Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 33. Mari Bicarakan Hal Penting, Pak Gubernur


__ADS_3

Bandara Internasional Jakarta.


Jalur VIP.


Seorang pria paruh bayar berpakaian jas berjalan keluar. Pria tersebut berparas Indonesia asli dengan alis yang terlihat gagah.


Karena informasi pribadi gubernur Jakarta selalu dirahasiakan, jadi tidak ada yang tahu seperti apa dia. Akan tetapi, orang yang memiliki relasi, bisa mengetahui penerbangan mana yang dinaiki oleh gubernur baru dan tiba di Jakarta pukul berapa.


Begitu juga dengan Faisal, dia tahu dengan sangat jelas jadwal perjalanan gubernur baru. Pada saat ini, adalah waktu gubernur baru tiba di Jakarta. Itu berarti orang yang tiba di sini adalah gubernur Jakarta.


Faisal sudah menunggu lama di bandara. Begitu melihat gubernur keluar, dia langsung memasang ekspresi wajah sedih dan berjalan ke hadapan gubernur, lalu berkata, "Pak gubernur, putraku didesak hingga mati. Saya ingin minta tolong Anda untuk membantu saya."


Pada saat ini, Faisal sama sekali tidak bersikap layaknya orang terkaya dan terkenal, melainkan seperti rakyat biasa yang ditindas.


Tentu saja, ini adalah kejeniusan Faisal, karena Faisal sejak awal sudah mengetahui terlebih dahulu kesukaan gubernur baru.


Gubernur baru terlahir dari keluarga rakyat biasa, jadi beliau sangat dekat dengan warga dan membenci orang yang memiliki kekuasaan.


Munculnya Faisal di depan gubernur baru dengan sikap seperti orang lemah yang ditindas, tentu langsung menarik perhatian dan hubungan antara dirinya dengan gubernur.


Pada saat ini, Faisal mengedipkan mata ke beberapa bawahannya yang berdiri di belakangnya. Beberapa orang tersebut menerima perintah dan langsung mengangkat sosok mayat ke hadapan mereka. Jelas, itu adalah mayat Rangga.


Faisal memasang ekspresi sedih sambil menunjuk mayat itu dan berkata dengan sedih, "Pak gubernur, dia adalah putraku."


Ekspresi wajah Faisal sedih, tetapi di dalam hati tersenyum sinis.


Triknya saat ini adalah orang jahat yang mengadu terlebih dahulu.


Gubernur baru saja tiba di Jakarta dan dia tidak tahu apa-apa tentang Jakarta. Oleh karena itu, begitu melihat pemandangan ini, dia pasti akan lebih prihatin dan tidak memiliki pemikiran apa-apa.


Apalagi Faisal datang dengan kondisi dirinya ditindas dan menguluh, jadi di mata gubernur dia adalah seorang korban.


Ketika gubernur prihatin padanya, dia akan menceritakan mengenai Kelvin dari menantu Keluarga Wijaya yang memaksa putranya untuk berlutut hingga mati. Kelak pada saat itu, Keluarga Wijaya akan menjadi musuh di mata gubernur. Lagi pula, ke mana pun gubernur mencari informasi ini pasti akan mendapatkan jawaban yang sama. Karena seluruh Jakarta melihat kejadian putranya yang dipaksa dan mati karena berlutut di hadapan Kelvin.


Semakin gubernur membenci Keluarga Wijaya, maka semakin dekat dirinya dengan gubernur.


Selama gubernur berpihak padanya, maka menjatuhkan Keluarga Wijaya adalah suatu hal yang sangat mudah.


Paling bagus jika gubernur turun tangan langsung melawan Keluarga Wijaya dan dia hanya perlu diam sambil menonton.


Akan tetapi, begitu orang tersebut mendengar penjelasan Faisal, dia mengerutkan kening dan berkata, "Kamu salah orang, aku bukan gubernur, aku adalah sekretaris gubernur."

__ADS_1


Selesai berbicara, orang tersebut melangkah pergi meninggalkan bandara.


Apa?!


Faisal bengong di tempat dan baru tersadar dari lamunannya setelah beberapa waktu berlalu.


Raut wajahnya seketika berubah serius.


Pada saat ini, ekspresi wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa berduka sama sekali. Jelas sekali, barusan dia hanya berpura-pura sedih atas kematian putranya.


Faisal menatap mayat Rangga yang berbaring di tandu samping dengan dingin. Kemudian, dia menoleh ke arah seseorang yang memakai pakaian tradisonal dan berkata, "Tuan Angga, gubernur Jakarta tidak ada di sini, tolong bangunkan putraku."


Tentu saja Rangga tidak benar-benar mati, tetapi Angga yang membuat Rangga mati suri. Tujuannya untuk membuat ilusi bahwa Kelvin sebagai menantu dari Keluarga Wijaya memaksa putranya hingga mati.


Angga buru-buru mengerutkan kening dan berkata pada Faisal, "Tuan Faisal, tuan muda setidaknya membutuhkan waktu tiga hari baru bisa sadar. Apalagi penghentian vitalitas ini adalah warisan buku rahasia medis kuno, jadi tidak mudah untuk membuat vitalitas bekerja kembali. Setidaknya aku perlu membuat tiga puluh tujuh dua puluh satu jenis obat dan membutuhkan waktu tiga hari."


