
_-----Rumah sakit -----_
pukul 16: 20
gedung melati " wah wah ramai sekali " ( dalam hati) kini ku mulai berjalan dan melewatinya ," ah kurasa tugasku sudah selesai dan mungkin aku lengkapi besok saja laporannya" ujar ku sambil berjalan kembali keruangan dan melewatinya
"Tuk tuk tuk " suara ketukan pintu ruangan ku
" iya masuk lah "( kataku sambil membereskan barang barang ku)
" dokter kumohon ...bantu saya "(dengan wajah cemasnya)
" iya ..sebentar ..tunggu sebentar ya Bu mohon tunggu di luar ,( haduh saat ini tidak ada dokter yang stay..semua sibuk) batinku
" kumohon selamatkan anak saya...cepat dokter soalnya belum ada dokter Yang menanganinya ...cepat dokter.." ( dengan nafas kecemasan)
Dan terlihat ibu paruh baya dengan wajah khawatir tentang keadaan anaknya ...beliau datang menghampiriku dan aku mulai memeriksanya.
" Hem...kurasa dia cukup baik namun jika kejadian ini terus mengulang seperti ini pasti akan memperburuk keadaanya,dia terlalu banyak memikirkan sesuatu jadi jangan biarkan dia stres dan biarkan dia beristirahat ...kurasa dia membutuhkan 3 - 4 hari ..biarkan dia disini."( sambil memeriksa keadaanya yang masih pingsan)
"baik dokter "( dengan senyum kecilnya)
"namun fisiknya sangat lemah ,baiklah semua bisa di atasi kuharap ibu tenang dulu biarkan saya yang akan menolongnya ,,ouh iya nama anak ibu siapa "(ujar ku)
" jenny dokter dan saya ibu Maria .."( jawabnya)
" saya dokter Yanti Yulia panggil saja Yanti, kurasa saat ini dia baik baik saja saya permisi dulu"( santuy ku)
Okay kurasa akulah tokoh utama dalam drama ini setiap hariku yang selalu sibuk membantu ,menolong ,memecahkan teka teki dan action dalam keadaan yang genting untuk menolong manusia, namaku Yanti Yulia dokter senior di rumah sakit ini banyak kejadian unik ,kejadian menantang,kejadian mencengangkan dan masih banyak lagi .itu sebabnya aku menyukai profesi ku menjadi seorang dokter dan aku bangga akan statusku...
" kurasa aku sangat percaya diri hahah"( dalam semangat ku)
_---hari berganti di rumah sakit ---_
pukul 06: 00 wib
" pagi dokter"
" pagi suster ,ouh iya laporan mu yang kemarin belum ku terima ,kemarin sore ada pasien baru kamar 115 di gedung melati aku sudah membuat laporan tentangnya jadi aku sendiri yang menanganinya kamu nanti membantuku "( ulas ku)
"baik dokter ...aku akan bawakan perlengkapannya "( jawab suster Rina)
" tenang tak perlu repot repot dia hanya mengalami gejala...agak ringan namun susah untuk di sembuhkan ,aku ke sana jam 08 : 00 kuharap kamu siapkan sesuatu untukku."
" baik dokter "
_----- ruang gedung melati 115 -----_
pukul 07:00 wib
" bunda bunda "
" jenny syukurlah kamu sadar bunda sangat khawatir "..( ibu Maria )
" aku dimana bunda..." kamu..kamu , Au ..Erin"..( ujar jenny dengan nada khawatir )
" sudah ..kamu istirahat dulu tenangkan dirimu ..dia bukan Erin dia hanya pekerja office boy ..bunda tak ingin kamu membahas tentang nya banyaklah istirahat agar kamu segera sembuh dan benar benar bertemu dia...berjanjilah pada bunda "( memeluk jenny)
" bunda ..tapi..dia Erin bunda"( memaksa ingin menemuinya)
" Sssst saat ini hanya ada bunda "( mengusap kepalanya)
" ....tapi bun ..tapi itu Erin bunda"
" eh sebentar jenny"( kata ibu maria)
--"Tut Tut Tut " --
" hallo ..iya ..sebentar ...baik.."( dalam bisikan kecil)
" iya sebaiknya kamu selesaikan jangan di tunda tunda lagi dan selesai laporan mu nanti aku hub kamu lagi ". ( suara dalam telfon)
" baik terimakasih" jawab ibu maria
huuuh kurasa aku butuh bantuan "
terlihat dari jauh ibu Maria menelfon seseorang " Tut Tut Tut "
hallo ...Miya ..pagi dokter miya ..ini saya ibu Maria saya butuh bantuan mu aku...ada perlu sebentar jenny sendiri di rumah sakit ...tolong bantu saya...nanti saya kirimkan alamatnya.."( sambil berjalan)
" baik Bu"( jawabnya)
..
