Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 90 " tumbuh menjalar tanpa buah"


__ADS_3

membelai mu inginku masih terasa harum di hatiku kini bulan dan bintang menari iringi malam malam sepi yang ku temui seakan hati dan ragaku beda tujuan terpisah sabana rasa sakit


" ku yakin kau tak akan sanggup bertahan karena kamu lebih rapuh dari ku dengan cara apa lagi kamu mengerti haruskah aku memaksa rasa yang aku miliki andai saja kamu mengerti apa yang kurasakan namun aku takut membuatmu sakit hati dan kamu sengaja menggores luka " ( batinku)


...


" apa yang kamu lakukan dikamar ....Siti bisa bantu ibu ..tolong antar pesanan ini ya"( kata ibuku)


" injih Bu .. sebentar"( kataku)


tapi ku perlukan kamu jawaban hatiku


namun dirimu kini tiada menjadi duniaku


ku jaga hati ini tiada yang lain lagi hanya untuk kau


lagu Melayu rindu bintang dengan janji merana


ingatlah saat ku tunggu kau menari lagi dalam hangat nya


aku cuma mau bilang hati ini rindu padamu


hati ini merindu malu merindu sendiri


walaupun ku tahu duniamu bukan milikku


tapi ku perlukan kamu jawaban hatiku


waktu memaksa remaja rindu menanti di ruang yang terlarang untuk dihuni namun cinta dan kasih bukan semata-mata hanya karena pilahnya


pukul 13 : 45 wib kantor kelurahan desa kami yah walaupun aku merasa hanya berhalusinasi namun seakan ini benar adanya dia datang dengan seseorang wanita dengan senyum manjanya menemani di setiap lingkup gerak lakunya hingga itu terdengar olehnya


" heeeeey tunggu .....apa yang kamu lakukan "( ujarnya)


....


..( diam)


aku pun terdiam ketika itu hingga badanku berputar namun kekecewaan yang teramat dalam ketika senyum ini adalah yang terakhir untuknya


" heeeeE...."( bingung ku)


" lama kita tidak berjumpa ...Hem..untunglah kamu tidak apa apa ....kamu masih yang terbaik "( senyum manjanya,)


....


" aaah....tidak juga ....kapan kamu kembali"( tegasku,)


...".....Erin siapa dia....."( suara dari sampingnya)


...


aku melihat dengan seksama mereka terlihat serasi dan sangat pantas dari kata sebuah pasangan kekasih wajah cantik dan beberapa busana serta hiasan mahal menyelimuti di setiap elok indahmya


".....dia ....kuria...."( senyum tipis nya)


"....apa kamu masih tak mengerti Erin....cepat kita kembali"( sambil menjewer telinganya"


" aah !.....maaf lain kali kita bicara lagi....Hem.... senang bertemu dengan mu lagi Siti ..."( sambil melambaikan tangan)


dia datang dengan pesonanya mengikat dan menjalar kuat menyiksa batinku seakan dia racun yang aku tunggu akan kedatangan nya entah mengapa hati ini sangat sakit serasa teriris iris dan perih namun dia tetap saja tersenyum manja untukku itu. yang membuatku semakin tak mengerti akan hadirnya lagi ,dia pergi entah kemana hanya sesekali ia mampir dan membuat lara entah mengapa aku iri pada dia kuria aku pikir dengan wajah cantik serta hiasan mahal itu membuat nya semakin indah dan harum hingga pasti banyak kumbang menginginkan dan melintasi di setiap waktu



malam telah tiba hingga kini semuanya ambyar sudah dalam bendungan rindu untuknya namun ada yang berbeda ketika matahari itu kembali menyinari dengan warna merahnya dengan awan merah jambu


pukul 05:37 wib pasar swadaya


dia tetap disana tanpa beralih begitu juga ketika ia menyapa ku pertama kali


" pagi....."( senyum manjanya)


" ouh ...kamu lagi..." ( ujarku)

__ADS_1


"....apa yang terjadi padamu ...kurasa ada yang berubah "( ujar nya)


...


