
... sudah putuskan untuk melanjutkan kisah hidup yang tak mampu untuk di lawan dari sebuah angan akan fantasi dunia yang sulit di jelaskan yang memaksa terbang melayang layang dalam awan merah mudah yang terlintas sejenak perlahan menghilang dari cahaya matamu
" hem... apa sudah selesai "..
" sebentar lagi persiapan selesai " ( kataku)
" heeeeh.. monell.. sudahlah... jangan terlalu terbawa"
" apa maksudmu... .. jangan sok dewasa dasar"
" hahahah.... tenang saja semua pasti selesai dan beres.. "
" beres katamu... lihat apa yang kamu lakukan... semua pekerjaan nya aku yang terlalu sibuk.. "
" huuuufh... nah monell apa kamu lupa apa kata panda "
" hadeh... bisa kita mulai hidup tanpa melibatkannya "( jawab ku)
dan kini tiada tiang untuk bisa membuat kokoh pijakan ranting cita yang membeludak dalam keberagaman rasa yang membeku dan memberontak dari apa yang sudah kami impikan bersama dalam janji dengannya
" nah Teressa bisa kita bicara "
" ... hem.. apa dari tadi kita tidak bicara "
" bisakah kamu membantuku... huuufh sampai kapan kamu seperti ini... nah Teressa aku sudah merasa lelah dan bosan tinggal di sini... "
" ouh.... mungkin sampai panda dan manda kembali... itu yang ku inginkan... kurasa aku kan mencarinya... apa kamu ikut denganku "
" heeeeek.... itu pasti menyusahkan.. "
" ... ketika aku bertemu dengan nya .. aku tak akan kembali kesini lagi.. "( jawab halunya)
" heeeeh apa maksud mu.. "
" persetan dengan yayasan hanya memanfaatkan kemampuan kita lagi pula aku sedikit kecewa ketika kak Hanna membiarkan mereka pergi dan aku masih tak Terima apa yang mereka lakukan padahal panda dan manda adalah yang membuat 🄱. 🄴. 🄴. 🅁 yang ada disini namun kurasa mereka di singkirkan. "
" apa maksud mu Teressa.. huufh sebaiknya cukup kita bicara kali ini aku akan kembali kesana"
__ADS_1
" ... aku akan bergabung di kelas elite.. apa kamu ikut dengan ku.. kita cari mereka.. "( tegasnya)
.. " pergilah sendiri... aku tak mau"( jawabku)
....
dan ketika itu aku meninggalkan nya sendiri melalang lintang dalam sifat malasnya terkadang dia seperti anak anak yang selalu inginkan semua yang tak berguna dan entah mengapa ia sedikit nekad hingga perpisahan yang membuatku mengerti tak selamanya dia seperti ini. .. namun masih teringat akan kata darinya yang membuat ku berputar putar dari pemahaman yang ia berikan hingga kini aku kembali ke 🄱. 🄴. 🄴. 🅁 04 dan bertemu dengannya
" heee.. windy... apa kak Hanna ada disini "
"...anggap lah aku tak peduli denganmu..dasar.... "
.......
dan hanya itu kata yang tak mampu ku pahami padahal dia cukup dengan kebencian yang membuatku sedikit merasa hingga kak lintang menyadarkanku
" monell.. kapan kamu kembali "
"... kak lintang... hahahaha aku baru saja sampai "
" hem... dia belum kembali... aku ada keperluan disini sih kak jadi kembali lebih cepat "
"... ouh"..
" kak apa dia ada disini... kak Hanna maksudku "
" hem.. mungkin besok dia kesini ... ouh bisa kamu membantuku.. "
"ouh... jika itu tidak merepotkan aku akan membantumu .. hahaha"
" ini soal Teressa... kata Hanna dia... itu..?
" hem... mungkin itu memang benar apa yang kak Hanna katakan "
" kemarilah... dia sana "
dan aku di ajak kak lintang bertemu dengan seseorang yang membuatku tak mampu menolaknya dia pemilik 🄱. 🄴. 🄴. 🅁. 08 dia ada disini iya dia nyonya liona sedang mencari dirinya dan dia adalah orang yang membuat erin pergi dari sini..
__ADS_1
" . . permisi... maaf nyonya.. ini... "( kata kak lintang)
" hem.... siapa dia... lin"( jawabnya)
" dia monell dia ini juga anak didik darinya langsung.. "
" hem... apa dimana Teressa.. "
" anu... maaf nyonya kami berpisah dengannya. "
" ya.. Tuhan apa maksudmu huuft ini merepotkan.. "
" hem... nah monell bisa membantu ku.. bawa kan dia kemari aku ingin bicara dengannya "
"ouh.. baik nyonya aku akan menghubunginya sekarang...
hingga telfonku pun ku tujukan padanya namun tetap saja ia tak ada respon hingga semua berakhir dengan wajah kecewa darinya dan perpisahan ini meninggalkan kata kata yang membuatku semakin mengeras dalam api semangat ku akan cita yang selama ini kami ukir dalam sebuah janji dengan dia "( erin)
" no woman, no cry... nah monell jangan lupakan itu dah. "
" heeee.... "( terbengong dan membara dalam cita)
....
