
tanggal 31 Oktober di sebuah rumah sakit swasta di Semarang di ruangan itu MENJADI sebuah keajaiban akan kuasanya yang nyata ucapnya dari dokter setempat mengemukakan bahwa biasanya
"dokter... dokter.. bagaimana keadaan anak saya"( ucap ibu nya)
"yang sabar ya ...paru parunya sedikit melemah ..dia terlalu banyak menghirup asap "( kata bijak dokter)
"....MUSES ....kumohon bertahanlah"( nada khawatir darinya)
.....
hingga waktu itu membuatnya kembali kepadanya dia berdoa selalu dan merayu akan kuasanya
DISINI SISI LAIN MUSES DALAM RUANG ITU CERITA ALAM BAWAH SADAR DARINYA
",,,,.." EWA .... tunggu..." ( ujar muses)
".......
Kini segalanya tertuju pada kubah yang sangat keras sekeras hatimu namun langit langit itu seakan mulai tumpah air nan hudus hingga gelap dalam cahaya semua yang tinggal disana manusia dan juga mereka kaum frog hidup berdampingan ketika itu semua seakan kacau mereka melayang layang mengelilingi kubah yang berlubang dengan air yang tercurah deras masuk kedalam sini namun tetap saja mereka menghindari batuan kapur yang putih seputih salju hingga air nan hijau itu kini seakan mulai terbang dan naik dalam permukaan terlihat MUSES yang mulai kebingungan dengan keadaan ini
".... muses .... gerakkan lah tangan dan kakimu ...ikuti irama dalam tingkahku"( jawab EWA )
" ...apa..."
apa yang sedang ku lakukan
mereka ada di mana mana terbang bagai burung
setiap kali kulihat mereka membawaku malu
berat badanku hilang bersama takutku
lalalalala lihatlah jari ini milikku sayang
lalalalala lihatlah kaki ini miliku kasih
apa yang kamu takutkan dupa malam
jangan takut tangan dan kakimu" kian"
siapkan lalalalala cinta untuk mengadu rasa
di taman bunga padang hamparan putih "no woman no cry"
__ADS_1
saya membela mu dalam kecurangan karena merana
dan kamu di mana sekarang terbang karena sakit
janji yang tercipta dari awan dan bintang
menunggu pelangi yang tersimpan di dalam senyumanmu
warna yang beragam bersama taman bunga
hilangkan kian langkahmu yang halu
hey " kian" katakan cinta dalam kehidupan
betapa berharganya kepuasan dalam dalam
kehidupan yang membabi buta menyisihkan cinta
keajaiban aku menunggu mu
keajaiban aku memujamu
keajaiban aku tersenyum manja
hati nan rasa tanpa ada yang sakit itu sakit
aku tak perlu menyesalinya sayang
dia " Sira " kan membawamu "kian"
dia menguatkan kaki dan tangan serta tekadmu
dia membelamu dalam kejahatan dunia
dia selalu menanti kantong keajaiban darinya
dia membawa titipan dariNYa
terbang dan menarilah dalam dengungan kepuasan
melayang tinggi dalam lautan duka lara
sedikit membuat muses yang ketika sejenak tersenyum dalam nahkoda kapal nuansa yang telah ewa hembuskan dengan adanya dia " Sira" membawa titipan darinya hingga muses pun terpungkur ssejenak melihat sebuah prasasti dari dia" Erta"
__ADS_1
warna biru atau hijau tetap saja membawa senyumnya
pelangi yang tersimpan dalam senyummu menunggu sang hudus
karena lentera itu menyala tanpa ada barang yang terbakar
asap dengan siksanya karena rumah terisi rumah dengan air nan hujan
saat kubuka mata dan pintu rumahku
betapa beratnya ketika jalani aktivitas kehidupan
pancarkan hangat nya mentari kehidupan
senyum asri pohon pohon leluhur kuno dalam dunia
semanja senyum darimu dengan rambut hitam dan serbuk mahkota raja
embun jiwa penghilang dahaga para pencari senyuman kepuasan
"........."( diam muses)
terlihat MUSES hanya melihatnya bersenandung dalam sebuah kata kata terlihat tetap saja dia " ewa " huuuuuhuhuuuuhbuuuuu ,, lalalalala,heeeeeehee, " hememem , huhuhhhuuuu"( dalam senyumannya)
bagai hujan yang sangat lebat butiran itu menutupi cahaya yang keluar dari langit langit keras itu namun ketika nsuasana terlihat berbeda yang saat itu kaum frog dan manusia yang terbang merayap dalam kuasa hingga ruangan itu kini menyatu layu dengan serbuk embun jiwa mahkota raja pelepas dahaga
