Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 80 " gelisah"


__ADS_3

menjadi seperti yang engkau mau lelah hati ini mengertikan mu mencoba meninggalkan mu namun apalah daya Tuhan memang tak adil yang memberikan semua nya kepada orang yang tak mengerti akan hadirnya disisi .."( bayangan baginya)


" kamu lagi apa ..."( tanya nya)


" A...A.NU..TA..IA..MA...KA..A.."( beserta gerak tangannya )


" ouh ..iya ada yang ketinggalan jadi....aku putuskan kembali...namun ..mama...kurasa sedang sibuk lagi"..


...


"...Hem...apa kamu cemas..."


" KA..AF..A.U..IN..AMU..."( jujurnya)


" ... hahahah...kamu tak perlu khawatir tentangku...aku akan selalu ada untukmu...Hem.."( senyumnya)


"....."


".....Siti...apa kamu kenal dengannya ..."( tanyanya)


"...EM...AN..LAH...U.U..."( layunya)


"...apa ...kenapa kamu seperti ini...apa dia pernah melakukan sesuatu padamu.."


"...EM..IA..A..AM..EH ..A.A..AU.."


" ha-ha-ha... benarkah..."( candanya)


.. berbaik lah dengannya dia tak seperti yang kamu pikirkan ..."


" KA...IA..AU.U.U.NEH..MA.RA...KA.."


" Sira...apa kamu tertarik dengan dia..apa yang kamu maksud buku dongeng oppelia ringtone dia " Sira"..


"..EH..EM..U...IA..LA..KA.."


"..Hem...aku tak tahu..hanya ini yang ku punya ...dia ." ewa"...Hem...jika kamu mau ambillah ..itu jadi milikmu.."


" MA..IH...A.LHA..KA"


".....


" namun buku dongeng oppelia ringtone dia" ewa" ada yang masih kurang bagiannya ...kurasa ...ini hanya bab yang terakhirnya... bagian awalnya aku tak tahu..ini buku cerita kisah sang katak yang tak mampu melakukan apapun bahkan dengan.. jari lentik serta kaki yang kuat dan mata yang lebar hingga tekadnya yang besar tetap saja dia tak mampu jauh tak akan kembali pada nya karena langit ....hingga...hanya sang tetes bunyi hujan yang mengajaknya terbang melewati awan dan membuat warna warni akan namanya " pelangi"... dengan adanya dia" Sira" ruang rindu yang terlarang di huni..."( jelasnya)


"...EH...KA...IA..AMU..NEK..IA..A.A.KA.."


" .. hahaha...entahlah ... kuharap seperti itu.."


" namun ...ada sedikit rumor jika kamu menulis namamu di buku itu ...semua bisa jadi nyata..."


" EH...NA..LA..AI...A.U..IL..KA.."


".. hahahaha..itu hanya rumor...aku akui ini buku memang aneh..dan juga ketika aku membaca berulang ulang itu membuatku pusing ..."


WAKTU DIMANA IA BELUM SADAR APA YANG MEMBUATNYA MENGERTI DARI KEJADIAN YANG PILU


KRAAAK..".pintu itu terbuka dan tertutup kembali Siti yang mulai kaget apa yang ada disana sudah sekian lama rumah itu tertutup rapat dan tak bersuara " kue kukus ,kue kukus" ujarnya yang semakin keras membuat dia yang ada di dalam mendengarnya namun tak pernah ia kembali membuka rumahnya


" Hem...dia datang lagi...."( sambil membuka pintu)


" ANG..KA..I.U.A.NA..MA..RA..AU..KA.."..


