Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 36. Terjadi Sesuatu Dengan Keluarga Wijaya


__ADS_3

Apa?!


Begitu perkataan tersebut dilontarkan, semua orang yang mendengar pun merasa curiga terhadap pendengaran mereka dan terkejut.


Tak lama kemudian, mereka baru tersadar dari lamunan mereka.


Kiara tiba-tiba berdiri dan hendak menyerang Patricia, lalu berkata dengan marah, "Patricia, kamu memang sengaja datang untuk mencari masalah, ya?"


Patricia malah sengaja membuat ekspresi ketakutan dan sedih, lalu berkata, "Dek Kiara, kamu emosian sekali. Tapi aku tidak salah berbicara, aku benar-benar tertarik padanya dan ingin menggodanya. Aku berbeda dengan wanita yang ingin melakukan hal jahat, tapi menginginkan reputasi baik. Selama ini, aku selalu berbicara apa adanya. Dek Kiara, kamu jangan marah ya."


Reno juga sudah tidak tahan dengan perilaku Patricia, dia menepuk meja dan berteriak, "Patricia, apa yang ingin kamu lakukan?"


Patricia melebarkan kedua tangan dan berkata, "Seperti yang kamu lihat. Aku, Patricia ...."


Ketika Kiara sudah tidak bisa menahan amarah emosi di dalam hatinya dan ingin maju memberi Patricia pelajaran, sebuah bayangan hitam maju terlebih dahulu dan berdiri di hadapan Patricia. Orang tersebut adalah Kelvin.


"Kamu sangat tertarik padaku dan ingin menggodaku?" Jarak antara Kelvin dan Patricia hanya sekitar satu meter. Patricia merasa terkejut karena Kelvin tiba-tiba berbicara. Akan tetapi, Patricia bukanlah orang biasa, jadi dia segera tersadar.


Perilaku Patricia tampak sangat menyukai Kelvin. Di depan semua orang, dia mengulurkan tangannya dan mengaitkan tangan di leher Kelvin, lalu menghembuskan napas menggoda, "Tentu saja. Bagaimana dengan kamu?"


Melihat pemandangan ini, emosi Kiara sudah meledak-ledak dan tatapan matanya sudah seperti pisau yang ingin membunuh orang.


Dia juga ingin sekali bertanya, apakah Kelvin tidak bisa menghindar?


Ekspresi wajah Reno terlihat sangat ketakutan karena Patricia sama sekali tidak menganggap keberadaan Keluarga Wijaya.


Pada saat ini, Kelvin tiba-tiba bergerak. Dia merespon balik gerakan Patricia dan memeluk pinggangnya. Setelah itu, tangan kanannya mengeluarkan ponsel, membuka kamera dan mengarahkannya ke Patricia.


Kelvin tiba-tiba melakukan aksinya. Dia langsung menarik baju Patricia ke bawah hingga pundak putih pun terlihat.


Patricia merasa terkejut dan marah, lalu buru-buru menarik bajunya ke atas. Kemudian, berinisiatif untuk mundur beberapa langkah menjauhi Kelvin dan berteriak kesal, "Apa yang kamu lakukan?"


Kelvin membuka lebar kedua tangannya dengan ekspresi tidak berdaya dan berkata, "Bukankah barusan kamu bilang mau menggodaku? Kalau mau menggodaku, setidaknya harus melakukan suatu pengorbanan, dong? Kalau sehelai baju saja kamu tidak bersedia membukanya, kamu mau menggoda apa? Itu berarti kamu berbohong dan tidak dapat dipercaya."


"Kalau begitu, kamu ambil ponsel untuk memotret apa?" ujar Patricia dengan sangat kesal dan sangat ingin menghabisi Kelvin.

__ADS_1


"Karena kamu bilang ingin menggodaku, secara otomatis tidak boleh hanya berbicara omong kosong saja. Jadi, tentu saja aku harus menggunakan ponsel untuk memotret dan menjadikan bukti," ujar Kelvin.


Ingin rasanya Patricia muntah darah. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan pria seperti ini. Selama ini, mana ada orang yang tidak terpesona padanya, tapi Kelvin ini tidak masuk perangkap. Hal yang paling mengejutkannya adalah Kelvin akan begitu berani menarik pakaiannya di depan orang banyak.


Menyebalkan!


Dia mana pernah dipermalukan seperti itu?


Pada saat ini, Kelvin tiba-tiba berkata, "Kalau begitu, sekarang kamu masih ingin menggodaku atau tidak?"


Patricia ingin sekali membunuh pria ini. Dia tidak menjawab pertanyaan kelvin dan malah menatap dingin Reno yang sedang duduk di kursi utama, lalu berkata, "Pak Reno, bulan depan silakan hadir pada acara pemakaman. Ayahku bilang dia sangat rindu padamu. Dan juga, kamu mendapatkan menantu yang baik."


