
Ternyata apa yang dikatakan Kelvin benar, gubernur baru benar-benar datang ke sini.
"Tadi kamu bilang ingin membicarakan hal penting, apa yang ingin kamu bicarakan?" Taufik pun tidak basa-basi lagi. Karena orang tersebut sudah mengungkapkan identitasnya, dia pun tidak perlu menyembunyikannya lagi.
"Aku rasa Pak gubernur pasti sudah mendengar sedikit informasi mengenai aku, 'kan? Misalnya, masalah aku memaksa putra orang terkaya sampai mati?" ujar Kelvin sambil tersenyum.
"Oh? Apakah kamu ingin mengatakan bahwa kamu difitnah? Lalu, mencoba melepaskan kecurigaan ini di hadapanku?" Taufik melihat sekilas istrinya yang tertidur. Setelah itu, memalingkan wajahnya ke Kelvin dan berkata dengan dingin, "Jangan mengira karena kamu sudah menyembuhkan penyakit istriku, aku akan merasa berhutang budi dan akan membantumu,"
__ADS_1
"Memang difitnah!" Kiara pun menyela dengan tidak senang. Dia tidak suka dengan sikap Taufik yang seperti itu. Lagi pula, yang dipermasalahkan Kiara adalah masalahnya bukan orangnya. Kelvin memang difitnah, sekalipun orang di hadapannya adalah seorang gubernur, dia juga akan membela Kelvin karena Kelvin adalah suaminya.
Kelvin memberi isyarat pada Kiara. Setelah itu, Kiara sudah tidak berbicara dan menatap Taufik dengan tidak senang.
Kelvin menggelengkan kepala pada Taufik dan berkata, "Anda salah paham. Aku hanya ingin mengatakan bahwa Jakarta adalah milik warga Jakarta, bukan milik Faisal, juga bukan milik siapa pun. Jadi, sekalipun ada orang yang ingin memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan juga tidak mungkin."
Taufik menyipitkan mata, pemuda ini tidak semudah itu. Apa yang dia ketahui sepertinya tidak sedikit.
"Memangnya kamu tahu apa?" Napas Taufik yang panik terdengar jelas.
Kelvin malah tersenyum dan tidak menjawab pertanyaannya.
Tak lama kemudian, dia melihat ke arah Kiara dan memalingkan pandangannya pada Taufik, lalu berkata, "Aku dan Keluarga Wijaya bisa menjadi teman Anda."
Taufik terdiam dan menatap pemuda yang ada di hadapannya dalam waktu yang cukup lama.
"Kamu benar-benar sangat hebat. Sayang sekali orang berbakat sepertimu hanya menjadi seorang dokter di klinik kecil seperti ini," ujar Taufik.
Taufik benar-benar merasa terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Kelvin begitu hebat.
Apa yang baru saja dikatakan Kelvin adalah situasinya saat ini.
Kenapa dia datang ke Jakarta?
Karena ada orang ingin melakukan proyek di Jakarta yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri tetapi merugikan kepentingan rakyat.
Tentu saja, dia tidak mungkin hanya duduk diam melihat hal ini. Oleh karena itu, dia sengaja mengajukan diri untuk menjadi gubernur di Jakarta. Dan sejauh yang dia tahu, Faisal adalah bawahan orang tersebut yang bertanggung jawab untuk menyingkirkan hambatan yang ada di Jakarta, sehingga Jakarta hanya akan mendengarkan perintah Faisal. Yang berarti juga mendengarkan perintah orang tersebut.
__ADS_1
Hambatan terbesar yang harus disingkirkan oleh Faisal adalah Keluarga Wijaya. Keluarga Wijaya bisa dikatakan keluarga kaya kedua di Jakarta.
Taufik sudah mendapatkan kabar bahwa Faisal sudah membawa mayat putranya ke bandara untuk mencegat dirinya. Tujuannya untuk mendesak dirinya turun tangan langsung melawan Keluarga Wijaya dan membantu Faisal menyingkirkan hambatannya. Sedangkan Faisal hanya akan duduk diam untuk memanfaatkan kesempatan ini.
Sedangkan apa yang dikatakan Kelvin bahwa dirinya dan Keluarga Wijaya akan menjadi temannya adalah dia dan Keluarga Wijaya bersedia membantu dirinya untuk melawan Faisal dan yang lainnya.
"Bagaimana kamu mengetahui hal ini? Apakah ini juga tebakanmu?" Sikap Taufik pada Kelvin menjadi lebih rileks sedikit dan mulai merasa seperti mereka berada di satu pihak yang sama.
"Yah tidak semuanya menebak juga." Kelvin tersenyum. Tentu saja, dia tak hanya sekedar menebak saja. Alasan utamanya karena Candra. Sebelumnya Candra pernah tinggal cukup lama di Surabaya. Oleh karena itu, dia memiliki banyak relasi di Surabaya.
Ketika Candra sedang mencari tahu tentang Taufik pada orang-orang di Surabaya, dia malah mendengar sesuatu yang mencengangkan. Hal tersebut adalah ada orang yang ingin melakukan proyek di Jakarta. Proyek tersebut akan memakan banyak sekali uang dan orang-orang harus kerja rodi. Jelas, hal ini sangat merugikan negara dan Taufik sangat menentang hal ini. Oleh karena itu, Taufik pun datang ke Jakarta.
Dari berbagai petunjuk yang Kelvin dapatkan, akhirnya dia pun bisa menebak situasi Taufik.
Kiara mendengar percakapan antara keduanya dan menatap mereka dengan bingung.
Pada saat ini, Taufik malah menggelengkan kepala dan berkata, "Aku tidak mungkin ikut campur dalam perkelahian antara kalian dengan Keluarga Pasetrio. Tapi, pada saat yang genting aku bisa menyelamatkan nyawamu."
Taufik jarang sekali berjanji pada orang. Akan tetapi, kali ini berbeda karena dia benar-benar mengagumi Kelvin.
Kelvin tersenyum dan melambaikan tangannya, "Tidak perlu. Tak lama lagi Keluarga Pasetrio akan segera menghilang."
Apabila orang lain yang berbicara seperti itu, mungkin Taufik akan merasa orang tersebut hanya membual. Akan tetapi, jika Kelvin yang berbicara seperti itu, dia tidak merasa bahwa Kelvin sedang membual.
Karena, dalam sosok Kelvin, dia bisa melihat kepercayaan diri pada dirinya sendiri dan kekuatannya sendiri.
Taufik menganggukkan kepala dan tidak berbicara apa-apa lagi. Kemudian, dia menggendong istrinya dari ranjang dan berjalan keluar dari klinik.
__ADS_1
Setelah Taufik pergi, Kelvin menatap punggung Taufik yang pergi menjauh dan berkata pada Kiara, "Bersiaplah, kita akan berperang dengan Faisal."