
"mulai sekarang kamu tak perlu kesusahan lagi dan Teressa pun mulai menari dan bernyanyi itu artinya Lidia tugasmu sudah selesai"
hanya itu yang masih membekas di ingatanku kata kata darinya hingga aku merasa mual dan pusing yang saat ini aku berada di BAR terakhir kita merayakan ulang tahunku...
" kamu sudah sadar...kamu terlalu banyak minum "( ujar penjaga Bar)
" au...kepalaku terasa pusing" ( jawabku)
" kamu sudah 2 hari disini kenapa kamu tidak pulang saja terlalu banyak minum tak baik untukmu kamu itu sudah terlalu banyak minum kamu bisa mati " ( membentak)
" bisakah aku memesan minuman lagi...kumohon dan bisakah kamu diam ,,,cepat aku mau minum lagi...kamu dengar baik baik apa kamu pikir aku tidak bisa bayar HAAH aku tuh banyak uang kamu mengerti dan aku tak membutuhkannya ..jadi jangan menggurui ku...(ujar ku dengan sedikit lemas)
" maaf aku tak bisa terima uangmu jadi pergilah"
" HAAAH..apa yang kamu katakan ..aku tak dengar apa kamu juga membuang ku sial sial kenapa kenapa semua orang ingin membuang ku ."..( marahku)
tak tersadar ternyata aku masih merasa tak mengerti tentangmu Erin dan entah kenapa aku ada disini di BAR terakhir kita merayakan ulang tahunku kamu tahu Erin aku mulai tak tahu harus kemana lagi Erin tanpamu aku hilang arah dan terasa tubuhku berjalan entah kemana karena tidak ada tempat untuk pulang atau tempat untuk di tuju namun aku mulai mengerti kata kata dari anak itu menjadi nyata ..."SIALAN KAU TERESSA"..( jeritan ku)
" hoi lidia !!"( dari kejauhan)
" Tommi apa yang kamu lakukan disini"( ujar ku)
"aku mencari mu apa kamu tahu Erin berada karena aku selalu menunggu kalian akan kemari dan aku selalu menunggunya juga"
" ouh apa kamu lagi mencari Erin ,,,sayang sekali aku tak tahu dia berada sulit di jelaskan intinya aku tak tahu dia berada"
"aku hanya ingin bertemu dengannya dan berterimakasih padanya...dan aku tak mengerti apa yang kamu katakan ..bukankah dirimu selalu bersamanya apa kalian bertengkar"( sambil tersenyum)
" sudah kubilang aku tak tahu dia berada jadi jangan mengusikku"( marahku)
" ouh..jadi dia pergi lagi ,nah Lidia sekarang Kemana kamu akan pergi,,,dan kenapa kamu tak ikut denganku saja"( rayunya)
"ouh...tidak terima kasih...hoi hoi apa yang kamu lakukan ..lepaskan lepaskan kataku Tommi "
" aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara kalian namun apa yang kulihat ini pasti sebuah kebenaran dan aku tahu sebenarnya dirimu tak ingin ini terjadi ...benarkan Lidia "
"cih sial...bisakah kamu tinggalkan aku sendiri ,kamu tahu" Erin " dia membuang ku..."( berhenti melangkah)
" aku pun masih teringat akan kata katanya dia itu orang paling bodoh ,dia gila bahkan kurasa dia itu idiot namun dari itu aku ingin menjadi bintang yang akan menemani nya saat ia bersedih...dan Bintang untuknya akan selalu tersenyum manja walaupun seburuk apa yang ia lakukan, dia selalu tersenyum manja untuknya . .".apa aku salah Lidia..."
"Hem...kurasa kamu benar!! seburuk apa yang ia lakukan kita harus tetap tersenyum untuknya . " BOOOODOH," ERIN KAU IDIOOT"( teriakku dengan nada tinggi)
" hahaha ..ternyata aku pun terkena virus kebodohan dan kegilaannya .."( tertawa bodoh)
"nah kamu ingin mengajakku kemana ... wah apa ini milikmu"( ujar ku dengan nada kaget)
" hehehe bukan kami menyewa tempat ini aku mengikuti apa yang di katakan nya ,Lidia kamu tahu dia benar benar luar biasa ..dia itu seperti malaikat penolong siapapun"(sambil mengingat senyumnya)
" dia itu malaikat BOOODOH dan GILAA kau tahu Tommi "..( ujar ku sambil tersenyum )
" hahaha nah bagaimana kalau kamu tinggal disini dan menunggu dirinya ...aku percaya ia akan kemari".( ujar Tommi )
"apa hanya itu kemampuanmu merayu cewe"( ledekku)
" hahaha aku tak bermaksud merayu mu bagiku kalian adalah keluarga besar ku ..kalian yang membuatku untuk berubah bagiku kalian penolongku aku tak ingin kehilangan kalian ..kalian malaikat untukku"
" huus aku tak mengerti sama sekali jalan pikiranmu dan sebenarnya apa yang kamu bicarakan aku tak mengerti pasti"..(ujar ku)
"heeeeek heyy ( nada kagetnya)..Lidia bukankah kamu yang bilang membuat cafe disini akan sangat menguntungkan ."
" kurasa kamu salah paham aku tak pernah mengatakan itu,,,kurasa semua adalah ide darinya...hemm..kurasa aku bisa disini untuk sementara hingga Erin memanggilku lagi...nah apa kamu keberatan Tommi..."
