Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 53. Tindakan


__ADS_3

Pada saat ini, Kelvin menaikkan mata sambil menatap Shendy. Kemudian, dia tertawa dengan sangat bahagia.


“Sekarang, apakah menurutmu aku memiliki kualifikasi itu atau tidak?”


Tangan kanan Shendy sangat sakit. Wajahnya bahkan sampai berkerut kesakitan dan sekujur tubuhnya berkeringat dingin. Rasa sakit ini sangat sulit diterima oleh orang biasa.


Akan tetapi, Shendy malah tidak berteriak kesakitan karena hal ini. Ini adalah harga diri terakhir dia sebagai


bos klub malam. Shendy pun mau tak mau harus mengakui sosok Kelvin yang duduk di kursi di depannya.


Pria muda ini benar-benar sangat hebat. Seandainya barusan Kelvin ingin mengambil nyawanya, saat ini mungkin dia sudah menjadi orang mati. Yang membuatnya takjub adalah Kelvin ternyata menggunakan jarum sebagai sentaja untuk membunuh.


Hebat, Shendy benar-benar takjub padanya.


“Ada!” Kali ini, Shendy menganggukkan kepala dengan cepat.


“Katakanlah, kamu ingin bekerja sama seperti apa?” tanya Shendy.


Shendy tahu bahwa secara formalitas memang bekerja sama, padahal sebenarnya Kelvin yang mengarahkan dan dia mendengar perintah dari Kelvin. Karena barusan Shendy kalah di tangan Kelvin, jadi dia tidak punya pilihan.


Kelvin tersenyum dan berkata, “George yang hari ini datang mencarimu untuk membayar kamu membunuhku memiliki rahasia yang aku inginkan.”


“Aku ingin kamu mengorek rahasia itu.”



Di dalam ruangan VIP nomor satu.


George memberitahu informasi pribadi Kelvin kepada anak buah Shendy yaitu Demon. Setelah Demon pergi, George merasa bahwa Kelvin pasti akan mati, jadi dia harus merayakannya.


Pada saat ini, di dalam ruangan hanya tersisa George dan wanita tersebut.


George melepaskan pakaian atas dan menekan wanita tersebut dibawah tubuhnya. Kemudian, wajahnya menunjukkan senyum mesum. Bagaimana merayakannya?


Tentu saja merayakannya dengan wanita yang ada dibawah tubuhnya ini.


De-gar!


Tepat ketika George dan wanita dibawah tubuhnya sudah siap untuk bertempur, pintu ruangan tiba-tiba didobrak. Wanita tersebut berteriak dan lari.


George menoleh ketika mendengar suara dan melihat bayangan dua orang di depan pintu, satu di depan dan satu di belakang.


Awalnya George tercengang sesaat. Kemudian, raut wajahnya berubah dan dia mengenali orang yang berada di depan itu.

__ADS_1


Kelvin.


“Bos Shendy, orang ini! Ini adalah pria yang aku ingin kamu membunuhnya.”


George menunjuk Kelvin dan berteriak dengan penuh semangat. Baginya, Kelvin yang masuk perangkap sendiri untuk mencari mati.


Shendy menunjukkan senyuman misterius dan berteriak pada Demon, “Demon, tangkap.”


Shendy sudah memilih untuk bekerja sama dengan Kelvin, jadi tentu saja dia tidak mungkin mengutus Demon untuk membunuh Kelvin. Demon dipanggil kembali oleh Shendy.


Demon berdeham dan berjalan masuk ke dalam ruangan VIP. Melihat Demon yang berjalan masuk, raut wajah George tampak bahagia karena mengira bahwa Shendy akan membunuh Kelvin.


“Kelvin, bukankah sebelumnya kamu sangat hebat?”


“Hari ini aku ingin kamu mati di sini. Ini adalah risiko karena sudah mencari masalah denganku.”


Ketika George sedang berbicara, Demon sudah berjalan ke samping Kelvin. Tepat ketika George mengira bahwa Demon akan menghajar Kelvin, Demon malah melewati Kelvin dan berjalan ke arah George.


George tercengang, kemudian dia menunjuk ke arah Kelvin sambil memaki, “Apa yang kamu lakukan? Aku menyuruhmu untuk membunuh orang itu, bukan aku.”


Demon malah menghiraukannya dan tetap berjalan ke arah George.


