
“Aaaahh!”
“Bocah sialan! Beraninya menyentuh barang milik gue! Lihat bagaimana gue akan memukul lo sampai mati.”
Kelvin sudah memutuskan untuk bercerai dengan Gita. Tapi, begitu sampai di depan rumah, dia mendengar suara orang berteriak.
Ekspresi wajah Kelvin berubah, ternyata itu adalah suara adiknya, Kelly.
Buk! Kelvin menendang pintu dan melihat adik iparnya, Gracia sedang menampar Kelly.
Adiknya baru berusia lima tahun, bisa-bisanya dia melakukan kekerasan?
Mata Kelvin memerah dan sangat marah.
Ternyata selama ini, ketika dia tidak berada di rumah, adik iparnya selalu memperlakukan adiknya seperti ini.
Gracia saja seperti ini, berarti bisa dibayangkan betapa kejamnya Gita terhadap adiknya.
“Berhenti!”
Kelvin melangkah maju dan menggenggam tangan Gracia dengan erat. Kemudian, matanya yang merah memelototi Gracia sementara genggamannya semakin kuat. Kali ini, Gracia kesakitan hingga berteriak kencang.
“Kelvin, lepasin gue!” Gracia sekuat tenaga ingin melepaskan tangannya dari genggaman Kelvin. Tapi, dirinya terlalu lemah untuk memberontak. Bagaimanapun dia ingin melepaskan diri tetap tidak bisa. Oleh karena itu, dia pun berbalik dan berteriak pada Kelvin.
Kala itu, Gracia baru saja lulus sekolah dan pergi bekerja, tapi dia tidak memiliki tempat tinggal. Oleh karena itu, Kelvin bermaksud baik, dia membiarkannya untuk tinggal di rumah. Ternyata dia malah tidak tahu diri dan menganggap diri sebagai tuan rumah.
Tidak lama setelah pindah, tiba-tiba sikapnya berubah drastis dan menjadi seperti istri Kelvin. Dia juga bersikap arogan di depan Kelvin.
Dulu, Kelvin selalu bertahan untuk menjaga keharmonisan keluarga.
Tapi sekarang, dia tidak menerima perlakuan seperti ini lagi karena istrinya sudah berselingkuh dengan orang lain. Hubungan pernikahan mereka sudah berakhir.
“Pergi!”
Kelvin mendorong Gracia menjauh. Gracia mundur beberapa langkah, kemudian terhuyung-huyung hingga jatuh ke lantai.
Kelvin terlalu malas untuk melihatnya. Dia berjalan cepat ke arah adiknya dan berjongkok, menatap wajah adiknya yang lembut itu terdapat bekas tamparan yang merah. Kelvin merasa kesal dan juga sakit hati.
Kelvin mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Kelly. Kelly sedikit menyerngit kesakitan. Oleh karena itu, Kelvin langsung menarik tangannya. Hatinya terasa seperti tersayat melihat adiknya seperti ini.
Meskipun Kelly baru berusia lima tahun, dia sangat pengertian. Dia bahkan tidak menangis setelah menerima penyiksaan dari Gracia.
Dia malah tersenyum polos dan menatap Kelvin, “Kak, aku nggak merasa sakit.”
“Aku yang kurang baik karena sudah merepotkan kakak.”
__ADS_1
Melihat adiknya yang begitu pengertian, perasaan bersalah menggerogoti Kelvin dan matanya pun berair.
Dia sama sekali tidak tahu bahwa adiknya yang begitu kecil malah memikirkannya.
Gita selalu mempermasalahkan adiknya yang tinggal di sini. Oleh karena ini, Kelvin dan Gita sering bertengkar karena masalah ini. Hingga pada akhirnya Gracia pun ikut tinggal di sini juga, barulah Gita tidak mengungkit masalah ini lagi.
Kelly tahu bahwa Gita tidak menyukai dirinya. Maka dari itu, di rumah ini dia selalu menjadi anak yang pengertian, pergi pulang sekolah sendiri dan berinisiatif untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
Meskipun sudah begitu, Gita masih bersikap dingin terhadap Kelly. Sedangkan, Gracia hanya mengikuti kakaknya saja.
Kelly malah diam-diam menerima semua ini. Sekalipun dia merasa keberatan, tapi dia juga tidak ingin mempersulit Kelvin.
“Kakak bersumpah, kelak nggak akan membuat kamu menderita seperti ini lagi.”
Kelvin memeluk erat Kelly dan air matanya mengalir drastis di pipinya.