"HEEEEEEH kurasa aku sudah di tipu olehnya......hahah namun ini menjadi sangat menakjubkan hasilnya sangat memuaskan cafe ini tak pernah sepi...""( sambil membuka pintu cafe..)
Entah kenapa setiap ia berhenti selalu membuat sebuah jejak yang gila dan kini aku tinggal dan membantu Tommi namun aku juga tak mengerti kenapa dan bagaimana Tommi kenal dengan Erin .
.ketika aku menyadari selalu ia membuatku merasa aman dan tenang walaupun aku merasa murung kurasa tak berkahir sampai disini kehidupan yang harus kujalani dengan tanpa jalan yang ku lalui bersamanya.
" Tommi bagaimana kamu bisa kenal dengan dia apa kamu bisa bercerita sedikit kepadaku"( sambil meminum kopi)
" dia ya...Hem...kurasa tak akan masalah aku bercerita tentangnya ..lagi pula dia Bodoh...pasti tak Masalah"( mulai bercerita)
dan kisah ini bermula ketika 7 bulan yang lalu saat aku tak bisa berbuat apapun hanya bisa melakukan kebiasaan ku dan memang hanya itu yang mampu untuk aku lakukan hanya untuk makan dan membiayai kebutuhan keluargaku semua berawal dari tempat di pinggir danau sebelah sana kami bertemu saat memancing.
" pagi " ujarnya sambil tersenyum bodoh
" hem.pagi sudah lama kamu mancing disini ...dapat berapa nih .."?( tanyaku)
" hahaha aku baru saja mulai jadi belum ada ikan yang menyambar umpanku..heheh ..lagi pula memancing itu membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi heheh" ( jawabnya)
" starigh..huhui kau tahu ..inilah yang dinamakan memancing ...kamu tahu memancing itu adalah saat dapatkan ikan.. straight...wahhh"
" apa yang kamu katakan aku pun juga memancing ..hemm..nah Teressa apa kamu sudah lapar ,,,kembalilah ke hotel duluan dan makan dulu setelah itu bisakah kamu bawakan minumanku ...aku harus tetap fokus...karena memancing itu harus meningkatkan kesabaran tingkat tinggi "
" baik "( jawab Teressa)
"straight....lagi hahaha kurasa kamu itu tak punya bakat memancing . hahah..( sombongku)
" Hem...hem...kita belum tahu saat belum berusaha maksimal hehehehe"( dengan senyum gilanya)
saat itulah pertama kalinya aku bertemu dengannya aku pun sudah mendapatkan banyak ikan dan dia satupun tak mendapatkan hasil aku masih ingat ia lakukan hanya sangat sering ia melempar galah nya dan hari kedua aku mulai datang untuk memancing lagi ini masih terlihat ia sudah berada di sana.
" pagi" hehehe ( dengan senyum bodohnya)
" lagi lagi kamu bagaimana memancing kemarin ....hoi hoi straight ..hahahah ternyata sangat menyenangkan jika dapatkan ikan saat memancing..straight ,straigh dan straigh....nah kamu lihat aku mengalahkan mu ...kamu tahu ..dirimu itu tak berbakat sama sekali..."( sombongku)
" hehe...Hem....kurasa aku perlu lebih bersabar lagi "( masih tersenyum bodoh)
"anak ini gila ( batinku)..Huh...mungkin kamu butuh bantuan atau aku bisa membantumu"( ujar ku)
"benarkah ..wah sungguh beruntungnya ,namun kurasa aku kurang sabar " YOOOS " akan aku tingkatkan kesabaran ku "( dengan semangat gilanya)
" ...apa yang dia lakukan ,dia sering sekali melempar galah nya ( batinku)...Hei...bisa kita bicara sebentar..apa aku boleh bertanya sesuatu"( sesaat melihat umpan yang ia lempar)
" bicaralah...heheh . haaaah tentu saja"( senyum gilanya)
" umpan yang kamu pakai itu....apa itu uang.."( bingungku)
" hahaha ...HUUH tentu saja semua bisa didapatkan dengan uang..hehe"( sambil meminum minumannya)
" hahaha ..DASAR GOBLOOOOK..apa kamu gila itu hal paling idiot yang pernah aku dengar...kamu pikir...ikan itu ...DASAR GILA"( nada tak percaya ku)
" ah .. sebentar lagi aku kan dapatkan ...hehhe..seburuk apapun yang akan ku lakukan aku pasti akan mendapatkannya...hehe.."( senyum gilanya )
" e...Erin semua pada kumpul hanya menunggu dirimu ( suara grey dari jauh)
" ah ...baiklah ..nah aku tinggal dulu Da.h..h.."( melambaikan tangannya)
ia pun pergi dan membawa galah nya meninggalkan aku sendirian di sana..kini hari saat itu sudah mulai sore di hariku aku pergi ketempat pedagang ikan untuk menjual tangkapan ku yang saat itu terlihat begitu penuh banyak ikan yang tertata di bangku pedagang...