"Hem..Jenn ..bunda sayang sekali padamu ..jadi jangan nakal ya..( sambil mengecup kepalanya)
" Bun bunda..mau kemana"?( ujar jenny)
" aku..?...Hem tunggulah sebentar aku harus mengurus sesuatu dulu kamu tak apa kan bunda tinggal dulu( sambil tersenyum melangkah)
" Hem..jadi begitulah bunda kan pergi lagi....tak apa kok Bun"( jawab jenny)
--- lorong menuju pusat informasi---
pukul 07:44 wib
"pagi suster jadwal pemeriksaan anak saya jam berapa ...eh sebentar ini .."( kata ibu Maria )
" baik Bu ..nanti jam 08 : 00 dokter Yanti yang akan memeriksa nya .."( jawab suster )
dan terlihat ibu Maria mendatangi pusat informasi ,kini aku yang sedang melangkah ke sana dan menghampiri ibu Maria
" pagi Bu ..wah pagi sekali ibu datang kemari ...baik mari kita ketempat jenny ..oh iya apa ibu sudah sarapan .. bagaimana kalau kita sarapan di kantin Bu soalnya saya juga belum makan sesuatu ..dan lebih lagi aku ingin bertanya sesuatu kepada ibu ...apa bisa kita mengobrol sebentar."( sambil mengajak ke kantin)
" tentu...tapi dokter jenny sendirian di sana.."( nada khawatir)
" tak perlu khawatir ...panggil saja Yanti dan juga kesehatan ibu juga penting ..jika ibu sakit nanti siapa yang bisa mengurus jenny "( ujar ku)
dan sebenarnya apa yang terjadi pada nya aku melihat kondisi fisiknya cukup memperhatikan aku takut ini semakin buruk.."
" kamu benar... sebenarnya sudah lebih tujuh tahun jenny lupa akan dirinya ..ia seperti terlepas dari jiwanya namun aku tak tahu pasti dan begitu banyak proses agar ia mengingat kembali aku sudah melakukan banyak cara agar ia kembali ..gambaran belum begitu jelas akan kesembuhannya ...ketika itu aku mendapatkan dokter spesialis untuk nya aku tak mengerti ternyata itu teman sekelas dan sahabat nya
akhirnya ia kembali tetapi hanya setengah dari
ingatannya dan sesaat ia kembali lagi ..tetapi jika tidak kembali pasti jenny tak mampu menahannya dan seperti yang terjadi sekarang ini ia jatuh pingsan ,kini aku semakin takut karenanya" ( sambil menangis haru)
" yang sabar ya Bu ....saya juga prihatin mendengarnya.."( ulas ku)
--"Tut Tut Tut "-- suara hp ibu Maria.
"hallo .. iya nak miya ...ouh sebentar saya ke sana ..tunggu.."( kata ibu Maria )
..
"dokter kurasa kita harus pergi sebentar lagi dia akan datang dia sudah sampai di lobby rumah sakit ini..."( dengan senyum kecil)
" baik kurasa saya perlu bertemu dengannya apa dia dokter Miya "( ujar ku)
kami berjalan menuju lobby rumah sakit dan kini terlihat dia orang yang kami bicarakan dia dokter miya
" miya disini...sebelah sini " ( melambaikan tangan)
" bagaimana kabar jenny Bu "( kata miya)
" dia sedikit membaik namun tetap saja saya khawatir dia di sana ..ouh kenalkan ini dokter Yanti"
" saya miya sahabat nya dari SMA senang bertemu denganmu "
----- gedung melati 115 ----
pukul 08:05
" pagi " Jenn. ..( dengan senyumannya )
" bagaimana kabarmu saat ini.."( kata miya sambil mengusap kepalanya)
" hehehe...lama tak jumpa Miya "( dengan senyum imutnya)
" Bu ...Maria ...jenny dia .."( kaget)
" Hem Hem kurasa dia sudah mulai membaik tekanan darahnya normal ...kurasa banyak banyak istirahat dan makan yang bergizi ...ibu Maria kurasa dia akan baik baik saja"( ujar ku sambil memeriksanya)
" wah ...ini bunga yang indah...dan harum" ..( ujar miya)
" Erin ...dia yang membawanya untukku ". ( jawab jenny)
" Erin ...ini mustahil" ( nada kaget Miya)
"sebentar siapa Erin.."( tanyaku)..