Dia diam-diam bersumpah bahwa dia akan mencoba yang terbaik untuk melindungi adiknya.
“Kelvin, lo sudah merasa hebat? Beraninya lo mendorong gue.”
“Mending sekarang lo bawa bocah sialan ini pergi dari rumah ini.”
Pada saat ini, Gracia berdiri sambil melihat baju barunya yang telah kotor dengan ekspresi wajah sakit hati. Kemudian, dia menoleh dan marah-marah kepada Kelvin.
Dia terlihat sangat arogan.
“Ini rumah gue, lo yang seharusnya pergi.”
Gracia tidak pernah melihat Kelvin seperti ini sebelumnya, jadi dia sedikit terkejut. Tapi, dia dengan cepat tersadar dan langsung memalingkan wajah dengan ekspresi jijik.
Kelvin selalu menjadi orang yang tidak berguna di depan kakak beradik ini. Padahal, apa yang perlu ditakuti?
“Heh! Bagaimana lo membuktikan kalau ini rumah lo?”
“Memangnya nama lo tertulis di dalam sertifikat rumah?”
Bam!
Gracia mengeluarkan sertifikat rumah dari laci di ruang tamu dan melemparnya di depan Kelvin. Kemudian, dia melipat tangannya sambil tersenyum bangga, “Lo lihat sendiri! Nama yang tertulis di sertifikat itu atas nama siapa.”
Kelvin menatap Gracia tanpa berkata apapun, lalu dia mengambil sertifikat rumah dan membuka halaman pertama.
Seluruh tubuh Kelvin seperti disambar petir begitu melihatnya.
Hanya nama istrinya, Gita, yang tertulis di sertifikat rumah. Sedangkan, namanya sudah menghilang.
__ADS_1
Artinya, mulai sekarang, rumah yang diwarisi orang tuanya menjadi hak milik Gita dan tidak ada hubungannya dengan dia lagi.
Sebenarnya apa yang terjadi? Dia bahkan tidak tahu kapan dia menandatangani perubahan sertifikat ini.
Ini terlalu menindas orang!
Mata Kelvin merah. Ia menggigit bibirnya hingga hampir berdarah.
Kelvin memegang sertifikat rumah dengan kedua tangan dan hendak merobeknya, tetapi saat ini, Gracia kembali berbicara dengan nada tidak peduli.
“Robek saja, setelah dirobek masih bisa dibikin ulang.”
"Sejujurnya, Kak Gita sudah punya tambatan hati lain di luar sana dan orang itu bukan lawan lo sama sekali. Perubahan kontrak sertifikat ini juga dia yang bantu mengurusnya.”
“Sepertinya juga tidak masalah jika memberitahu lo. Dia adalah putra Faisal Pasetrio, Tuan Muda Rangga Pasetrio.” Grace merasa bangga ketika membicarakan hal ini.
Kelvin berpikir sejenak, dia memang sudah menduga bahwa identitas pezina itu tidak biasa, tetapi dia tidak pernah menyangka bahwa dia adalah putra orang terkaya dengan latar belakang sehebat itu.
Mungkin dulu, sebagai orang biasa, dia tidak akan bisa melawan mereka dan hanya bisa memilih untuk menahannya saja. Namun, saat ini sudah berbeda.
Dia sudah mendapatkan warisan dari leluhurnya. Jangankan putra orang terkaya, bahkan Raja Surga pun juga akan dilawannya sampai akhir.
Melihat Kelvin tidak berbicara, Gracia mengira Kelvin takut. Oleh karena itu, ekspresi wajahnya menjadi lebih bangga.
"Kenapa? Takut?"
"Selama lo dan adik lo berlutut di depan gue, gue akan melepaskan ...."
Pak!
Belum selesai Gracia berbicara, Kelvin sudah menampar Gracia.
“Tamparan ini karena lo nggak tahu berterima kasih.”
Pak!
“Ini karena lo sudah menjadi kaki tangan orang jahat.”
Pak!
“Dan yang ini karena lo sudah menyiksa adik gue.”
Kelvin menampar Gracia empat kali berturut-turut. Wajah wanita itu pun berbolak balik beberapa kali hingga pipinya berbekas merah.
Ketika dia kembali sadar, Kelvin sudah pergi bersama Kelly. Dia hanya mendengar sebuah suara yang terus bergema di telinganya.
__ADS_1
“Beri tahu kakak ipar baru lo itu, gue bakal ambil kembali semua barang gue yang hilang.”