
"Kelvin, apakah kamu benar-benar pertama kali mengendarai mobil?"
Kiara menepuk dadanya dan menghela napas dalam-dalam. Dia masih merasa takut begitu mengingat kembali kejadian barusan, itu benar-benar sangat berbahaya.
Bahkan seorang pembalap profesional pun tidak bisa melakukan hal seperti barusan.
Bagaimanapun, itu dinding sembilan puluh derajat. Akan tetapi, Kelvin berhasil melakukannya. Kiara sama sekali tidak percaya bahwa ini pertama kalinya Kelvin mengendarai mobil.
"Mereka kembali mengejar lagi." Kelvin tidak menjawab pertanyaan Kiara, melainkan mengingatkan Kiara dengan raut wajah serius.
Kiara seketika menjadi lebih berwaspada, "Apakah ada cara untuk lepas dari mereka?"
"Ada," jawab Kelvin, lalu dia mengendarai mobil ke jalan gunung yang curam.
Jalan pegunungan ini kebetulan hanya memungkinkan dua mobil lewat berdampingan.
Kelvin melirik kaca spion dan benar saja, mobil Rangga dan Alexander terus mengikutinya seperti plester.
Kelvin tersenyum sinis dan menginjak kembali pedal gasnya sampai habis, lalu berkata, "Nanti kamu jangan merasa sakit hati dengan kondisi mobilmu, ya."
Ucapan Kelvin barusan membuat Kiara seketika menjadi panik.
Apa lagi yang ingin dilakukan Kelvin?
Kelvin mempercepat mobilnya dan melaju ke belokan depan. Lalu, dia memutar setir dengan cepat dan seluruh mobil berbelok ke samping dalam sekejap. Selanjutnya, KelvinĀ berbalik di tikungan yang curam, sempit dan sangat berbahaya.
Jalan pegunungan dapat memungkinkan dua mobil lewat berdampingan. Akan tetapi, hanya satu mobil yang bisa lewat di tikungan.
Hanya beberapa sentimeter lagi, mobil ini akan jatuh dari jalan gunung, lalu membuat mobil hancur dan orang di dalamnya mati.
"Lompat!"
__ADS_1
Begitu Kelvin berbelok di sudut jalan gunung, dia menghentikan mobil, lalu membuka pintu dan melompat keluar dari mobil.
Pada saat yang bersamaan, dia juga berteriak kepada Kiara. Kiara juga menganggukkan kepala dan melompat keluar dari mobil tanpa ragu.
Selanjutnya, Kelvin memberikan isyarat kepada Kiara untuk bersembunyi dengannya di samping jalan gunung. Kiara tidak bodoh, justru dia sangat pintar sehingga mengerti apa yang ingin dilakukan Kelvin.
Mobil terparkir pada posisi tersembunyi. Setidaknya tersembunyi bagi Rangga dan lainnya yang sedang buru-buru untuk berbelok.
Rangga dan yang lainnya tidak bisa melihat mobil sebelum berbelok di tikungan. Mereka begitu fokus mengejar Kelvin, ketika mereka melihat keberadaan mobil, mungkin sudah terlambat. Karena mungkin akan menabrak mobil atau menuruni jalan gunung.
Ketinggian jalan gunung setinggi bangunan dua lantai, setelah turun dari sini pasti akan menabrak dan orang di dalam akan mati. Ini adalah metode yang digunakan Alexander tadi untuk melawan Kelvin, tapi sekarang digunakan balik oleh Kelvin untuk melawan musuh.
Kiara mau tak mau merasa takjub pada Kelvin.
Di sisi jalan gunung, Alexander sedikit panik begitu melihat mobil Kelvin menghilang di tikungan. Apalagi, di belakang masih ada Rangga yang tak henti mendesak. Alexander yang selama ini tampak tenang dan serius ini pun mulai panik.
"Cepat kejar! Jangan sampai mereka kabur," teriak Alexander pada supir.
Alexander juga ragu-ragu, apa yang dikatakan supir sangat masuk akal. Pada saat ini, ponselnya berdering, dia pun mengangkat telepon dari Rangga.
"Paman Alex, posisi kamu di depan, jadi harus lebih cepat. Jangan sampai Kelvin kabur. Setelah melewati tikungan ini, aku akan menyalip dari samping dan mencegatnya. Kali ini, aku menyuruh anak buah untuk memperhatikan Kelvin baik-baik dan memastikan dia tidak akan bisa kabur lagi."
Alexander memutuskan telepon, lalu dia langsung memberikan perintah pada supir tanpa ragu-ragu lagi, "Cepat kejar!"
Alexander sudah membuka suara, maka supir pun tidak berani membantah. Supir langsung menginjak pedal gas dan melaju cepat.
Demi mengejar Kelvin, supir mengendarainya dengan sangat cepat dan tak lama sudah tiba di tikungan.
Tepat ketika supir ingin berbelok di tikungan, dia malah terkejut. Dia melihat ada sebuah mobil di sana.
"Sialan, di depan ada mobil," maki supir dengan kesal.
__ADS_1
Dia pun buru-buru menginjak rem mobil, tapi karena dia melaju dengan sangat cepat barusan, rem seketika tidak bisa berhenti. Sepertinya mereka harus menuruni jalan gunung.
Alexander juga panik dan bantu menginjak rem. Akan tetapi, meski sudah begitu, mobil tetap tidak bisa berhenti.
Alexander hanya bisa memaki, lalu membuka pintu dan melompat keluar.
Namun, belum sempat dia melompat keluar, mobil sudah menuruni jalan gunung. Alexander tahu bahwa sekalipun kali ini dia tidak mati, sisa hidupnya juga hanya akan habis di atas ranjang.
Saat mobil terbang ke udara, Alexander melihat seorang pria dan seorang wanita bersembunyi di sisi lain dari sudut jalan gunung dan mata mereka sedang menoleh ke arahnya saat ini.
"Brengsek!"
Meskipun sudah dalam kondisi seperti ini, Alexander tetap tidak tahan untuk tidak memaki.
Kedua orang itu kalau bukan Kelvin dan Kiara, bisa siapa lagi.
Jelas sekali, Kelvin sengaja memarkir mobilnya di sana.
Alexander bahkan bisa membayangkan bagaimana Kelvin mempertimbangkan ini semua untuk menjebaknya.
Pertama, menabrak mobil dan mati.
Kedua, menuruni jalan gunung dan hancur lebur.
Saat ini, sudah jelas Alexander terjebak pada rencana yang kedua.
"Kelvin, sialan!"
Buk!!!
Belum selesai Alexander memaki, mobil sudah terjatuh di tanah. Setelah itu, tidak ada pergerakan yang terdeteksi dari dalam mobil.
__ADS_1
Mereka sudah mati.