" entahlah aku juga tak mengerti " ( jawab Bu Maria)
" dia ...membawanya untukku bunda dia juga berfoto denganku ,,dan juga bercerita ...wah tak terasa ini akan menyenangkan.."( kata jenny yang tersenyum manja)
" dia selalu menyebut nama Erin saat melihat laki laki ia selalu memanggilnya..dan tadi pagi bunga ini belum ada.." ( jawab ibu Maria)
" namun bunga ini begitu nyata ..dan masih baru ..ini juga terlalu pagi belum ada jam jenguk pasien ..tetapi aku sangat meragukannya ..aku selalu mencarinya dari dulu dan belum bertemu dia lagi..."( kata miya)
" baiklah aku sudah selesai saya permisi dulu "( ujar ku)
"sebentar dokter Yanti...apa bisa kamu membantuku di ruangan ini ada cctv kan ..dan bisakah saya melihatnya rekaman pagi ini..dokter ..."( ujar miya sedikit memaksa)
" Hem...ada sih tapi lihatlah semua mengarah ke lorong ..hadeh...baiklah ikutlah denganku.."( ujar ku)
hemmm"..DASAR kurang kerjaan saja"( dalam hati ) aku membawa mereka keruangan pemantauan dan mulai memperlihatkan rekannya .
__ADS_1
" lihat...di sana...dokter bisa di slow sebentar."..( kata miya)
"lihatlah hanya ada pekerja disini ,kurasa cukup dan dia pak Rizki yang masuk dan membersihkan ruangan jenny ...apa kamu masih penasaran lagi dan lihatlah setelah itu kita datang ,,,Heh kurasa jenny hanya berhalusinasi....Miya".. ( ujar ku sedikit sebel)
" ouh kurasa kamu benar dokter Yanti...dia berhalusinasi.....baiklah terimakasih dokter Yanti kurasa aku kembali keruangan jenny saja ..."( sambil melangkah menjauh)
" sama sama senang bisa membantu ...jika butuh bantuan jangan sungkan saya dokter senior disini jadi saya mengenal dengan baik apapun yang ada disini."
HAIZZ ternyata dia masih belum sembuh pantas saja saat memeriksanya ada yang ganjil kurasa, huuh kurasa aku butuh istirahat ah mencari makan dulu saja "batinku"
---- kantin rumah sakit.----
pukul 11 : 35 wib
" Bu Siti kenapa kantin jadi kotor seperti ini banyak sampah berserakan dan ini terlihat sangat parah".. ( marahku)
" kurasa tadi sudah di bersihkan mungkin semua sedang sibuk bersih bersih ke tempat lain , coba ibu tanya ke bagian office saya tidak mengerti pasti sistem kerja mereka...."( jawab ibu kantin)
_----- ruangan ku------_
pukul 14 : 39
" hallo sambungkan ke bagian office...hallo semua operator kebersihan yang saat ini sedang aktif di harapkan kumpul di ruangan meeting.."( dengan tegas ku)
"baik dokter" ( jawab mereka)
...
" sore semua ...baik saya hanya ingin komplain sesuatu untuk masalah kinerja kalian ..kenapa tidak ada yang fokus di kantin saja di sana banyak sampah berserakan dan tidak ada petugas kebersihan di sana.."
" Bu dokter kami merasa kualahan jika harus fokus di sana ,soalnya kami kekurangan anggota ...sebaiknya kita merekrut anak baru dokter"( jawab salah satu office)
" ouh itu ide bagus , dimana pak Rizki saya ingin bicara dengannya "
" maaf Bu dokter pak Rizki sedang libur "( jawabnya)
" apa...' apa yang terjadi' ( batinku..)
Sebenarnya apa yang terjadi jika pak Rizki libur jadi siapa dia dan aku yakin tadi itu pak Rizki kurasa aku memeriksanya lagi"
_------ hari berikutnya rumah sakit -----_
pukul 06: 30
lorong menuju ruangan ku " ternyata Meraka cukup ramah " ujar ku bisikan
"PRAAAAAKK".....
" hey berhenti disitu...kamu menjatuhkan sesuatu ..ini buku dongeng ' oppelia ' buku apa ini .." ( tanyaku)
" ouh itu buku dongeng ...buatan ku ...bisakah kamu berikan padaku ..dan maaf merepotkan Anda ..tanganku patah bisa tolong taruh di ransel yang ada di belakang .."( ujarnya)
"ouh...oke dan ... untuk apa kamu membawa banyak buku "( tanyaku sambil menaruh di ransel)
" Belajar ....kurasa masih ada waktu hehe...Ah..aku pergi dulu terimakasih bantuannya"..( jawabnya)
wah wah giatnya " dalam batinku " sambil melihat dia dari belakang dan aku mulai berjalan menuju ruangan ku dan mempersiapkan untuk memeriksa jenny..