" om ini hasil tangkapan ku .."( ujar ku)
"..ouh ini aku hanya berani bayar 50 ribu saja.."( jawabnya)
" loh om ini ikanku lebih besar dari kemarin dan juga lebih banyak kenapa harganya sama."..( protes ku)
" heh ...Tommi jika kamu tak terima jualah ke tempat yang lain ..lagi pula lihatlah bangku mejaku penuh dengan ikan . dan harusnya kamu tahu jarang sekali mengkonsumsi ikan air tawar...kamu tahu ikan ini tak laku kau mengerti ...lagipula harusnya kamu berterima kasih padaku. ...Huh jika aku tak kasian melihat keluargamu aku tak akan membeli ikan darimu....harusnya kamu mengerti..".Dasar bocah" ( nada marahnya)
" straight , straight, straight..." tepat di belakangku dia berdiri dan " PAGI" itu adalah kata pertama menyapa kami
"om apa aku bisa mendapatkan uangku"( ujar ku)
" sebentar...diam disitu ...mau nyari apa mas .."( tanya om penjual)
" berapa ikan yang bisa aku dapatkan dengan umpan ini .."( dengan senyum gilanya)..
" berapa jenis ikan yang kamu mau"( dengan nada rayuannya)
" ikan tawar"( ujarnya dengan senyum bodohnya)
"kurasa perlu umpan lagi ...heheh"
" Hem...jadi 200 ribu kah...baiklah...ini .."heY PAGI" lama tak jumpa "
" HEEEEH apa kamu menghinaku ...sialan ...ouh aku mengerti kamu kalah mancing denganku sekarang kamu menghinaku dan mempermalukan ku...dasar...bangkai ...loe...SIALAN"( nada kerasku)
" eeh....apa yang kamu katakan ...atah atah ...apa yang kamu lakukan ..."( nada merendah)
" Heh Tommi bisakah kamu lebih sopan ...sedikit...Tommi lepaskan kataku ...Tommi harus kamu tahu dia adalah pelanggan ku dari kemarin dan dia itu sering membeli ikan ..darimu..jika tidak ikan mu itu tak akan laku...kamu tahu..."( melerai)
__ADS_1
" atah atah...apa yang paman katakan ..aku hanya ingin makan ikan segar maaf jika mengganggumu..hehe" ( masih terlihat senyum bodohnya)
"AAAH..DASAR ..kalian sama saja"( nada kerasku dengan mengambil uang dari om penjual ikan)
dan aku hampir saja memukulnya namun aku merasa aku di awasi oleh Grey...kemudian aku pergi untuk membeli susu dan kebutuhan keluarga ku dengan uang segitu..hari mulai larut aku pun berjalan pulang dan saat aku melewati soreku tanpa tersadar olehku dia " Erin dan Teressa" sedang membuat api unggun berada tepat di depan perjalananku untuk pulang ...saat itu aku tetap fokus berjalan pulang tak memperdulikannya sama sekali namun " PAGI" ujarnya ...langkah kakiku berhenti ketika melihat mereka tersenyum padaku...
" Apa...lihat apa...apa yang kamu mau dariku...apa kamu sudah puas menghinaku di tempat umum Halah..DASAR ..sialan..."
" aku Erin. dan dia Teressa ,nah bisakah kamu membantuku ...aku butuh bantuan menghabiskan nya....Hem..hehehh.."( senyum gilanya)
" HAAAH...maaf aku tak mendengar mu.....huh apa yang kamu katakan aku tak bisa .."( terus melangkah)
" Hem..kurasa aku perlu bersabar lagi ..YOOOSS aku akan tingkatkan kesabaran ku....kamu yang bilang akan membantuku. bukankah begitu Tommi..."( senyum iblis nya)
..akhirnya aku mulai duduk dan bersamanya ...saat itu aku merasa dia bintang paling terang dan aku masih ingat saat makan malam Bakaran ikan tangkapan ku
" walaupun aku tak membuat masalah selalu aku dalam masalah , aku hanya ingin hidup damai,..apa kamu tak apa?( tanya Erin sambil tersenyum bodoh)
" apa yang kamu katakan"( jawabku dengan nada bingungku)
"lihatlah di langit terasa damai dan indah ,,aku ingin menjadi bintang di langit dan menemani semua orang yang sedang bersedih...dan bisakah kamu jadi bintang yang akan menemaniku saat bersedih..( sambil memandang ke langit)
"....." aku tak tahu apa yang kamu pikirkan ( batinku)
"dia selalu tersenyum...entah seburuk apa yang aku lakukan dia selalu tersenyum manja..untukku...jika kamu tak menginginkannya maka pergilah sejauh mungkin dan jangan sia dia kan hidupmu..."BERJANJILAH" "( tersenyum)
"tentu saja" ujar ku...setelah itu aku mulai bertemu kalian ...dan waktu berubah begitu sangat cepat tak terasa saat itu hari berganti dengan cepat ...Ketika di sana aku mencoba menemuinya di pinggir kolam kota lama ini dan kulihat ia tersenyum lagi.
" pagi " ujarnya sambil tersenyum bodoh
" apa yang kamu katakan bikin malu saja..kamu tahu ini itu malam ...jika orang lain mendengar mu pasti mereka menganggap kamu itu gila ,bodoh atau idiot.."
" sebelum kamu menyimpulkannya kenapa kamu tak bertanya dulu Tommi...bagiku hari hari semua terasa pagi dan tak pernah malam ...itu karena aku belum melihat bintang yang akan menemaniku ketika malam tiba...dan Tommi ..kamu tahu.." walaupun hari mulai larut namun semangat tak perlu surut, maka buatlah semangat harimu secerah pagi hari heheheh"( senyum gila)
" DASAR"..kau selalu berbeda( batinku)...
" nah Tommi apa kamu sudah bertemu Lidia..buatlah cafe di sebelah sana pasti akan menguntungkan itu kata dia..."