Faisal melambaikan tangan dan beberapa bawahannya mengangkat Rangga pergi.


Pada saat ini, hati Faisal merasa frustrasi. Sudah datang untuk menunggu dan malah sia-sia, ternyata orang yang datang bukan gubernur sesungguhnya. Padahal dia sudah sengaja mengundang Angga datang begitu tahu bahwa istri gubernur sakit parah. Dia sengaja melakukan hal seperti itu untuk menyembuhkan penyakit istri gubernur agar gubernur berutang budi padanya. Akan tetapi, semua ini sia-sia.


"Ayo pergi!" Raut wajah Faisal dingin, dia berjalan terlebih dahulu dan masuk mobil meninggalkan bandara internasion Jakarta.


...



"Kelvin, apakah kamu yakin gubernur baru dan istrinya akan datang ke sini?" Di dalam klinik, Kiara menatap Kelvin yang percaya diri dengan raut wajah sedikit tidak percaya.


Belum lama ini, Kelvin memberitahunya bahwa menurut karakter gubernur baru tersebut, dia pasti akan datang ke klinik ini.


Kiara tidak percaya, tetapi dia tetap mengikuti Kelvin datang ke sini. Reno, Candra dan yang lainnya tidak ikut datang ke sini karena Kelvin mengatakan bahwa klinik ini sangat kecil hanya muat satu atau dua orang, jadi jika terlalu banyak orang rasanya tidak terlalu baik.


"Kelvin, kenapa kamu begitu yakin bahwa gubernur baru dan istrinya akan datang ke sini untuk berobat?"


Kelvin tersenyum dan berkata, "Murah!"


Kiara terkejut. Bagaimanapun beliau adalah seorang gubernur, mana mungkin beliau tidak punya uang untuk berobat?


Kelvin kembali tersenyum dan tidak menjelaskan apa-apa.


Jika mengambil kesimpulan dari informasi yang diberikan oleh Reno, gubernur baru ini sepertinya seorang pejabat jujur yang mencintai rakyatnya. Biasa hidupnya pasti sangat hemat, setahun hanya bisa makan daging beberapa kali, apalagi berobat ke dokter.

__ADS_1


Lagi pula, ada satu alasan yang lebih penting lagi, hanya saja Kelvin tidak mengatakannya.


Alasannya adalah masalah Kelvin memaksa Rangga untuk berlutut hingga mati.


Gubernur memiliki dua hal yang sangat disukainya. Pertama, istrinya. Kedua, pekerjaannya.


Apalagi, masalah ini sudah menyebar luas. Gubernur baru tidak mungkin tidak mengetahui hal ini. Berdasarkan karakternya, dia pasti akan datang untuk mengecek kondisi tersebut. Dan salah satu caranya adalah datang langsung ke klinik Kelvin untuk bertemu dengan orangnya langsung.


"Apakah ada dokter?"


Baru saja Kiara ingin membantah Kelvin, tapi tiba-tiba dia mendengar suara yang sangat panik. Begitu dia menoleh, dia melihat seorang pria paruh baya biasa yang berjalan masuk. Seorang pria yang menopang seorang wanita.


Dahi wanita itu terus meneteskan keringat, seolah-olah dia sedang mengalami kesakitan yang luar biasa. Dan pria itu juga berteriak cemas karena dia khawatir terhadap wanita itu, "Apakah ada obat penghilang rasa sakit?"


Kelvin berjalan cepat ke arah wanita itu, lalu memeriksa nadinya. Kemudian, dia mengangkat kepalanya sambil menggelengkan kepalanya dan berkata kepada pria itu, "Obat penghilang rasa sakit tidak bisa lagi menghentikan rasa sakitnya."


"Kalau begitu, harus bagaimana?" tanya pria tersebut dengan panik.


"Akupuntur!" jawab Kelvin dengan serius.


Begitu pria tersebut mendengarnya, dia mengerutkan kening seolah tidak percaya bahwa akupuntur bisa menyembuhkan rasa sakit istrinya.


"Apakah bisa?" tanya pria tersebut dengan ragu.


"Kamu akan tahu setelah mencobanya."


Kelvin tiba-tiba menjadi sangat serius, lalu tanpa rasa ragu menggendong wanita tersebut ke dalam ruangan.


"Kiara, ambilkan jarumnya ke sini."


Kiara tersadar dari lamunannya, kemudian membawa kotak jarum yang ada di atas meja dan memberikannya kepada Kelvin.


Pada saat ini, wanita tersebut sudah berbaring di atas kasur yang ada di dalam ruangan.


Kelvin berjalan masuk ke dalam, lalu mengeluarkan tiga jarum sepanjang sepuluh sentimeter dan menusuk leher, lengan, serta telinga wanita tersebut.


Seketika, wanita tersebut berhenti berteriak dan perlahan tertidur.


Pada saat yang bersamaan, rasa sakit yang terlihat di raut wajahnya pun menghilang.


Tatapan mata pria tersebut berbinar. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa beberapa jarum kecil ini ternyata bisa menyembuhkan penyakit lama istrinya yang sudah bertahun-tahun itu.

__ADS_1


Kelvin menyimpan kembali jarumnya dan menoleh ke arah pria tersebut sambil tersenyum, "Istrimu sudah tidak kenapa-kenapa. Sekarang mari kita bicarakan hal penting, Pak Gubernur."


__ADS_2