
Fiuh! Fiuh! Fiuh!
Kelvin menghela napas panjang. Pada saat ini, dia menggendong Kelly melewati hutan kecil.
Dia tidak melewati jalan raya, melainkan sengaja memilih jalan kecil.
Faisal memang membiarkan dia pergi dari kediaman Keluarga Pasetrio, tetapi tidak mengatakan akan membiarkan dia hidup.
Kelvin dan Keluarga Pasetrio sudah menjadi musuh bebuyutan. Oleh karena itu, dia tentu tidak akan sepolos itu menganggap bahwa Faisal akan melepaskan dia begitu saja.
Tokoh besar seperti Faisal ini sangat menjunjung tinggi harga diri.
Meski Faisal ingin Kelvin mati, tapi tetap tidak akan membiarkan Kelvin mati di dalam rumahnya sendiri.
"Pada saat ini, seharusnya penyakit Morgan sudah kambuh," gumam Kelvin sambil tersenyum sinis.
Tentu saja, dia tidak akan melepaskan Faisal begitu saja karena sudah menculik adiknya dan menularkan virus pada adiknya.
Oleh karena itu, dia melakukan sesuatu selama proses mengobati putra sulungnya.
Awalnya, Kelvin memang sudah menyembuhkan Morgan dengan menggunakan teknik Sancai. Akan tetapi, pada saat mengeluarkan virus dari tubuh Morgan dengan menggunakan jarum, dia memasuki energi spritual ke dalam tubuh Morgan dan mengubah meridian yang ada di dalam tubuh Morgan.
Jika tidak melakukan apa pun, Morgan akan tampak seperti orang normal.
Akan tetapi, jika Morgan meminum bubur obat sesuai dengan resep yang dia berikan, maka akan terjadi perubahan di dalam darah meridian Morgan. Lalu, Morgan akan mengeluarkan darah dari tujuh lubang.
Tentu saja, Morgan tidak akan mati. Akan tetapi, sisa hidupnya akan lebih sengsara daripada mati.
Faisal berani menyentuh adiknya, tentu saja dia akan membalas dengan hal yang sama.
Kelvin menggendong Kelly melewati hutan kecil. Di depan sana ada sebuah jalanan. Barusan dia sudah menelepon Kiara, jadi Kiara akan menunggunya di jalanan ini.
Kelvin sudah bisa menebak bahwa pada saat ini Faisal pasti sudah mengirim anak buah untuk menangkapnya kembali.
Sambil memikirkannya, Kelvin pun mempercepat langkah kakinya.
Keberuntungan Kelvin sangat bagus. Begitu sampai di pinggir jalan, mobil Kiara sudah tiba di sana dan kebetulan berhenti di depan Kelvin. Mungkin dia memang di berkati oleh yang di Atas.
"Kelvin, naiklah," ujar Kiara pada Kelvin sambil menongolkan kepalanya.
Kelvin membuka pintu mobil, meletakkan Kelly yang sedang tidur di kursi belakang terlebih dahulu. Lalu, membiarkan Kelly duduk tegak dan memasang sabuk pengaman.
Setelah menutup pintu, Kelvin mendengar deru mobil ketika dia mau duduk di kursi penumpang. Ketika dia menoleh, dia melihat ada empat mobil yang muncul di jalanan dan semakin mendekat.
Semenjak mendapatkan warisan dari leluhurnya, penglihatan Kelvin jauh melampaui orang biasa.
__ADS_1
Meski terlampau jarak puluhan meter, Kelvin dapat melihat bahwa ada orang yang duduk di dalam mobil tersebut. Orang tersebut adalah Rangga.
Sepertinya, mereka juga mengetahui keberadaan jalanan ini dan sengaja datang untuk mencegat dia.
Kelvin sudah tidak ragu-ragu lagi. Dia langsung membuka pintu dan berjalan ke kursi pengemudi, lalu berkata, "Aku yang saja yang menyetir. Anak buah Keluarga Pasetrio sudah datang mengejar."
Kiara tercengang, lalu melihat ke belakang. Benar saja, dari belakang muncul beberapa mobil. Akan tetapi, bagaimana Kelvin tahu bahwa mereka adalah anak buah Keluarga Pasetrio?
Bagaimanapun, ini terlampau jarak puluhan meter. Bagaimana Kelvin bisa mengetahuinya?
Namun, ketika Kiara melihat ke arah Kelvin, Kelvin tidak terlihat sedang bercanda. Oleh karena itu, dia pun menahan rasa bingungnya dan memberikan posisi pengemudi kepada Kelvin.
Kelvin segera melompat dan duduk di kursi pengemudi. Setelah itu, menutup pintu mobil. Mobil pun melaju kencang. Kelvin menginjak pedal gas hingga paling terdalam.
"Bagaimana keahlian mengemudimu?” tanya Kiara dengan cemas ketika dia melihat mobil-mobil Keluarga Pasetrio yang mendekat di belakangnya.
"Ini pertama kalinya aku membawa mobil!"
"Apa yang kamu katakan? Kamu ...."
