Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 49. Merebut Jasa


__ADS_3

Hoeeek!


Kelvin kembali menusuk leher Leni dengan sebuah jarum sepanjang sepuluh sentimeter. Leni seketika membuka matanya dan duduk di tempat. Lalu, dia memuntahkan darah. Setelah itu, dia kembali terjatuh ke atas kasur dan pingsan.


“Kelvin, bagaimana kondisi Leni?” Melihat pemandangan ini, Kiara pun menjadi panik.


Kiara terus berdoa untuk Leni di dalam hati.


Kelvin menyimpan kembali jarumnya ke dalam tas akunpuntur dan menghela napas lega, lalu berkata, “Sekarang sudah tidak apa-apa dan kondisinya juga termasuk stabil. Dia hanya perlu beristirahat dengan baik saja.”


Reno dan Kiara juga menghela napas lega. Baguslah jika tidak kenapa-kenapa. Mata George yang melihat pemandangan ini dari jauh seperti hampir keluar.


Bagaimana mungkin?


Jelas-jelas dia sudah turun tangan sendiri untuk memeriksa kondisi Leni. Bagaimanapun, dia mengalami kecelakaan mobil yang serius dan pendarahannya jauh lebih banyak dari biasanya. Bahkan bisa dikatakan sudah setengah mati. Ini juga alasan kenapa George memilih untuk tidak menyelamatkannya.


Akan tetapi, apa yang dia lihat saat ini? Gadis yang kecelakaan itu berhasil ditangani dengan baik.


Sialan! Keterampilan medis pria muda ini ternyata sangat hebat. Pemikirannya untuk mengkambinghitamkan dia pun menjadi gagal.


Namun, George bukanlah orang yang bodoh, otaknya berputar dengan cepat.


Gadis yang mengalami kecelakaan mobil itu memang sudah berhasil ditangani. Jika melihatnya dari sudut pandang lain, itu justru menjadi kesempatan bagus untuknya.


Jika dia menggunakan keberhasilan penanganan gadis ini sebagai jasanya, reputasi dia akan menjadi sangat baik dan mendapatkan keuntungan.


Benar. Dia akan melakukan hal ini.


Pemikiran ini membuat kedua mata George berbinar.

__ADS_1


Pada saat ini, Kelvin menggendong Leni di punggungnya dan berkata pada Kiara, “Ayo, kita pergi dari sini dulu.”


Maksud dari Kelvin sudah sangat jelas, rumah sakit swasta dibawah naungan Faisal ini tidak cocok bagi Leni untuk istirahat.


Memang konyol! Barusan Leni dalam bahaya dan bisa kehilangan banyak darah kapan saja. Akan tetapi, dokter di sini malah mengabaikannya. Seandainya membiarkan Leni untuk beristirahat di sini, mungkin cepat atau lambat akan terjadi sesuatu padanya.


“Oke!” Kiara menganggukkan kepala. Dia juga merasa bahwa Leni tidak seharusnya tetap tinggal di sini. Akan tetapi, baru saja Kelvin melangkah maju dan beranjak pergi, George malah menghalanginya.


George menunjuk Leni yang pingsan di belakang punggung Kelvin dan berkata dengan Bahasa Indonesia yang terbata-bata, “Kamu … kamu tidak boleh pergi!”


Dokter yang lainnya juga mengepung mereka dan menimpali, “Benar, kamu tidak boleh pergi.”


“Oh? Kalau begitu, aku ingin bertanya, atas dasar apa aku tidak boleh pergi?” Tatapan mata Kelvin terlihat sangat dingin.


“Kamu harus memberitahu orang-orang di luar sana bahwa aku yang berhasil menangani gadis di belakangmu itu dan dia harus tetap tinggal di rumah sakit kami.”


“Tak hanya itu, biaya pengobatan dua ratus juta. Bayar dulu.”


Kelvin tertawa. Dia benar-benar tidak pernah melihat orang yang begitu tak tahu malu.


Kemudian, Kelvin tertawa dan menggelengkan kepala berkata, “Kalau aku tidak ingin mengatakannya?”


“Kalau begitu, tidak boleh pergi.”


George memberikan isyarat mata kepada dokter yang lain. Lalu, dokter yang lainnya langsung mengerti dan menutup semua pintu ruang gawat darurat. Kemudian, mereka mengepung Kelvin, Kiara dan Reno.


Kelvin terdiam cukup lama. Setelah itu, dia menatap George dan kembali berkata, “Oke, aku menyetujui permintaanmu.”


Begitu perkataan ini terlontarkan, Kiara yang berdiri di samping menjadi panik. Lalu, dia menatap Kelvin dengan tak percaya, “Kelvin, kenapa kamu malah menyetujui permintaan dia, kamu ….”

__ADS_1


Kiara masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi Reno yang berada di samping malah mengulurkan tangan untuk menahannya.


Reno memberikan isyarat mata pada Kiara untuk percaya pada Kelvin. Kelvin pasti memiliki rencana lain. Barulah setelah itu Kiara menahan diri dan tidak jadi marah.


Awalnya George sedikit terbengong, kemudian dia langsung tertawa terbahak-bahak. Dia sama sekali tidak menyangka orang yang sulit ditaklukkan ini ternyata begitu penakut. Hanya dengan menggertaknya saja, dia langsung mundur.


Barusan dia benar-benar terlalu berekspektasi tinggi pada Kelvin. Saat ini, dia melihat Kelvin dengan tatapan mata menghina.


“Karena kamu begitu penurut, biaya pengobatan dua ratus juta itu aku anggap gratis. Hahaha,” ujar George sambil tertawa terbahak-bahak. Dia menatap Kelvin seperti melihat badut.


Beberapa dokter di sekitar juga memberi selamat pada George. Mendengar ucapan selamat dari sekitar, George semakin lupa diri. Dia mengeluarkan ponsel dan menelepon seseorang.


“Halo, Presdir, ini aku George.’


“Barusan aku berhasil menangani seorang gadis yang terluka parah dalam kecelakaan mobil dan sekarat. Ini adalah sebuah keajaiban dalam sejarah kedokteran.”


“Apa? George, apakah yang kamu katakan benar?” Presdir tersebut tampaknya sangat bersemangat dan terus memastikannya.


“Tentu saja.” George menjawabnya dengan sangat pasti, “Gadis yang aku sembuhkan ada di ruang gawat darurat.”


“Oke, oke, oke. Kamu jangan membiarkan mereka pergi terlebih dahulu. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengiklankan rumah sakit kita. Aku akan segera mencari media agar membuat liputan tentang kamu,” ujar Presdir dengan sangat bersemangat.


“George, kali ini kamu benar-benar berkontribusi sangat besar terhadap rumah sakit kita. Setelah ini, posisi kamu bisa semakin meningkat.”


“Hahaha. Presdir, kita sudah sepakat ya.”


“ … “


Kelvin tersenyum sinis di dalam hati ketika mendengar percakapan George dengan presdir Rumah Sakit Jakarta.

__ADS_1


‘Tertawalah, sekarang kamu sebangga apa, maka nanti kamu akan sekecewa apa.’


‘Aku akan membuatmu merasakan perasaan jatuh dari atas ke bawah,’ pikir Kelvin dalam hati.


__ADS_2