Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 78 " walau terluka"


__ADS_3

ini kisah tentang dirinya yang seakan aku tahu siapa dia dan kenapa dirinya waktu menunjukkan pukul 07 : 21 wib Semarang city, sisa darinya kini terkenang kembali ,pagi yang cerah meliputi keceriaan dalam kelas yang kini teringat akan masa ku yang SMP hari yang ku lalui tanpa kendala apapun hingga ketika aku mulai pulang dan melewatinya terasa ada yang beda sudah berakhir disini saja ..


" Siti...kamu mau kemana"( ujarnya dari belakang)


..


kini aku di panggil dengan nada yang membuatku menoleh dan membalikan badanku iya dia fajar teman kecil juga sahabat yang paling berharga cerita ini berawal dari tempat kami bersama dalam lingkupnya membuat dia menghantui ku lagi dan lagi setelah pulang sekolah kami selalu bersama yaah...gimana ya disini aku sedikit populer dari gosipnya yang selalu menghiasi baju wibawa ku sebagai anggota OSIS yang cukup berperan karena kasta yang jauh darinya


" aku pergi dulu kurasa ada sedikit ...masalah ..."


" masalah ...?


" ...iya ...maaf ya ...aku harus pergi "( jawabku)


hingga kemunculannya yang tak bisa lepas dari hina , dia bukan tipe orang yang selalu aktif dalam semangat nya beda dengan ku yang merasa ini yang ku inginkan bersekolah dan bersekolah walaupun aku tidak begitu pandai namun kurasa aku cukup pantas untuk di bandingkan dengan yang lainnya . pelajaran pertama dengan raut wajah nan meliputi di setiap parasnya ia datang rasa asing itu lagi


" assalamualaikum ...ini kenalkan kita punya teman baru ...kenalkan siapa dirimu ..."( ujar guru)


....


..


namun ia tak mengucapkan apapun hanya menunduk dan langsung duduk paling belakang benar saja guru disini hanya geleng geleng melihatnya ia bertubuh ramping langkah kakinya seringan kapas dan jari jarinya pun cukup kecil dari pada kesannya namun ketika aku penasaran padanya ku coba melihat raut wajahnya yang hanya menunduk menuju kebelakang tempat duduk ku namun matanya yang tertutupi hawa yang kusam terlihat ia seperti baru saja menangis aku pun melihat bekas itu dan masih berkaca kaca di setiap pandangan nya pelajaran di mulai ia hanya melihat meja di depannya tanpa ku tahu ..ia pun juga tak membuka buku menulis atau apapun atau memang ia tak membawa sesuatu pun


" eh...aku heran ada yang aneh padanya"( bisik Dina)


" ssst...biarkan ah..."( jawabku)


.


aku merasa dia sedang merasa risau di hatinya dengan lara yang menempel pada bola matanya rasa yang pernah aku alami ketika beberapa tahun yang lalu terluka akibat cinta yang tak menepati janjinya dalam ikatan sekedar senyum dari suka karena janji, pelajaran kedua dan ketiga tetap saja ia tak melakukan apapun ia hanya diam melihat meja yang ada di depannya kami mulai bingung akan hadirnya ..." Kring kring"( bell) kini waktunya istirahat di sekolah hingga kucoba mendekati nya dengan nada senyum ku


" hai... namaku Siti Nurhaliza..kamu..?( tanyaku)


....


namun ia hanya melihatku dan melotot i selalu ..entah mengapa aku malah sedikit takut darinya hingga terasa tangan ini kosong tanpa jabat tangan nya


" aaah....maaf jangan terlalu kaku ...aku hanya ingin kenal dengan mu..."( jujurku)


".......


..


namun tetap saja ia hanya memandang dan melotot i ku ...hingga kata perpisahan yang ku ucapkan untuknya terasa aku mulai risau dan bingung ketika hari hari ia selalu melihat ku dan memandangi selalu hari berikutnya tetap berjalan sedemikian rupanya dia tanpa suara tanpa gerak yang bebas dan tanpa kemauan di hatinya itu yang dirasa ketika aku mulai merasa sedikit jijik padanya ...ya gimana tidak jijik ketika ia melihatku ia malah memandangi dan melototi dari gerak lakuku


" eeeh ..sit..kayaknya dia suka padamu ..."( ledek Dina)


" aaapaaan...berisik "( jawabku)


jujur saja aku merasa tidak "Ngeeehhh" padanya dia tanpa rupa ceria dan fisik yang tak begitu terlihat sehat malah menjadi momok dari masa SMP ku ,hari pun berjalan hingga bulan dan bulan tanpa kami sadari dia anak yang aneh ..