Kiara menatap dengan mata terbelalak dan hendak meminta Kelvin untuk bertukaran dengannya agar dia saja yang mengemudikan mobil.
Akan tetapi, mobil langsung melaju kencang.
Meskipun ini pertama kalinya Kelvin mengendarai mobil, semenjak dia mendapatkan warisan tersebut, semua aspek fitur di dalam tubuhnya sudah sangat meningkat. Tak hanya penglihatannya saja, tetapi juga dengan perubahan lain di dalam tubuhnya.
Mobil Kelvin melaju dengan sangat cepat. Saking cepatnya sudah meninggalkan mobil Keluarga Pasetrio yang masih jauh di belakang.
Meskipun Kelvin melajukan mobil dengan sangat cepat, tetapi tetap stabil.
Kiara terkejut hingga terus menatap Kelvin yang sedang serius membawa mobil.
Apakah benar ini pertama kalinya Kelvin membawa mobil?
Brem!
Tepat ketika Kiara mengira sudah terlepas dari mobil Rangga, di depan mereka tiba-tiba muncul sebuah mobil.
Kelvin menyipitkan mata. Dia mengenal orang yang duduk di dalam mobil yang tiba-tiba muncul di depannya. Orang tersebut adalah Alexander.
Di depan ada Alexander yang mencegat, di belakang ada Rangga yang mengejar. Satu di depan, satu di belakang, benar-benar ingin membuatnya mati di tengah-tengah.
Melihat kondisi seperti ini, Kiara yang biasanya selalu tenang dalam menghadapi situasi sulit pun langsung panik.
Penyerangan dari depan dan belakang, benar-benar membuat jalan menjadi buntu.
__ADS_1
"Kelvin, sekarang kondisi seperti ini, kita harus bagaimana?" tanya Kiara sedikit cemas.
"Duduk stabil," ucap Kelvin dengan pandangan tetap ke depan, lalu menginjak pedal gas sampai habis.
Ternyata dia ingin menambah kecepatan.
"Kelvin, apa yang ingin kamu lakukan?" Seketika Kiara pun mulai gugup.
Jangan-jangan Kelvin ingin langsung menabrak orang di depan?
Ini bagaimana mungkin bisa? Seandainya bertabrakan, sekalipun mereka tidak mati, pasti akan lumpuh.
Kelvin malah tidak berbicara dan lanjut menginjak pedal gas.
Mobil melaju dengan semakin cepat dan hampir bertabrakan dengan mobil Alexander.
Alexander terkejut dan mulai panik ketika melihat mobil yang tiba-tiba melaju kencang ke arahnya. Kelvin benar-benar ingin bertaruh nyawa dengannya. Dia memang ingin Kelvin mati, tapi bukan menemani Kelvin mati.
"Cepat, cepat, cepat, berhenti!" teriak Alexander pada supir.
Supir juga panik dan ketakutan. Dia pun buru-buru mengerem mobil. Akhirnya, mobil berhenti.
Alexander membuka pintu dan langsung melompat turun. Satu per satu orang yang ada di belakang mobil juga ikut melompat turun.
Pada saat ini, kedua mobil sudah kosong. Alexander berguling-guling di tanah beberapa putaran. Setelah berdiri dia juga berlari puluhan meter untuk memastikan bahwa ketika mobil Kelvin bertabrakan dengan mobilnya, dia tidak akan terluka. Kemudian, dia baru berdiri stabil.
Orang-orang yang mengikuti Alexander turun juga melakukan hal yang sama.
Alexander menoleh dan melihat bahwa mobil Kelvin dan mobil yang ditinggalkannya hampir bertabrakan.
Alexander tersenyum dingin. Dia akui bahwa pemuda ini sangat hebat, tapi terlalu gegabah karena ingin mati bersama dengannya.
'Hm! Kalau ingin mati, pergi saja mati sendiri!'
Alexander sudah siap melihat mobil yang hancur dan Kelvin mati. Akan tetapi, dia tercengang pada detik berikutnya.
Dia melihat Kelvin mengendarai mobil di samping dinding jalanan. Kemudian, terbang di udara dan melewati mobil yang ditinggalkan Alexander.
Setelah itu, mobil Kelvin mendarat di jalan dengan stabil. Lalu, seketika menghilang dari pandangan mereka. Tak lama kemudian, Alexander baru tersadar dari lamunannya.
Dalam kondisi seperti ini, sekalipun juara pembalap mobil pun belum tentu bisa melakukannya. Akan tetapi, Kelvin bisa melakukannya dengan sangat sempurna dan berhasil melarikan diri.
Keahlian mobil ini benar-benar sulit dipercaya.
"Paman Alex, cepat pindahkan mobil! Jangan sampai Kelvin kabur." Pada saat ini, terdengar suara makian Rangga.
__ADS_1
Jalan Rangga terhalang oleh mobil yang ditinggalkan oleh Alexander. Jaraknya dengan Kelvin saat ini sudah terlampau jauh.
Alexander menyingkirkan emosi negatifnya dan berjalan ke arah Rangga.