_----- gedung melati kamar 115-----_
pukul 08: 03 wib
" pagi jenny wah senangnya ...lagi apa kamu Jenn." dia asyik membaca buku"( batinku)....nah jenny saya periksa dulu ...berbaringlah jenny ayolah.."( memaksa)
" hehe..."....
" jenny apa kamu mendengar ku ..berikan padaku bukunya "..( merebut buku jenny)
" berikan padaku itu milikku"( marah jenny)
" huuh aku akan memberikannya setelah aku memeriksa mu...aku berjanji Jenn."( rayuku)
" Hem.. sebentar ...wah kondisi mu mulai membaik ...terlihat hari ini kamu cukup ceria.."
" tentu saja ...itu karena Erin memberikanku hadiah juga membawakan bunga ,,buku ini sangat menarik ini buku yang cukup bagus " ( jawab dengan senyum manjanya)
" apa buku ini bagus ...buku ini ya " oppelia " ...buku apa ini "...buku oppelia kurasa aku pernah melihatnya tapi dimana...atah ...tadi pagi kurasa aku melihatnya dia .." Erin" kah...dan saat itu terjatuh dan aku mengambil lalu memberikannya Aah kurasa jenny tidak berhalusinasi...tapi rekaman kemarin aku yakin itu pak Rizki pekerja disini...aaah kenapa malah aku banyak mikir tentangnya ...dan pantas saja jenny semakin membaik..ah ini terasa ganjil ..kurasa aku harus memeriksakan di ruang pemantauan.."( batinku)
_------ ruang pemantauan-----_
pukul 08 :47 wib
" apa ini ..ini pak Rizki !!?..apa Erin itu pak Rizki ..tapi tadi pagi aku sangat yakin itu bukan pak Rizki ...Hem mungkin juga pak Rizki terlibat ....huuh mungkin lebih baik bertanya langsung ke beliau akan lebih jelas.."( dalam pikirku)
Tut Tut ..Tut..
" hallo sambungkan ke bagian office...hallo tolong bapak Rizki datang di ruangan pemantauan sekarang..."
" maaf Bu dokter pak Rizki dia siff siang Bu..."( jawab operator)
" tolong beritahu dia segera kembali ke rumah sakit aku tunggu sampai waktu makan siang .."
kenapa aku malah strees memikirkannya kurasa aku fokus di pekerjaanku saja namun ini teka teki yang sangat seru ,aneh dan ganjil,,,kurasa aku tertarik ...menyelesaikannya..( dalam pikirku)
" hallo Bu ...dokter Yanti ada pasien baru..kurasa ibu harus segera menanganinya"( kata Rina )
" aah oke"..
waktu mudah berlalu begitu saja tak terasa tugasku sudah selesai dan waktunya aku menyelesaikan teka teki ini
_----- ruang pemantauan-----_
pukul 11 : 42 wib
" permisi siang Bu...ada masalah apa ya dokter Yanti memanggilku dengan segera.."( kata pak Rizki)
" siang pak ..jadi sebaiknya kamu rekrut anggota baru untuk fokus di kantin saja dan satu lagi bisa kamu jelaskan ..ini padaku ...ini rekaman kemarin dan tadi pagi..."( ujar ku)
" ini....ini...sebentar ini rekaman ku saat 3- 4 hari yang lalu ...dan lihat Bu. ..lihat dengan lebih teliti coba di slow...perlahan ..terlihat ada perubahan cahaya ...ini sangat jeli dan juga ini dilakukan sangat profesional dan kebenaran nya ada yang memotong .....atau mungkin saja rekaman pemantauan kita sedang di bajak.."( jelasnya pak Rizki )
" ouh okay. ..dan untuk apa kamu membawa banyak buku"..
" Belajar ,kurasa masih ada waktu hehe".( dalam ingatanku)...aaah kenapa malah memikirkan saat itu ( pikirku)
jangan jangan tidak salah lagi Erin membajaknya ..ini bisa gawat ..kurasa dia masih disini aku yakin dan dia terluka ..berarti dia pasien disini kurasa aku periksa dulu di komputer ku.." sial sial aku tak menemukannya " secepatnya aku harus mencarinya.
_----gedung ruangan melati 115---_
pukul 12 : 00 wib..