".... baiklah aku mengerti...aku akan menutupnya untukmu.."( dan menutup nya lagi)


hingga kini waktu menjadi membabi buta terasa malam yang cukup panjang darinya Siti yang selesai pergi dari sebuah pengajian luar daerah dan benar rumah itu kini tersinari lampu dalamnya namun tetap saja ada yang aneh hanya terlihat satu kamar yang terasa sinar itu bahkan lampu depan pun tetap saja redup hari kedua pun kini menjadi hamparan "Padang Pariaman Payakumbuh "


"...ya..tuhan...aku lupa .. listrik kita belum terisi..tup up...


"..NI..A.A...AU..IN..LA..TU ...LAM ..KA.."

__ADS_1


" yah gimana lagi......."( pasrahnya)


..


esok pun tiba ketika Siti kembali berjualan


namun tetap saja ia tiada kemunculan "kue kukus, kue kukus(, sihirnya).namun ketika lewat rumah itu tetap saja tak terbuka ia bagaikan bayang bayang gila yang datang membawa senyum dan tawa itu ia lalu bayang bayang semu dan hilang menyisihkan harapan untuknya yang Siti rasa namun


" Hem...apa kamu yakin ...marah itu tak apa..... aku melihatmu ketika aku dekat dengannya kamu terlihat sedikit berbeda sebenarnya apa yang terjadi padamu ....dengannya ..."


"...A.U...UA...AMA...AMU... NG..UL..AU..TA...N.."


" ha-ha-ha.... benar kah...itu bagus..."


" ......


lalu Siti melanjutkan penjualannya dan melewati rumah nya" kue kukus kue kukus"( sihirnya) namun tetap saja tiada kata peduli namun sesaat terdiam sepi kini terdengar suara piano 🎹 " ting.tingtung Ting Ting tung tung ting" terdengar begitu sangat lembut hingga mendengarnya seakan teriris iris hati ini lagi dan lagi Siti terdiam sepi di di sini sesekali hati nya damai juga sepi siti berjalan kembali untuk pulang


" A.U..IN..GU...LA .TU..A.A..AU...KAK"..


" HEEEH.." benarkah.....wah...


...


lagu yang ia mainkan seakan menyayat hati begitu sepi dan nada itu terlihat resah hatinya yang terluka itu yang siti dan Kaka nya ketahui


"....Hem...apa itu yang kamu rasa..."


"...LA...AN...UI..AA.U.IP..LO..NA..KAK"


"....katakan sejak kapan kamu belajar bermain ini..."


"..EN...AH.....AU...AK..I..UA "


" apa maksudmu...aku tak mengerti..."( jawabnya)


" apa... maksudmu...jangan konyol ah..."( tegasnya)


.sesekali cobalah ..ini...kue"( candanya)


namun ketika hujan datang


hari berikutnya tetap saja siti berjualan dan melewati rumahnya dan tetap saja suara piano itu kembali lagi dan lagi namun tiada lagu yang lain hanya lagu mellow dengan sedikit rasa sakit mendengar nya ketika siti yang tak sengaja lewat dan hujan ketika itu hingga berteduh di sana dan mendengar nya lagi dan lagi hingga ia tak berani menawarkan nya lalu seseorang datang ke rumah ini dan membawa sesuatu


" teeeettt...( bell) paket ...paket ..."( ujarnya)


"...ah...paketnya sudah sampai..tolong ambilkan itu untukku ya


"( jelasnya)


"...EH...EM..IU..AU..KA..IA"


"......


siti melihatnya hanya memasukkan satu persatu kedalam pintu kecil bawah pintu namun dia tersenyum kepadanya dan berbicara seperti kenal


" mbk ...dia ingin membeli kue kukus mu mbk "( ujarnya)


" apa...."( bingungnya)


" mari mbk ... saya tinggal dulu"


dan siti menuju kesana ia hanya menuliskan beberapa kata " berapa semuanya "( ulasnya )


dan siti menjawabnya " 200 k " lalu ia hanya memberi uangnya dan siti memasukkan bungkus perbungkus kedalam sana tak terasa ia memberinya tulisan lagi " tunggu sebentar" dan benar siti menunggunya tak lama kemudian ia menyuguhkan air hangat dan sebingkis makanan ringan dan buah lalu " jika sudah selesai tolong kembalikan kedalam" hanya itu tak pernah Siti mengerti ia memberikanku uang yang lebih namun ketika siti kembali untuk melanjutkan perjalanannya Tiba tiba " tuk tuk tuk' siti mendekat dan ia menuliskan lagi " kue kukus nya enak terimakasih jika lewat lagi tolong pencet bell ya"


"....Hem...apa ini untukku...atau untuknya .."