"Din....aku pergi dulu ...udah di tungguin putri "( ujarku)


" ...sit ...tungguin ..."( suara fajar)


" ...eh...


terlihat ia buru buru menemuiku dia fajar yang bersekolah beda yang membuatku memiliki banyak gosipnya ..gimana nggak gosip jika selalu dan selalu di tungguin cowok Ganteng walaupun hanya SMP tetap saja gosip itu melegenda


" eh...sit. nanti kamu ada acara ndk ..."( pintanya)


"...eh...Hem...ada ndk ya...?!!( candaku)


...


terlihat begitu banyak nya teman yang ku punya dan orang yang melihatnya seakan pasangan yang cukup romantis hahahah padahal dia sahabatku dari kecil ( teman bermain) namun ketika kami sedang berbincang bincang yang membuat mereka iri hingga semua terfokus dari pandangan ku yang menghentikan waktu dari hukumnya entah mengapa aku dan dia dia hingga dia lagi memandangi dan melotot i ku selalu aku yang tanpa sadar pun kini terdiam karenanya entah aku simpati atau empati atau juga ada yang kurasa dia itu...


" sit...sit...siapa dia "( ujar fajar)


"....ayo kita pulang ...aku harus bantu ibu"( jawabku)


hingga ku coba melihatnya kembali namun tetap saja ia masih memandangi ku selalu ...dia tak pernah bicara bermuka kusam dan bertingkah aneh..itu kesanku saat ini


" sit ..aneh...nada bicaramu mulai aneh setelah bertemu dengannya "( kata putri)


"...apaan sih..."


..


aku pulang dengan tanpa canda ku lagi untuk teman yang ada di sekeliling ku entah apa yang ku pikirkan seakan aku juga tak tahu entah apa yang ku harapkan aku juga tak tahu entah apa yang terjadi aku juga tidak tahu pasti karena nya aku bingung jika menjelaskan nya dia hanya teman sekelas ku yang aneh ..yang membuat ku merasa bingung dari apa ku rasa hingga menjadi momok yang menghantui di setiap waktu hingga tidurku yang selalu aku rasa tempat paling damai namun kini terasa berhantu dan kasur ini terasa keras sekeras percikan nada bicaramu membaca novel"DONGENG OPPELIA RINGTONE"


kita kembali ke cerita nya ..maaf sedikit maksa karena minat pembaca nya yang kini semakin membekas erat dalam aura nafas tua nya "( sapi gila)


hari yang begitu memaksa akan hadirnya dalam upacara itu membuat semua menjadi tidak terkendali hingga ..ketika itu entah mengapa mereka mendekatkan aku dengannya hingga itu terjadi

__ADS_1


" eeeh sit ....bisa kamu membantu ku .."


"...apa.....ah.."


" ....kita ...ada panduan suara ...kurasa kita kekurangan anggota baru ....."


" haaaa...apa maksudmu.....bukannya sudah lengkap .."( jawabku)


"...iya...lengkap tapi...aku ada janji sama seseorang...aah...."( jujurnya)


" apa... maksudmu...itu tidak boleh..."


" tapi sit... kumohon...aku beneran lagi butuh waktu itu saja"


" ....haaaaaah...kamu malesi banget..."( marahku)


"....eh...sit kita minta bantuan padanya saja..."


" padanya siapa maksudmu.."


" dia...!!?..


" apa...apa ...dia aja jarang ngomong...dasar ..."( kataku)


" hehehehe..."( tawa Dina)


terlihat aku sedikit meliriknya namun ia hanya memandang dan melotot i ku selalu hingga kedatangan nya membuat semakin tak terkendali


"......yuhuuuuu..."( suara yang tak asing )


..


"....heeeeh...mau apa..sih lho...aku panggil sama bu guru tau rasa lhoe"( kata Dina)


"....woe....jangan gitu ah Din...aku cuma pengen ketemu sama Siti ...iya kan"( kata kasar Angga)


"..eh...apaan sih.."( kataku)


" eeeh ..sit tunggu in aku ...aku hanya pengen ngomong sama kamu ...apa salahnya sih ..kita balikan ..."( kata Angga)


" aku bilang nggak ya nggak...kamu kok maksa banget"( tegasku yang mencoba melepaskan kuncian dari tangannya)


" ...eh...sit tungguin aku...aku kilaf....."( ujarnya)


" tapi...sit...aku tahu aku salah ....aku minta maaf.."


