Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 48. Prioritas Penanganan


__ADS_3

“Menyerang duluan?”


Mendengar perkataan Kelvin, Reno dan Kiara yang awalnya sedang tersulut emosi tiba-tiba menoleh dan berkata dengan kompak. Hanya saja, mereka tidak menaruh harapan yang terlalu besar kali ini.


Bukankah masalah kali ini juga tidak berdampak apa pun terhadap Keluarga Pasetrio?


Sekalipun menyerang duluan, apakah benar-benar akan berdampak pada Keluarga Pasetrio?


Ketika Kelvin menjelaskan rencananya pada Reno dan Kiara, harapan terlihat kembali di mata mereka. Seandainya menjalankan rencana sesuai perkataan Kelvin, mungkin memang ada kemungkinan untuk menghancurkan Keluarga Pasetrio. Hanya saja, Rumah Sakit Jakarta sudah berdiri sejak lama, mana mungkin bisa bangkrut dengan begitu saja.


Pada saat ini, telepon Kiara berdering. Kiara menerima panggilan telepon tersebut. Setelah selesai mendengarkan, raut wajahnya berubah drastis.


“Adik sepupuku datang ke Jakarta dan mengalami kecelakaan.”


“Saat ini dia sedang dalam pertolongan di Rumah Sakit Jakarta.”


Kelvin dan yang lainnya langsung bergegas ke Rumah Sakit Jakarta.


Selama perjalanan ke Rumah Sakit Jakarta, Kelvin baru mengerti. Ternyata adik sepupu Kiara bernama Leni dan dia adalah putri dari pamannya Kiara. Leni dan Kiara tumbuh besar bersama sejak kecil dan hubungan mereka berdua sangat dekat.


Kali ini, begitu mendengar Keluarga Wijaya dalam masalah, dia sengaja datang ke Jakarta untuk membantu


Kiara tanpa memedulikan tentangan dari keluarganya.


Leni tiba-tiba datang ke Jakarta bersama dengan teman sekolahnya tanpa memberitahu kepada Kiara terlebih dahulu. Akan tetapi, baru saja tiba di Jakarta, dia malah mengalami kecelakaan.


Barusan teman sekolah Leni menelepon Kiara setelah mencari nomor dari daftar kontak ponsel Leni, makanya Kiara bisa tahu.


Hal ini belum tentu kecelakaan biasa.


Kelvin curiga bahwa hal ini ada hubungannya dengan Keluarga Pasetrio.


Kelvin mengendarai mobilnya dengan sangat cepat. Dalam waktu kurang sepuluh menit, mereka sudah tiba di depan pintu Rumah Sakit Jakarta. Awalnya perjalanan membutuhkan waktu empat puluh menit untuk tiba. Akan tetapi, Kelvin mengendarai mobil dengan super cepat.


Begitu masuk rumah sakit, Kelvin dan yang lainnya langsung menuju ke ruang gawat darurat sesuai dengan arahan yang diberitahu oleh teman sekolahnya Leni.


Di luar ruang gawat darurat terdengar suara isak tangis.


Kelvin dan yang lainnya melihat ke belakang, lalu melihat seorang gadis berusia dua puluhan dengan rambut di kuncir kuda berjongkok di samping bangku sambil menangis.


Kelvin dan yang lainnya saling bertatapan sebentar. Gadis ini mungkin teman sekolah Leni.


Kiara melangkah maju terlebih dahulu, lalu menepuk pundak gadis tersebut dengan pelan dan berkata, “Apakah kamu gadis yang meneleponku tadi? Teman sekolah Leni?”

__ADS_1


Gadis tersebut mendongakkan kepala. Sedari tadi dia sudah menangis tersedu-sedu dan matanya pun sangat merah. Dia melihat Kiara seperti melihat penyelamat. Kedua matanya menunjukkan harapan dan menganggukkan kepala dengan cepat.


“Leni berada di dalam? Bagaimana kondisinya?” Pada saat ini, Kelvin berjalan mendekat dan bertanya.


Melihat Kelvin datang bersama Kiara, gadis tersebut pun tahu bahwa Kelvin juga keluarga. Lalu, dia bercerita sambil menangis dan berkata, “Leni tiba-tiba ditabrak mobil di jalan, sekujur tubuhnya berlumuran darah. Dia sudah masuk selama empat puluh menit, tapi masih belum keluar.”


Lalu, gadis tersebut seperti teringat sesuatu dan berkata, “Oh ya, baru saja tak lama ada seorang bule yang juga masuk ke dalam ruang gawat darurat, dengar-dengar karena batu ginjal.”


Orang bule?


Persaan Kelvin samar-samar merasa sedikit tidak enak. Tadi ketika dia memasuki Rumah Sakit Jakarta, dia mendengar sesuatu yang membuatnya sangat marah. Prioritas penanganan untuk orang bule.


Barusan teman sekolah Leni mengatakan bahwa ada orang bule yang masuk ke dalam ruang gawat darurat. Mungkinkah dokter yang ada di dalam memprioritaskan orang bule duluan, makanya penanganan Leni tertunda begitu lama?