"..I..AM..LHA ....KA...AA..UA...IA..KA"

__ADS_1


"...DASAR..."( jawabnya)


hingga siti menjawab iya dan benar setiap siti jual kue kukus siti kembali menyentuh bell itu dan dia datang dengan sebuah tulisan ingin membeli lagi namun tetap saja " berapa semuanya" hanya itu selalu dan selalu ia menuliskan sama dari pertama siti menawarkannya lagi hanya kata kata itu tak ada yang lain lagi dan lagi masih teringat kata terakhirnya nya" kue kukus nya enak terimakasih jika lewat lagi tolong pencet bell ya" hanya itu sudah satu bulan sudah kedatangan nya yang membuat semua warga disini tak percaya akan hadirnya dan setiap malam tetap saja hanya satu lampu yang menyinari ruangannya


namun Siti tetap tersenyum manja seperti dulu yang sengaja ingin mengenalnya hingga teringat lagi ketika ia melihat ulur tangannya yang tak sempat ia jabat ....seketika teringat kembali tamparan keras dan berulang lagi dan lagi teringat senyum manjanya kembali membuat kini seakan dalam ruangan rindu yang terlarang hingga dia" Sira " muncul dengan kesetiaan nya karena perih luka ,dan derita karena bunga itu kini menghitam


namun rasa itu tak mungkin ia utarakan karena ruangan rindu yang terlarang untuk di huni dengan ketegasan sang bulan


" Hem...apa yang terjadi...mengapa kamu murung"( kata darinya)


"....I..AA..UI..AL..MU..AU...IA..KA.."


"...kamu tahu karena ...dia juga sama denganmu dan aku...tak berdayanya melawan kuasa Tuhan... lihatlah ..dia bekerja sangat keras...aku tak tahu apa yang telah terjadi .....namun ...kue ini ia membuatnya dengan susah payah...harapan ,janji ,rindu ,senyum,dan rasa keluh ,rasa tak berdaya ,juga cinta darinya ..karena kasih sayang


" UL..M.A..LAH...U.U..TA..LA..OP..ON..IA..WA..."


"... benarkah itu..... baguslah jika kamu mulai mengerti keadaanya...mulai saat ini jangan menyalahkan diri mu sendiri..itu tak baik"


namun hari demi hari ia tetap saja melihat dia Siti yang ketika itu terasa sangat berat ia jalani dalam kehidupan yang nyata sehingga dia" Sira " mengartikan dengan nada tetesan hujan


hari berikutnya perlahan lahan demi dirimu karena luasnya kasih di dekatmu


" Hem...aku pergi dulu ya...aku ada sedikit urusan ..aku akan usahakan menyelesaikan nya dengan secepatnya jadi kamu jangan khawatir ya.."


" AA...UI...MA...IA..NU...AI..KA"


" hahahha....tentu saja...dah.."


hingga terlihat Siti dan teman temannya berbincang bincang di depannya namun ia melewati nya...


ketika ia yang sengaja melewati mereka ..Siti yang merasa dia kembali melihat dia dari belakang namun ia tetap berjalan lurus tanpa memperdulikannya namun entah mengapa Siti jadi rindu padanya jika di lihat dari belakang itu memang seperti dia dan itu terlihat berbeda jika teringat ketika dulu ia pasti menyapa dan menggodanya dengan keramahan nya namun ia tak lagi membalikan wajahnya kearahnya dan tanpa sadar Siti mengikuti dari belakang " nduut nduut nduut"( getar hp)


