
George tercengang. Dia mengira bahwa Kelvin sedang berusaha keras untuk mengambil hati dan menyenangkan hatinya. Karena di mata George, Kelvin adalah orang yang penakut.
Orang yang langsung menyerah ketika digertak lantas bisa memiliki keberanian seperti apa? Namun, apa yang terjadi?
Sosok penakut di matanya itu ternyata mengeluarkan sebuah rekaman. Kali ini, seluruh perbuatan jahatnya dan juga hubungan dia dengan Presdir sudah ketahuan oleh semua orang.
Tamat sudah riwayat George.
Sekelompok wartawan bergegas dan mengepung George lagi. Hanya saja kali ini, alih-alih mengagumi, mereka justru malah menyerang.
“George, apakah ini pertama kalinya kamu merebut jasa orang lain?”
“George, apakah kamu benar-benar mengerti keterampilan medis? Apakah kamu memiliki sertifikat lisensi medis? Apakah kamu masuk karena lewat jalur belakang?”
“George, selain masalah ini, apakah kamu ada melakukan hal buruk lainnya?”
“ … “
Tak hanya George seorang yang dikelilingi oleh para wartawan, tetapi juga Jaka, Presdir Rumah Sakit Jakarta.
“Presdir Jaka, apakah semua dokter asing di rumah sakit kalian seperti George?”
“Presdir Jaka, apakah menurutmu memprioritaskan orang asing masih suatu hal yang benar?”
“Presdir Jaka, apakah rumah sakit kalian masih ada hal yang tidak diketahui oleh semua orang?”
Jaka sama sekali tidak menyangka bahwa kondisi akan menjadi seperti ini.
Awalnya, dia mencari para awak media ini untuk bantu mempromosikan Rumah Sakit Jakarta. Dia ingin mengambil kesempatan ini untuk menaikkan nama baik rumah sakit. Namun pada akhirnya, justru menjadi malapetaka bagi mereka.
Kali ini, tak hanya nama baik rumah sakit saja yang jelek, nama baik dia juga ikut jelek.
Berengsek! Jika bukan karena George tahu rahasia di antara dirinya dengan rumah sakit, sejak awal dia pasti akan memutuskan hubungan dengan George untuk membersihkan nama baiknya sendiri. Akan tetapi, dia tidak bisa.
“Sialan, hajar dua orang yang tidak manusiawi ini.”
“Aku sejak awal sudah tidak senang dengan orang bule ini. Dia tidak bisa apa-apa. Penyakit ayahku pun tertunda karenanya.”
“Tak cuman itu, masih ada Presdir bajingan yang selalu memprioritaskan orang asing. Sial, bisa-bisanya dia mengkhianati bangsa sendiri dan menyanjung negara lain.”
“ … “
Orang-orang yang ada di tempat tidak hanya wartawan saja, masih ada banyak pasien dan anggota pasien yang datang berobat. Mereka sejak awal memang memiliki banyak dendam terhadap Rumah Sakit Jakarta.
__ADS_1
Sekarang malah muncul masalah seperti ini lagi, jelas semua orang seketika menjadi menggebu-gebu. Melihat George dan Jaka yang tampak menyedihkan itu, Kiara memaki “mampus” dalam hati.
Reno justru sudah menduganya. Sejak awal dia sudah tahu bahwa dari karakter yang Kelvin punya, bagaimana mungkin dia akan memilih tunduk?
Benar saja, Kelvin sejak awal sudah ada rencana lain. Kali ini, jika masalah ini tersebar luas, nama baik Rumah Sakit Jakarta pun akan menjadi jelek.
Pada saat ini, George menyingkirkan kerumunan dan bergegas keluar dari kerumunan. Kemudian, dia dengan sangat marah meraih kerah baju Kelvin dan berteriak, “Kenapa kamu menjebakku?”
“Orang tidak tahu malu seperti kamu kenapa ingin menjebakku?”
Kelvin tertawa. Situasi sudah seperti ini, tetapi George masih mencoba untuk melempar fitnahan ini kepadanya.
Dia menggunakan cara ini untuk membersihkan nama baiknya. Seandainya orang biasa yang mendapatkan serangan tiba-tiba dari George ini, mungkin benar-benar bisa membantu George untuk membersihkan nama baik.
Sayangnya, George bertemu dengan Kelvin.
Plak!
Kelvin menepis tangan George yang meraih kerah bajunya. Kelvin tidak akan memberikan penjelasan apa pun.
Buk!
Kelvin tiba-tiba main tangan, dia menghantam wajah George. George seketika jatuh ke lantai dan berteriak sambil menyentuh wajahnya.
Kelvin menggelengkan kepala dan berkata, “Untuk melawan orang seperti kamu, apakah masih perlu menjebakmu?”
“Oh ya, aku juga mau mengingatkanmu, kamu hanyalah orang asing biasa, apakah kamu mengira bahwa kamu adalah orang yang sangat hebat? Hmph, kamu masih belum sampai di tahap bisa melakukan apa pun yang kamu inginkan, jadi lebih baik kamu jadilah orang yang rendah diri. Kalau tidak, kamu akan mati dengan mengenaskan.”