"...maaf.... maaf tiada maaf lagi buatmu dasar"...


..


hingga perlakuan nya yang kasar memaksaku dan mendorongku dengan sangat dekat ia serasa ingin menciumku...aku memberontak namun teman sekelas ku tak ada yang menolong atau apapun begitu banyak anak buah yang ia miliki menghadang siapa yang masuk di kelas ini alasan aku putuskan darinya ia lah ia terlalu berlebihan dan banyak cewe .nya ...entah mengapa ia bangun dan mendekati kami yang tanpa sadar ia memegang tangan Angga namun ia hanya diam dan diam tak mengatakan apapun ...hingga Angga terdiam sepi dan melototi nya


"...heeeh...ini bukan urusanmu "( kata darinya)


.


...


lalu Angga melepaskan ku karena tangannya yang masih memegang tangan Angga terasa ia sedang menghentikan nya namun benar semakin tak terkendali ketika ia selalu melihat ku dan memandangi selalu hingga aku mulai tak mengerti apa yang kurasa karena nya aku juga melihatnya menghentikan waktu di sekitar pondasi sebuah cerita dan waktu kembali masuk dalam pelajaran yang memaksa Angga pergi dengan ancamnya


" ....heeeeh awas lho ya..."( kata Angga)


" ....


"...aah terimakasih..."( ujarku)


namun ia melotot i ku dengan pandangan itu lagi dan lagi ketika aku mulai berpaling darinya tanpa sadar ia memegang tangan ku hingga kini ucapnya yang terputus putus " AU UA AMA AMU" dengan lantangnya ia mengatakan itu hingga semua orang pun tertawa mendengar suaranya yang tidak lengkap itu dan mentertawainya " wkkwkw DASAR BISU" ...( sorak mereka) hingga rasa malu terpampang di wajahku namun dia tak mengerti posisi yang ku alami dan tempat yang tidak sepantasnya di utarakan membuat gaduh di sepanjang lakuku


" PRAAAK...," bisa kamu berhenti meledekku"( marahku yang menamparnya)...Dasar.."


"......( diam)


aku pergi meninggalkan nya sendiri dengan begitu banyak hujatan untuknya ketika aku melihatnya lagi ia malah tersenyum manja yang membuatku membencinya ...dan aku pun minta izin pulang cepat dan juga aku tak berangkat ke sekolah selama 3 hari ...lalu aku tak mengerti ia datang lagi dan lagi


" sit...ada tamu ..."( kata ibu)


" njih bu...sebentar ....


..


" kamu ...mau apa kamu kesini..."( marahku dan mulai mengusirnya)


..( diam)


....

__ADS_1


aku menyuruhnya pergi dari sini ketika tersadar ia membawa tulisan minta maaf.." aku minta maaf" .dan aku tak peduli hingga ibu kembali menyiapkan minuman untuknya


" ...nak ...ini diminum dulu"( kata ibu)


...( diamnya)


" apa...kamu tidak suka yang manis manis..."( jelas ibuku)


.dan dia menggeleng kan kepalanya dan meminumnya hingga kalimat tanya itu kembali lagi tercucur dari nya


"..kamu tinggal dimana...dan siapa ibumu ...?


"......sudah pulang sana..."( marahku yang tak tega jika nanti di hujat ibuku)


" sit ...kamu ini kenapa... jangan menolak tamu itu tidak boleh..."( marah ibu)


" tapi...Bu ..."


hingga kesunyian ini menjadikannya membuka mulutnya dan mencoba mengeluarkan suaranya " Aaa...Aaa..AA" dengan tangis yang tak terima ini terjadi ia memukul dadanya sambil mengalirkan tangisnya lalu ibu pun terasa cepat memeluknya


" sudah...sudah ..nak jangan kamu paksakan hiks..hiks.."( sambil memeluknya)


"..A.a..AA..AgHHHH.. hiks hiks..AA..."( masih berusaha bersuara)


"...maaf ibu nak ...ibu tidak punya maksud seperti itu...cukup ...sudah cukup nak...ibu mengerti apa yang kamu rasakan ....."( rintih ibu)


hingga menit memikul melodi lagu Minang yang ia bawa menyala dalam handphone miliknya hingga ia melakukan gerakan bahasa yang belum aku mengerti hingga " jangan kapok , besok lain kali bermain lagi kesini ya"( senyum ibuku) hingga ia pamit namun senyum itu memanjakannya hanya untukku yang membuat bekas dan menghantui ku selalu


" sit ..apa yang kamu lakukan ..."( tanya ibu)


"..