“Apakah kamu bodoh? Aku sudah bilang, orang yang harus kamu bunuh ….”


George tersungkur ke lantai dan pingsan. Hanya saja, sebelum dia menutup matanya, dia masih tidak mengerti kenapa Demon malah menghajarnya.


Setelah George jatuh, Demon melihat ke arah Shendy. Dia sedang meminta arahan pada Shendy apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


Shendy malah melihat ke arah Kelvin.


Kelvin melihat sekilas ke arah George dan berkata, “Ikat dia.”



Ruangan yang gelap dan lembab.


Ini adalah ruang bawah tanah klub malam, hanya sedikit orang yang tahu. Kelvin sedang merokok, lalu dia mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskan asap berbentuk cincin.


Kreeek!


Pintu terbuka, lalu Shendy berjalan keluar sambil menggelengkan kepala ke arah Kelvin.


“Ternyata George ini keras kepala juga, dia tidak mengatakan apa pun.”

__ADS_1


“Oh? Benarkah?” Kelvin tersenyum samar.


Shendy mengangguk dan berkata, “Saat ini, aku sudah menggunakan semua tindakan apa pun. Tapi, dia tetap tidak ingin mengatakan semua hal buruk yang dia lakukan dan juga rahasia yang berhubungan dengan


Rumah Sakit Jakarta.”


Kelvin mematikan rokok dan membuangnya di lantai, lalu berkata, “Bawa aku ke sana.”


Begitu memasuki ruangan, Kelvin melihat George yang diikat di kursi dengan tubuh yang penuh luka dan wajah yang berdarah.


Tampaknya, Shendy benar-benar melakukan banyak tindakan terhadap George.


Ketika George melihat Kelvin masuk, dia tersenyum sinis dan melihat Kelvin seolah melihat badut.


“Haha, Kelvin, aku tahu apa yang ingin kamu lakukan. Kamu ingin mengorek rahasia gelap Rumah Sakit Jakarta dari mulutku, lalu menggunakannya untuk melawan Rumah Sakit Jakarta, ‘kan?”


“Hmph! Kamu jangan bermimpi, aku tidak akan mengatakannya. Kalau berani, bunuh saja aku.”


Kelvin tidak menjawab George, dia justru menoleh dan memerintah Shendy, “Siapkan beberapa kertas kraft ke sini.”


Meskipun Shendy juga merasa bingung, dia tetap menyiapkan sesuai perintah Kelvin. Tak lama, di depan Kelvin sudah disiapkan tumpukan kertas kraft.


Kelvin mengambil satu lembar dan berjalan ke depan George, lalu berkata, “Tidak masalah kalau kamu tidak mau mengatakannya sekarang. Nanti kamu akan mengatakannya secara otomatis.”


“Nanti kalau kamu ingin mengatakannya, kamu cukup menganggukkan kepala.”


Selesai berbicara, Kelvin sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk George berbicara. Dia langsung menempelkan kertas kraft tersebut ke wajah George.


Seketika seluruh wajah George sudah dipenuhi dengan kertas kraft.


Shendy yang berdiri di samping mengerutkan alis, sebenarnya apa yang Kelvin lakukan?


Apakah ini akan berguna?


Kelvin malah tidak peduli dengan apa yang ada dipikiran Shendy. Dia terus menempelkan selembar demi selembar kertas kraft tersebut ke wajah George. Kertas kraft tersebut pun semakin lama semakin tebal.


“Kertas kraft ini tampaknya mudah robek, tapi kalau aku menempelkannya selapis demi selapis di wajahnya, napasnya akan menjadi semakin sulit dan dia akhirnya akan mati karena kekurangan oksigen.”


“Orang biasa tidak akan sanggup menerima saat melihat dirinya perlahan-lahan akan mati. Jadi, dia akan segera mengatakan semuanya.”


Kelvin menjelaskan sambil tersenyum, tetapi Shendy yang mendengarnya justru merasa merinding. Cara ini benar-benar sangat sulit untuk dipercaya.


Shendy menatap Kelvin dengan tatapan ketakutan yang semakin bertambah.

__ADS_1


Untung saja, dia dan Kelvin adalah hubungan kerja sama. Ketika memikirkan hal ini, Shendy pun diam-diam menghela napas lega.


__ADS_2