
Perusahaan keluarga Pasetrio, kantor General Manager.
Rangga berdiri di depan jendela dan di belakangnya berdiri seorang lelaki tua berpakaian hitam. Orang tersebut adalah Alexander, asisten keluarga Pasetrio.
“Paman Alex, kamu bilang si Kelvin itu bisa mengalahkanmu dengan mudah?"
Rangga tiba-tiba berbicara dengan nada sedikit terkejut.
"Iya!"
Alexander mengakuinya dengan royal, "Dia menaklukkanku hanya dengan satu sumpit. Seni bela dirinya jauh lebih baik dariku."
"Oh? Mungkin di belakangnya ada orang yang lebih hebat?"
Mengingat bayangan ketika dirinya bertemu dengan kelvin di rumah sakit, sepertinya Kelvin masih sosok orang yang lemah saat itu.
Kala itu, Kelvin berteriak ingin balas dendam. Tapi, sebelum dia mendekat, dia sudah dicegat oleh anak buahnya dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Dia tidak pernah menganggap penting keberadaan Kelvin. Tapi dia tidak menyangka, ternyata dia terlalu meremehkan orang tersebut.
“Entah kapan dia bisa memiliki hubungan baik dengan keluarga Wijaya. Bahkan, keluarga Wijaya ingin memanfaatkan orang tersebut untuk memutuskan hubungan kontrak pernikahan dengan keluarga Pasetrio.”
Alexander menjawab dengan jujur, “Ketika Nona Kiara kembali, dia sudah sembuh dari penyakitnya, entah siapa yang sudah menyembuhkannya. Oleh karena itu, dia ingin memutuskan hubungan dengan keluarga Pasetrio.”
Alexander menjawab dengan jujur.
Mendengar ini, Kelvin menyipitkan matanya dan mematahkan rokok yang baru saja dia ambil.
Kontrak pernikahan antara keluarga Pasetrio dengan keluarga Wijaya adalah kesepakatan antara ayahnya dan keluarga Wijaya.
Tujuannya agar kakak sulungnya yang sudah sekarat itu tidak kesepian ketika meninggal nanti. Ayahnya bahkan mempercayakan masalah ini kepadanya.
__ADS_1
Selama dia bisa melakukan hal ini dengan baik, maka dia bisa menjadi pewaris keluarga Pasetrio sesungguhnya.
“Apakah kamu sudah mencari tahu siapa orang yang menyembuhkan Kiara?”
Sekalipun Alexander mencoba untuk berpura-pura, Rangga masih bisa merasakan kecemasan dari nada bicara Alexander.
Namun, itu wajar saja.
Selama ini, Alexander lebih menghormati Morgan. Kalau saja Morgan tidak terkena penyakit mematikan, pewaris keluarga Pasetrio sudah pasti Morgan dan tidak mungkin ada kesempatan untuk Rangga.
Saat ini, ada orang yang mampu menyembuhkan penyakit mematikan Kiara, itu berarti ada kemungkinan untuk menyembuhkan Morgan juga.
Oleh karena itu, Rangga menjadi semakin panik.
“Yang aku tahu, Kiara sembuh setelah dia kembali dengan Kelvin. Ada kemungkinan Kelvin yang menyembuhkannya,” ujar Alexander.
Selesai Alexander berbicara, Rangga langsung menyelanya dengan melambaikan tangan.
Dia pernah mendengar tentang Kelvin dari Gita.
Kelvin hanyalah seorang sampah yang hanya bisa memberi resep obat flu dan dia juga masih mengingat jelas klinik tersebut.
Kelvin memang seperti yang dikatakan Gita, hanyalah seorang sampah.
Bahkan ketika Kelvin melihat Gita sedang melayaninya, Kelvin tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa berteriak marah. Pada akhirnya, dia juga dikalahkan oleh anak buahnya dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Orang yang mampu menyembuhkan penyakit mematikan Kiara pasti dokter yang sangat hebat. Bagaimana mungkin orang tak berguna seperti Kelvin yang menyembuhkannya?
"Kalau begitu hanya ada satu kemungkinan. Di belakang Kelvin ada dokter jenius yang membantunya," ujar Alexander, dan ini adalah tebakan yang paling masuk akal.
Rangga mengangguk dan merasa ini juga masuk akal.
__ADS_1
“Kamu cari orang untuk mengecek hal ini. Kita harus mencari tahu siapa orang di belakang Kelvin yang membantunya.”
“Selain itu, kontrak pernikahan keluarga Wijaya dan Pasetrio tidak boleh sampai gagal. Sekalipun Kiara sudah sembuh, aku juga akan memaksanya untuk menikah dengan kakakku.”
“Kamu siapkan kontrak pernikahan, aku akan pergi ke rumah keluarga Wijaya untuk mewakili kakakku membicarakan masalah pernikahan.”
…
Di kediaman Kelvin.
Gracia tiba-tiba duduk tegak di sofa dan masih menatap kakaknya dengan tidak percaya. Dia bertanya sekali lagi untuk memastikan, “Kak, seriusan?”
“Rumah dan tabungan sudah kembali ke tangan Kelvin?”
Memikirkan wajah Kelvin, Gita menggertakkan giginya dengan kesal.
“Aku juga tidak menyangka Kelvin bisa sepicik itu, beraninya dia menjebakku.”
“Kelvin benar-benar terlalu licik,” maki Gracia.
Selama bertahun-tahun ini, Kelvin selalu tunduk di depan kakak beradik tersebut. Tiba-tiba dia mempermainkan dan menjebak mereka, tentu saja Gracia seketika menjadi sangat jijik.
Sama seperti seekor anjing yang sudah dipelihara, tiba-tiba suatu hari menggigit majikannya.
“Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan sekarang?” Seketika Gita merasa kebingungan dan meminta saran dari Gracia.
Selama ini Gracia jauh lebih licik, orang yang menyarankan Gita untuk mengambil rumah dan tabungan Kelvin adalah Gracia.
Gracia memutar bola matanya dan memikirkan rencana. Tiba-tiba dia menyuruh Gita untuk mendekatkan telinganya dan berkata dengan suara dingin, “Aku punya cara yang bisa membuat Kelvin mengembalikan semuanya dan menyuruhnya untuk ganti rugi juga.”
“Cara apa? Cepat katakan.” Mata Gita langsung berbinar, dia sudah tidak sabar ingin memberi Kelvin pelajaran.
__ADS_1
“Hehe, jadi ….”