Memang ada kemungkinan ini. Kelvin melangkah maju ingin mendorong pintu dan memasuki ruang gawat darurat, tetapi Kiara malah memanggilnya.


“Kelvin, apa yang kamu lakukan? Di dalam sedang melakukan operasi.”


“Aku mau masuk lihat. Aku merasakan firasat buruk.”


Setelah itu, Kelvin mendorong pintu dan masuk ke dalam. Ketika dia melihat pemandangan di ruang gawat darurat, kedua matanya benar-benar seperti terbakar api.


Dia benar-benar sangat marah. Dia melihat sekelompok dokter sedang mengelilingi meja operasi dan mengoperasi seorang pria bule. Hanya operasi kecil yakni operasi batu ginjal.


Ternyata, benar saja sesuai dengan pemikiran Kelvin. Para dokter yang ada di dalam ini memprioritaskan penanganan terhadap orang bule dan malah mengabaikan Leni.


Berengsek! Berengsek!


Kiara dan Reno juga masuk ke dalam. Ketika mereka melihat pemandangan ini, mereka juga marah besar.


Sialan!


Kemunculan Kelvin dan yang lainnya secara tiba-tiba ini seketika menarik perhatian para dokter yang sedang mengoperasi pria bule tersebut.


Salah satu seorang dokter bule berjalan ke hadapan Kelvin dan yang lainnya. Lalu, dia menunjuk ke arah pintu luar sambil memaki dengan Bahasa Indonesia yang terbata-bata, “Siapa kalian?”


“Siapa yang membiarkan kalian masuk?”


“Kami sedang melakukan operasi, cepat keluar!”


Kelvin malah tidak memedulikan dokter bule tersebut dan buru-buru berjalan ke depan Leni. Kondisi Leni sangat buruk. Dia harus segera menyelamatkan Leni. Kelvin sama sekali tidak punya waktu untuk memedulikan dokter bule ini.


Dia mengeluarkan tas akunpuntur. Tas ini adalah pemberian Candra dan dia selalu membawanya ke mana-mana.

__ADS_1


Dia membuka tas akunpuntur dan mengeluarkan tiga jarum sepanjang sepuluh sentimeter. Lalu, dia menusuknya ke leher Leni. Lalu, dokter bule tadi marah besar begitu melihat aksi Kelvin.


“Oh, ya ampun, kamu ini sedang melakukan pembunuhan, pembunuhan.”


“Kamu keluar sana.”


Dokter lain di ruang gawat darurat juga ikut menimpali, “Apa yang Dokter George katakan benar. Kamu ini namanya membunuh! Cepat keluar.”


“Kalau kamu masih tidak mau keluar, kami akan memanggil satpam.”


“ … “


Pada saat yang genting ketika Kelvin sedang mengobati Leni, George si dokter bule tersebut melangkah maju dan mengulurkan tangan untuk mendorong Kelvin.


Buk!


Tepat ketika George akan menyentuh Kelvin, Kiara tiba-tiba menyerang dan menendang George hingga jatuh dengan satu kaki.


“Kalau sekarang kamu berani menyentuhnya, aku akan membunuhmu.”


Kiara menatap George dengan dingin dan berkata dengan arogan.


Kiara sudah sangat emosi karena George mengabaikan dan tidak menolong adik sepupunya yang kecelakaan dan malah menangani seorang bule yang terkena batu ginjal. Lalu, pada saat genting ketika Kelvin sedang mengobati Leni, dia malah berusaha untuk menghalanginya.


Meskipun emosi Kiara sangat membara, dia sangat jarang untuk main tangan pada orang. Hanya saja, kali ini dia benar-benar sudah tidak tahan.


Reno juga melangkah ke depan dan melindungi Kelvin dari belakang. Lalu, menatap dingin para dokter yang ada di tempat. Semua dokter di tempat langsung buru-buru menopang George yang ditendang jatuh ke lantai dengan tatapan prihatin.


“Dokter George, Anda tidak apa-apa, ‘kan?”


“Dokter George, Anda tidak terluka, ‘kan?”


George yang dibopong berdiri melihat ke arah Kelvin dengan tatapan dingin. Ini pertama kalinya dia mendapatkan penghinaan seperti ini selama datang ke Jakarta beberapa tahun ini.


“Dokter George, aku akan memanggil dokter untuk mengusir keluar tiga orang yang tidak ada sopan santunnya ini.”


Dokter yang ada di samping mengeluarkan ponsel ingin memanggil satpam untuk mencari muka di depan George. Akan tetapi, George malah melambaikan tangan.


“Tidak perlu, biarkan dia yang menangani pasien ini. Gadis kecelakaan tersebut sudah kehilangan darah yang sangat banyak dan sama sekali tidak bisa ditolong. Kebetulan, kita bisa melempar kesalahan ini padanya.”


George tersenyum sinis dan melihat Kelvin dengan tatapan penuh kebencian seperti ular berbisa.


Dia sudah menjadikan Kelvin sebagai kambing hitam.

__ADS_1


__ADS_2