
waktu berjalan hingga jadilah rumah idaman kami tak terasa sudah 8 bulan lamanya kami menanti untuk istana kecil kami dapat juga untuk di huni
" wah tak terasa... "( kata jenny)
" ouh... iya kak... lihat kurasa dia juga ingin melihatnya"( kataku)
".. hem... "
..
ini lah kami keluarga kecil yang ingin merasakan kehidupan yang sesungguhnya kak jenn merasa senang melihat perutnya yang mulai aktif karena nya rumah idaman kita pun bisa di huni seutuhnya dan erin pun datang bersama, ibu dengan banyaknya peralatan perpindahan
" .. rina.. bisa kita bicara "( kata erin)
"... huuuw... sebentar.. kak jenn aku kesana dulu"
...
terlihat ibu menemaninya namun tak tersadarkan aku di ajak dia " erin" atau kakakku ( yah entah mengapa aku menerimanya) pergi jauh darinya hingga tepat kebingunganku mengatakannya
" kak.. kita mau kemana... "
" aku.. hanya ingin bicara padamu"
" haaaaah... "( berhenti)
" ... apa yang terjadi rina... .. huuufh dengar bukan disini ikutlah bersamaku"
" kita sudah jauh darinya... "( sengit ku)
...
namun dia hanya berjalan lurus tanpa memperdulikan ku hingga dia tersenyum yang membuatku malu dan jijik padanya
"lihat kesana
heeeey rina... aku mau itu.. "( senyum mesumnya memelukku dari belakang)
" haaaaah.. apa maksudmu"( jawabku)
" itu... itu terlihat cukup besar dan aku ingin kamu menjadi seorang ibu.dari anak anak....( mengusap perutku)
__ADS_1
".... jangan bertele tele katakan apa yang ingin kamu katakan " ( sambil teringat "sebaiknya kamu mendengarkan nya dulu " kata ibu)
" heeeeeeh... itu tidak seru rina... "
" aku tahu kamu hanya ingin menggodaku.... dengar aku sudah terbiasa apa yang kamu lakukan "
"ouh... " ( jawabnya sambil memalingkan wajahnya)
dan sebenarnya aku jijik ketika ia memelukku namun benar kata ibu dan jenny ketika dalam pikirku dia sangat mesum dan masih teringat akan kata ibu " sebaiknya kamu mendengarkan nya dulu" hingga kini ia berhenti menggodaku dan membuatku ilfil akan apa yang ia lakukan hingga terlihat ia berbicara serius dalam arah matanya yang menuju ke bekas rumah kami yang dulu
" rina aku ingin kamu menjadi ibu... "
" heeeeeh apa maksudmu"( marahku)
" haizzz... kurasa kamu memang sudah kebal... maksudku aku ingin kamu menjadi ibu pelindung dari sebuah yayasan panti... lihat lah rumah kita seperti sebuah istana namun aku takut jika istana kita di serang atau di jarah... hem... aku akan membuat yayasan panti di sebelah sana untuk membantu kita nya nanti dan juga sebenarnya akupun sudah memiliki banyak panti asuhan... dan banyak usaha .... ah satu lagi... jangan pernah makan makanan dari jenny... dia tidak pandai memasak.. walaupun terkesan cantik dalam hiasannya.... dan maaf membuatmu judes serta memperlakukanmu seperti ini .."( senyum erin)
" lalu"... ( responku)
" haiiizz... haaaa? hanya itu responmu....kamu menyebalkan.."( kata nya)
" huuufh dengar kak kamu yang bilang kan kamu ingin bicara yah... aku berarti jadi pendengar lah.. "( candaku)
"..... hem... itu tak perlu lagi pula ibu juga sudah bercerita banyak tentangmu" ( senyum ku)
" haaaah benarkah... "
yah walaupun aku berbohong padanya nampaknya ia benar benar percaya dan aku menerima nya iya menjadi ibu pelindung hingga " 🄱. 🄴. 🄻. 🄻 "atau BESTFRIEND EVERYONE'S LIVES LEAF yang artinya ᴅᴀᴜɴ ᴋᴇʜɪᴅᴜᴘᴀɴ sᴀʜᴀʙᴀᴛ sᴇᴍᴜᴀ ᴏʀᴀɴɢ hingga benar ia membuat sebuah yayasan yang belum pernah aku mengerti akan system yang berbeda dari yang lain
" 🄱. 🄴. 🄻. 🄻" bagaimana menurut mu.. apa itu nama yang keren... "
" haaa... '( bingungku)
" hem.. BESTFRIEND EVERYONE'S LIVES LEAF atau ᴅᴀᴜɴ ᴋᴇʜɪᴅᴜᴘᴀɴ sᴀʜᴀʙᴀᴛ sᴇᴍᴜᴀ ᴏʀᴀɴɢ" .... kuharap jenny menyukainya lagi pula dia sangat suka pada anak anak dia.. kurasa rindu pada seseorang anak angkatnya.... ah... maaf sedikit cerita ngelayur "
" heeeee... anak angkat...?
