
Klub malam Velvet.
Ini adalah tempat hiburan terbesar di Jakarta.
Hampir seluruh orang kaya di Jakarta pasti akan ke sini untuk berfoya-foya. Yang anehnya adalah selama beberapa tahun ini tidak ada orang yang berani membuat keributan di sini.
Hanya karena satu orang, yaitu bos klub malam Velvet, Shendy Darwanto.
George tiba di depan pintu klub malam. Kemudian, dia dengan mudahnya mengeluarkan setumpuk uang seratus ribu dan membaginya kepada pengawal berpakaian hitam di depan pintu. Lalu, dia berkata, "Aku ingin bertemu bos kalian, Shendy."
Pengawal berpakaian hitam menerima uang dan menelepon. Setelah itu, dia menganggukkan kepala ke arah George dan memberi isyarat pada George bahwa dia bisa masuk.
"Bos berada di ruangan VIP nomor satu," ujar pengawal mengingatkan.
George masuk ke dalam dan langsung menuju ruangan VIP nomor satu tanpa memanjakan diri dengan pesta klub malam seperti sebelumnya.
Saat ini, dia hanya memiliki satu pemikiran. George ingin membayar Shendy untuk turun tangan dan membunuh Kelvin.
Perlu diketahui, Shendy adalah tokoh penting yang cukup ternama di dunia gelap di Jakarta. Apabila dia bersedia untuk turun tangan, Kelvin pasti akan mati.
Tak lama, George sudah tiba di depan pintu ruangan VIP nomor satu dan mendorong pintu untuk masuk.
Di dalam ada seorang pria muda yang sedang duduk di sofa sambil memeluk seorang wanita cantik. Kemudian, pria tersebut menghembuskan asap rokok dan melihat George masuk seolah sudah menduganya sejak awal. Lalu, dia berkata, “Bunuh orang, menyelamatkan orang atau mencari orang?”
Shendy langsung bertanya pada intinya.
“Bunuh orang!” George duduk di sofa dan berkata dengan keji.
“Enam ratus juta,” ujar Shendy.
“Oke,” ujar George setuju. Kemudian, dia mengotak-ngatik ponsel dan mentransfer uang sebanyak enam ratus juta ke rekening Shendy.
Rekening Shendy tiba-tiba muncul uang sebanyak enak ratus juta. Lalu, dia mendengus berkata, “Kamu baru datang ke Jakarta tidak lama, tapi uang yang kamu hasilkan banyak juga.”
__ADS_1
Mendengar perkataan ini, ekspresi George tampak bangga dan berkata, “Tentu saja, bagaimanapun aku orang penting bagi orang lain di Jakarta. Uang THR aku setiap tahun di Rumah Sakit Jakarta saja mencapai enam ratus juta ….”
Mendengar George yang berbicara dengan begitu percaya diri, membuat bos dibalik klub malam Velvet ini pun tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela napas.
Orang asing mudah sekali menghasilkan uang di Jakarta.
Akan tetapi, Shendy juga tidak terlalu banyak bicara. Dia justru mendorong wanita yang ada di pelukannya dan tersenyum berkata, “Kalau begitu, senang bekerja sama dengan Anda.”
George tertawa terbahak-bahak dan menarik wanita tersebut ke dalam pelukannya. Kemudian, tangannya mulai meraba-raba ke tubuh wanita tersebut.
Hari ini, Shendy sudah menerima uang dan bersedia untuk turun tangan. Dengan begitu, Kelvin pasti akan mati dan George bisa hidup dengan santai.
Plung!
Shendy membuang puntung rokok ke lantai dan bertanya, “Katakanlah, bunuh siapa?”
Tangan Shendy yang sedang meraba-raba tubuh wanita tersebut pun berhenti, lalu menoleh ke arah Shendy dan berkata dengan keji, “Kelvin, hanya dokter kecil saja.”
