Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 5. Apakah Kamu Ingin Bergantung Pada Wanita?


__ADS_3

Alexander benar-benar orang yang licik. Begitu melihat situasinya tidak benar, dia memutar otak dan mengeluarkan perkataan seperti itu.


“Oh? Solusi apa?” Mata Reno berbinar.


Dia melambaikan tangannya agar anak buahnya mundur lagi.


Dia tidak benar-benar ingin bertengkar dengan keluarga Pasetrio. Jika bisa menemukan cara terbaik dan menguntungkan kedua belah pihak, kenapa tidak?


Alexander menoleh dan menatap Kiara, lalu berkata dengan suara berat, “Sangat mudah, solusinya adalah membiarkan putra kedua keluarga kami, Rangga, untuk menikahi Nona Kiara.”


Rangga sejak awal sudah mendambakan Kiara. Kalau bukan karena Kiara akan segera meninggal, dia tidak akan mungkin melepaskannya.


Jika sekarang mengusulkan agar Rangga menikahi Kiara, dia pasti akan sangat senang.


“Saat ini, Nona Kiara sudah sembuh dari penyakit yang dideritanya, Tuan Muda Rangga juga orang yang sehat. Kebetulan mereka adalah pasangan yang serasi, bagaimana menurut Tuan Reno?”


“Apa?”


Meskipun Reno sudah menjadi kepala keluarga Wijaya selama bertahun-tahun, dia tetap terkejut mendengar perkataan Alexander.


“Selama kamu membiarkan Nona Kiara menikah dengan Tuan Muda Rangga, pertama, kontrak pernikahan antara keluarga Wijaya dan keluarga Pasetrio masih ada, hanya ada perubahan orang saja. Kedua, Nona Kiara nggak perlu menikah dengan orang yang sekarat,” lanjut Alexander, seolah mempertimbangkan semua masalah ini untuk keluarga Wijaya.


Awalnya, Reno merasa ini tidak maksud akal. Tapi setelah dia menenangkan diri, ini memang solusi terbaik.


Hanya saja, dengan karakter putrinya, dia sepertinya tidak akan setuju.


“Aku tidak setuju.” Ketika Kiara hendak menolak, Kelvin yang ada di sebelahnya sudah maju duluan.


Tatapan mata dingin Kelvin melihat Alexander sekilas, dia tidak akan membiarkan ini berhasil.


Rangga sudah merebut istrinya, bagaimana mungkin dia tetap duduk diam membiarkan Rangga kembali merebut Kiara?


Karena dia sudah menyetujui untuk membantu, tentu saja dia tidak akan membiarkan Kiara masuk ke lubang buaya.


Alexander menyipitkan matanya. Tatapannya dipenuhi dengan niat membunuh ketika ia bertanya dengan dingin, "Siapa kamu?"


"Memangnya kamu punya hak untuk bersuara di sini?"


“Dia tunanganku, dia punya hak untuk mewakili aku berbicara. Kenapa dia nggak punya hak?” Kiara melangkah maju untuk melindungi Kelvin dan melawan Alexander.

__ADS_1


Seketika, suasana menjadi tegang lagi.


“Alex, kamu juga sudah lihat sendiri bahwa putriku sudah memiliki pilihannya sendiri. Jika dia nggak setuju, aku juga nggak bisa berbuat apa-apa."


"Mari kita lupakan kontrak pernikahan ini."


Reno merentangkan tangannya dan berpura-pura tidak berdaya.


Karena putrinya sudah membuat pilihan, maka dia akan mendukungnya sampai akhir meskipun ia harus bertengkar dengan keluarga Pasetrio.


Alexander tidak menatap Reno maupun Kiara, tapi dia malah menatap Kelvin dengan sikap yang arogan. Kemudian, dia tersenyum sinis dan berkata, “Kamu yakin ingin rebutan orang dengan keluarga Pasetrio?”


“Aku sarankan kamu berpikir baik-baik. Aku bisa membunuhmu seperti membunuh semut. Keluarga Wijaya nggak akan bisa melindungi kamu.”


“Aku ….”


Belum selesai Alexander berbicara, dia merasakan tenggorokannya sakit. Ketika dia menaikkan matanya, dia melihat Kelvin memegang sumpit perak dan meletakkannya di tenggorokan Alexander.


Melihat pemandangan Alexander yang dikalahkan oleh Kelvin, tatapan mata Kiara bersinar terang.


Tanpa ia duga, Kelvin tak hanya memiliki keterampilan medis yang sangat baik, tetapi juga memiliki keterampilan bela diri yang hebat. Tampaknya, dia benar-benar tidak salah melihat orang.


“Hah!”


Kelvin mencibir, "Bagaimana dengan sekarang?"


“Sudah selesai berbicara belum? Pergilah jika sudah selesai.”


"Hah, hah!"


Tidak ada perubahan apapun dengan raut wajah Kelvin, dia menyingkirkan sumpitnya dan berkata dengan dingin, "Pergi!"


Namun, Alexander malah tertawa dan menatap Kelvin lagi.


“Oke juga kamu! Selama bertahun-tahun ini, kamu adalah orang pertama yang bisa membuatku merasa ketakutan.”


“Bagus! Aku akan mengingatmu!”


Dia menata ulang rambutnya yang berantakan, matanya yang suram melihat sekilas satu per satu anak buah keluarga Wijaya. Kemudian, dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

__ADS_1


Kelvin menatap Alexander pergi dengan tatapan mata dingin. Penghinaan yang dilakukan Keluarga Pasetrio padanya akan dia bayar kembali sedikit demi sedikit. Hari ini hanya bunga saja.


Setelah Alexander pergi, Reno menepuk bahu Kelvin sambil tersenyum dengan kekaguman di matanya.


"Kelvin, ya? Kamu sangat hebat."


"Maaf, sudah merepotkan Anda," ujar Kelvin.


Reno tersenyum dan melambaikan tangannya, "Aku yang seharusnya berterima kasih padamu."


"Terima kasih sudah menyembuhkan putri kesayanganku dan bersedia maju untuk melindungi putriku."


"Putriku tidak salah melihat orang sepertimu, hahaha."


Reno melihat sosok bayangannya di tubuh Kelvin dan semakin mengaguminya.


Dia benar-benar merasa Kelvin sangat baik.


"Apakah kamu akan menikah dengan putriku?" tanya Reno tiba-tiba. Mata Kelvin melebar terkejut.


Apakah dia sedang bercanda dengannya?


Kiara juga menoleh dan melihat Kelvin sekilas dengan tatapan penasaran di matanya.


Kelvin menghela nafas, "Tuan Reno, aku sebenarnya pria yang sudah menikah ...."


Tidak ada pria yang tidak akan tergoda oleh gadis manis seperti Kiara, tetapi dia tidak bisa menipu mereka karena hal ini, jadi dia menceritakan pengalamannya sendiri.


Setelah Reno dan Kiara mendengar ceritanya, ruang tamu menjadi sunyi.


Kelvin sejak awal sudah tahu akan seperti ini. Bagaimana mungkin seorang pria seperti dirinya yang sudah menikah layak mendapatkan seorang putri seperti Kiara?


"Nona Kiara, karena tugas aku sudah selesai, aku pergi dulu."


Kelvin berpamitan kepada reno dan kiara, lalu dia berbalik untuk pergi. Tapi, baru berjalan dua langkah, suara Reno terdengar dari belakang.


“Tunggu, memangnya aku sudah menyuruhmu pergi?”


“Cepatlah bercerai dengan istri kamu. Aku tidak ingin putriku menikah dengan pria yang sudah menikah.”

__ADS_1


__ADS_2