Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 27. Tidak Pantas Menjadi Manusia


__ADS_3

Kelvin dan Kiara pergi meninggalkan Rangga yang tak henti-hentinya berteriak dari dalam mobil.


Belasan preman berpakaian hitam yang dipukuli oleh Kelvin hingga babak belur langsung memberi jalan begitu melihat Kelvin berjalan mendekat. Sekalipun harus merangkak mereka juga harus membuka jalan.


Setelah Kelvin dan Kiara pergi, mereka berusaha menarik mobil Rangga dengan tubuh yang penuh luka.


...


Kelvin mengendarai mobil dan langsung kembali ke kediaman Keluarga Wijaya.


Ini adalah keputusan yang diambil setelah berdiskusi bersama Kiara. Lebih tepatnya, Kiara yang memaksanya. Kelvin tidak enak hati untuk menolaknya, jadi dia hanya bisa menyetujuinya. Lagi pula, saat ini juga tidak terlalu aman untuk tinggal di klinik. Kejadian kecelakan mobil di depan klinik masih terngiang-ngiang di kepala Kelvin.


Setelah Kelvin memikirkannya dengan seksama, untuk tinggal dirumahnya juga tidak bisa. Meskipun dia sudah mengambil kembali rumahnya, tetapi dia tidak bisa selalu berada di samping adiknya dan memastikan keamanan adiknya. Dia tidak ingin adiknya diculik lagi.


Lagi pula, apabila dia dan adiknya tinggal di kediaman Keluarga Wijaya, dia tidak perlu khawatir akan hal ini. Meskipun Keluarga Wijaya masih sedikit kalah dari Keluarga Pasetrio, tetapi mereka tetap berasal dari keluarga kaya di Jakarta.


Keluarga Wijaya memiliki banyak pengawal, jadi pasti sudah terjamin keamanannya. Oleh sebab itu, Kelvin merasa bahwa tinggal di rumah Keluarga Wijaya mungkin merupakan pilihan terbaik saat ini.


Begitu tiba di luar rumah Keluarga Wijaya, Kelvin menggendong Kelly yang masih tidur pulas dan masuk ke dalam sebuah ruangan yang ditunjuk oleh Kiara.


Ruangan itu bersih dan rapi. Nuansa kamar tersebut penuh dengan warna pink, jelas terlihat bahwa kamar tersebut adalah kamar seorang gadis kecil.


Kelvin melirik Kiara sekilas, sepertinya Kiara sejak awal memang sudah memiliki pemikiran untuk meminta dirinya dan Kelly tinggal di rumah Keluarga Wijaya. Oleh karena itu, dia sudah menyiapkan kamar ini sejak awal.


Kelvin pun tidak banyak bertanya dan meletakkan Kelly pelan-pelan di atas kasur. Kemudian, memakaikan selimut pada Kelly.

__ADS_1


Selanjutnya, dia berjalan ke ruang tamu bersama Kiara. Di ruang tamu, sudah ada orang yang menunggu sedari tadi. Jelas, Kiara sudah terlebih dahulu memberi tahu beberapa orang bahwa dia dan Kelvin akan pulang bersama.


Begitu melihat Kelvin berjalan masuk, beberapa orang tersebut langsung mengepung Kelvin.


Mereka adalah Reno, ayahnya Kiara, Candra, dokter terkenal di Jakarta dan juga cucunya Nathan.


"Kelvin, coba katakan apa yang sebenarnya terjadi? Kiara bilang bahwa Faisal setuju untuk membiarkan Rangga berlutut di depan klinikmu tiga hari ke depan sebagai permohonan maaf. Aku masih merasa seperti mimpi, apakah benar seperti itu?" Reno menatap Kelvin dan berusaha mendapatkan jawaban dari tatapan mata Kelvin.


Reno bukannya tidak percaya pada Kelvin, hanya saja hal ini sangat mencengangkan. Bagaimanapun, Faisal adalah orang terkaya di Jakarta. Apabila putranya berlutut di depan pintu rumah orang lain, maka itu akan menjadi gosip yang sangat memalukan. Oleh karena itu, bagaimana mungkin dia akan setuju.


"Um, benar. Dia sudah setuju," ucap Kelvin dengan jujur.


Mendengar hal itu, Reno pun merasa otaknya kosong. Seolah ini pertama kalinya dia mengenal dunia.


"Dia setuju membiarkan Rangga untuk berlutut di depan klinik kamu dan dilihat oleh seluruh warga Jakarta sebagai permohonan maaf?" Reno bertanya lagi dengan lebih detail.


Reno sampai menahan napas, kemudian saling menatap dengan Candra. Dari tatapan mata mereka berdua, dapat dilihat bahwa mereka tampak terkejut. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa seorang Faisal, orang terkaya di Jakarta akan menyetujui permintaan seperti itu.


