
Perkataan Kelvin langsung membuat Gita curiga dan waspada terhadap Kelvin.
“Kelvin, kamu jangan coba-coba menakuti aku. Aku bisa saja ke rumah sakit sekarang, aku tidak percaya dengan perkataanmu.”
Gita menatap mata Kelvin dan berkata, "Atau bisa saja sebenarnya kamu tidak meracuniku sama sekali dan hanya menakut-nakuti aku?"
Kiara juga menoleh sekilas ke arah Kelvin. Dia juga tampak ragu pada hal ini karena jika dilihat dari karakter Kelvin, dia tidak akan mungkin melakukan hal seperti ini.
Gita mencoba untuk melihat kepanikan di balik mata Kelvin meskipun itu hanya sesaat.
Sayangnya, Kelvin terlihat sangat tenang seperti air. Benar-benar jauh berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Gita.
Mungkinkah itu benar?
Ketika Gita sedang merasa kacau balau, Kelvin menggelengkan kepala dan berkata, "Jika kamu tidak percaya padaku, kamu bisa lihat pergelangan tangan kananmu untuk melihat apakah ada garis merah di sana. Bahkan, garis merah ini masih menyebar. Jika garis merah ini sampai ke hatimu, dewa pun juga tidak akan bisa menyelamatkanmu.”
“Kamu masih punya waktu sepuluh menit untuk memintaku menyelamatkanmu atau kamu pergi ke rumah sakit. Kamu tentukan sendiri.“
Apa?
Gita tertegun sejenak. Kemudian, dia pun terburu-buru menarik lengan baju sebelah kanan. Begitu melihatnya, dia hanya merasa kulit kepalanya seperti mati rasa.
Benar saja, seperti yang dikatakan Kelvin, benar-benar ada garis merah di pergelangan tangan kanannya dan itu terus menyebar. Bahkan, hanya butuh waktu beberapa detik untuk mencapai posisi siku lengan.
Seketika dia merasa hatinya kacau, matanya kosong dan wajahnya memucat.
Kalau saja dia tidak dalam keadaan duduk, mungkin dia sudah jatuh ke lantai.
Jika dilihat berdasarkan kecepatan ini, mungkin dia akan mati sebelum sampai di rumah sakit.
“Kelvin, tolong … selamatkan aku.”
Seketika Gita berlutut di depan Kelvin, dia mencengkeram paha Kelvin erat-erat. Dalam keadaan seperti ini, dia hanya bisa terus memohon.
__ADS_1
Di balik matanya hanya ada ketakutan yang luar biasa.
Kelvin menoleh dan melihat wanita yang berlutut di depannya, tapi dia sama sekali tidak merasa simpati.
“Aku bisa menolongmu, tapi perjanjian surat cerai harus dirubah seperti yang aku katakan. Lalu, kita segera bercerai.”
Tatapan mata Kelvin tampak dingin.
“Kelvin, aku tahu aku salah. Aku bersedia untuk balikan denganmu, selama kamu menyelamatkanku. Kelak setelah ini kita hidup dengan baik, bagaimana?”
Air mata Gita tak berhenti mengalir dan menunjukkan ekspresi wajah yang sangat kasihan.
Awalnya Gita mengira Kelvin akan mengandai-andaikan mereka untuk balikkan, tapi Kelvin malah terlihat sangat dingin dan berkata, “Kamu masih sok romantis selama dua menit, waktumu tersisa delapan menit.“
Gita tahu bahwa triknya sudah tidak berguna, jadi dia pun berhenti berpura-pura. Dia sudah tidak menunjukkan ekspresi kasihan di wajahnya dan ekspresinya berubah dingin. Kemudian, dia mendongak dan menatap mata Kelvin yang terlihat seperti seekor ular. Pada akhirnya, dia hanya bisa menggertakkan gigi dan setuju, “Oke!”
...
Di luar Biro Urusan Sipil, Kelvin melihat akta cerainya dengan Gita di tangan kirinya dan menghela napas lega.
Akhirnya hubungan dia dan Gita sudah berakhir.
“Bagaimana perasaanmu?” Pada saat ini, terdengar suara dari sebelahnya. Dia menoleh dan melihat Kiara yang sedang tersenyum padanya.
“Akhirnya bebas juga.” Kelvin tersenyum dan senyuman terasa jauh lebih lega.
“Oh iya!” Kiara tiba-tiba bertanya, “Kamu benar-benar memberikan racun kepada mantan istrimu?”
“Tidak, aku hanya menakutinya saja.” Kelvin tertawa sambil menggelengkan kepalanya, “Aku hanya mengubah energi di dalam tubuhnya dan membuatnya terlihat seperti orang yang keracunan.”
“Sebenarnya, kalau dia bisa bertahan sebentar saja pada saat di kafe, dia pasti akan menyadarinya.”
“Sayangnya, dia orang yang sangat menghargai nyawanya. Ketakutan akan kematian membuatnya kehilangan akal pikirnya.”
__ADS_1
Kelvin tertawa dingin, dia terlalu mengenal Gita.
“Kamu jahat sekali.” Kiara tertawa bercanda. Benar saja, ternyata sesuai dugaan dia.
Ketika Kelvin mengatakan “memberi racun”, dia sudah menebak kemungkinan ini.
Kelvin bahkan mampu menyembuhkan penyakitnya yang sudah sekarat, tampaknya membuat ilusi diracuni tidak terlalu sulit baginya.
Yang terpenting, dia percaya bahwa Kelvin tidak akan melakukan hal seperti memberi racun.
“Kelvin, beraninya kamu membohongiku!”
Pada saat ini, terdengar suara orang mengamuk. Kelvin menoleh dan melihat Gita berdiri di depan pintu Biro Urusan Sipil dengan sepasang mata yang berapi-api seolah ingin memakan orang.
Gita langsung bergegas maju ke depan Kelvin dan ingin menampar Kelvin.
Ini adalah kebiasaan yang selalu Gita lakukan setelah menikah dengan Kelvin selama beberapa tahun ini. Begitu dia marah, dia selalu melampiaskannya kepada Kelvin.
Tapi, begitu dia mengangkat tangannya, ada yang menahan tangannya dengan erat.
Ternyata Kiara yang menahannya.
“Tolong sadar diri ya! Kamu sudah bercerai dengannya, kamu punya hak apa untuk memukulnya?”
Kiara mendengus dingin dan langsung mengibaskan tangan Gita sampai terhuyung dan mundur beberapa langkah.
Gita menggebu-gebu karena marah, dia menatap Kiara dengan penuh kebencian.
“Jika kamu menyesal akhirnya jadi begini, maka seharusnya kamu tidak melakukan hal tersebut. Aku hanya mengambil kembali barangku saja. Jaga dirimu baik-baik.”
Selesai Kelvin berbicara, dia membalikkan badan untuk pergi tanpa menoleh ke arah Gita sedikit pun.
Kiara memelototi Gita sekilas untuk memberi peringatan, kemudian dia juga ikut pergi.
__ADS_1
“Kelvin, aku ingin kamu mati!”
Melihat punggung Kelvin dan Kiara pergi, Gita menggertakkan gigi dan berteriak kencang karena mengamuk.