Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 82 " negeri batu"( land of stones )


__ADS_3

keras sekeras janji yang merana


warna membeku dalam aroma


waktu menjadi movies akan harumnya


musik tersuguh datang lah kesini


jeritan jari telunjukku mengarah kesana


aliran nafas tua memanjakan mata


membagi ruang rindu yang terlarang


..


DIMANA WAKTU MEMANJANG DARI KISAH DONGENG OPPELIA RINGTONE dia" EWA"


...


" hai hai...apa kamu sudah bangun"( tuturnya)


" awww...HEEEEK...siapa kamu...Eh...dimana ini.."( jawabnya)


"... selamat datang di negeri batu ..namaku " EWA"...pemilik tokoh buku dongeng oppelia ringtone dia" ewa"...salam kenal


" kau..EWA .... HAAAAAAH...ini mustahil..."( jawabnya)


"terimakasih sudah berkunjung"( senyum anehnya)


..


" namun lebih anehnya lagi kini ..aku mampu berbicara seutuhnya"( batinnya).... maaf ...apa kamu benar dia" EWA " ...tokoh dari buku dongeng oppelia ringtone " yang ku baca..


"...bukankah aku sudah mengatakan nya dari tadi...Ah...siapa namamu.."( tanyanya)


" namaku "..MUSES"


"... senang bertemu denganmu...ah..ikutlah denganku ... bagaimana kalau kita berkeliling dulu ...dan lihatlah..disana


dalam diamnya memberi arti akan sebuah tempat yang kini semua terbuat dari batu dinding dinding itu langit langit itu dan juga jalan jalan itu bukan cuma itu kini tersuguhkan air yang mengalir deras dengan cahaya cerah dari puing puing lubang darinya hingga debu halus dari benturan air menciptakan sebuah pelangi ...namun tetap saja sangat keras sekeras janji yang merana dalam pijakan dan begitu membaur dalam aroma yang membeku dia " EWA" dengan wajah yang sangat imut kini ia berekor tangan dan kakinya yang membuat kita tahu bawa itu seekor berudu ( anak katak) dengan senyum bahagia ia laraskan tawamu melihatnya namun indah nan menghiasi di setiap curah air yang mengalir hingga kini terlihat begitu besar nya kubah yang berlubang di tengah nya yang cukup besar hingga air terjun yang menyala bagai lampu menghiasi indahnya dalam dekapan warna pelangi yang sembari mengelilingi nya hingga kekasih idamanmu dengan nada irama merayu rayu hati yang sepi


"....WAAAAH...APA ini ...gila...apa ini nyata.."( kata MUSES)


" Hem...apa kamu senang...ah ..lihat disana ...kota kota dan juga ini cukup menarik"( rayuan EWA)


"...Waaah apa itu..."


"...Hem... dia" ERTA" ..selalu membuat Kami mengerti tentang dia "SIRA" yang membuat dunia baru ..Hem...itu ruang rindu yang terlarang di huni...."( senyum EWA)


"... apa?


...SIRA"...APA DIA benar benar ada.."( ragu MUSES)


"...ah... bagaimana kalo kita temui dia ...namun tidak begitu sangat mudah ...kita harus keluar dari negeri batu...itu yang ku ketahui dari prasasti dia" Erta"...( senyum mengarah ke suatu tembok )

__ADS_1


pesan lentera merona manisnya Saphira


butiran bunyi dan rindu membelai rambut mu


sayap warnamu hiasi dunia dansa pelangi


kini ruang rindu hunian Sira yang menawan


hinggap Terasingkan oleh cintanya


terbang membawa hatra melodi


bersama butiran embun jiwa dari Erta


lentik jemarimu pada sang hudus


mengikuti pelangi dan Erta dari dia" Sira"


ruang rindu yang terlarang untuk dihuni


"...HEEEEK...APA ITU"..


" ouh itu adalah prasasti dari dia" Erta"( jawabnya)


" Sira ..jadi siapa dia .."


" Hem...ah ..ikutlah bersamaku..."


kemudian hari tanpa adanya bintang bintang hanya tersuguhkan cahaya bulan menegaskan akan adanya masa yang telah terlampaui teringat lagi ketika tiada air turun ke hilir dari lubang kubah akan langit langit yang keras itu hinggap lah terasingkan oleh cintanya warna membeku dalam nada aroma tersisih dari dunia yang bijaksana


" apa..?...heeey..".ewa " sebenarnya dunia apa ini...


