
Gita tercengang.
Dia baru bereaksi setelah beberapa menit terdiam.
Mendadak dia curiga kalau telinganya bermasalah. Wanita dengan penampilan dan aura seperti ini mana mungkin menyukai Kelvin yang seperti serangga ini.
“Nona, barusan Anda mengatakan bahwa Anda menyukai orang ini?"
Gita menunjuk Kelvin dan bertanya dengan ragu.
Kiara tersenyum, lalu tiba-tiba membungkuk dan bersandar pada Kelvin. Dia bahkan melingkarkan tangannya di pinggang Kelvin. Kemesraan seperti ini biasa hanya dilakukan oleh pasangan saja.
“Menurutmu?” Kiara mengangkat kepalanya dan bertanya balik.
Hal ini benar-benar nyata.
Seketika Gita merasakan rasa sakit yang panas di wajahnya, seolah-olah dia sudah ditampar beberapa kali.
Pria yang tidak disukainya, begitu dilepas langsung bisa menemukan seorang wanita yang jauh lebih baik darinya dalam segala hal.
Seketika Gita tidak dapat menerima ini semua. Dia menunjuk Kelvin dan menjelaskan kepada Kiara "Apakah Anda tahu siapa dia?"
"Dia hanya sampah yang setiap bulannya hanya berpenghasilan jutaan rupiah, tidak punya uang, tidak punya rumah, tidak punya mobil. Kamu jangan sampai tertipu dengan mulut manisnya saja.”
Gita tidak bisa menerima Kelvin bersama seorang wanita yang lebih baik dari dirinya sendiri.
Menurutnya, Kelvin hanya layak menemukan seorang wanita yang jauh lebih buruk dari dirinya.
Kelvin pasti menggunakan beberapa cara picik untuk menipu wanita ini. Kalau tidak, bagaimana mungkin wanita seperti Kiara bisa menyukai sampah seperti Kelvin.
Tapi, yang membuat Gita merasa terkejut adalah Kiara sama sekali tidak memutuskan hubungan dengan Kelvin karena ucapannya. Dia malah menatapnya dengan tatapan mata prihatin. Kemudian, dia berkata, “Benar-benar wanita yang sangat menyedihkan.”
“Pria yang begini baik kamu malah tidak menghargainya dan menyia-nyiakan begitu saja. Aku berharap semoga kamu jangan menyesal ya.”
“Tentu saja, aku juga harus berterima kasih padamu. Kalau bukan karena kamu yang seleranya jelek, aku pasti tidak punya kesempatan untuk kenal dengan Kelvin.”
Ekspresi wajah Gita berubah menjadi masam, dadanya bahkan sampai ikut bergetar. Jelas sekali bahwa dia sangat marah.
Dia sama sekali tidak bisa menerima kenyataan ini.
Kenapa? Kenapa bisa begini?
Jelas-jelas Kelvin hanyalah seorang sampah yang hanya memiliki gaji bulanan jutaan saja, bagaimana mungkin wanita kaya seperti Kiara menyukainya?
“Kelvin, aku sudah memutuskan. Aku tidak akan bercerai denganmu.”
__ADS_1
Gita tampak sangat marah dan menatap Kiara dengan tatapan menantang.
Karena wanita ini sangat menyukai Kelvin, dia tidak akan membiarkan wanita ini mendapatkan Kelvin.
Dia memilih untuk meninggalkan Kelvin karena dia adalah sampah yang tidak berguna.
Sekarang sampah yang tidak diinginkannya malah dianggap seperti harta karun oleh wanita lain, jelas dirinya tidak dapat menerima kenyataan ini.
Gita mengangkat dagunya dengan arogan ke arah Kiara. Kiara belum pernah melihat wanita yang begitu kurang ajar seperti Gita. Tepat ketika dia ingin memberikan pelajaran padanya, Kelvin malah menahannya.
Kemudian, Gita tersenyum bangga dan sengaja memprovokasi Kiara, “Sudah lihat, ‘kan? Pria yang kamu suka, layaknya seekor anjing. Bahkan, sampai saat ini dia masih melindungiku.”
Kelvin menggelengkan kepala ke arah Kiara dan memberi isyarat kepada Kiara agar dia yang menyelesaikannya saja.
Setelah itu, Kelvin menoleh dan menatap mantan istrinya dengan ekspresi yang sangat tenang.
Kalau ini terjadi sebelumnya, dia pasti sudah bertengkar dengan Gita.
Tapi, saat ini, dia sudah tidak merasakan amarah apapun di dalam hatinya. Dia benar-benar sudah move on dari Gita dan tidak akan terpengaruh olehnya lagi.
“Aku sarankan lebih baik kita bercerai saja. Oh iya, isi perjanjian surat perceraian juga harus dirubah. Kalau tidak, kamu akan menyesal.”
Tatapan mata Kelvin terlihat sangat dingin. Seketika, Gita merasa seperti tidak mengenal Kelvin.