"Hem dia wanita mu itukah...dia cantik..namun aku tak mengerti apa yang di pikiranmu.....Huuh apa kamu serius untuk makan pun aku kesusahan bagaimana aku bisa membuat cafe..jadi itu sangat mustahil bagiku..."
" Hem...kita belum tahu saat belum berusaha ,teruslah fokus dan bersabar ,kurasa kamu perlu bersabar lagi..AAH...ini hub no ini dan bawalah uang ini untuk membuat peralatan nya kamu bisa temui dia untukku ..dan dia akan membantumu...dan bawalah ini..sekalian...apa...apa umpanku masih belum ada yang menyambarnya kurasa aku membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi...jadi apa apa yang ingin kamu katakan Tommi... heheh..." YOOOS aku akan tingkatkan kesabaran ku ....hehehe. nah Tommi aku pergi dulu Teressa menunggu...Daah.".( Erin sambil berjalan tak menoleh namun dia mengacungkan jempolnya)..
setelah itu kalian pergi dan tak ada kabar lagi aku mulai mencari kalian namun baru sampai sekarang aku bertemu denganmu dan berharap bertemu dengannya lagi..setelah itu cafe ini selalu ramai dan terasa aku bisa merubah nasib keluarga menjadi lebih jelas"(ujar nya)
dan itu adalah cerita dari Tommi entah kenapa dia ada dimana mana aku mulai membantu cafe Tommi dan berusaha menerima kenyataan bahwa Erin tak akan pergi jauh dari kami itu yang aku selalu ku percayai darinya..kini aku pun mencari kost terdekat dari sini hari mulai sore ..dan akhirnya aku dapatkan sebuah tempat tinggal dan selalu terbayang ia selalu tertawa dan tersenyum walaupun saat itu ia meneteskan air mata ...tak terasa lelahku ...memaksaku berhenti bercerita untuk hari ini...tak terasa hari berganti begitu sangat cepat...dan aku mulai datang ke cafe Tommi
" pagi ,,halo semua"( ujar ku dengan senyum manis ku)
"pagi..ke marilah ..ini kita kedatangan kawan baru dia bernama Lidia dan dia akan membantu kita disini...nah Lidia ini Dimas ,putri dan Edo.."( kata Tommi)
" hei ...Lidia apa kamu sudah punya cowok...heheh"( ujar Edo)
"kenapa kamu bertanya seperti itu..apa kamu bisa membiayai seluruh hidupku..katakanlah"( ujar ku dengan dana tinggi)
" untuk saat ini aku belum..bisa ..maaf.."( jawab Edo)
" Haiz dasar anak muda...kenapa kalian tegang , aku hanya bercanda ,, percayalah aku belum punya kekasih jadi jika kalian mau mengajakku kencan ..tak masalah asalkan kalian yang bayar...ya heheh"( dengan senyum manis ku)
ketika itu suasana menjadi pecah ..tawa dan ceria terpampang di wajah kami dan sesaat aku melupakanmu...
" nah Tommi kita buka jam berapa dan jam berapa sekarang...kurasa kita perlu briefing sebentar ya"( ujar ku )
" kita buka biasanya jam 10 masih banyak waktu dan sekarang baru jam 09 aku sengaja membuat mereka semua kumpul disini.." (ulasan Tommi)
"PAGI" ujarnya ia datang dan hanya melewati kami dan duduk di meja ...tanpa ada kata kata lagi...darinya
" Heey Tommi bukankan kita belum buka kan ..kurasa kau perlu memberitahukan nya kita belum buka"( tegas ku)
" eeEh Lidia kamu mau kemana ..tunggu...Lidia.."( kata Tommi)
" maaf permisi..maaf sepertinya kami belum buka "( kata dariku)
" iya ...ada perlu apa kamu denganku ...Hem...begitu kah aku tahu apa kamu punya masalah yang lain.."( jawab angkuhnya sambil membaca majalah)
" secara teknis kami hanya ingin memberitahumu kami belum mempersiapkan apapun ..."
"ouuh...hanya itu tak masalah aku pun belum ingin pesan..."( jawab angkuhnya)
Dan di hari pertama ku membantu cafe Tommi saat aku mulai beraktivitas di sana terlihat wanita yang cukup dengan kemewahannya datang dan sedikit angkuh datang dan terasa lagi aku pernah bertemu dengannya dia seperti seseorang yang aku kenal...hari mulai larut dan aku masih melihat dia di sana ia masih membaca majalah dan memakan makanannya dan begitu sering ia bermain hp dan laptop juga menelfon sering sekali mengobrol tanpa henti...hingga waktu telah di habiskan ya hanya berbicara di telefon saja darinya ...namun Tommi mengatakan sesuatu kebenaran...cafe ini tak pernah sepi dan semakin malam semakin ramai...kini ku merasa kelelahan. dan kecapean..hingga terlelap sudah ...kini hari kedua ku saat membantu Tommi di cafe
" pagi wah wah kalian semangat sekali" ( ledekku)
aku yang kini datang terlambat dan terlihat banyak lagi pelanggan dan terlihat wanita angkuh itu sudah ada di sana iya itu tempat yang kemarin ia duduki...