"..Hem... lihatlah disana juga ada manusia ."


" manusia...untuk apa kemari...ewa..."( tanya MUSES)


"....ruang rindu yang terlarang begitu menawan dan memanjakan mata "


"....benarkah"


ketika MUSES melihat sesuatu yang , tidak pernah ia sadari dari apa itu dia" Sira" memberikan ruang rindu yang terlarang menjadikan semakin keras dan keras janji merana untuk di lalui


"sedikit tentang dunia ini...yang tertera dalam prasasti dia " Erta"


negeri batu ada yang begitu menawan dari dia " Sira" membuat ruang rindu menjadi beberapa Hem...namun ruang rindu yang terlarang hanya untuk dirinya ..


"...apa... maksudmu...aku tak paham.."


" Hem...kita kesana temui ratu...


" ratu...?


"...kita harus minta izin darinya.


"......

__ADS_1


...apa itu masih jauh ..."( tanya MUSES)


"..setelah kita melewati " gem city" kemudian kita akan menemui sebuah gerbang masuk ke " the city of Saphira" disana lah sang ratu berada"( jawab ewa)


"....apa itu ewa...di sebelah sana.."( menunjukkan arah pandangan )


".. Hem...di sana kah ......apa kamu tertarik kesana "


" aaah.....tidak juga..aku hanya merasa heran karenanya ..lampu dan rumah rumah dan juga hunian itu mengeluarkan jembatan pelangi "


" ....Hem.." diamond city"...itu nama kota yang ada di sana "( jujurnya )


namun ketika dia" ewa " dan MUSES menuju " gem city" tak terkira akan sebuah prasasti lagi tertata jelas dalam pandangannya dengan bahasa negeri bintang yang membuat nya mampu membaca dan sedikit memahaminya hingga dia yang kini seakan masuk dunia dongeng oppelia ringtone yang baru di baca


mengapa malam bulan dan purnama tiada bintang


sapi gila penulis berpesan dengan nafas tuannya


mengapa siang tanpa matahari dan awan putih


terkikis air hudus lentera warna warni hamparan bunga


serbuk dan debu embun jiwa terbang jadi pelangi


ruang rindu dari mu Sira memanjakan mata


tanpa dunia yang bijaksana dalam dekapan


disinilah pilar Erta bersemayam membeku kaku aroma


terbungkus pelangi nafas tua janji yang merana


" ....apa maksudnya ini aku sedikit tak mengerti apa yang tertulis di sana"( tanya MUSES)


"..Hem...( senyum)...lihatlah kesana salah satu dari 12 pilar dunia atau pilar " Erta".. yang selalu di jaga Dewi kearifan penjaga pilar namun negeri ini seakan runtuh dan tertutup rapat dari janji yang merana "


"....ouh begitu kah ..! .. ha-ha-ha..maaf merepotkan mu yang selalu bertanya Mulu...namun apa kamu juga tahu dia"sapi gila"


"....Hem...ah...aku tidak begitu mengerti siapa dia mungkin sang ratu atau queen bisa memberikanmu jawaban atas semua yang ada memaksa dan menjelma dengan rasa itu"( jawab ewa)


"....ah...lihat kita hampir sampai.."


" sampai...kemana "


" pusat kota "gem city"..lihat semua terasa damai dan bahagia bukan"


"...apa ...ini nyata ... bagaimana mungkin ini ada ..pasti ini hanya mimpi.."( sambil mencubit bagian tubuh) ...awww...ini terasa sakit apa ini nyata ...( bingung MUSES)


..


terlihat MUSES hanya terdiam dan berbisik dalam kesendirian membuat laju kehidupan nan terasa sedikit sunyi hingga sesuatu menakjubkan dari negeri batu ini begitu banyak yang tak mampu di jelaskan dalam aroma yang membeku dengan nafas tua ini namun kubah yang berlubang kini tak lagi jatuh akan airnya hingga terlihat sang bulan tanpa bintang juga tanpa awan yang putih menghiasi di langit langit yang keras itu namun pelangi dan warna warninya membias di seluruh kota menyatu menyinari gelapnya janji yang merana kini tertata sangat rapi apa itu lentera dan pelangi yang tanpa sahabat putihnya dalam status nya



dan di sanalah dia"Sira " berada ...ruang rindu yang terlarang untuk dihuni

__ADS_1


__ADS_2