"siang Miya ada yang ingin aku bicarakan padamu sebentar .lihatlah bunga yang di samping itu dan juga buku yang jenny bawa ... dan juga ini soal Erin...dia ada disini .."( cemas ku)
"Erin..."( berhenti melangkah) dokter bukankah kamu yang bilang jenny hanya berhalusinasi saja ...( dengan nada kagetnya)
"kemarin aku berfikir seperti itu ..namun bunga dan buku yang jenny baca itu dari Erin...dan tadi pagi aku sempat bertemu seseorang namun aku tak melihat wajahnya dari depan ....dan aku membaca sedikit buku yang di baca jenny ..aku memeriksanya di ruang pemantauan namun itu terlihat pak Rizki dan mencoba mendatangkan beliau ...ternya dia siff siang dan aku memaksanya kemari dan beliau menjelaskan rekamannya " ini rekaman ku saat 3-4 hari yang lalu" ujarnya ( dalam ingat ku)...dan ada yang membajak rekaman pemantauan ...miya tolong jelaskan Erin padaku siapa dia sebenarnya..".( nada khawatirku)
" Erin ya...dia ...teman satu kelas dengan kami namun ia selalu tertidur entah saat pelajaran berlangsung ataupun saat pulang sekolah bahkan saat istirahat juga....aku masih mengingatnya Erin tak pernah bangun dari bangkunya dan aku melupakannya ..dan ketika Erin bangun dari tidurnya dan merubah semuanya termasuk juga jenny..dan pola pikir semua orang...menjadi tak seimbang atau kacau....di bangku pojok itu menjadi saksi akan keberadaan nya..bukan cuma itu Erin mengambil beasiswa ke Belanda dengan membawa nilai sempurna lalu dia menghilang....Erin itu adalah IQ 200 itu yang aku dengar dari seseorang yang lebih mengenalnya...saat kemarin aku sempat bertemu dia namun aku tak memahaminya ...dia itu bagaikan misteri dan dia menghilang lagi saat aku tahu siapa dia dan juga penyebab jenny jadi seperti ini.. sudah 7 tahun lebih jenny kehilangan kesadarannya ..dan dia .".Hanna"..(dengan nada bengong nya)..
" Hanna ??( tanyaku)
" sebentar tunggu sebentar...dokter Yanti aku melihat Hanna ..saya temui Hanna dulu.."( sambil berlari )
HANNA ...a...tunggu..
" tunggu ...tunggu aku miya"( ujar ku )
_----- lorong EXIT------_
"PRAAAAK"..AU sakit...
"maaf ...maaf.."( kata Miya)
"miya ..kamu...lama tak jumpa...dan kenapa kamu disini..."( ujar Tania)
" tania..kamu di sini...Tan ...aku buru buru....Hanna ..aku hampir bertemu dia lagi.."..Tan " Erin ada disini..dan dia membajak informasi di rumah sakit ini...."( dengan nafas tuanya)..
" tenang miya ...aku belum mengerti tenangkan dirimu ...apa itu benar hahah apa yang kalian katakan Erin memang disini ...Hem...dia itu pasien disini dan aku yang merawatnya sekarang.hahah maaf aku sedikit tertawa karena kamu bilang dia membajak informasi di rumah sakit ini....."( ujar Tania dengan tawa tak percaya )
"apa...Tan kamu tidak berbohong kan"( dengan kaget tak percaya)
" untuk apa aku berbohong ..".Erin Sadewa" dia datang dua hari dari kemarin .untuk laporannya di bawa suster Rina ...( sambil senyum )
" Rina "....."oh iya laporan mu yang kemarin belum ku terima"...( ingat ku)
astaga pantas saja di komputer ku tidak ada namanya..
" hahah dan kalian membuatku tertawa kalian bilang Erin membajak informasi disini...hahha ...tangan Erin patah dan setiap hari ia hanya tertidur haha itu lelucon bagus miya"( sambil tertawa aneh)
" Tania...itu bukan lelucon "( kesalnya kita)
" apa ...haha aku hanya bercanda..jangan marah ...soalya tangan Erin memang patah dan aku yang merawatnya dan juga aku berkata tidak berbohong pada kalian ...lagi pula Teressa juga disini.."( dengan menoleh kesamping)
Teressa tak sadarkan diri dari kemarin ia syok ...namun aku tak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi dan dia mulai sadar hari ini...jadi aku juga buru buru ke sana jika kalian tak percaya denganku ikutlah bersamaku..."( kata Tania )
"baik ...kurasa kita harus memastikannya " ( ujar ku)
_----- ruangan delima 18----_
"di sana kamarnya"..pagi." heeeee tadi dia disini hahaha mungkin dia sedang jalan jalan ...nah kita Kemar Erin saja mungkin dia masih tertidur..".( ujar Tania)
" Tania. ?..apa kamu sedang bermain main denganku.."( dengan marahku)
" heeeeek...hehe..bukan begitu dokter Yanti lihat laporan kerjaku..apa ini salah.."( kata Tania)
" haduuh Tania kuharap kamu tidak berhalusinasi."( kata miya).