Tapi, Gita langsung tersadar dan memaki Kelvin, “Heh! Sekalipun aku mati, aku juga tidak akan menyesal.”
Kelvin sama sekali tidak bergerak melihat Gita yang pergi semakin menjauh dengan sepatu hak tingginya. Dia hanya duduk dengan tenang di sana sambil menikmati kopi yang ada di depannya.
“Kamu hanya membiarkan dia pergi begitu saja?” Kelvin sama sekali tidak panik, malah Kiara yang lebih panik.
Seandainya Gita menunda perceraiannya dengan Kelvin, maka dia harus menunggu entah sampai kapan.
Dia tidak bisa menunggu.
Keluarga Pasetrio, orang terkaya di Jakarta, bisa datang kapan saja ke rumahnya dan akan memaksanya untuk menikah dengan putra sulung dari keluarga Pasertrio yang akan segera mati.
“Hitungan mundur ke lima, dia akan kembali.” Kelvin perlahan meletakkan cangkirnya di atas meja dan berkata dengan santai.
Sejak awal sampai akhir, Kelvin tidak melihat Gita sama sekali.
“Apakah kamu yakin kamu tidak bercanda?” Melihat Kelvin yang sedikit melamun, Kiara memelototi Kelvin dengan marah. Dia pun memalingkan wajahnya dan mengabaikannya.
Kiara tidak percaya bahwa Gita akan kembali. Kelvin bukan peramal, bagaimana mungkin dia bisa mengetahuinya?
Tapi, anehnya, dia malah menaruh sedikit harapan pada Kelvin dan mulai menghitung dalam hati.
__ADS_1
Lima, empat, tiga, dua, satu.
Tepat ketika Kiara menghitung sampai angka satu, matanya melebar. Dia terkejut melihat Gita yang kembali.
Hanya saja Gita yang kembali sudah dalam keadaan yang berbeda dari sebelumnya.
Saat ini, Gita terlihat terus berkeringat, alisnya mengerut dan wajahnya tampak terlihat sangat muram. Sepertinya dia merasakan sesuatu yang menyakitkan.
“Kelvin, kamu … apa yang kamu lakukan padaku?” tanya Gita pada Kelvin dengan sangat kesal.
Awalnya dia masih baik-baik saja, tapi begitu dia bertemu dengan Kelvin, tiba-tiba dia merasakan jantung dan perut bagian bawahnya sakit seperti ditusuk jarum.
“Hahaha!” Ekspresi wajah Kelvin masih terlihat sangat tenang dan tersenyum, “Bukan apa-apa, aku hanya memberikan racun di dalam kopi yang kamu minum pada saat kamu tidak memperhatikan.”
“Apa?!”
Ekspresi wajah Gita berubah dan seluruh tubuhnya membeku di tempat.
Dia terdiam cukup lama hingga akhirnya baru bereaksi. Tapi, dia benar-benar terkejut hingga tergagap saat berbicara.
“Apa yang kamu katakan itu benar?” Gita masih berharap bahwa apa yang dikatakan Kelvin tidak benar.
Namun, dia kecewa.
"Tentu saja itu benar." Kelvin mengangkat matanya dan menatap Gita yang sudah sedikit ketakutan, kemudian melanjutkan, "Kamu sudah mengambil rumah dan tabunganku hingga membuatku kehilangan tempat tinggal. Memangnya kamu pikir aku tidak akan membencimu?”
“Karena aku sangat membencimu, itu hal yang normal jika aku ingin meracunimu."
Kelvin berbicara dengan tenang dan percaya diri, seolah hal tersebut adalah hal yang biasa. Tapi, begitu Gita mendengarnya, dia malah terkejut hingga kakinya lemas dan hampir terjatuh.
Karena apa yang dikatakan oleh Kelvin masuk akal.
Kelvin memang sangat membencinya, apalagi pria ini memiliki klinik. Dia sangat mengerti tentang obat-obatan, jadi sangat memungkinkan baginya untuk menaruh racun di dalam minuman Gita.
Kiara juga terkejut.
Pantas saja Kelvin begitu yakin bahwa Gita akan kembali, ternyata dia sudah merencanakannya.
Hanya saja, berdasarkan karakter Kelvin, mana mungkin dia akan benar-benar meracuni istrinya meski istrinya sudah menghancurkan keluarganya?
Pada saat ini, Kelvin menghela napas sambil menatap Gita yang sudah pucat pasi dan berkata, "Aku bisa membantu kamu untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuhmu karena kita masih suami istri."
Gita menoleh dan menatap Kelvin dengan sangat gembira, racun ini bisa dikeluarkan?
Namun, kalimat Kelvin berikutnya membuat Gita terkejut sekaligus marah.
__ADS_1
"Tapi, jika ingin aku mengeluarkan racun tersebut, aku punya syarat.”
"Kamu harus menandatangani surat cerai, mengembalikan rumah dan tabunganku, lalu segera bercerai denganku.”