Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 58. Siapa yang Menyuruhmu Datang Melukaiku


__ADS_3

Di dalam lobi Rumah Sakit Jakarta, Patricia melihat kejadian barusan dan mengerutkan kening tanpa berkata apa-apa. Jaka berdiri di sampingnya dengan hormat dan juga tidak berani bersuara.


“Apakah kamu yang mengutus orang untuk pergi menghancurkan tenda Kelvin?” Setelah cukup lama, Patricia tiba-tiba buka suara.


“Bukan, dia saudaraku dan dia yang berinsiatif sendiri,” jawab Jaka.


Jaka samar-samar merasa bahwa Patricia sangat tidak puas dengan cara penanganan Billy.


Benar saja, beberapa detik kemudian, Patricia berkata dengan ekspresi dingin, “Membuat masalah semakin runyam.”


Perilaku Billy yang seperti ini membuat reputasi Rumah Sakit Jakarta semakin buruk.


Kelvin berbaik hati memberikan pengobatan kepada pasien, tetapi Billy malah datang menghancurkan tenda Kelvin. Apa yang dipikirkan para pasien itu nantinya?


Sekalipun ingin menghancurkan tenda, setidaknya juga harus menyembunyikan identitas dan jangan sampai melibatkan Rumah Sakit Jakarta. Billy si bodoh itu lantas hal ini saja tidak tahu?


Kemudian, Patricia kembali berkata, “Karena Kelvin ingin memberikan pengobatan kepada pasien rumah sakit kita, kalau begitu biarkan saja.”


“Sana, suruh pasien rumah sakit kita untuk berobat kepada Kelvin. Paham?”


Jaka tercengang sebentar, tetapi seketika dia sudah mengerti maksud Patricia.


Karena Kelvin ingin memberikan pengobatan kepada pasien Rumah Sakit Jakarta, kalau begitu mereka akan menyerahkan pasien yang tidak bisa disembuhkan kepada Kelvin. Terutama penyakit aneh yang tidak pernah ditemui oleh rumah sakit mereka sebelumnya.


Kalau bisa semacam penyakit menular yang sangat parah. Agar pada saat Kelvin memberikan pengobatan pada pasien, pasien tersebut tidak dapat disembuhkan dan Kelvin sendiri juga tertular penyakit tersebut.


“Aku mengerti, aku akan segera mengurusnya.” Jaka mengangguk dan beranjak pergi.


Patricia menatap Kelvin yang sedang menata kembali tendanya di depan rumah sakit dengan tatapan mata dingin. Kemudian, tatapan matanya terlihat kilatan cahaya.


‘Kelvin, Kelvin, bukankah kamu ingin memberikan pengobatan?’


‘Baiklah. Kalau begitu, aku akan memenuhi keinginanmu,’

__ADS_1


‘Hanya saja, jangan sampai kamu membuat dirimu ikut jatuh sakit. Hmph!’ pikir Patricia dalam hati.



Pintu gerbang rumah sakit, depan tenda Kelvin.


Billy dan Baret sudah dibawa pergi, sementara Kelvin kembali menata tendanya. Pasien yang tadi pergi karena ditakuti oleh Baret sudah kembali dan mengelilingi tenda Kelvin lagi. Hal yang sama juga terjadi pada tenda Candra dan Nathan.


“Ambilah, ini adalah obat Anda, pegang dengan baik. Totalnya delapan puluh ribu.” Pada saat ini, Shendy menyuruh anak buahnya pergi dan dia tetap tinggal di sana. Dia tetap tinggal di sana untuk membantu Kelvin.


Para pasien di depan tenda Kelvin tidak melihat dengan jelas wajah Shendy tadi karena mereka berdiri agak jauh. Mereka hanya melihat ada seseorang yang penting mengusir orang yang menghancurkan tenda Kelvin. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa orang tersebut adalah Shendy.


Mereka benar-benar mengira bahwa Shendy adalah bawahan Kelvin yang datang membantu dan menerima obat dari Shendy dengan santai.


Apabila mereka mengetahui bahwa orang yang memberikan mereka obat tersebut adalah bos klub malam Velvet, mungkin mereka akan pingsan.


Kelvin menganggukkan kepala karena sosok Shendy ini benar-benar terlihat seperti murid di klinik.