__ADS_1
_------- ruangan Arjuna 10 -------_
" sebelah sana Erin pasti sedang tertidur..."pagi"..HEEEH kosong". ( kaget tingkat Dewi)
"TaniA ....AAAA.. Huuh kuharap kalian jujur padaku ,,,apa yang kalian berdua sembunyikan..dariku..."( nada besar ku)
" apa yang kamu katakan dokter Yanti sebentar lihat ruangan ini ..,ini parfum bunga yang sama di kamar jenny dan aku masih mengingat parfum saat memegang bunga di sana ...aku tidak salah lagi Erin pernah ada disini. ". ( tegas miya)
"Tut Tut Tut "...suara hp miya..
" hallo iya ibu Maria ..ada apa ...apa jenny tidak ada di kamarnya dia juga tak bersamaku....sebentar aku segera ke sana ( nada kebingungan)
...
..
" dokter Yanti jenny menghilang ..sebaiknya kita kembali ke sana segera Tania kamu ikut kami jadi saksi "( tegas miya)
" apa...ayo cepat sebelum terlambat"( ujar ku)
.
_------ gedung melati 115------_
" nak miya jenny tidak ada,dia belum pulih sepenuhnya, jadi kemana dia pergi. "( nada khawatir)
"Bu Maria tenang kita cari sama sama "( ujar Miya)
"kami mengerti apa yang ibu pikirkan sebaik nya kita menuju tempat pemantauan supaya kita bisa mengetahui keberadaan jenny"..( ulas ku)
_-------- ruang pemantauan-------_
" di sana ...coba lihat jenny dia mulai berjalan saat miya dan aku pergi menjauh dari kamarnya lihat dia seperti main petak umpet ..lihat dia mulai bernyanyi dan tersenyum sendiri ..ini aneh..mengapa ada begitu banyak anak anak...dan sejak kapan dia akrab dengan anak anak..lihat mereka buka pasien sini ..sebelah sana lihat jenny meninggalkan mereka dia mulai berjalan sendiri ..lagi....dia menuju gedung itu tidak salah lagi...dan dia menuju lantai atas ...jangan jangan jenny..."( penjelasan dariku)
" apa yang di lakukan jenny sendiri di sana "( nada khawatir ibu Maria)
" namun Erin tak terlihat sama sekali dokter"( ujar miya)
" apa kalian lupa ..dia membajak informasi disini namun jika di lihat seksama dia seolah sedang bermain game petak umpet..."( tegas ku)
" nah pak bisakah awasi anak ini untuk kami ..kami akan menyusul ke sana kami membutuhkan bantuan mu lagi"
" baik dokter Yanti aku kan mengawasi dia "( pengawas)
" ayo kita segera ke sana...aku khawatir jenny kenapa napa " (ujar ibu Maria dengan wajah takutnya)
" Tan , ," Tania bisakah kamu ceritakan apa yang terjadi pada Erin " ( tanya miya sambil jalan menuju keberadaan jenny)
"miya ...kamu...!!"
" kumohon Tan ceritakan untuk kami.."( sambil melangkah)
" dan aku juga tak mengerti Erin sampai disini saat itu aku makan di kantin ketika itu aku kembali dan aku bertemu dengan suster Rina yang mendorong membawa Teressa menuju ruangan pemeriksaan ..ketika itu aku hanya mendengar kata yang keluar dari samping bangku di sana " satu tambah dua hasilnya tiga, empat tambah satu jawabannya lima" aku tak tahu kalau itu Erin ini ketika aku tak memperdulikannya namun entah kenapa kakiku mulai berhenti saat melewatinya dan aku membalikan badanku ketika menoleh nya " PAGI".. ujarnya sontak aku pun kaget melihatnya .
" Erin....kamu...kenapa kamu disini...apa yang kamu lakukan ...dan kenapa ...kamu ..jadi seperti ini...ikut denganku...."( tanyaku)
"hahah ...aku hanya terjatuh dan Teressa lagi demam ..ah bisakah kamu membantuku ..lihat ini tanganku patah jadi aku bisa membuat ini...( dengan senyum gilanya)
" ikutlah denganku aku akan mengobati mu "( paksa ku)
" ah haha...maaf merepotkan mu "( jawabnya)
dan saat itu yang bertugas merawat dia namun tak lama kemudian datanglah wanita yang belum aku kenal bahkan ia juga tak ada saat kita liburan kemarin miya ..dan terlihat dia sangat sangat dekat dengannya."( dalam cerita Tania)
" miya ada apa..kenapa berhenti "( ujar ku)
"tidak salah lagi itu pasti Hanna Tan lanjutkan lagi.. "( wajah kaget miya)
setelah itu wanita itu selalu menemaninya selalu bahkan ia selalu menemani Erin saat tertidur ...ketika itu aku merasa ada jarak cukup tinggi penggalang sangat tebal antara aku dengan Erin ..itu yang aku rasa namun saat wanita itu pergi suasana menjadi berubah terlihat saat aku mencoba memeriksanya dia selalu tertawa dan tersenyum dan itu membuatku nyaman. dan dia....( dalam cerita Tania )
"Tut Tut Tut bunyi suara hp miya"
" hallo ...ouh ada apa grey ...apa Hanna ada di sana baik nanti saya ke sana ..jangan biarkan dia pergi dulu..