" ah.... sebelum semua jadi begini ada sedikit yang tidak jelas akan kisahnya dulu ketika jenny kelas 3 SMA kami memiliki seorang anak angkat...jenny memanggilnya adinda dan dirinya menggilnya manda lalu dia juga memanggilku panda..walupun konyol namun ketika itu jenny mengatakan pada nya bahwa itu terlihat seperti keluarga yang bahagia....hahahaha..itu membuatku geli....namun akhir akhir ini dia ingin melihatnya...dan kangen padanya...itu membuatku khawatir...."( kata erin)
" ah... apa itu sudah selesai... "
" hem... aku hanya ingin kamu temui dia namun jangan pernah katakan kami ada disini... sebaiknya kamu seolah baru kenal dengannya... dia bernama Teressa dan ambilah foto bersama nya lalu foto itu berikan pada kami...
__ADS_1
" haaaah... bagaimana.. aku bisa menemui nya.. "
" apa kamu lupa kamu pernah magang di RS. swasta disana... hem... hanya segelintir orang yang tahu kamu adalah adikku.. "
" heeee... apa maksud mu... .. dengar.. aku berjuang keras untuk mendapatkan nilai yang terbaik untuk bisa magang di sana... "
" heeeee... benarkah.. "( candanya)
".... " ( diamku)
aku tak tahu apa yang ia katakan padahal aku sudah berusaha keras untuk mendapatkan nilai terbaik dan bisa magang disana namun kata darinya yang seolah olah itu sangat mudah dan sangat ringan dalam ucapan nya
" hem... sebentar.. ".. hallo"
..
.
dia pun berbicara dalam sebuah telfon dengan berbasa basi dan entah mengapa ia sangat dekat dan terlihat ia cukup senang dalam tawa dan senyum dalam telepon hingga ia berkata
" kumohon ya... ah... sebentar soalnya rina lagi tidak bersamaku... bisa tolong ya bantu aku..bey bey..."( dalam telfon)
.. dah..
aku pun melihatnya apa yang ia katakan dalam bincang nya terlihat begitu akrab nya tanpa di sadari aku hanya nyimak ia berbicara tak berseling beberapa lama tiba tiba telfon ku pun berdering " NDUUUUT NDUUT" ( suara getar) dan aku mencoba mengangkatnya dan benar kata darinya kini aku mendapatkan sebuah panggilan dari atasan ku yang ada di rumah sakit untuk memaksaku kesana kembali ketempat magangku sebagai relawan hanya 1 bulan karena aku sempat mendengarnya kata kakakku yang hanya 1 bulan dan itu menjadi kebenarannya akan omongan yang keluar dari dalam mulutnya
" hemm... jadi bagaiman rina "( senyum darinya)
" heeeeh... apa maksud semua ini.. "( marahku)
"... rina.. tunggu... tunggu... apa kamu melupakan ibu"
" heeeek... apa maksud mu"( jawabku)
" hem... huuufh susah menjelaskan nya padamu karena dia juga terlibat atas semua ini... jika bukan karena ibu kamu tak akan bisa sekolah kuliah dan magang serta biaya operasi mu..... dia rela melakukan apapun demi kamu dan memilihmu... itu lah sebabnya aku iri padamu... namun aku tahu apa yang di lakukan seorang ibu yaitu" setiap ibu inginkan yang terbaik untuk anak anaknya dan setiap ibu di manapun dia berada tahu bagaimana melindungi anaknya dengan cara .. mereka ...sendiri"
"Apa...!!? ( kagetku)
..
jadi apa benar ini semua ibu yang membuatnya aku tak pernah berfikir tentangnya walaupun aku selalu ada di saat ia merasa sendiri namun jika itu benar... maka kemampuanku yang selalu aku banggakan dan selalu aku andalkan bisa mendapatkan sertifikat magang di sana.. itu hanyalah kebodohan yang ku miliki karena cahaya yang ia berikan terlalu redup dari kepandaian seorang ibu.... hingga senyumnya yang membuatku menyadari di setiap ingatanku seberapa kepandaian yang ku miliki tak pernah bisa melampui dan mendekati kemampuannya.... iya dia ibuku " Maria Larasati " terimakasih atas apa yang engkau berikan tanpa aku tahu itu semua.
__ADS_1