Pada saat ini, seorang pasien yang memakai masker menerobos kerumunan dan seketika berada di depan Kelvin. Pasien tersebut bahkan batuk tak berhenti. Dia adalah seorang pria paruh baya.


Kelvin pelan-pelan menopang pria paruh baya tersebut dan duduk di hadapannya. Selanjutnya, Kelvin dengan lembut meletakkan dua jari tangan kanannya di pergelangan tangan pria paruh baya itu untuk memeriksa denyut nadinya.


“Uhuk!”


Akan tetapi, pada saat ini, pria paruh baya tersebut tiba-tiba melepaskan maskernya. Dia batuk di depan wajah Kelvin.


“Ma … maaf.” Pria paruh baya tersebut buru-buru memakai maskernya lagi dan meminta maaf pada Kelvin.


“Tidak apa-apa!” ujar Kelvin sambil tersenyum. Lalu, dia menyeka wajahnya dengan sapu tangan yang diberikan oleh Shendy.


Kelvin malah tersenyum sinis di dalam hati. Pria paruh baya ini mengidap penyakit paru-paru yang sangat


menular. Orang yang terinfeksi penyakit paru-paru jenis ini tidak akan bertahan selama sebulan jika tidak segera diobati.

__ADS_1


Penyakit ini sangat menular dan dapat terinfeksi hanya dalam beberapa detik. Jelas, perilaku pria paruh baya tadi memang disengaja.


Dia sengaja ingin menularkan penyakitnya kepada Kelvin. Padahal Kelvin tidak memiliki masalah apa pun dengan pria paruh baya ini. Jadi, dia pasti diperintah oleh seseorang.


Orang yang memerintahnya pasti mengira bahwa dia terkena penyakit paru-paru yang menular dan pasti akan mati. Hehe.


Mereka terlalu meremehkan keterampilan medis Kelvin. Penyakit paru-paru yang diidap oleh pria paruh baya ini memang jarang ditemui di dunia. Bagi dokter lain, ini adalah penyakit akut yang tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi, bagi Kelvin ini tidak ada apa-apanya.


“Aku bisa menyembuhkan penyakitmu,” ujar Kelvin tiba-tiba.


“Apa? Benarkah?” Ketika pria paruh baya itu mendengar kata-kata Kelvin, matanya yang redup tampak seperti mendapatkan harapan kembali.


Kelvin mengangguk, lalu membuka tas akunpuntur dan mengeluarkan jarum perak dua belas sentimeter dari dalam.


Ces!


Jarum perak ditusuk ke dada pria paruh baya itu. Pria paruh baya itu tidak pernah merasa selancar ini ketika bernapas. Oleh karena itu, dia pun tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan suara nyaman.


Kelvin menarik tangannya dan tersenyum pada pria paruh baya tersebut, lalu berkata, “Bagaimana perasaanmu?”


“Aku tidak pernah merasa senyaman ini. Dokter sakti, kamu hebat sekali.” Pria tersebut sama sekali tidak sedang berakting, dia benar-benar mengatakannya tulus dari hati.


"Sejujurnya, orang lain tidak bisa menyembuhkan penyakitmu itu. Aku bisa menyembuhkannya hanya dengan membutuhkan tiga buah jarum," ujar Kelvin sambil tersenyum.


Pria paruh baya itu tertegun sejenak. Kemudian, raut wajahnya menunjukkan ekspresi bahagia. Dia buru-buru memohon kepada Kelvin dan berkata, “Dokter sakti, kalau begitu tolong sembuhkan aku. Setelah sembuh, aku bersedia melakukan apa pun untuk balas budi padamu.”


Kelvin bisa melihat dari mata pria paruh baya itu bahwa dia benar-benar tersiksa karena penyakit paru-paru semacam ini. Oleh karena itu, dia sangat mendambakan kesembuhan ini.


Begitu saat ini dia melihat Kelvin bisa menyembuhkannya, dia seperti melihat malaikat penolong.


“Aku akan menyembuhkannya.”


Raut wajah Kelvin tiba-tiba menjadi dingin. Dia memegang pergelangan tangan pria paruh baya itu dengan erat dan bertanya dengan suara dingin, “Tapi, kamu harus memberitahu aku siapa yang memerintahmu untuk melukai aku.”

__ADS_1


__ADS_2