Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 32. Menarik Perhatian Gubernur


__ADS_3

"Cepat! Cepat gunakan cara yang dikatakan Kelvin sebelumnya." Melihat situasi ini, Kiara pun mulai panik hingga menghentakkan kaki dan mendesak Candra.


"Baik!"


Candra berkeringat dingin di dahinya dan tangan yang memegang jarum pun gemetaran.


Kelvin ternyata benar-benar tidak bernapas.


Jika Kelvin tidak memberi tahu alasannya, mungkin Candra mengira bahwa Kelvin benar-benar sudah mati.


Kelvin terlalu hebat. Dia bahkan bisa melakukan penghentian vitalitas sesuai dengan yang ada di buku medis kuno.


Setelah tercengang beberapa saat, Candra pun merasa panik.


Dirinya pada saat ini seperti sedang menusuk orang untuk pertama kalinya, dia benar-benar sangat panik.


Alasan kenapa dia bisa begitu panik ada dua.


Pertama, karena dia khawatir akan membahayakan nyawa Kelvin. Jika jarum ini ditusuk dan Kelvin tidak memberikan reaksi apapun, itu berarti Kelvin benar-benar sudah mati.


Kedua, karena cara mengembalikan vitalitas bekerja yang akan dilakukannya saat ini adalah metode medis legendaris yang hanya dicatat dalam buku medis kuno.


Candra menarik napas dalam-dalam dan pandangannya fokus pada titik meridian di leher yang Kelvin beri tahu sebelumnya. Lalu, mengarahkan jarum pada posisi tersebut.


Candra menusukkan jarum tersebut secepat kilat dengan sangat akurat pada titik meridian dan pas dalam dua inci.


Memang tidak bisa dipungkiri, akupuntur Candra memang sangat hebat.


Candra segera mengeluarkan jarumnya, karena Kelvin pernah mengatakan perlu melakukannya sebanyak tiga kali baru Kelvin bisa sadar.

__ADS_1


Setelah ada pengalaman pertama, Candra seketika merasa jauh lebih rileks.


Candra kembali menusuk untuk kedua kalinya dengan setiap tusukan yang selalu tepat pada posisinya.


Kiara berdiri di samping menatap wajah Kelvin, dia ingin melihat Kelvin segera bangun. Meskipun ekspresi Kiara terlihat tenang, dia tetap diam-diam merasa khawatir terhadap Kelvin.


"Uhuk, uhuk!"


Suara batuk tiba-tiba membuat semua orang di tempat tercengang.


Begitu melihatnya, ternyata Kelvin yang sedang batuk dan perlahan duduk.


Ekspresi wajah yang lainnya juga tampak gembira. Candra bahkan sampai gemetaran saking gembiranya. Dia tidak menyangka akan berhasil membuat vitalitas kembali bekerja yang ada pada buku medis kuno.


Seandainya berita ini sampai terdengar oleh dunia luar, maka dia akan menjadi sosok orang yang sangat hebat di dunia medis.


Reno juga menghela napas panjang. Kiara berjalan maju dan menarik kerah baju Kelvin. Lalu, dia menunjukkan sebuah tatapan yang sangat galak terhadap Kelvin dan berkata, "Lain kali, kalau berani melakukan hal seperti ini tanpa persetujuan dariku, percaya atau tidak aku akan menghajarmu?"


Dia tahu bahwa Kiara sedang memperhatikannya. Hanya saja karena karakternya dia terlihat sangat bossy.


"Bagus!" Kiara mendengus dingin dan baru melepaskan Kelvin.


"Kelvin, kamu berhasil membuktikan tebakanmu. Kalau begitu, Rangga ada kemungkinan hanya mati suri saja." Pada saat ini, Reno menghela napas panjang dan mulai merasa khawatir.


"Beberapa hari lagi, berita seorang dokter kecil yang menjadi menantu Keluarga Wijaya dan mengancam putra orang terkaya pasti akan menyebar luas. Tentu saja berita tersebut pasti juga akan terdengar hingga telinga gubernur baru. Dengan begitu, kamu dan Keluarga Wijaya akan menjadi lawan yang dibenci oleh gubernur baru."


Kelvin bisa memanfaatkan cara menghentikan vitalitas dan membuat Candra tidak dapat mengeceknya apakah dia benar-benar mati atau hanya mati suri. Itu berarti Rangga juga bisa melakukan hal yang sama.


Jika Rangga benar-benar hanya mati suri, tebakan Kelvin sebelumnya bukanlah sebuah tebakan, tetapi ada kemungkinan adalah kenyataan.

__ADS_1


"Akar masalahnya adalah sikap gubernur baru terhadap kita. Kalau gubernur baru bersedia membantu kita, Faisal secara otomatis tidak akan berani melakukan apa pun pada Keluarga Wijaya."


"Masalahnya sekarang Keluarga Pasetrio malah menjadi korbannya dan malah kita yang menjadi orang jahatnya. Kalau gubernur baru mendengar berita ini, dia pasti akan membenci kita."


"Kemungkinan dia untuk membantu kita sama sekali tidak ada."


Kelvin tidak berbicara dan diam sambil memikirkan sesuatu. Tak lama, dia bertanya pada Reno, "Apakah gubernur baru tersebut sudah menjabat?"


Reno menggelengkan kepala dan berkata, "Beberapa jam lagi dia baru resmi menjabat menjadi gubernur Jakarta."


"Selain membenci kejahatan, gubernur baru adalah tipikal orang yang seperti apa?" tanya Kelvin lagi.


"Pejabat yang jujur dan sosok suami yang mencintai istrinya," ujar Reno.


"Apakah Ayah memahami istrinya?" tanya Kelvin.


"Istrinya adalah seorang wanita yang sangat baik hati. Hanya saja dia sakit parah, meski sudah berobat ke berbagai macam dokter, tetap saja juga ...." Tepat ketika sedang menjawab pertanyaan Kelvin, mata Reno tiba-tiba berbinar.


Benar! Ini adalah sebuah kesempatan!


Apabila mereka mampu membantu gubernur baru untuk menyembuhkan penyakit istrinya, maka sekalipun tidak bisa membantu Keluarga Wijaya, setidaknya dia tidak akan memusnahkan Keluarga Wijaya.


Melihat perubahan ekspresi wajah Reno, Kelvin tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Reno. Oleh karena itu, dia pun menggelengkan kepala.


"Aku yakin, saat ini Faisal pasti sudah membawa orang untuk pergi mencari muka di depan gubernur baru. Salah satunya pasti juga sudah memberi master medis yang bisa menghentikan vitalitas tersebut. Faisal pasti sudah memikirkannya terlebih dahulu. Kalau seandainya mampu menyembuhkan istri gubernur, maka gubernur akan berhutang budi pada Faisal. Jadi, gubernur secara otomatis akan berpihak padanya. Atau mungkin saja, tidak hanya semudah menyembuhkan istri gubernur, tapi dia juga ada kemungkinan membawa 'mayat' Rangga ke sana dan memintanya untuk membalas dendam Keluarga Pasetrio," ujar Kelvin.


"Lalu, kita harus bagaimana?" Kiara panik dan mulai khawatir.


Apabila gubernur baru berpihak pada Faisal, maka Keluarga Wijaya akan hancur.

__ADS_1


Kelvin tiba-tiba tersenyum misterius dan berkata, "Biarkan saja Faisal pergi ke sana, hehehe! Kita pergi ke tempat lain. Di sana kita bisa bertemu dengan gubernur baru yang sesungguhnya."


__ADS_2