"lihat Lidia ..cafe ini menjadi tambah ramai ..namun akan semakin ramai jika ada Erin disini.edo kuharap yang kamu katakan kemarin tidak sepenuhnya..jangan ganggu Lidia kamu mengerti...."( kata Tommi)
"put putri...ini punyaku habis berapa ..( dengan membuka isi dompetnya)
" an...a...maaf..kak.."( bingungnya putri)
" ouh ini semua jadi 50 ribu..kak.."( jawabku)
" ouh ini.....ambilah kembaliannya...ouh iya lama tak jumpa..Lidia ada sesuatu yang harus diselesaikan ..aku pergi dulu dAah.."..( sambil memberikan uang 100 ribu dan ia langsung pergi)
"HEEEE" sudah kuduga aku pernah bertemu dengannya ( batinku)
sudah aku duga aku pernah bertemu dengannya namun tak tersadarkanku siapa dia dan kapan serta dimana .namun aku merasa dia seperti yah kamu benar dia " Erin " kini akhirnya semua terasa dia ada dimana mana hari mulai larut namun hp ku berdering " Tut Tut Tut " itu adalah telepon dari Grey ..
" hallo ada apa Grey ...saat ini aku bersama Tommi ..hahaha iya kamu benar dia anak ikan itu ...Hem...tentu saja datanglah kemari..baik besok nya aku tunggu ..Dah"( itu menutup telepon)
" Lidia siapa ..yang menelfon mu apa itu Erin..."( ujar Tommi)
" bukan itu telfon dari Grey."( jawabku)...nah Tommi bisakah aku beristirahat kurasa aku akan pulang cepat...dAh..
aku kembali dan beristirahat ...aku tak mengerti pasti Grey menelfon ku dan dia berkata butuh bantuan ku namun aku selalu tak mengerti dari apa yang wanita kaya itu katakan....
" mulai sekarang kamu tak perlu kesusahan lagi dan Teressa mulai menari dan bernyanyi itu artinya tugasmu sudah selesai"...hanya mimpi itu yang selalu berputar putar di kepalaku terasa kembali lagi seperti biasa aku masih tak terima ini terjadi dan aku merasa semua tak berguna ...namun aku tak mampu meninggalkan semua ...yang selama ini aku percaya tentangnya...
ketika aku sibuk di pagi hariku mempersiapkan diri sesuatu terjadi di tempat lain..
KEDIAMAN JENNY PUKUL 06:30
" PAGI " Jenn .."
" pagi ...dia siapa Erin "..
" dia ...Teressa Nah Jenn bermainlah bersamanya aku akan pergi"
" Teressa ...pagi Teressa."
"jangan pernah menganggu kami sampah ,aku akan memberitahumu tempat seharusnya dimana ...sampah itu."( kata Teressa)
" ### Erin ...Erin...kamu mau kemana jangan tinggalkan aku ...Erin...tunggu Erin ..erinn.......n
( dalam mimpinya)
"Jenn jenny..jenny tenang jenny..." ( ibu Maria menyadarkan jenny)...
" Bunda ". ( jawabnya)
" terimakasih tuhan akhirnya kamu sadar " ( kata beliau)
jenny tersadar dari kemarin dan mulai mengingat Erin dan Teressa ketika itu bundanya memeluknya dengan erat
" bunda ...bunda aku dimana ..ini aku..."( ujar jenny)
" yah...jenny kamu berada di rumah sayang syukurlah kamu sadar "
" bunda Erin dalam bahaya...dia ....dia bukan manusia..kumohon lindungi Erin"
"jenny jenny .. .bik tolong ambilkan obat untuk jenny. .bik..cepat..( nada khawatirnya)
KEDIAMAN MIYA PUKUL 07:00
" Miya ..miya bangun ada tamu...haduuh miya "tuk tuk " miya ada tamu dia grey.....( ujar mamanya)
" dari siapa ma..tunggu sebentar"..( nada malasnya)
" maaf nak Grey dia kemarin kerja lembur jadi belum siap ..mari masuk ...sarapan disini dulu ..ya ...mau minum apa.." ( dengan senyum ramahnya)
__ADS_1
"pagi sekali tumben kamu datang kesini..ada perlu apa Grey"( dengan wajah kucel nya)
" aku tahu dimana Lidia berada nanti kita temui dia.ouh iya bagaimana kabar jenny "( cemas Grey)
" ouh dia syok mendengar nama Teressa setelah ini aku akan menjenguknya aku semakin penasaran siapa Teressa ,Erin dan sesuatu yang menimpa jenny serta dia Hanna terakhir kali aku melihatnya di rumah kosong itu aku yakin itu Hanna.."( nada penasaran)
"nah miya bisakah kamu ceritakan semasa SMA kalian ..."( ujar grey)
..Hem...aku coba ingat ingat itu sangat lama ...kita mulai dari pertama kalinya aku pindah ke sekolahan itu ..yah 7 tahun lamanya sudah cukup lampau..saat itu aku masuk dan bergabung di kelas jenny dan teman pertamaku jenny dia anak paling baik dan pendiam ia selalu menuruti kemauan Irene dan dia selalu tertawa ketika Irene tertawa karena saat itu Irene menjadi idola sekolahan karena kecantikannya membuat orang terpanah..
" pagi perkenalkan namaku miya wahyu Aini cita cita ingin menjadi dokter "( itu adalah perkenalanku)
aku mencari tempat duduk yang kosong aku pun melihat hanya tempat bangku pojok samping Erin yang kosong saat aku mulai mendekatinya aku melihat jenny melambaikan tangannya aku yang saat itu tersenyum karenanya ..dan di sebelah depan jenny Hanna bangun dari tempat tidurnya ia pindah dan duduk di samping Erin ,Hanna adalah anak yang garang dan tomboy dan kasar namun ia tak pernah merepotkan orang lain dan tanpa kata kata Hanna melewati ku..