Selesai berbicara, Patricia pergi dengan emosi membara.


Setelah melihat Patricia pergi, Kiara baru merasa lebih lega.


Reno menghela napas panjang, untung saja Kelvin mencari solusi yang logis.


Jika berita tentang Patricia ingin merebut Kelvin ini sampai tersebar, maka semua orang akan merasa Keluarga Wijaya pada saat ini dalam posisi yang lemah dan mudah untuk ditindas.


"Keluarga Pasetrio sudah siap untuk menghancurkan Keluarga Wijaya. Kalau dilihat dari perilaku Patricia barusan, dia sama sekali tidak menganggap keberadaan Keluarga Wijaya. Padahal, bagaimanapun Keluarga Wijaya juga termasuk keluarga kaya kedua di Jakarta, tapi Patricia malah bersikap begitu arogan. Itu berarti Keluarga Pasetrio sudah sangat yakin dan siap untuk melawan Keluarga Wijaya," ujar Kelvin.


Reno seketika menjadi panik dan berkata, "Kelvin, kalau begitu, menurutmu Keluarga Pasetrio akan menjatuhkan kita dengan cara apa?"


"Saat ini keluarga kita memiliki industri apa yang paling penting?" tanya Kelvin, saat ini ekspresinya juga sangat serius.


Kelvin samar-samar merasakan firasat buruk.


"Peralatan medis dan lain sebagainya. Tapi, pusat industri kita adalah pabrik farmasi yang memproduksi obat-obatan untuk penyakit koroner dan kelak kita akan memasarkannya," ujar Reno.


Kelvin semakin mengerutkan kening. Jika terjadi masalah pada obat penyakit jantung koroner, maka bisa membuat orang mati. Apabila ada orang yang mati, maka masalah ini akan semakin besar.


Tak hanya pabrik farmasi Keluarga Wijaya saja yang tidak dapat beroperasi, tetapi ada kemungkinan Reno dan Kiara akan masuk penjara. Itu resiko yang akan terjadi seandainya yang mati satu orang.


Apabila seandainya yang mati dua orang, tiga orang atau bahkan sekelompok orang, lantas bagaimana?

__ADS_1


Resikonya sangat besar.


"Apakah penanggung jawab produksi farmasi bisa diandalkan?" tanya Kelvin.


Apabila terjadi sesuatu pada pabrik farmasi, maka yang menjadi tersangka terbesar adalah penanggung jawab pabrik obat.


"Penanggung jawab pabrik farmasi adalah bawahan lama yang mengikutiku sejak lama. Seharusnya bisa diandalkan," ucap Reno mencoba mengingat-ingat sambil menganggukkan kepala.


Akan tetapi, baru selesai Reno berbicara, tiba-tiba ada telepon masuk.


"Tuan, gawat! Penanggung jawab pabrik farmasi menghilang, dia sama sekali tidak bisa dihubungi. Ada juga beberapa karyawan yang menghilang bersamanya. Para karyawan ini baru direkrut oleh penanggung jawab akhir-akhir ini."


" ... "


Apa?!


Reno seperti disambar petir. Baru saja Patricia pergi, pabrik farmasinya langsung mendapatkan masalah.


Ini tidak mungkin hanya kebetulan.


Reno merasakan perasaan tidak tenang yang sangat kuat.


Benar saja, beberapa menit kemudian, panggilan lain masuk, kali ini dari Candra.


"Tuan Reno, gawat! Ada masalah! Hari ini ada banyak pasien yang datang ke klinik. Kondisi mereka memburuk dengan sangat parah, aku sampai kelabakan. Mereka semua mengatakan bahwa ini terjadi setelah minum obat penyakit jantung koroner yang diproduksi oleh Keluarga Wijaya. Tuan Reno, kalau ini terus berlanjut, orang akan mati dan bukan satu orang saja, tapi sekelompok orang akan mati."


Otak Reno tiba-tiba menjadi kosong, bagaimana ini bisa terjadi?


Reno memaksa dirinya untuk tenang. Setelah lebih tenang, dia langsung tahu jawabannya. Faisal! Semua ini pasti ulah Faisal!


Dia benar-benar sangat kejam! Hanya demi menjatuhkan Keluarga Wijaya, dia bahkan mengorbankan nyawa puluhan ribu orang lebih.


Reno bahkan sudah gemetaran hingga tidak bisa menggenggam ponsel dengan benar.


Kelvin langsung mengambil ponsel dari Reno dan berkata, "Pak Candra, kamu berikan mereka segelas air jahe, itu dapat menstabilkan kondisi mereka sementara. Kami akan segera tiba di sana."

__ADS_1


__ADS_2