Selesai berbicara, Kelvin melihat ke arah Jaka. Jaka seketika merasa seperti dilihat oleh seekor monster dan sekujur tubuhnya pun gemetar ketakutan.
Kelvin tersenyum dan berkata, “Presdir Jaka, aku juga mau mengingatkanmu, untuk apa menjadi seekor anjing bagi seorang manusia?”
Jaka seketika tertegun dan baru tersadar dari lamunannya setelah beberapa saat. Apa maksud Kelvin yang seperti itu?
Apakah sedang mengejeknya karena berkhianat pada bangsa atau ada maksud lain?
Atau mungkin orang yang Kelvin maksud adalah pengendali Rumah Sakit Jakarta yang sesungguhnya yaitu Faisal?
Setelah Jaka berpikir sejenak, dia mendongakkan kepala dan melihat Kelvin beserta yang lainnya sudah beranjak pergi. Selanjutnya, sekelompok wartawan kembali mengerumuninya.
Setelah berjalan keluar dari Rumah Sakit Jakarta, Kelvin dan yang lainnya berdiri di depan pintu Rumah Sakit Jakarta. Lalu, Kelvin menoleh dan berkata pada Kiara, “Utus orang untuk mengawasi George. Sepertinya dia bisa membawakan kejutan yang tak terduga untuk kita terhadap kebangkrutan Rumah Sakit Jakarta.”
“Kenapa dia?” Kiara sedikit tidak mengerti.
__ADS_1
Kelvin memikirkan kembali kejadian barusan dan berkata, “Karena respons Jaka, Presdir Rumah Sakit
Jakarta terlihat aneh.”
“Apa yang aneh?” tanya Reno karena dia juga tidak merasakan apa-apa.
Kelvin berkata, “Secara logika, perilaku George bisa mencoreng nama baik Rumah Sakit Jakarta dan memperlibatkan seluruh Rumah Sakit Jakarta.”
“Dalam kondisi yang normal, Jaka sebagai Presdir seharusnya akan melakukan apa?”
Kiara langsung tersadar dan menjawab, “Melepaskan yang tidak penting dan mempertahankan yang penting. Seharusnya dia segera memutuskan hubungan dengan George dan meminimalisir rusaknya reputasi rumah sakit.”
Kelvin mengangguk dan berkata, “Benar! Tapi, Jaka tidak melakukan hal itu. Sejak awal hingga akhir dia sama sekali tidak mengatakan sesuatu yang bermaksud untuk memutuskan hubungan dengan George, sekalipun dia sudah dikepung oleh wartawan.”
“Jadi, George pasti tahu sesuatu, makanya Jaka mau tak mau harus berpihak pada George.”
“Jaka tidak berani memutuskan hubungan dengan George karena dia takut George akan mengambil risiko apa pun ketika sudah berada di jalan buntu dan dia akan mengungkapkan segalanya.”
Analisis Kelvin masuk akal dan jelas, seolah masalah ini memang seperti itu kejadiannya.
“Tapi, ini juga hanya tebakan saja, ‘kan?” ujar Kiara yang setengah percaya dan setengah tidak percaya. Kelvin menunjukkan senyum misterius.
“Apakah ini sebuah tebakan atau bukan, tak lama lagi kita akan mengetahuinya.”
…
Satu jam kemudian.
George berdiri dari lantai koridor rumah sakit. Orang-orang yang tadi mengepungnya sudah bubar. Wajah kirinya bengkak karena dipukul oleh Kelvin. Sementara itu, wajah kanannya juga bengkak karena dipukul oleh sekelompok orang itu setelah Kelvin pergi.
George benar-benar sangat marah. Selama dia datang ke Jakarta, dia selalu berada di atas dan tidak pernah mendapatkan penghinaan seperti ini. Dia tidak bisa menahannya, dia ingin balas dendam.
Pada saat ini, Jaka, Presdir Rumah Sakit Jakarta yang wajahnya juga babak belur berjalanmendekat dan berkata pada George, “George, beberapa hari ini kamu istirahat dari pekerjaanmu dulu. Tunggu rumor ini sudah lewat, kamu baru kembali bekerja.”
“Kamu tenang saja, masalah ini akan cepat berlalu. Tidak akan ada masalah besar.”
“Tapi, kamu jangan sampai pergi balas dendam sendiri.”
“Aku merasa bahwa pemuda ini memiliki latar belakang yang tidak biasa. Aku harus melaporkan kejadian hari ini kepada Nona Patricia.”
“Aku mengerti,” ujar George menyetujui sambil menggertakkan gigi.
Meskipun sudah menyetujui bahwa dia tidak akan pergi mencari Kelvin untuk balas dendam, di dalam hatinya sudah memiliki rencana yang lain.
__ADS_1
Sebelum Kelvin pergi, dia memberitahunya untuk menjadi orang yang rendah hati, kalau tidak, dia akan mati dengan sangat mengenaskan.
George ingin menggunakan aksi dia selanjutnya untuk memberitahu Kelvin bahwa sebenarnya siapa yang akan mati dengan sangat mengenaskan.