"Kring kring " waktunya istirahat
" Hem ..ehem...aku belum menyelesaikan PR ku ..jenny apa kamu mau membantuku..soalnya aku harus pergi dengan yohans "( nada kasar Irene )
"..."
" e.hello ..jenny apa kamu bisa mengajariku"( tanyaku)
".....tentu ..kita kan teman..( dengan tersenyum manis)
satu hariku sangat menyenangkan walaupun aku berfikir jenny hanya di manfaatkan Irene namun aku melihat wajah polosnya tersenyum dan itu membuatku melupakan nya ..kami pun akrab jenny adalah anak paling pandai di kelas...dan aku selalu tertolong karenanya sudah 6 bulan aku bersekolah di sana namun saat ibuku mengandung Risa aku pun membuat surat izin karena harus membatu saat di Rumah sakit dan jenny selalu menolongku mengerjakan PR dan tugas dari guru kami...dan aku sering absen dan jenny selalu tersenyum manja untukku...saat itulah aku menemukan arti sebuah teman sejati ..ketika saat jadwal piket kebersihan di kelas saat itu juga aku selalu melihat Irene tak mau terlibat sedikitpun dan kucoba berbicara dengannya.
" Irene ..Irene . tunggu tunggu ..kamu lupa ."
" iya gimana miya "
"kamu lupa ini piket loe dan sekarang giliran mu Minggu kemarin sudah aku jangan curang"( sebel ku)
" ouh astaga demi keong ajaib gua lupa heheh sorry bercanda..thanks ya udah ingetin aku tapi memang gua lupa ...jenny jenny"
" awas awas lewat kalau mau curhat jangan di depan pintu oke"( ujar Hanna)
"sorry hann ..sorry.( jawab Irene)
"inget jangan. lupa sapu yang bersih okay"( tegas ku)
" aku segera laksanakan booz"
aku pergi langsung pulang aku tak mengira jenny menjadi korban dari perbuatan ku ..ia mengantikan peran Irene membersihkan kelas dan aku baru tahu setelahnya dan aku mulai izin lagi karena nenekku meninggal dunia dan beberapa hari berikutnya saat melihat perubahan jenny dan dia ja...di...!!!.." Tut Tut Tut " eh sebentar Grey ini telfon kita lanjut ceritanya lain kali.dan ternyata itu telepon dari ibu Maria entah pagi pagi sekali ia menelfon
" hallo iya ibu Maria ...ouh iya bagaimana perkembangan jenny ..apa jenny baik baik saja.."
" saya sangat bersyukur jenny kembali mengingat semua namun ia berpesan kepadaku untuk melindungi Erin " karena dia dalam bahaya dia bilang dia bukan manusia..aku tak mengerti...Miya hanya itu informasi dariku"
dan ibu Maria menutup telfonnya kini terasa ia termenung sendiri dan sesaat ia berkata dengan tegas
" Erin dalam bahaya ..kurasa kita harus cepat sebelum semua terlambat...Grey antar kan aku ketempat Lidia kita harus cepat aku takut Erin terjadi sesuatu..padanya.."( tegas miya)
__________________________________
kini kisahnya berlanjut saat aku masih menunggu grey disini namun ia membawa miya bersamanya namun wajah miya terlihat fokus saat mengendarai mobilnya dan bertemu Tommi
" hoi sebelah sini bisakah kalian membantuku lama tak jumpa Grey aku dengar dari Lidia kalian akan kemari...dan dia . siapa.. "( ujar Tommi sambil berjalan)
" dia miya ..wah.apa ini milikmu ..dan dimana Lidia aku butuh bantuan nya
( kata Grey)
" hahaha bukan ...ini bukan milikku kami menyewa tempat ini..nah ayo masuk.." ( sambil membuka pintu)
" pagi " lama tak jumpa Lidia "( sapa miya)
" Miya apa yang kamu lakukan disini ...apa dia bersamamu Grey ..ouh iya akan lebih seru saat mengobrol sambil bersantai disini"( jawabku)
" bagaimana keadaanmu Lidia "( tanya Grey)
" puh kemarin aku sedikit syok saat Erin mengatakan itu dan saat ini aku juga tak mengetahui pasti dia ada dimana ..jika kamu bertanya dia dimana aku tak tahu miya.."( jawabku)
" saat ini Erin dalam bahaya"( kata tegas miya)
dan itu membuat semua orang disini terbengong dan berhenti ...suasana menjadi sangat hening dan menakutkan ...dan terlihat semua hanya diam tak mengatakan sesuatu.
