
1.2 3 4 5 hanya ini yang tersisa yang mampu ku hitung dengan jari kiriku ketika masih terdiam merenung dalam suasana di sore hari dengan angin bebukitan asri pepohonan masih terbilang cukup dini untuk mengerti siapa dia Adam setidaknya
" heey.....Adam...bangun bangun....kita harus kembali ke penginapan ...."
....
namun dia masih tersuguh dari kenyamanan waktu yang mulai hanyut dalam rindangnya gelap terbiaskan dari mataku yang selalu melihatnya dalam kesedihan
"...Hem....t..."( ujarnya) ...jam berapa sekarang kak"
" kurasa ini sudah cukup larut sebaiknya kita kembali ke penginapan
" kak...apa kamu baik baik saja..."( tanya adam)
" HaaaAh ...aku hanya bermimpi yang begitu menakutkan ...mereka mengincar aku dan dirimu ..."( jawabku)
...
" syukurlah kamu baik lah semua baik baik saja...ayo kita kembali"( jawabnya)
hingga waktu yang cukup besar dan indah juga sangat sempit dalam jangkauan massa karena panjangnya kesadaran pikirkan mu itu ,namun ketika menuruni bukit itu tanpa sadar Adam terjatuh terpeleset " sssstttt" ....dan jatuh dan entah mengapa dia tak sadarkan diri tanpa ku ketahui tangannya mengeluarkan sebuah warna merah menetes banjir aku tak tahu mengapa ini terjadi hingga
" Adam...Adam..apa kamu baik baik saja...Adam apa yang terjadi...,(( seraya menolongnya dan menyadarkannya)
...
" Adam...bangun....Adam....."kamu terluka"( batinku) ...
..
namun tetap saja dia hanya terpejam tanpa kesadaran yang mengiringi waktu yang mulai hanyut dalam kegelapan malam
...
KITA BERALIH DI DALAM SEBUAH KESADARAN YANG SANGAT KECIL NAMUN BEGITU BESAR KARENA DUNIAMU " ZONE CRAZY COW" MEREKA MENARI NARI DI DALAM KEMATIAN AKAN WARNA HINGGA MAYUMI
...
..
mereka memakan buah yang beracun
menginginkan kehidupan yang menawan
tanpa obat perubah warna pelangi
kini hitam dalam darah itu mengalir
rindu menyapu jalar durinya bunga
merana karena siksa asap lentera
didalam kota kenangan butiran " Erta"
pilar warna dalam tiang pola mu itu
hanyalah dia sang ibu ( sang Hudus)
rambut panjangnya hiasi embun penyejuk jiwa
__ADS_1
gemerlap mahkota raja pelepas dahaga
dia lah pilar " Erta" di dalam kota kenangan
lembah putih seputih salju dengan hijau nya air
.
".... aaah....apa itu...."( batin Mayumi sambil membaca prasasti kuno dari " Erta")
tanpa di sadari di samping nya terdapat sebuah lentera "( api yang menyala ) terpasang rapi di setiap sudut ruangan yang gelap itu Mayumi mengambil lentera itu dan mulai berjalan kedalam gelapnya ruangan hingga lorong yang begitu menerpa langkahnya yang panjang dalam
dengan seketika membacanya tak di pungkiri prasasti dalam bahasa negeri bintang sehingga Mayumi mampu membacanya tiba tiba sebuah gelombang dari belakang prasasti itu mengeluarkan sebuah cahaya yang sangat silau Mayumi kaget dan mencoba inginnya melihat di belakang prasasti hingga raga nya gemetar tak percaya akan sebuah
" heeee....apa itu ..apa yang terjadi..."
....
kemudian tak lama dari kejadian itu kini sebuah tangan manusia muncul dalam cahaya dari prasasti kuno yang tak mampu Mayumi pahami karena begitu gelapnya tanpa cahaya " BRRUUUKK"( Mayumi terpental kebelakang) .." awwww" ujarnya menahan kesakitan
hingga tanpa di sadari Mayumi tangan itu bangkit dengan tubuh dan rupa hingga terdengar tawa berbincang an di antara mereka Mayumi terjatuh bukan takut namun ia tak percaya dalam sebuah prasasti itu mengeluarkan suara dan rupa yang selalu ia ingat dan rindu
" ah ha-ha...tentu saja ..lilliy Hem...tadi begitu sangat menakjubkan bukan ..."( ujarnya)
"... hahaha sebaiknya kita tadi menghampiri nya "( seruannya)
' ....
..
mereka tak menyangka bahwa pertemuan ini terjadi Mayumi yang hanya terdiam tak kuasa melihatnya namun jenny dan Lilly baru sadar berbincangan mereka yang menghentikan waktu
" ... heeeeE....Mayumi ...kau.."( ujar jenny)
,"..... syukurlah apa kamu baik baik saja sayang"( ujar Lilly)
...
