Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 59. Gagal Lagi


__ADS_3

Apa?!


Begitu perkataan tersebut dilontarkan, semua orang terkejut. Pria paruh baya itu juga terkejut. Kemudian, matanya tidak berani menatap Kelvin lagi. Dia pun berbicara dengan gagap.


“Aku … aku tidak.”


Pria paruh baya ini benar-benar tidak pandai berakting. Dari penampakannya saja sudah terlihat dengan sangat jelas pasti ada sesuatu dengan dia.


Candra dan Nathan yang berada dari kejauhan menoleh dan raut wajah mereka pun tampak panik.


Shendy yang berdiri di samping juga melangkah maju dan menarik kerah pria paruh baya tersebut dengan erat. Lalu, berkata dengan sadis, “Kamu cari mati? Tuan Kelvin berniat baik untuk menyembuhkan kamu, kamu malah datang melukai dia.”


“Katakan, siapa orang yang memerintah kamu?”


Di depan Kelvin, Shendy bisa menjadi murid yang tidak emosian. Akan tetapi, di depan pria paruh baya ini, aura dia sebagai bos klub malam Velvet mampu membuat pria paruh baya ini ketakutan.


“Aku … aku ….” Pria paruh baya ini ketakutan hingga gagap.


“Aku mau tanya, jelas-jelas kamu tahu bahwa kamu mengidap penyakit paru-paru menular yang sangat parah dan sulit untuk diobati. Tapi, kenapa kamu sengaja melepaskan maskter dan menularkan penyakit paru-paru kepada aku? Sebenarnya siapa yang menyuruhmu?”


Begitu perkataan tersebut dilontarkan, Shendy yang sedang menarik kerah pria paruh baya tersebut langsung melotot. Akan tetapi, begitu kepikiran bahwa Kelvin mengatakan bahwa dia bisa menyembuhkannya, Shendy pun menghela napas lega.


“Aku … aku.” Pria paruh baya masih tidak ingin mengatakan.


Kelvin malah tersenyum. Lalu, dia menyimpan kembali jarum yang ada di dada pria paruh baya tersebut.


“Karena kamu tidak ingin mengatakannya. Kamu pergi saja, aku tidak akan menyembuhkanmu,” ujar Kelvin dengan dingin.


Saat jarum perak ditarik keluar, wajah pria paruh baya itu menunjukkan rasa sakit lagi. Dia pun kembali batuk tak berhenti. Ketika pasien di sekitar mengetahui bahwa pria paruh baya itu sebenarnya ingin melukai Kelvin, mereka mulai memaki.


“Pergilah! Dasar orang yang tidak punya hati.”


“Dokter sakti menolongmu, tapi kamu malah mau melukai dokter sakti. Sialan!”


“ … “


Pria paruh baya itu masih batuk. Dia terus meletakkan tangannya di tenggorokannya. Rasa sakit yang tak tertahankan ini membuatnya ingin merobek tenggorokannya agar bisa berhenti.

__ADS_1


“Aku katakan, aku akan mengatakannya.”


Pria paruh baya ini sudah tidak bisa menahan rasa sakit ini lagi. Apalagi setelah dia merasakan kenyamanan sementara tadi.


Pria paruh baya itu menunjuk ke pintu masuk Rumah Sakit Jakarta dan berteriak, “Jaka, Presdir Rumah Sakit Jakarta yang meminta aku untuk melakukan ini.”


“Dia yang meminta aku untuk menulari penyakit paru-paru ini kepada kamu. Dia bilang bahwa penyakit paru-paru aku sudah tidak bisa disembuhkan. Selama aku menulari penyakit paru-paru ini kepada kamu, dia akan


memberi keluarga aku sejumlah uang ....”


“Semua karena itu, Jaka yang menyuruhku melakukan ini.”


Begitu perkataan ini terlontarkan, semua orang berseru. Semua orang memaki Jaka tidak tahu malu.


Melihat pemandangan ini, Kelvin malah tertawa.


Jaka gagal menjebaknya, tetapi malah membantunya untuk ke langkah selanjutnya.