"Lidia bisa kamu membantuku..sebelum aku cerita banyak aku ingin kamu ceritakan padaku siapa Teressa..hanya itu yang bisa membantu kita. kumohon Lidia semua berkaitan satu sama lain ..jadi biarkan semua menjadi lengkap.."( memasang mata kucing)
ouh Teressa ya..aku bingung harus mulai darimana sebenarnya aku juga tak mengerti juga tak memahaminya yang aku tahu dia suka menari Dance dan bernyanyi ia sangat menyukainya bahkan sampai ia terlupa untuk istirahat dan lupa makan hanya berlatih dance dan bernyanyi saat itu Teressa sakit dan Erin memanggilku untuk merawatnya dulu aku tak menyukai nya hingga sampai sekarang..dan aku tak pernah menginginkan nya namun Erin selalu tersenyum padaku entah kenapa aku menerima tawarannya Erin membayar ku dan mencukupi semua kebutuhanku namun sebenarnya aku tak membutuhkan lebih dari itu ..aku hanya ingin selalu bersamanya...itu saja
" erin kamu mau kemana ..jangan tinggalkan aku ..aku tak apa kok ...aku sehat"( kata Teressa)
" beristirahat lah Lidia akan menemanimu
"erin aku tak mau.."( rengek nya)
saat itu Teressa memohon dan memeluk erat Erin aku menyaksikannya dia menangis begitu jelasnya dan memohon padanya ...Erin mengusap kepalanya dan memeluknya
" nah adinda bersikaplah baik dan sopan jangan nakal panda pergi sebentar dan .. satu lagi Teressa anggaplah dia " Manda" ingat jangan biarkan dia terluka dan kecewa lagi Lidia aku serahkan dia padamu ..ada lagi panggil aku" panda" bisakan....( dengan senyum bodohnya)
" Erin aku tak mau ...kumohon jangan pergi bawa aku "( rengek tangis Teressa)
Erin Pun pergi entah kemana dan aku ada di kamar hotel kamar Teressa namun ia tak menerima ku..
"pergi ...pergi...kataku aku tak membutuhkanmu pergi "( tangisnya)
" ouh aku tahu kamu tak membutuhkanku ..kalo boleh jujur aku juga tak membutuhkanmu dan aku tak pernah menyukai gadis cengeng dan rewel seperti mu..namun aku tak bisa apapun terhadap mu ..kamu tahu yang ku butuhkan selalu bersamanya bukan terjebak bersamamu ... selalu dan selalu melihat senyumnya dan canda konyolnya ketika itu sangat menyenangkan dan aku menyukainya dan aku jatuh hati padanya namun hatinya sudah ada seseorang yang lebih istimewa dariku...namun aku tak tahu apa yang harus ku lakukan ..terlihat aku selalu tersenyum saat di dekatnya dan hal yang sangat aku sukai ...hingga aku tak mau terlepas darinya entah apapun yang terjadi aku hanya ingin bersamanya karena aku ingin menjadi bintang untuknya dan menemaninya saat ia sedang bersedih ..entah itu yang aku pikirkan dari dulu"( ujar ku dalam cerita) aku menceritakan asal mula aku bertemu dan mengenalnya tak terasa Teressa tertidur lelap dengan memeluk sebuah buku daery aku mulai memeluknya dan mengusap kepalanya terlihat Teressa menangis dan membanjiri kedua pipi manis nya...dan hari keduaku aku mulai masuk ke kamarnya dan terlihat Erin menemaninya dan bercanda tawa..kami pun berbalik bersama hingga cukup lama namun suasana mulai berubah saat Erin mendapatkan sebuah telefon entah dari siapa aku tak mengetahui pasti." Tut Tut Tut "
" hallo ..Ah..baiklah...Hem..begitulah...hehehe".
..
.
" nah ADinda "...Panda " pergi dulu mungkin ini akan lama..jadi kamu bermain bersama Manda dulu..ingat jangan bikin Manda kecewa dan menangis lagi...hehe...gadis kecilku tak perlu nakal kan..." nah Manda bisakah nanti buatkan jadwal makan adinda ..aku akan pergi..( ujarnya sambil melangkah keluar kamar)
Erin pun pergi dan berpesan untuk ini saja namun sikap dingin Teressa masih tak berubah... terhadapku..
" Teressa hari ini kita main apa.."( tanyaku)
"......diamlah...BRISIK...."
" ...dia masih tak menerimaku..( batinku)...Hem Hem..baiklah aku punya sebuah cerita apa kamu mau mendengarnya"( rayuku)
"BRISIIIK..." ( sambil mendorong isi meja)
diam dan hanya diam aku meratapinya dan terlihat Teressa membaca buku daery yang selalu ia bawa aku pun hanya diam saja seperti seorang scurity yang hanya diam tanpa ada interaksi apapun..pukul 11: 04 wib dan kembali teringat jadwal makannya dan aku pergi ke bawah
" Teressa aku pergi sebentar"
"...
