
papan ketik keyboard milikku warna pink muda bukan wanita atau manis karena cantiknya namun sorak sorak yang tidak pernah di ucapkan " huwuwuwuuwuwuwu( seperti suara hembusan angin dingin) " jeritan tak percaya aku seperti ini dengan iringan biola lagu sendayu pilu yang melow mengiris iris hati sejak dulu bintang begitu sangat jauh dan indah gemerlap sinarnya yang menawan yang bercampur kenangan indah dan kebahagiaan yang begitu sunyi dan sepi begitu jauh untukku lupakan ketika semua menapak di kehidupanku yang selalu inginkan bersamamu namun cita darimu yang menyalakan janji dalam api ketika keheningan dan kehampaan yang melanda menjatuhkan bintang bintang nan jauh dan yang gemerlap itu hingga aku pun bisa tenang dan tertidur panjang dalam lelahku kini semua bintang yang selalu aku ikuti nan dekat dan bijaksana kata kata nya yang mempesona membuat ku tertidur yang begitu nyaman awan sebagai alasnya sedangkan tidur ku dalam keliling nya gemerlap bintang dengan sinarnya dalam dekapan dan pelukanku ketika dirimu melihat bintang yang jauh di langit sebuah harapan akan muncul dalam cita yang membuat kenangan indah dan kebahagiaan yang sepi dan sunyi lihat lah bintang bintangku tak lagi jauh di langit sadarkah dirimu ketika berada jauh dari bukit itu dan lihatlah gemerlap bintang akan cahaya warna warni dalam dekapan keliling mu , lampu kota dan warna yang khas dalam dengungan malam menciptakan cita dalam rasa yang membuatku mampu untuk melepasmu yang jauh janji dalam cita.
" nah Erin sebenarnya aku selalu merindukanmu aku sangat sangat menyukaimu..aku begitu takut jauh darimu.....maka nya . .. aku mau memilikimu selamanya.. nah Erin menikahlah denganku"
" terpesona aku terpesona menatap wajahmu yang manis "
" haaaaah... ..erin...kumohon "
" huuufh dasar sampai kapan kamu seperti ini "
"aku cuma...seorang yang hanya sekali jatuh cinta pada seorang pria"
" ..baiklah dengan senang hati.... "
" terimakasih.. ( sambil memeluk erat dalam bahagia)
dia begitu bersinar sangat terang iya hanya dia yang mampu membuatku melepas hari hari tanpa malam panjangku dalam dekapan lelah nan jauh nya ku lalui tanpa ada bekas di setiap tapak ku . .. dia matahari sore yang begitu merah dalam rasa " Jennifer Amalia" hingga kini hari hariku pun mulai malam yang menemani di setiap tidurku akhirnya hari pun kembali pada hukumnya hingga bintang bintang yang kini menjadi hiasannya yang hanya bersinar untukku ketika itu ,aku menikahinya dan membuat keluarga dengannya dia sangat bahagia sangat sangat bahagia dalam rasa yang membuatku terpesona tak terasa dia membuat bintang bintangku yang jauh kini jatuh dan mendekat mengelilingi di setiap waktu menemani dalam tidur panjangku hingga aku mampu melihat dengan jelas bintang bintangku bersinar terang dalam wacana dalam cerita
MEMORY KECIL DARINYA ( ERIN)
__ADS_1
"Erin... hoe.. bangun.. "
" ah... maaf Kuria ha-ha-ha aku tertidur cukup lama"
" lihat kesana.. mayumi sudah... "
" heeee mayumi... "! ( lantang ku)
" pa... pa.. apa kamu tak apa.. "( tanya mayumi)
" heeee... apa yang kamu katakan "
" Erin..hiks hiks... ...!! "( tangis kuria)
aku tak mengerti dari kata kata mereka yang membuatku terjerat kuat dari pertanyaan yang memperbudak senyumku ...yang seakan ku berikan untuknya namun ukir janji yang kita rakit dalam cita membuang waktu dalam angannya
" sebenarnya apa yang terjadi mayumi"
"pa.. syukurlah... kamu sadar"( lega mayumi)
__ADS_1
"hahaha jangan mencemaskan ku" ( jawabku)
" Erin jangan bergerak dulu"( ulas Kuria)
" apa...!
ketika Kuria melarang ku untuk untuk bergerak bebas menyadarkanku akan apa yang terjadi hingga membuatku terdiam tanpa ada kata balik darinya merinding dengan wajah setannya menemaniku dalam ketakutan bayangan hitam wajah yang tak pernah bisa kulihat dengan jari dan tangan yang begitu banyak menempel dan menghilangkan warna tubuhku hingga tak mampu untukku
" awwww.... heeee apa ini... "( kaget ku)
" Erin... "
" pa.. pa.. "
dan kebenarannya terlihat perlahan waktu itu memudarkan cahaya dalam dunia yang seakan menghitam dengan darah yang cukup membanjiri dalam dinginnya tubuhku tanpa mampu mencium bau dan mencicipi manis senyum darinya
" mayumi.. jenny.. heee jenny.. "( lambaikan tanganku yang hanya satu pasang ke arah sana)
" Erin... heee Erin... "( kagetnya)
__ADS_1
" pa.. pa.... "( suara menghilang)
tersadar akan apa yang membuat beku akan rasa tubuhku yang ketika itu hanya satu pasang kaki dan tanganku hingga darah itu tetap mengalir deras dan membuatku tertidur panjang lagi ouh.. aku paham ketika itu teringat aku yang terlalu bijak yang menampar mayumi namun kami kehilangan dirinya membuatku hilang arah aaaah aku masih ingat ketika dia mayumi dengan sepi dan sunyinya ia berada dalam danau itu namun ketika itu ia pun masuk kedalam danau yang berisi binatang berbahaya iya itu benar buaya yang haus akan mangsa aku pun berlari dalam arah lawannya dari sisi sungai yang membuatku terperangkap dalam laku ku ingin menolong mayumi namun terasa aku yang harus di tolong aku pun terseret sangat dalamnya hingga perlawanan ku yang membuahkan hasil dari semua ini aku pun berhasil menepi namun resiko yang ku dapatti lebih buruk dari statusnya aku kehilangan darah yang cukup banyak dan tangan kiri serta kaki kesayanganku habis termakan olehnya dan membuatku merasa sangat dingin sedingin beku kasihmu Tuhan. .. ( kematian) namun ini bukan yang pertama bagiku rasa ini masih membekas kuat dalam cita iya itu benar aku pun tewas dengan mengenaskan dalam lukaku namun senyum dari bintang bintang ini mulai bersinar dan memberikanku kedamaian dalam tidur panjangku