namun tetap saja dia " ewa" selalu tersenyum di setiap elok indah parasnya kemudian dia muses terhanyut dalam dalam bagaikan ia jatuh yang sebenarnya ia melayang layang terhempas dalam dekapan air yang bersinar entah mengapa muses semakin tinggi dan lebih tinggi lagi hingga jari lentiknya kini mengerakkan pola dan warna hingga dia" ewa " yang seakan ingin menangkapnya begitu juga dengan muses tangan yang seakan tak ingin lepas dari nya namun tuhan tak mungkin salah memihak tanpa sadar muses yang tangan kanannya serasa tak ingin lepas dari dia" ewa" hingga tanpa sadar tangan kiri dari muses itu serasa berjabat dengan tangan lainnya dan menariknya tinggi dan lebih tinggi lagi hingga dia " ewa" tersuguh dari kata tak mampu dan merelakan muses kembali dalam lindungan Tuhan dan tersadar ketika MUSES membalikan pandangannya keatas cahaya yang begitu silau itu memaksakan mata muses tertutup kembali hanya bayang bayang tangan dari ingat nya dan ketika ia membuka matanya kembali kini tersuguhkan sang ibu yang menemaninya dalam ruang yang terlarang dengan tangan lembut sang ibu memegang erat dalam kasih dan cinta seakan kasih dari sang Yesus memberkati ruangan itu dan teringat lagi tentang tangan yang bercahaya lembut dan harum itu perlahan lahan memicu cinta dari nya membawa kasih yang tulus serta suci itu ,"kian " tertuju pada dia sang pemilik hati seutuhnya hingga bayang bayang rupa cantik darinya merayu dua remaja merindu ya siapa lagi kalau bukan dia yang memaksa hati ini tercetak hanya untuk nya dia SITI NURHALIZA
dan akhirnya aku sadar namaku Musa atau muses dengan keadaan yang telah ku terima dari dulu aku tak pernah menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada aku selalu takut dan iri pada kalian yang tercipta tanpa kekurangan ,materi bukan segalanya bagiku dan ketika dulu teringat lagi dia wanita yang sedikit membuatku mengerti dari bendungan iri yang seakan ia adalah wanita yang biasa biasa saja dia juga tidak terlalu memperdulikan keadaanku andai saja dulu aku tercipta dengan keistimewaan pasti dia tak akan menjadi bayang bayang yang setiap saat memberiku tembok yang sangat tebal sebuah batasan yang tak mampu ku lalui karena kasih bisu ,cinta buta ,janji tunanetra ,cita yang lumpuh
kini layu di dalam rasa di hati namun rasa itu yang terlahir membuat hari yang begitu indah sesaat yang ku lalui walaupun dulu dia hanya salah paham dari apa ingin ku katakan padahal aku hanya mengakatan " NAMAKU MUSA SENANG BERTEMU DENGAN MU" namun hadiah yang ku dapatkan adalah tamparan keras serta cacian hingga hinaan , bullying disana dan membuat suasana yang begitu berubah padahal sebelum itu terjadi dia selalu tersenyum manja untukku namun hari hari yang membuatku serasa selalu bersalah yang membuatnya dia pun ikut terkena hinaan dan bullying aku hanya ingin melindunginya dari kata kata itu yang meracuni setiap siswa yang ada di sana namun itu malah membuat nya terpojok dan membuatku terluka hari hari aku selalu terbebani dari cacian dan hinaan yang ia terima aku hanya ingin meringankan apa yang ia pikul di pundaknya hingga aku merasa ingin menjabat tangannya yang ketika itu tersodor hanya untukku tangan yang cukup halus lembut dan imut itu selalu mengikat erat dalam mimpi yang terhiasi ,,,kini terulang lagi semakin aku ingin melakukan nya entah apa yang terjadi seakan aku telah jatuh cinta padanya hingga kecelakaan itu terjadi walaupun bukan luka parah namun itu menghilangkan mentalku berada disana yang setiap saat pulang sekolah mendapatkan bullying dari Angga dan teman temannya hingga kekerasan ku terima ia mendorongku dan aku tertabrak seorang siswi yang sedang melaju dengan kendaraan nya waktu lampau kini telah muncul ke permukaan bagaikan kantong ajaib itu kini bertebaran dalam dunia nyata kisah lampau kenangan lalu harapan rasa hingga ruangan itu sangat terlarang untuk dihuni karana dia " Sira" penghuni ruang rindu yang terlarang waktu membuktikan akan indahnya kenangan yang mengerikan dan memperhatinkan namun begitu indahnya karena serbuk darinya " Erta" embun jiwa penghilangan dahaga senyum kepuasan tanpa sadar kini kisah itu seakan terulang lagi untuk mengingat kan rasa yang telah lampau hingga kedatangan yang ku tunggu hanya ingin melihat wajah cantik serta imut dalam laku jemarinya menghampiri hamparan putihnya seputih salju hingga taman bunga yang beragam karena warna dia datang membawaku menemui dia yang membawa titipan darinNyA ,aku pun bangun dan membuka mata terlihat mama dan kakaku menanti akan hadirku terlihat senyum darinya melayani ku ( senyum Siti,) namun ada yang aneh ketika itu
" muses..... syukurlah ...kamu sadar nak..."( ujar mama)
"...mama..kak....apa ini nyata ..."( bingung ku)
" muses ...kau....."( senangnya)
" kak...Dio....."( sembari pelukannya)
...
" terimakasih tuhan..."( bisik mama dan kak Dio)
__ADS_1
namun ketika semua terlihat bahagia tanpa sadar kini ku ucapkan sesuatu yang membuat mereka kaget dan kebingungan
"....SITI....SIT....SITI...."( tegasku)