namun ia tak mengatakan sesuatu dan aku mulai pergi menyiapkan makan untuknya namun saat aku kembali dan masuk kedalam kamarnya Teressa menghilang aku mulai memanggil dan mencarinya saat itu kulihat sesuatu sepucuk note berada di kasurnya yang saat itu terlampiaskan " aku ada di atas"
saat aku mulai ke atas dan membawa makan untuknya terlihat Teressa menari Dance dan bernyanyi dan masih menggunakan baju tidurnya aku pun menonton dia sampai selesai namun ia tak kunjung selesai
" Teressa ini makan siang mu cepat buruan nanti dingin"( ujar ku)
" pagi"...ouh terimakasih Lidia bisakah kamu ambilkan aku minum...aku haus.."( sambil menari)
aku pun turun mengambil minumannya aku selalu bertanya tanya terhadapnya sebenarnya apa yang terjadi sikapnya berubah dia bukan Teressa yang kemarin kini ia terlihat seperti orang lain dan dia selalu terlihat tersenyum dan mengusap keringatnya sambil mengunyah makanan yang berada di mulutnya dan terlihat lagi ia memainkan pinggul dan menggelengkan kepalanya ...dia makan sambil menari .." apa yang anak ini pikirkan aku tak mengerti "( batinku)..dan terlihat lagi ia menari lagi aku hanya memandanginya dan terheran karenanya tak terasa ia kelelahan dan berbaring ia melentangkan tangannya dan tertidur begitu saja ..dalam hatiku merasa dia bukan orang yang kemarin .dan " tut Tut Tut " Erin pun menelfon dan menanyakan jadwal makan siangnya dan sesaat aku bertanya kepadanya
" Erin sebenarnya apa yang terjadi padanya ...aku tak mengerti .." ( tanyaku)
namun Erin menjawab" Hem..dia baik baik saja ouh iya nanti temani dia tidur dan ceritakan sebuah dongeng dia akan tertidur"..telfon pun terputus
dia menutup telfonnya dan aku menunggu nya terbangun saat hari mulai sore ia tak terasa akan bangun dan aku menggendongnya kembali ke kamarnya dan Erin benar ketika malam tiba ia pun tertidur saat ku bacakan dongeng satu hal yang aku ketahui Teressa tidak bisa makan sendiri dan dia selalu menari dan bernyanyi hingga ia lupa kesehatannya.karena kelelahan berlatih suatu ketika aku datang telat ke kamarnya ia sudah berada di kamar mandi dan terdengar suara rintihan dan gemericik air ...semua dalam ruangan kamar berantakan aku tak mengerti pasti apa yang sebenarnya terjadi dan firasat ku benar ia sedang di kamar mandi
" Teressa ..Teressa ...apa kamu di sana..." ( ujar ku)
saat aku mulai menuju arah rintihan tangis dan gemercik air ...dan ternyata memang benar Teressa ada di dalam sana
" Lidia ...( adalah kata dengan jeritan)
ia datang memelukku dengan sangat erat dengan wajah ketakutannya saat aku mulai bertanya ..... sebenarnya apa yang sedang terjadi..ia tak merespon apapun .. ..sesaat ia mengatakan isi hatinya
" kumohon jangan tinggalkan aku sendiri aku takut sangat ...sangat sangat takut..."( dengan nada rintihan tangisannya)
aku memeluk dan mengusap kepalanya dan itu yang aku ketahui tentangnya aku hanya menemaninya saat makan dan tertidur ..itu saja ..dan saat ia berlatih dance ...itu yang ku tahu..( dalam ceritaku)
__ADS_1
"Lidia kamu yakin ...hanya ini kurasa masih belum lengkap ada yang ganjil dan ada yang di sembunyi kan Erin, Teressa ,Hanna dan sesuatu yang menimpa jenny...dia itu sahabat teman sekaligus pasienku..dia adalah teman pertama ku dulu saat sekolah SMA namun semua berubah saat Erin bangun dari tempat tidurnya ia merubah dunianya dan masih banyak misteri yang terjadi saat itu entah bagaimana Erin mendapat nilai sempurna dan mengambil beasiswa yang kami inginkan namun hari pengumuman telah tiba Erin tak menampakan wujudnya ia menghilang dan tak ada kabar tentang nya setelah itu aku melanjutkan kuliahku menjadi dokter spikolog namun aku mendapat banyak pasien dan aku mulai ragu saat pasienku terakhir ku ....dia Jennifer teman satu kelasku ...aku tak percaya dan ku coba mendatangi rumahnya dan firasat ku benar dia " Jennifer" ( tangisan haru )..dia itu gadis pendiam ..gadis lugu dan polos dia juga sangat pandai di sekolahan namun aku tak menyangka ini semua terjadi padanya ia saat ini sakit jiwa...dari saat lulus sampai sekarang aku berusaha semaksimal mungkin untuk membuat dia kembali seperti semula namun ini sangat menyusahkan sudah 8' bulan aku menjadi dokternya namun ia tak memberikan Titik terang saat itu aku mulai bingung dan stress teramat ..dan keputusan ku untuk berlibur ..dan saat itu tak sengaja bertemu dengan dia Erin dan Teressa dan kalian aku mulai kembali ke rumah namun kata ibunya jenny selalu memanggil nama Erin di setiap waktu bahkan setiap laki laki di panggil Erin sesaat sebelum berlibur jenny sempat tersadar siapa dirinya dan aku mulai lega namun setelah aku berlibur jenny kembali seperti semula ....dan itu sangat menyakitkan..teramat sakit yang aku rasa ...aku mulai menyalahkan Erin ..dia lah penyebabnya karena aku tak tahu harus bagaimana lagi....saat berlibur aku tak pernah tersadar siapa dia Erin ...aku baru mengetahui saat terakhir di kolam saat kita semua kumpul saat itu buku Teressa terbuka di tiup angin dan aku mulai membacanya tersimpulkan nama " Jennifer " dan sebuah foto mereka bertiga...saat bersama....saat itu baru aku tersadar nama Erin dia teman sekelas ku yang hanya tertidur saat di sekolahan ..aku selalu mencari Erin sampai saat ini aku belum bertemu dengannya lagi walaupun aku dan Grey membawakan hadiah untuknya dan itu hanya sebuah buku ..dan pak Dani memberikan kami alamat Erin berada namun..ia tak bisa di hubungi dan tak menampakkan dirinya ..dan sesaat aku hanya melihat Hanna ..