Shendy pun tidak banyak bertanya dan menganggukkan kepala. Hanya seorang dokter kecil saja, mati ya mati.
Shendy berteriak, lalu seorang pria kekar masuk ke dalam ruangan VIP. Demon adalah anak buah paling jago dibawah naungan Shendy.
“Bos, kali ini ada perintah apa?” Demon dengan semangat menjilat bibir karena dia tahu begitu bosnya memanggilnya, itu berarti untuk membunuh orang.
Shendy tidak menjawab pertanyaan Demon, dia malah menunjuk George yang duduk di hadapannya dan berkata pada Demon, “Detail masalahnya kamu bicarakan dengan dia.”
Demon mengangguk mengerti dan berjalan ke arah George.
Shendy berdeham dan bangun meninggalkan ruangan VIP nomor satu. Lalu, dia berjalan ke kantor bos dan membuka pintu masuk.
Tempat ini adalah kantor pribadinya. Tanpa adanya perintah dari dia, siapa pun tidak boleh masuk, termasuk juga orangkepercayaannya, Demon. Oleh karena itu, dia bisa beristirahat dengan santai di sini.
“Bos Shendy, halo, senang bisa bertemu dengan kamu.”
__ADS_1
Tepat ketika Shendy membuka pintu, dia terkejut. Dia melihat kursi yang awalnya milik dia, saat ini diduduki oleh seorang pria muda. Pria muda ini bahkan bertegur sapa padanya.
Setelah terkejut sesaat, tatapan mata Shendy berubah menjadi dingin dan tampak tidak ramah.
“Siapa kamu? Untuk apa kamu datang ke sini?” ujar Shendy dengan dingin sambil menatap pria muda tersebut.
“Aku siapa?” Pria muda tersebut seperti mendengar lelucon dan tertawa terbahak-bahak, “Kamu mengutus orang untuk membunuhku, tapi kamu tidak tahu aku siapa aku, ckckck.”
“Kamu Kelvin yang dimaksud oleh George?” Kewaspadaan Shendy jauh lebih tinggi dari sebelumnya dan menatap ke arah Kelvin dengan penuh ketakutan.
Kelvin bisa muncul tiba-tiba di sini layaknya setan, dia pasti tidak memiliki niat baik.
“Untuk apa kamu datang ke sini? Apa kamu ingin membayarku untuk membunuh orang juga?” Shendy pura-pura bertanya dan tangan kanannya perlahan memegang bagian belakang punggung. Di belakang punggungnya ada sebuah pistol.
Kelvin tertawa sambil menggelengkan kepala dan berkata, “Tidak, kamu salah paham. Aku datang ke sini ingin bekerja sama dengan kamu.”
“Oh? Kerja sama apa?”
“Tentu saja, memusnahkan Keluarga Pasetrio bersamaku.”
“Oh? Kalau begitu, menurutmu, kamu memiliki kualifikasi apa agar aku bisa bekerja sama denganmu?”
Nada bicara Shendy jauh lebih tegas daripada sebelumnya. Ternyata Shendy sudah mengeluarkan pistol dari punggungnya dan meletakkan moncong pistol di kepala Kelvin.
“Kamu harus memang pistol ini dengan stabil, jangan sampai jatuh.” Raut wajah Kelvin sama sekali tidak panik dan malah mengingatkan Shendy.
Shendy tertawa menyeringai dan berkata, “Pistol di tanganku tidak pernah jatuh.”
“Oh? Apakah benar begitu?” Kelvin tiba-tiba tersenyum dingin.
Ssstt!
Tangan kanan Shendy yang memegang pistol tiba-tiba sakit. Ternyata Kelvin menusuk sebuah jarum di bealik telapak tangan Shendy. Tangan kanan Shendy bergetar hebat dan tidak bisa dikendalikan.
__ADS_1
Duk!
Pistol terlepas dari tangan Shendy dan jatuh ke lantai.