
"Aaah! Ada orang mati!"
Orang-orang yang berada dari jauh tiba-tiba berteriak.
Seketika, semua orang yang ada di jalanan mulai melarikan diri sambil berteriak ada orang mati.
Dalam sekejap, semua orang mengetahui berita ini.
Rangga, putra anak orang kaya, berlutut untuk minta maaf pada Kelvin, tetapi malah tiba-tiba mati.
Kelvin berjongkok di samping Rangga. Matanya menyipit dan dia menyentuh leher Rangga. Di leher Rangga ada sesuatu yang menonjol, jelas ini tampak tidak wajar.
Kelvin menggunakan dua jari untuk menariknya keluar dengan sekuat tenaga. Sebuah jarum sepanjang sepuluh sentimeter keluar dari leher Rangga.
Kelvin menyipitkan mata. Pasti ada orang yang diam-diam membunuh Rangga. Apalagi, kebetulan sekali, ketika Rangga berlutut padanya, dia langsung mati. Orang tersebut pasti sengaja ingin membuat Rangga mati di hadapannya.
Sepertinya, orang tersebut merasa dendam yang ada di antara dia dan Faisal belum cukup dalam.
Begitu Rangga mati, tidak hanya Kelvin saja yang akan masuk dalam daftar kematian oleh Faisal. Kiara, Reno, Candra dan yang lainnya juga akan masuk daftar tersebut.
"Minggir!" Terdengar sebuah suara yang dingin.
Kelvin menoleh, lalu melihat Faisal buru-buru turun dari mobil dan berjalan ke samping mayat Rangga.
Kelvin pun bergeser ke samping dengan bijak.
Faisal menyentuh Rangga yang sudah tidak bernapas. Memang bisa dipastikan bahwa Rangga benar-benar sudah mati.
Faisal tidak berbicara apapun, tetapi raut wajahnya tampak dingin dan menyeramkan. Dia menggendong mayat Rangga dengan diam.
Kemudian, tatapan mata ingin membunuh tersebut menoleh ke arah Reno, Kiara dan yang lainnya. Pada akhirnya, berhenti di Kelvin dan berkata, "Bagus sekali kalian!"
Kelvin tahu, sekalipun dia menjelaskan pada Faisal, Faisal juga tidak akan percaya. Oleh karena itu, dia pun tidak menjelaskan apapun.
Melihat pemandangan ini, Reno juga merasa sangat terkejut. Beberapa saat kemudian, dia baru tersadar dari keterkejutannya itu.
Ada orang yang ingin menjebak Kelvin.
__ADS_1
Kiara juga melihat ada yang aneh dengan masalah ini. Bagaimanapun juga, Kelvin tidak akan membunuh orang di hadapan publik.
"Ada orang yang menjebak Kelvin, bukan Kelvin yang membunuh Rangga," Kiara buru-buru menjelaskannya pada Faisal. Dia ingin membantu Kelvin untuk mengurangi kecurigaan ini.
Kiara tidak bisa melihat Kelvin dijebak begitu saja. Kelvin melambaikan tangan untuk menghentikan Kiara agar tidak berbicara lagi karena itu sudah tidak lagi penting.
Tidak peduli Rangga dibunuh olehnya atau bukan, Faisal memang ingin dia mati. Karena dari mata Faisal sudah dapat melihat aura ingin membunuh.
Tak hanya Kelvin saja, Faisal juga ingin mereka yang berpihak pada Kelvin hari ini mati.
Bahkan orang-orang yang ada di sekitar, Faisal juga tidak akan melepaskan mereka.
Kelvin mengeluarkan sebuah resep obat dan memberikannya pada Faisal, lalu berkata, "Seperti perjanjian sebelumnya, kalau Rangga berlutut minta maaf padaku, aku akan mengobati Morgan. Rangga sudah menepati janjinya, sekarang giliranku menepati janjiku. Aku bukan orang yang tidak menepati janji."
"Resep obat ini benar-benar bisa menyembuhkan Morgan?" Faisal menatap Kelvin dengan erat. Dia tidak bisa melupakan masalah Kelvin yang melakukan sesuatu selama proses pengobatan Morgan.
Oleh karena itu, dia sama sekali tidak bisa percaya dengan perkataan Kelvin.