"...jangan menilai fisik orang lain ...kamu tahu setiap orang inginkan fisik yang sempurna ..dia juga tak ingin ini terjadi... bertemanlah dengannya apapun yang terjadi ..pasti dia kesusahan melalui nya .."( senyum ibuku)


" tapi...Bu....aku ..tak bisa..."( jawabku)


" apa gara gara dia seperti itu ...huuuufh kamu masih tak mengerti...lihat lah betapa tulusnya ia menemui mu...dia baik dan jujur...jangan kamu sakiti dia .."


" tapi...Bu...


seakan aku juga merasa ia tidak inginkan ini pada fisiknya seperti ini waktu bergulir dengan bunyian kata mereka


" sit bangun kamu ndk sekolah lagi .."


" .....


"..aku tahu kamu sengaja tidak berangkat hanya menjauhi dia .."( kata ibu)


"...huuufh dengar sit bersikap lah dewasa ...anggap saja dia teman yang butuh bantuan mu..dan kamu hanya ingin menolong nya"( rayu ibu)


.." tapi...Bu..."


" cepat ke sekolah ...nanti bapakmu marah ..."


" .njih bu..


aku pun berangkat ke sekolah ,seperti hari yang tiada ledek dan tawa untuknya hina dan cacian menyelimutinya dalam diam nya


pukul 07: 45 wib aku yang sudah sampai di depan kelasku


" cie ..cie...yang baru jadian..."( ledek mereka)


"..aapa sih...."( jawabku)


" lihat ...tuh si bisu... melihat mu terus "


"...aah bodoh ..."( palingku)


aku tak berani tegas padanya karena apa ya...hahaha aku juga tak tahu pasti namun aku selalu menghindarinya ia selalu melihat ku dan memandangi selalu ketika aku yang tak sengaja melihatnya ia malah tersenyum manja namun aku hanya menghindarinya lalu gosip yang bertahan 62 hari itupun hilang dengan kedatangan fajar di akhir pulang sekolah selalu hingga tiba tiba ini terjadi


" eh...sit...sit...ada kabar ..putri di bawa ke rumah sakit.."


" ..putri... memang kenapa ...dia"


"...dia jatuh dari motor nya.."( jawabnya)


...


hingga aku dan fajar menjenguk nya dan benar kondisinya yang terbungkus banyak perban dan waktu berlalu dengan aku yang setiap pulang sekolah menemaninya kembali kedalam ruangan harumnya ,iya kamar miliknya yang cukup harum dengan vas bunga yang cukup imut tanpa sadar entah mengapa 2 hari setelah nya hari itu tiba ,pagi yang mengundang kabar yang tak bisa di mengerti


" assalamualaikum ....selamat pagi anak anak ini kami ada seseorang yang ingin bicara kepada kalian "( kata pak guru)


" assalamualaikum WR WB ... terimakasih untuk waktunya ..dan terimakasih untuk anak anak Disni sudah memperlakukan anak saya dengan baik...mulai besok dia pindah ke sekolah yang seharusnya tidak ia bersekolah disana ... terimakasih atas simpatinya dan kebaikan kalian .. terimakasih atas perilaku kalian yang setiap saat selalu menemaninya selalu memujinya dan selalu baik padanya .( haru nan sedih).. terimakasih atas kesempatan yang telah di terima anak saya ..hiks hiks..." terimakasih sangat atas perilaku kalian terhadapnya ..saya tak tahu salah apa anak saya sehingga kalian lakukan ini ..apa dia mengatakan hal yang membuat kalian marah atau membencinya saya tak tahu apa yang di lakukan anak saya pada kalian apa dia membuat kalian jijik ...saya tak mengerti apa salah anak saya bersekolah disini ..hiks..hiks..apa salah anak saya sehingga kalian melakukan ini... kalian tahu semua tidak ada yang inginkan ini terjadi ..saya juga tak ingin anak saya seperti ini..namun saya menerimanya dan tak membandingkan fisiknya pada siapapun namun kenapa kalian lakukan ini padanya .. kalian keterlaluan........."( langsung pergi dari kelas kami).


kami terdiam tanpa mengatakan sesuatu pun hingga guru guru disini melihat kami yang tanpa suara hari berikutnya ia hilang tanpa ada kabar lagi dan lagi yang menyisihkan Angga dan teman temannya mendapatkan masalah yang cukup serius dan dia lenyap dari pandangan ku hingga senyum manja itu membuatku sakit nan lara di hati dan merasa kehilangan yang teramat sangat yang ku rasa hingga sampai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2