" no woman, no cry... heeeeh apa itu maksudnya... nah monell bisa kamu jelaskan padaku"( kata kak lintang)
" .... "( diam ku)
dan aku pun pergi tanpa ada kata pamit darinya, aku berlari sambil meneteskan air mata dalam api yang membara dalam cita yang kami ukir dalam janji dengan dia.. iya dia" erin Sadewa" dan aku pun kembali ketempat dimana Teressa berada namun ia pun tiada bekas akan jejaknya bagaikan ia sirna dari genggamanku lama lama ia sirna dengan janji yang kami ukir dalam candanya tak terasa aku yang masih mencari di mana Teressa tanpa kabar yang ia berikan sudah 1 minggu lamanya dari kata kata nya " no woman no cry" kata nyonya liona yang masih membekas luka akan kepergiannya hingga tiada fokus ku
" huuuufh.... baru kali ini semua tak berjalan lancar ... entah mengapa aku mulai kehilangan apa yang ingin aku lakukan rencanku berantakan"( batinku)
dan keberadaannya yang membuatku merasa kehilangan sayap untuk terbang dan kembali iya sayap kebebasan memilih apapun tanpa ada penghalang yang bisa memaksaku kesendirian ku yang kini membuat tempat yang tak mampu di jangkau dari mereka semua ( anak yayasan B E. E. R) hingga hari dan tanggal serta waktu pun tiada laju dari mereka warna warni gemerlap lukisan kisahnya membuatku mengingat dalam kesunyian tanpa ada kata balasan dari senyumku mengingat mereka hingga tak pernah ku mengerti sebuah tawa ini mengalir dengan air mata yang membuatku tak memiliki apapun dan terucap " no woman, no cry" adalah sebuah tempat yang begitu jauh untuk di gapai dan di jajaki ia selalu berpesan dan berimajinasi tentang tempat itu, disana tiada pernah ada penghalang dan kesulitan hingga iya masih teringat kata katanya yang gila dan bodoh namun juga sangat berwarna ." ᴅɪsᴀɴᴀʟᴀʜ ᴛᴇᴍᴘᴀᴛ ᴋɪᴛᴀ ʙᴇʀᴀᴅᴀ " ɴᴏ ᴡᴏᴍᴀɴ, ɴᴏ ᴄʀʏ " ᴍᴇʟᴀᴍʙᴜɴɢ ᴛɪɴɢɢɪ ᴍᴇɴᴊᴀᴅɪ ᴀɴɢɪɴ ʏᴀɴɢ ʙᴇʀʜᴇᴍʙᴜs ᴅᴀʟᴀᴍ ᴘᴀɴᴀsɴʏᴀ ᴍᴇɴᴛᴀʀɪ ᴏᴍʙᴀᴋ ʏᴀɴɢ ᴍᴇᴍʙɪʀᴜ ᴋᴀʀᴀɴɢ ᴍᴇɴᴊᴜʟᴀɴɢ ᴛɪɴɢɢɪ ʀᴜᴍᴀʜ ɴᴀɴ ᴅɪɴᴅɪɴɢ ᴘᴀsɪʀ ᴘᴜᴛɪʜ ʙᴇʀᴀɢᴀᴍ ᴀᴋᴀɴ ʙᴀʜᴀsᴀ ᴅᴀɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇɴᴛᴀɴɢ ᴅᴇᴡᴀ ᴅᴀɴ ᴅᴇᴡɪ sᴜʀɢᴀ ʜɪɴɢɢᴀ ᴛᴇʀʙɪᴛʟᴀʜ ᴡᴀʀɴᴀ ᴘᴇʟᴀɴɢɪ sᴇᴛᴇʟᴀʜ ɴʏᴀ ᴍᴇɴɢʜɪᴀsɪ ᴅɪ sᴇᴛɪᴀᴘ sᴇɴʏᴜᴍᴀɴ ᴋᴀʀᴇɴᴀ ᴅɪɴɢɪɴ ᴅᴀɴ ʙᴇᴋᴜ ɴʏᴀ ᴍᴇʟᴏᴅɪ ʙᴇʀᴋᴀsɪʜ ʜᴀɴʏᴀ ʟᴀɢᴜ ʀᴇɢɢᴇ ᴅɪ sᴇᴛɪᴀᴘ sᴜᴅᴜᴛ sᴜᴅᴜᴛ ᴅɪɴɢɪɴɴʏᴀ ᴍᴀʟᴀᴍ ɴᴀᴍᴜɴ ʙᴇɢɪᴛᴜ ᴊᴀᴜʜ ᴅᴀʀɪ ᴊᴀʟᴀɴ ʏᴀɴɢ ᴋɪᴛᴀ ᴛᴇᴍᴘᴜʜ ᴅᴀɴ ᴅɪ sᴀɴᴀ ʟᴀʜ ᴛᴇᴍᴘᴀᴛ ᴋɪᴛᴀ sᴇʜᴀʀᴜsɴʏᴀ ʙᴇʀᴀᴅᴀ ᴛᴀɴᴘᴀ ᴀᴅᴀ ʙᴀᴛᴀsᴀɴ ᴡᴀᴋᴛᴜ ᴅᴀɴ ʀᴀsᴀ ᴋᴀʀᴇɴᴀ ʀᴀɢᴀᴍɴʏᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀ. " ɴᴏ ᴡᴏᴍᴀɴ, ɴᴏ ᴄʀʏ" ( cakap dalam ingatanku) tak tersadar dari apa yang ia katakan ketika itu menjadi canda yang sangat indah hingga warna pelangi terbit dalam senyumku kali ini iya dia " erin Sadewa" seseorang yang akan mengajakku terbang ke sana tempat tanpa batasan waktu dan menjajaki dalam hembusan panasnya mentari menyapa pelangi dari tidurnya karena dingin dan bekunya melodi berkasih " no woman, no cry"
kurasa disini dalam anganku
__ADS_1