Kelvin menggelengkan kepala dan berkata dengan jujur, "Tidak, tapi bisa membuat putra sulungmu hidup seperti orang normal selama sebulan. Sebulan kemudian, tujuh lubang organnya akan berdarah dan mati. Aku tidak akan mungkin menyembuhkan anak dari musuhku."
Niatnya ingin membunuh Kelvin semakin tampak jelas dari tatapan matanya.
Kiara yang berdiri tidak jauh mengepalkan tangan dengan gugup. Apa yang sebenarnya Kelvin lakukan?
Apakah dia benar-benar ingin mendesak Faisal?
Apakah dia ingin cepat mati?
Nathan yang sedari tadi tidak berbicara pun langsung tercengang.
Bagaimanapun, orang tersebut adalah orang terkaya di Jakarta. Putranya baru saja mati dan Kelvin malah berbicara seperti itu. Apakah dia tidak takut Faisal akan membunuhnya?
Reno dan Candra saling memandang. Kiara dan Nathan tidak mengerti dengan pemikiran Kelvin. Mereka hanya mengerti karena kondisi sudah sampai di tahap seperti ini, lebih baik mengungkapkannya langsung dengan jelas. Apalagi, Kelvin pasti tahu bahwa Faisal tidak akan mungkin membunuhnya saat ini.
Benar saja, Reno dan Candra sudah dapat melihat tatapan ingin membunuh yang sangat kuat dari mata Faisal, tetapi dia sama sekali tidak melakukan apapun terhadap Kelvin.
Selanjutnya, Faisal hanya melihat Kelvin dengan dingin, lalu membawa mayat Rangga masuk ke dalam mobil dan pergi.
__ADS_1
Kelvin mengerutkan kening sambil melihat Faisal pergi. Meskipun dia memang mempunyai dendam dengan Keluarga Pasetrio, bukan berarti dia akan menerima cara kotor seperti ini.
Orang tersebut menggunakan jarum untuk membunuh Rangga. Itu berarti, orang tersebut pasti juga seorang ahli medis.
Orang tersebut pasti seseorang yang sangat hebat karena bisa secara diam-diam menusuk jarum tersebut ke leher Rangga. Meski begitu, Kelvin akan tetap mencari tahu siapa orang tersebut.
"Kelvin, Rangga benar-benar sudah mati?" Pada saat ini, Reno berjalan mendekat dan bertanya pada Kelvin.
"Um, seharusnya sudah mati." Kelvin menganggukkan kepala dengan jujur. Memang benar sudah mati, tetapi dia merasa ada sesuatu yang aneh.
"Apakah kamu bisa menebak siapa orang yang membunuh Rangga?" tanya Reno.
Kelvin menggelengkan kepala. Dia belum memiliki musuh yang begitu mahir dalam medis.
"Mungkin, aku tahu sedikit petunjuk," ujar Candra yang juga jalan mendekat sambil memikirkan sesuatu.
"Pak Candra, petunjuk apa?" tanya Kelvin dengan mata berbinar.
Candra menggelengkan kepala, "Aku harus pergi dari Jakarta baru bisa mengeceknya."
Kelvin menganggukkan kepala, sejak awal dia juga tidak terlalu menaruh banyak harapan.
Bagaimana mungkin seseorang dengan cara seperti itu mengungkapkan keberadaan mereka seperti ini.
"Atau mungkin, Rangga sebenarnya tidak mati. Bisa saja ini sudah direncanakan oleh Faisal. Orang yang melakukannya bisa jadi orang suruhan Faisal," ujar Kelvin tiba-tiba mengenai kemungkinan ini.
"Ini tidak mungkin." Saat Candra hendak menolak pernyataan Kelvin, ekspresinya tiba-tiba berubah.
Sepertinya, memang ada kemungkinan ini.
Jika seseorang menahan vitalitas Rangga, maka Kelvin benar-benar tidak akan bisa memeriksa apakah Rangga benar-benar mati atau hanya mati suri.
Jika memang seperti itu, itu berarti orang tersebut memiliki keterampilan medis yang sangat hebat.
Hanya saja, kenapa Faisal berbuat seperti itu?
"Kalau di samping Faisal tiba-tiba muncul seseorang dengan keterampilan medis yang begitu hebat, mungkin tujuan Faisal menyuruh Rangga berlutut tidak akan sekedar memintanya untuk menyebuhkan putra pertamanya, melainkan tujuan yang lebih besar," ujar Kelvin tiba-tiba.
__ADS_1