" A...apa maksudmu aku tak mengerti...maaf aku sedang sibuk..dah..."( ngelesku)


" ....aku mengerti ...Hem..."( senyum manjanya,)


....." maaf bisakah kamu berhenti memperlakukan ku seperti ini lagi....aku sedikit bosan ..."( kata dariku)


," ....dia....kuria ...atasanku dalam pekerjaan ini..." ( jawabnya)


" HaaaaH aku tidak bertanya dasar bodoh ( hatiku lega)


" maaf mengganggumu ....setelah kepergian ku apa ada yang terjadi di tempat ini...."( sinisnya)


....


dia terlihat melihat matahari itu dengan senyum misterius yang seakan memaksanya untuk melakukan lebih aku sendiri melihat dan tersenyum tersendiri seakan bahagia dalam candaku yang kembali memikat dengan warna cerah pelangi dalam senyumanku


" ..... Aaa...ada ... sesuatu yang besar setelah kepergian mu"( candaku)


.


...." benarkah"( langsung kaget)


...'' namun kurasa itu tidak perlu aku beritahukan kepadamu "...( kataku sambil tersenyum tipis)


..... hahahhahaha ....Hem benarkah ....maaf kurasa aku harus pergi...DAaaah ..."( ujarnya)


" heeeEh kamu mau kemana .!!!!..."


" ....aku ingin menemui ratuku ..."( senyum manjanya)


" hahahaha ......dasar "( sindirku)....DaaAh


dia selalu mengatakan yang tidak mungkin ku pahami namun aku tahu tempat itu kurasa aku juga kan menemuinya disana waktu semakin membiru dalam kuasanya hingga awan yang cerah ini menemani harum wewangian entahlah ini terjadi sangat cepat aku mulai sadar ketika ibu ku memberikan pujian yang tak pernah ku mengerti maksudnya dan benar aku pulang dan bertemu ibu hingga ia menegurku


".... heeeeh...ibu apaan sih..."( malu ku)


" tumben kamu terlihat ceria .....kamu tahu kamu sudah dewasa cepat pacarmu suruh dia melamarmu segera ..."( sindir senyumnya)


"... aaah ....apaan sih...Bu...."( kata ku)


.....


entah aku gembira dan menyelesaikan tugasku dan aku buru buru ingin menemui nya iya menemui dia " Erin " dan sang ratu tentunya dan itu adalah sebuah istana untuknya yayasan sebuah panti asuhan hingga aku pun membawa hadiah untuknya namun entah mengapa hanya anak itu yang dia anggap istimewa aku tak tahu mengapa namun sikapnya begitu dan begitu


" assalamualaikum...."( ujarku)


,..." walaikumsalam ...."( ujar penjaga )


maaf apa ada yang bisa saya bantu .."


"...aaah tidak juga...ini saya hanya membawa kue kukus mungkin ini tidak seberapa tapi kurasa ini masih hangat "( nada takutku)


," masuklah......."( ujarnya)


" ....baiklah ...."( dengan senyumku)


" he!...y....namaku GRey......siapa namamu..??


" namaku Siti Nurhaliza.....senang berkenalan denganmu..."( jujurku)


,..


" apa kamu kenal dengan nya...."!!!!( nada tegasnya)


.......


aku pun bingung ketika ia bicara dengan seseorang yang ada di dalam ruangan itu namun sikapnya sedikit sopan dengannya walaupun dia sedikit sinis dan sombong namun ternyata aku salah menilai nya


" Hem....duduk lah ... tunggu disini ...."( ujarnya)

__ADS_1


" aah....baiklah...


namun aku kaget ketika ia mengatakan sesuatu yang membuatku tak mengerti akan tindakannya yang selalu membingungkan dia datang dengan seseorang wanita namun dia


".... Hem....namaku Lidia ...senang bertemu denganmu Erin sekarang belum kembali dia sudah bercerita tentangmu ...nah saya hanya mau bilang ...apa kamu mau bergabung dengan kami "( pintanya)


".....apa maksudmu aku tak mengerti "( jawabku)


..." kami mendirikan yayasan dan usaha kata Erin kue milikmu ini cukup enak ...apa aku boleh mencobanya ,"( ulasnya)


"...ouh....ini..."( sembari tanganku akan geraknya)


....