...
..
"telfon dari siapa miya" ( tanya Tania )
" ini telfon dari Grey ia memberitahuku Hanna ada di sana dan aku menyuruh dia untuk menahannya sedikit lama lagi"( jawab miya)
" kita sudah sampai dan ini gedungnya kita lewat lif saja..." sial sial liftnya tak mau terbuka dengar gedung ini hanya lima lantai kemungkinan tunggu saja"( ujar ku sambil menekan tombol lif)
" bagaimana kalau lewat tangga saja ,kita harus menunggu berapa lama lagi..lihatlah liftnya tidak mau terbuka dan kita sudah menunggu 5 menit sebaiknya kita lewat tangga". (ulasan ibu Maria )
kami pun menggunakan tangga untuk menuju ke atas dan sampailah di lantai 4 namun ada yang berbeda " AAaaa" tiba tiba lampu penerangan disini mati kami pun sangat kaget sontak kami berhenti ketika itu..." Tut Tut ."( sontak membuat suasana menjadi sangat horor)
" halo ..dokter Yanti di depan ada seorang pemuda sedang mencoba turun lewati anak tangga dia memakai seragam pasien dan terlihat tangannya patah di perban."( Sura pak Candra di dalam hp yang mengawasi kami dari pusat pemantauan)
" baik terimakasih ,,,kurasa kita berhenti dulu disini...dia Erin sedang turun melewati tangga ini"( ujar ku)
" ..namun ...tak terdengar suara langkahpun. dokter .."( kata ibu Maria)
" hallo pak Candra sekarang dia dimana apa yang kamu katakan ini tak ada apapun "( marahku)
" dia berada Persih di depanmu dokter ..jika tidak percaya aku kan memfotonya dan ku kirimkan padamu.."( kata pak Candra)
" baik....dan ini sudah terkirim ..lihat itu Erin dan kenyataannya dia tidak ada ..ini aneh dokter Yanti apa kita lupa Erin membajak informasi disini..."( kata miya)
" kamu benar miya Erin membajak informasi disini itu artinya dia membuat kita kebingungan sebaiknya kita cepat"( tegas ku)
_------- pintu atap-------_
kamipun mencoba membuka pintu atap namun jenny pun tak berada disini dan tempat ini kosong namun ada yang berbeda di atas kini yang terlihat hanyalah sebuah pemandangan taman bunga matahari dan begitu banyak lukisan gambar sebuah karya anak kecil.
" jenny . Jenn..jenny..kamu dimana nak..miya jenny tidak ada disini ..jadi sebenarnya dimana dia..( rintihan kesedihan ibu Maria)
" tenang Bu kita cari bersama sama dan apa ini ..sejak kapan ada taman bunga .. dan apa ini ..gambar rumah di pinggir sungai"( sambil mengambil sebuah gambar)
Dan ini adalah pengalamanku pertama kali nya aku kehilangan 3 pasienku yang kini sirna akan keberadaanya bahkan seperti lenyap dan hilang di telan waktu kami pun mencarinya ruangan demi ruangan ...namun tak melihat mereka ini bagiku sangat menarik namun ini juga sangat mengerikan dan kurasa dia sangat mengerikan " Erin Sadewa" bagaikan mitos akan keberadaan bunga matahari yang di pandang seperti sosok mentari dan terlihat begitu ganjil dan aneh..