"halo...ah...ia ma..dia sedikit murung ketika melihat Siti..."( sambil melihat sesuatu di langit)


" Siti ..siapa ..dia.."( dalam telfon)


" kurasa...teman sekelas nya dulu ..atau penyebab dia menjadi semakin memburuk...aku tak tahu sebenarnya kejadian yang sesungguhnya...namun terlihat dia sedikit murung dan selalu memandangi nya hingga sesuatu membuatku kaget"


"....apa... maksudmu"


" ia ..kini mampu membuat gerakan dengan jari kecilnya memainkan piano...aku tak tahu sejak kapan dia mempelajarinya namun ...


" namun apa ..!


"...dia ...berkata dia mampu mempelajari nya hanya karena sebuah buku. ..yang aku bawa dulu..iya buku itu dongeng oppelia ringtone dia " ewa" ..dan ini aku ingin mengetahui buku ini...namun ma....kurasa cukup jauh aku harus kesana ... seseorang temanku pernah mengetahui buku aneh ini...ouh ya ma ..ini akan panjang....


"....jangan aneh aneh...bukannya itu hanya rumor..."


" ah ..aku tahu ma..tapi...ketika aku melihatnya seperti sekarang kurasa itu bukan rumor ...Hem ..ma...dia sekarang sedikit ada kemajuan.... hahahaha walaupun lagu yang ia mainkan hanya lagu galau dan mellow...dan membuatku sedikit merasa lara karena kondisinya...


".....ah ..aku tahu ...mama...akan kembali.. secepatnya...tunggu lah mama pulang .."


".....


kebahagiaan memang indah namun kasih dan cinta yang hitam lebih indah karena lara dan deritanya mewarnai ruang rindu yang terlarang 3 hari setelah dari kejadian itu mamanya pun pulang dan kembali namun ketika sesuatu yang membuatnya tak mampu berbicara jelas membuat semakin pilu kini ibunya yang baru saja pulang dari luar negri dengan tegasnya ia terbaring lelah tubuh..dan beristirahat.... listrik dan kabel itu menjadi sebuah musibah memanggil si jago merah melahap ruangan demi ruangan hingga ia tersadar


" HUK HUK...MA...A....HUK...MA..A.."( nada semakin susah di keluarkan)


...


semakin banyaknya asap dan kobaran api ..membuatnya tak mampu bernafas lega hingga kini api itu merambat dan menyalakan lentera tanpa barang yang Terbakar dan asapnya dalam siksa karena teriknya ...


" MAAAAA.MAAAAAA....BANGUN.." BRUUUUK.. jatuh tubuhnya "(suara menghilang dan nafas sesaknya )


.." apa ...apa...yang terjadi....huk huk ...uhuk...."( bingungnya sampai panik)


namun terlihat anak kesayangannya kini jatuh dengan siksa sesak nafasnya...hingga ia memanggil warga dan pemadam kebakaran yang membuat seorang anak dan ibu berbaring dengan ikatan tangan terbusur ingin keluar hingga ia yang mampu membawanya aman


....warga yang melihat dan mendengar nada kejadian itu ikut mengikuti sebuah undangan yang pilu dari mereka berdua hingga waktu mempertemukan bekas itu kepada dia Siti ...hingga ruang rindu darinya ikut menjadi terlarang hingga ia merasa dan gelisah karena gelora hati yang seakan tersurat perlahan lahan dari dia si pembaca " dongeng oppelia ringtone dia" ewa"...dan mereka berdua di bawa ke rumah sakit dengan kondisi yang si anak pingsan dan koma dan sang ibu belum sadarkan diri....namun "KU TUNGGU KAU DI RUANG RINDU YANG TERLARANG DI HUNI ( batin darinya)

__ADS_1


__ADS_2