.. ini cukup enak ...empuk dan manis ....Hem....apa kamu membuatnya sendiri ..."( tanya nya)


"....ouh..ini aku dan ibuku yang membuatnya...."( jawabku)


...." berapa .?.."( tanyanya)


.....


" berapa apa nya ya..."( jawabku)


" berapa harga satuannya !!


..".maaf ini tidak di jual ...aku berniat untuk membaginya kepada yayasan ini "( kataku)


"...aku tahu maksudmu ....sudah ku bilang kan apa kamu mau bergabung dengan kami ...!??( nada santai nya)


" bergabung ...ah...aku jadi bingung..."( kataku)


...


" Hem....Erin ingin merekrut mu ..."( jujurnya)


" ....Erin..!!!....maaf apa dia bener bener belum kembali..."( nada takutku)


"....Huuufh....Hem....dengar aku bukanlah kekasihnya ....aku tahu sikapmu ini ...apa kamu datang hanya untuk bertemu dengannya..."( nada senyumnya)


," ...ah....itu....."


" Hem....DASAR ...!!!. dia tak pernah berubah ...dari dulu itu yang ia lakukan aku tak pernah mengerti mengapa dia memilih wanita yang polos ..."( kata darinya)


" heeeeE.... memilih..."( batinku dan lega )


" dulu aku juga seperti mu...aku tertarik dengannya dan selalu inginkan bersamanya namun walaupun aku sering bersamanya tetap saja dia ...."( ulasnya)


".....Hem....apa kalian sudah .. selesai berbasa basi....ini ... sebuah surat kontrak untuk proposal nya ...."( kata Grey)


..." tapi aku....aku butuh waktu..."( kataku)


" aaah....aku hanya ingin melakukannya hanya karena Erin memintaku ...jika tidak aku juga tak masalah lagi pula hanya itu kata Erin ...."( tegasnya)


" maaf bisa ceritakan dirimu dengan Erin...tadi kamu belum selesai menyelesaikan nya "


"...Hem.... baiklah...aku tahu kamu akan mengatakan ini....kamu tahu aku sudah cukup lama kenal dengannya dan kamu tahu begitu banyak wanita yang ingin mengenalnya secara mendalam dia selalu tersenyum manja kepada setiap orang dan bersikap baik ,sopan ,lucu ,humoris , perhatian ,bijak ,dermawan dan juga tanggung jawab" namun....aku kasih tahu secara mendalam agar kamu mengerti secara tegas ....bukan nya aku melarangmu mencinta nya dengan kasih tulusmu namun aku juga sama denganmu aku juga mencinta nya dengan sangat tulus namun hatinya bukan untukku....dan juga bukan untukmu...dengar dia itu sangat BODOH ,GILA ,DAN IDIOT .."( kata darinya)


" apa maksudnya aku tak mengerti..."( bingung ku)


" Hem....Huuufh ini sedikit merepotkan ...mengapa dia tak mau mengatakan nya sendiri..."( jujurnya)


".....


.." Erin dia sudah menikah dan memiliki dua orang anak ...namun...."


KRAAAK...." maaf aku harus pergi"( jawabku)


" huuuufh .. tunggu....kami belum selesai.."( kata Grey)


" maaf...kurasa aku harus pergi..."( nada kecewa)


entah mengapa aku semakin tak mengerti akan setiap omongannya yang sedikit ngelayur padahal aku cukup yakin telah memilihnya namun apa ini hanya godaan atau memang nyata waktu semakin berjalan dengan cepatnya ketika aku sedang pulang dari sana dan melewati rumah yang dulu ia tinggali kini terbakar dan hancur ia tetap berdiri disana tanpa beralih walaupun hujan membasuhnya ia tetap berdiri tegak tak memandang aku pun melewati nya karena aku dalam angkutan umum dan duduk melihatnya seakan merintih dan entah mengapa ia terjatuh dan hujan pun semakin lebat dan lebat hingga kini bayang bayang itu kini mulai samar dan menghilang karena jauhnya namun tetap saja air mata ini menetes dan melihatnya sampai dari kaca spion mobil angkutan karena takutku kehilangan dirinya.....

__ADS_1


__ADS_2