Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 108 dia " Erta" part 7


__ADS_3

tangan kaki tubuh jantung juga mata ini seutuhnya milikmu


semua Indra memikat dalam buku cerita untukmu


memikul dalam Arjuna senja budaya warna


tetapi hati dan jiwa ini tak pernah engkau miliki


kini rindu hadir dalam warna kusam dalam malam


memberikan kebohongan dalam bunga mawar merah


karena darah itu yang layu merajuk lentera api


niscaya sang Hudus memanjangkan rambutmu ibu


tangan lembutnya kasih minuman penyejuk


hingga tak akan pernah haus lagi dan nanti


..


..


kepingan dalam sebuah cerita selalu menjadikan harapan yang bijak sana namun pernahkah kalian merasa apa yang tertanam dalam dasar jurang di jiwa


mungkin betapa kosongnya rasa ini tanpa di mengerti hingga tanpa di tutup jendela ilmu itu ,


mengapa langit berwarna biru dan malam kini kusam tanpa rayu jaksa menuntut sang bintang dan bulan . dan aku mengatakan yang sebenarnya namun kalian tak percaya " siRA"


..


..


banyaknya pohon yang menghutan dalam pembelajaran hidup di dunia seakan membawamu tersesat jauh darinya .


jika ini rindu apa kamu mengerti tentang nya ?


maka berkata-kata cucurnya kebohongan ini untukmu " siRA"


..


..


sebutir gandum dan padi kini tertanam dalam tanah yang subur


tersirami cahaya sang Hudus dalam embun jiwa mahkota dewa


senyum indahnya memikat sepasang kekasih dunia fana

__ADS_1


menari dan menanti sang gandum dan padi mengorbankan bentuknya


hinggap dan dilintasi serangga dalam jalarnya ketika Mentari meraja


dan kini terlelah dalam penantian sang bunga wewangian mutiara


benih kini telah tumbuh kuat dan berbunga dengan daunnya yang panjang


..


.


hingga seakan percuma dalam bertuhan harapan indah itu terbungkus dalam kusamnya warna


percaya dan berharap sesuatu yang tak nyata menjadikan hitam dalam warna sang mawar


kini madu yang engkau ciptakan menjadikan lirik dan lagu yang memabukkan


membutakan dan membuat gila pengidapnya hingga buah itu racun yang abadi


benih yang suci dan putih engkau" siRA " tipu dengan warna pikatnya


dan " Erta" selalu memberimu kesempatan yang kedua kalinya


masihkah berharap sesuatu yang tidak nyata itu pikirmu ?


atau dirimulah yang membuat dia hilang dari kerajaan nya!!


dan aku mengatakan yang sesungguhnya namun masih saja dirimu tak percaya.


..


..


buah itu adalah racun namun mengertilah ia memberikan pengorbanan dari bentuk tubuhnya hanya untuk membuat mu " siRA" makan makanan surga dan tak akan pernah merasa lapar lagi dan nanti karena senyum manjanya yang abadi dan bijaksani


dan siapa dia?


begitu banyak tempat-tempat wisata yang menarik namun dirimu sendiri meratap dusta


katakan padanya aku memilihmu


dan Sekarang lebih benci dan lukai hati


dan sekarang ....masih memilihmu


jangan katana dengan sabit tajamnya


dia bilang ini baru untuk melukai

__ADS_1


ini cuma cerita dewasa sakit


katakan semua yang ada di hatimu agar di mengerti


biarkan ini mengalir dalam dalam


cinta dan kasih yang engkau beri telah di rebut


dimana letaknya ..aku memilih


terus terang aku merasa letih...


jika ini rindu katakan padanya siapa kamu


jika ini kasih beritakan untuknya aku memilih mu


sebuah bukit dengan hijaunya rumput


dengan ilalang menari lembut dalam bisiknya


dan kita selalu bersama dengan luka hati


tapi ku tak tak tahu siapa kamu


cinta dan kasih dengan senyum indahnya


rasa sakit dan derita karena harum bunga


lalu lentera api cemburu ..asap hitam


aku berdiri di tengah tangga mu


dan berlari dalam tingkatan menuju tingginya


hadirmu membawa nada lirik memabukkan


..


..


pantai yang biru memberi warna sang langit


putihnya ombak di tepi pantai mewarnai sang awan


pantulan air itu menjadikan sang bintang


dan aku tak akan mati sebelum membuat dia kembali


__ADS_1


dongeng oppelia ringtone dia" Erta" part 7


by: sapi gila


__ADS_2