"nah ada yang tahu gambar ini dimana ..miya bisa ceritakan lebih detail siapa Erin padaku..mungkin itu akan sangat berguna "( ujar ku)
" sebenarnya Erin ..itu..bisa di katakan dia anak yang cukup jenius dia itu iq 200 namun ia selalu terlihat bodoh dan gila dan semua orang memanggilnya idiot dan itu juga sebuah kata yang keluar dari mulutku .kata kata yang keluar dari mulutnya seakan membuat orang tak mampu memahaminya bahkan saat aku bertemu dengannya lagi dia tetap sama dia gila bodoh dan idiot yang selalu aku lontarkan untuknya sontak aku tak percaya dengan apa yang ia katakan namun dia itu benar benar sangat bodoh ,gila dan idiot dan itu yang ku ketahui"( cerita miya)
" dokter bagaimana kalau kita berpencar kita cari jenny' Tan " kamu ikut denganku dan Bu Maria dengan dokter Yanti..kurasa itu ide bagus dan juga aku tak tahu tempat ini seutuhnya".. ( ulasan Miya)
Kami berpasang pasangan dan berpencar mencari jenny ke semua ruangan dan beberapa orang yang kami temui kami bertanya tentangnya namun hasil tak berpihak kepada kami hari pun menjadi sore kini terlihat suasana yang kini terasa sepi namun tetap kami tak menyerah dan mencarinya hingga....
Dan akhirnya kami tak menemukan hasil lalu kami putuskan untuk kembali bertemu seperti semula ..namun saat menuju ketempat itu...
" Tut Tut Tut Tut " suara hp ibu Maria
" halo iya bik ...apa tapi bik..apa jenny sudah sampai di rumah .."( nada kaget ibu maria)
" iya nyonya neng jenny berpesan ingin pergi lagi dan menyuruh saya menyampaikan pada nyonya dan sekarang ia sedang mandi ". ( kata bik pembantunya ibu Maria)
" bik bisa jelaskan jenny pulang sama siapa bik?." ( tanya ibu Maria)
" dia pulang sendirian tapi ada yang aneh nyonya ..tak biasanya neng jenny seperti ini..." bik aku pergi dulu bilang ke bunda jangan mencari ku" (suara jenny dari telefon)..neng Jenn neng jenny nyonya mau ngomong ...maaf nyonya dia langsung pergi"( kata pembantu ibu Maria)
" bik ikuti jenny cepat...bik...nanti aku menyusul..( nada khawatir ibu Maria )
....
..
.
" dokter Yanti saya minta maaf telah merepotkan Anda ..saya juga berterimakasih atas semua bantuannya kurasa aku pamit dulu ...dan tolong bilang ke nak miya saya pulang dulu..saya takut jenny kenapa Napa..saya akan segera menyusulnya..kamu sangat baik ,sekali lagi terimakasih dokter Yanti...saya permisi dulu.."( ucapan ibu Maria )
" sama sama Bu hati hati ya Bu senang membantu anda dan ini juga tugas saya sebagai dokter Bey Bey...."( sambil melambaikan tanganku)
dan datanglah Miya dan Tania sudah menunggu di sana
" bagaimana apa jenny ketemu .."( tanya Miya)
" dia ...ya...Hem...dia sudah pulang dan sudah sampai di rumahnya tadi pembantu ibu Maria menelfon dan berkata jenny sudah pulang lalu ibu Maria menyusulnya .."( penjelasan ku)
" ouh syukur lah....jenny sudah pulang dengan selamat.."( dengan senyum leganya)
"nah miya ini sedikit saran ku ..ada yang ibu Maria sembunyikan kurasa itu sangat penting "( ujar ku dengan senyum manis ku )
" ouh terimakasih dokter Yanti aku sudah menyadarinya dari dulu"( sambil melangkah pergi)
" dokter Yanti aku pamit dulu Bey Bey..."( kata Tania)
" Tania aku mau ngomong sesuatu tan ...tunggu sebentar kamu mau kemana tania tunggu ..jangan pulang dulu...
Huh terasa sangat melelahkan namun aku merasa masih ada yang tak beres tapi kurasa hanya firasat ku saja ..tapi kejadian ini begitu sangat aneh dia " Erin Sadewa" bagaikan misteri seperti bunga matahari yang di pandang sama seperti mentari ...kurasa cukup untuk hari ini berhati hatilah miya kasus yang menimpamu akan semakin jelas akan kisahnya"( batinku)
" pagi "..( ujarnya )
"heeeek kamu "( kaget ku)
lama tak jumpa dokter Yanti , terimakasih atas bantuan mu ..ouh iya tolong buatkan ini apa kamu bisa membantuku ..baik kurasa aku tahu jawabanmu aku menunggu di ruangan ku ..
" ah baik kak...aku mengerti.."( jawabku)
Dan dia ..sejak kapan dia berada disini ...pewaris tunggal rumah sakit ini dia kembali bukankah seharusnya dia masih kuliah di Jerman tak ku sangka dia " Cornelius" anak pemilik rumah sakit umum ini dia sudah kembali ...namu. parfum ini mirip dengan ruangan Erin dan bunga di kamar jenny ..apa dia ..." Erin"...namun kurasa bukan dia terlalu baik hati...
"SELAMAT DATANG KEMBALI CORNELIUS"
__ADS_1
"