"Teman-teman, Jaka, Presdir Rumah Sakit Jakarta, tidak senang melihat aku memberikan pengobatan kepada orang dan malah mengutus orang untuk melukai aku. Rumah Sakit Jakarta saja memiliki presdir yang seperti ini, lantas bisa kita bayangkan seperti apa para dokter mereka.”


Perkataan ini memicu persetujuan dari para pasien.


“Berengsek, menjijikan sekali.”


“Tapi, kalau sakit parah, kita bisa ke mana selain Rumah Sakit Jakarta?”


Kelvin melambaikan tangan dan semua orang pun kembali tenang.


“Teman-teman, justru karena aku sudah tidak tahan melihat semua perilaku dari Rumah Sakit Jakarta, makanya kami memutuskan untuk membuat rumah sakit pengobatan tradisional. Ke depannya, kalian semua bisa datang ke rumah sakit pengobatan tradisional kami untuk berobat.”


Membuka rumah sakit pengobatan tradisional Tiongkok di Jakarta untuk menggantikan Rumah Sakit Jakarta adalah langkah kedua Kelvin untuk membuat Rumah Sakit Jakarta bangkrut. Hal ini sudah dia diskusikan sejak awal bersama dengan Reno dan Kiara.


Awalnya, Kelvin berencana menggunakan tenda untuk menarik semua pasien Rumah Sakit Jakarta terlebih dahulu, baru mengumumkan pembukaan rumah sakit pengobatan tradisional tersebut.


Akan tetapi, sekarang masalah Jaka mengutus orang untuk melukai dia sudah terungkap. Rumah Sakit Jakarta juga sudah menjadi musuh semua orang.


Kelvin mengumumkan pendirian rumah sakit pengobatan tradisional itu hanya kebetulan dan mengikut arus saja. Jaka gagal melukai Kelvin, tetapi dia malah jadi membantu Kelvin.

__ADS_1


Semua pasien seketika menjadi gembira begitu mendengar perkataan tersebut. Teriakan “bagus” terdengar dari kerumanan.


"Karena akan ada rumah sakit pengobatan tradisional, kalau begitu untuk apa kita mempertahankan Rumah Sakit Jakarta yang busuk ini. Hancurkan rumah sakit!”


“Benar, hancurkan!”


“ … “


Entah siapa yang memberikan saran ini, tetapi semua orang yang sejak awal sudah mempunyai dendam pada Rumah Sakit Jakarta pun menyetujui. Sekelompok orang pun maju mengerumuni pintu gerbang Rumah Sakit Jakarta.


“Jaka keluar! Minta maaf kepada dokter sakti.”


“Benar, presdir tidak punya hati, keluar minta maaf.”


Entah siapa yang memprovokasi, mereka berteriak sambil menghancurkan pintu gerbang Rumah Sakit Jakarta.


Pertempuran ini seperti akan memakan Rumah Sakit Jakarta.


Di dalam Rumah Sakit Jakarta, Jaka ketakutan hingga kakinya lemas begitu mendengar pasien yang berada di depan gerbang sedang meneriaki namanya.


Dia sama sekali tidak menyangka bahwa situasi akan menjadi seperti ini. Jelas-jelas dia mengutus pria paruh baya yang penyakitnya sudah tidak bisa disembuhkan.


Kenapa Kelvin bisa menyembuhkannya?


Kenapa? Sebenarnya kenapa ini?


Kenapa keterampilan medisnya begitu hebat? Sebenarnya dia manusia atau setan?


“Tidak berguna!” Patricia memaki Jaka dan berjalan ke dalam rumah sakit.


Patricia yang saat ini tidak pantas untuk muncul di sini. Dia harus segera pergi dari sini, dengan begitu dia baru bisa memutuskan hubungan dengan masalah ini.


Rumah Sakit Jakarta memiliki pintu belakang, jadi dia bisa pergi melalui pintu belakang. Hanya saja, dia merasa tidak senang.


Sialan, sialan.


Dia lagi-lagi kalah di tangan Kelvin.

__ADS_1


‘Kelvin, aku tidak percaya bahwa aku tidak bisa menang dari kamu,’ ujar Patricia dalam hati.


Patricia diam-diam mengambil keputusan dalam hati dan melangkah pergi.


__ADS_2