"HEeek.....siapa dia " ma" ....( tanya Mayumi)
" syukurlah kamu baik baik saja mayumi....ma sangat khawatir terhadap mu ..Hem...kenalkan dia " Lilly " tokoh dari buku DONGENG OPPELIA RINGTONE " ratu semut merah"...dia selalu memandu di setiap keluh ku "( jawab jenny yang memeluk Mayumi )
" ma," aku kangen sama mama ...aku juga rindu...papa tak kunjung pulang mama juga tak kembali..."
aku mau ikut sama mama...."( tangis Mayumi)
" ....Hem...baru kali ini kamu memohon kepada mama...apa kamu mulai mengerti....Mayumi..apa kamu sudah membaca pesan ku..,...namun aku yakin kamu sudah mendengar nya dari selmi ..: terimakasih ...kamu mau menuruti mama...terimakasih kamu juga membaca buku dongeng oppelia ringtone Lilly par 6 yang sengaja aku berikan kepada TERESSA...aku tahu kamu akan kemari ."( jawab haru jenny,)
"...ma ....jangan pergi aku takut...aku takut kehilangan mama..,"... sedangkan papa tak pernah peduli dengan ku"( keluh nya)
" hahahaha ...dengar mama ...jangan pernah menjelekkan papamu..apa kamu mengerti.....kami berdua baik baik saja... walaupun sekiranya aku pergi dan papamu hanya cuek terhadapmu ... sebenarnya itu adalah rencana papamu apa kamu mengerti ..."( senyum tipis)
" bohong...mama... berbohong mama selalu berbohong padaku"( kata Mayumi)
" ...Hem....untuk apa mama berbohong padamu ....disini ...di tempat ini mama tak mau termakan warna hitam ...berbohong amarah dan juga benci akan menghitam kan warna hatimu "( dengan senyum manjanya)
" ....Mayumi ....apa kamu sudah makan "( ujar Lilly) ayo kita sebaiknya kembali Uyn mencemaskanmu ...kurasa dia masih disana"
". Uyn...!!...apa kamu juga kenal dengannya"( bingung)
__ADS_1
" .....
.
....." Mayumi ...kau...!!
kejadian yang begitu indah ketika hadiah dari sebuah rasa rindu dan merana dalam kota kenangan
kini mereka bertiga pun bergegas kembali ke pusat kota " leaf city" yang di mana rasa kekaguman dari Mayumi akan melihat apa mustahil di lihatnya
" Mayumi ini untukmu dan juga ikuti apa yang aku katakan "( ujar Lilly)
" aAh aku mengerti ...aku akan selalu bersama Mayumi"( ulas jenny)
..
hingga mereka pun masuk kembali kedalam sebuah prasasti kuno itu dalam bahasa farmoua hingga tertulis
bunyi air dan angin hangat kan rembulan
dentungan langit yang membatu keras
tertawa dalam berguru kesadaran
mengingatkan Erta embun jiwa mahkota dewa
butiran Rahayu baru dalam rasa kasih
melepaskan jerat jalar duri penderitaan
warna yang hitam menjelma cahaya pelangi
terbang dan hanyut dalam nestapa pesona
tanpa sadar Mayumi pun masuk di dalam sebuah cahaya bayangan yang begitu sangat silau di saat perjalan Mayumi tetap saja memegang erat tangan ibunya hingga tangan kirinya terasa sebuah jabatan tangan dari dia Lilly ratu semut merah ketika Mayumi matanya yang begitu silau tanpa bisa melihatnya kini seakan merusak di jiwa perlahan lahan Mayumi membuka mata dan tersadar bahwa dia
" ...dengar Mayumi ...setelah ini mungkin 4 bulan lagi aku akan kembali "( kata jenny)
....
namun alangkah kagetnya walaupun jenny memegang erat tangan Mayumi ketika itu yang ada adalah jenny memegang erat tangan Lilly...
"
... apa yang terjadi Mayumi ...kamu di mana ... Mayumi..."( menoleh di sekeliling nya)
...
" Mayumi....Mayumi.... Lilly dimana Mayumi..." "( tangis jenny)
"..aa...aku tak mengerti....seharusnya ini tak pernah terjadi...aku masih tak mengerti ..."( jujur Lilly)
..
" kita kembali kesana .."( ujar jenny)
terlihat kepanikan jenny dan Lilly Hinga mereka kembali kedalam "gua penunggu " tanpa ada tanya jawab dari sebuah kebijaksanaan yang nyata kini tempat itu kosong dan tak ada rupa jenny kebingungan dan berlari menyusuri lorong lorong yang ada di sana namun kini Mayumi tanpa bekas " Mayumi mayumi dan Mayumi" ...seperti seorang yang kehilangan hartanya dia panik mencari kesana dan kemari tanpa ada kejelasan di antara nya
" jenny hentikan ....Mayumi sudah tidak disini ..."( jelas Lilly)
__ADS_1
.
......." tidaaaak...Mayumi.....apa yang terjadi padamu nak ...,"( tangis jenny)