"Ayah, aku sudah mengatakannya berapa kali, tapi kamu masih tidak percaya. Untuk apa kamu bertanya terus?" Melihat kondisi ini, Kiara merasa sangat tidak senang.


Pada perjalanan pulang, dia sudah memberi tahu berkali-kali hal ini kepada ayahnya. Akan tetapi, ayahnya masih terus menanyakan hal ini. Jelas, ayahnya tidak percaya pada perkataannya. Oleh karena itu, dia tentu merasa tidak senang.


Reno tercengang, lalu tertawa terbahak-bahak, "Hahaha, Kiara, bukannya aku tidak percaya kamu, hanya saja berita ini terlalu mengejutkan. Siapa pun juga tidak akan ada yang menyangka bahwa orang terkaya di Jakarta akan menyetujui permintaan yang bisa merusak harga diri mereka."


"Betul!" ucap Candra yang berada di samping.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka bahwa Faisal, orang terkaya yang terkenal di Jakarta tersebut, akan begitu menyayangi putra sulungnya hingga rela menyetujui permintaan seperti itu dan merusak harga diri Keluarga Pasetrio." Candra mengetahui semua hal tersebut dari Reno.


Baginya, alasan Faisal bisa menyetujui permintaan Kelvin dan rela mempermalukan nama baik keluarganya sendiri karena dia ingin Kelvin menyembuhkan Morgan. Karena sepertinya, saat ini hanya Kelvin yang bisa menyembuhkan Morgan. Oleh karena itu, demi meredakan emosi Kelvin, Faisal hanya bisa menyetujui permintaan Kelvin.


"Licik!" ucap Nathan yang berdiri di samping Candra dengan suara kecil. Dia juga kurang lebih tahu apa yang terjadi.


Meskipun Faisal menculik Kelly adiknya Kelvin sebagai sandera agar Kelvin bisa menyembuhkan Morgan dengan benar-benar, Kelvin juga tak kalah licik karena melakukan sesuatu selama proses pengobatan Morgan sehingga Morgan yang awalnya sudah sembuh malah kambuh lagi dan menggunakan cara itu untuk mendesak Faisal.


Baginya, seorang dokter tidak seharusnya punya dendam pribadi pada musuh. Dokter seharusnya menyembuhkan penyakit pasiennya. Karakter seperti ini baru bisa dikatakan dokter sesungguhnya.


Plak!


Ketika Candra mendengar Nathan bergumam seperti itu, dia langsung menampar Nathan dan memaki, "Kamu jangan sok tahu! Itu bukan licik, tapi cerdas. Coba kamu berpikir dari sudut pandang lain, kalau seandainya kamu berada di situasi seperti itu, apakah kamu masih bisa keluar dari rumah Keluarga Pasetrio dengan aman?"


Setelah Nathan berpikir dengan serius, akhirnya dia menemukan kesimpulannya.


Tidak mungkin!


Akan tetapi, dia masih tidak rela. Dia menunjuk Kelvin dan membantah, "Tapi dia sama sekali tidak mempunyai etika medis! Dia tidak bilang bahwa dia melakukan sesuatu pada Morgan sehingga penyakit Morgan kambuh lagi. Setelah itu, tiga hari ke depan, dia meminta Rangga untuk berlutut di depan klinik sebagai permohonan maaf baru mau mengobati Morgan. Bukankah itu tidak bertanggung jawab? Kalau Morgan tidak sanggup menunggu sampai tiga hari dan mati, bagaimana?"


Nathan merasa etika medis Kelvin ada masalah dan ekspresinya tampak sangat marah.


"Aku masih tahu batasan. Morgan masih bisa hidup lebih dari lima hari, jadi tidak ada masalah kalau aku mengobatinya tiga hari lagi." Perkataan Kelvin yang tiba-tiba ini langsung membuat Nathan tertegun.


Plak!

__ADS_1


Candra kembali menampar Nathan dan memakinya, "Kamu bawel sekali! Benar-benar memalukan! Kamu ingat ya! Kamu harus bisa membedakan cinta dan benci! Kamu tak hanya seorang dokter, tapi juga manusia! Kalau sampai aku tahu kamu memberikan pengobatan pada musuh, sekalipun aku mati juga tidak akan melepaskanmu!"


Pada saat ini, Kelvin menganggukkan kepala dan berjalan mendekat. Dia menepuk pundak Nathan dan berkata, "Apa yang kakekmu katakan benar. Kamu memang dokter, tapi kamu juga manusia. Kalau kamu tidak balas dendam pada musuh dan malah menolongnya, bagiku, kamu tidak pantas menjadi manusia."


__ADS_2