
di sana ada foto mereka dan nama Jennifer tertera di sana saat itu aku mencari Erin namun sampai saat ini aku belum bertemu dengannya walaupun kemarin aku dan Grey membawakan buku entah itu buku apa aku tak mengerti buku yang dititipkan pak Dani untuk membawanya di alamat Erin berada namun kami sampai dan tak menemukan Erin sesaat aku melihat Hanna ...( dalam cerita miya)
" Hanna ....apa yang di maksud kak Hanna aku masih ingat nama dari pemilik cafe ini dan dia sering kemari..dan dia setiap hari.. ". ( ujar Tommi)
"apa...Hanna "( nada bingungku)
jadi dia Hanna " batinku"
"iya Hanna teman satu kelasku dan dia gadis tomboy dan garang ..dia begitu dekat dengannya" ( kata miya)
entah mengapa kami tak mengerti apa yang di maksud miya dan terlihat kini menunggu Hanna datang kemari namun hingga saat ini Tak ada kejelasan di antara mereka semua samar ..seakan kami menanti sesuatu yang tak pasti satu hari penuh kami menunggu Hanna dan hasilnya mereka menghilang kini terlihat miya pamit untuk pulang namun saat ia mulai pamit
" huuh kurasa Hanna tak akan datang hari ini ..mungkin besok aku akan kemari lagi aku sudah lelah...terimakasih kalian mau menolongku " ( miya yang berkemas)
"maaf miya kurasa aku akan berada disini bersama mereka apa kamu tak masalahkan pulang sendiri ..."( ujar grey )
"Tut Tut Tut" terdengar suara hp miya yang berdering dan aku melihat miya sedang menerima telepon ,Grey pun pergi kedalam kini masih terasa kebingungan tentang apa yang mereka pikirkan tentang Erin dan selalu menyalahkannya ...namun hanya itu informasi yang bisa ku berikan padanya " Teressa" masih menjadi misteri dan Erin selalu tersenyum dalam mimpiku walaupun ia tak memilihku saat aku mulai merasa semakin dekat dengannya..
" hallo iya Bu...ouh bi ami.. iya ..ada apa bik apa jenny ada di rumah sakit.."( nada kaget miya)
..
dan telepon pun terputus kini terlihat wajah miya sangat khawatir..dan panik.
hari mulai berganti namun Erin tak ada kabar sama sekali dan Hanna menghilang terlihat kami masih terdiam di sini menunggu dan aku tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi lalu siapa jenny terlihat Grey dan miya begitu khawatir tentangnya terasa warna semakin kusam dan berdebu dalam cerita tentang mereka .
" Lidia ..Lidia ..kamu ..tidak apa apa ?( tanya Tommi)
" ouh kurasa aku sedikit kelelahan ..Tommi bisakah aku pulang dan istirahat Bey Bey .."( sambil melambaikan tangan)
aku putuskan untuk kembali istirahat ..lagi pula bukan ini yang aku harapkan ,,namun aku juga membutuhkan informasi yang cukup untuk melepas kenyataan bahwa Erin tak memperlukanku lagi .....
entahlah kini hari baru telah menuntun ku kembali kembali ke cafe Tommi dan grey baru saja datang di cafe dan kini aku masih menunggu nya disini..
pukul 10 : 00 wib terlihat mereka bekerja dengan giat..
" dari mana kamu Grey" ( tanyaku)
"aku..?..hahah...aku terlalu banyak pikiran membuatku tak mampu berfikir jernih hahaha...dan kemarin aku coba memancing di danau di sana dengan cara yang sama yang di lakukan Erin kala itu ..aku hanya ingin tahu apa yang saat itu di pikirannya dan mencoba cari tahu setelahnya bahkan aku memakai umpan yang sama namun aku mulai mengerti saat kucoba sering melempar galah ku ...dia Erin melempar galah nya bukan karena iseng ...kurasa ia hanya menguji sebuah keberuntungannya.."( grey sambil mengingat kejadian itu)
" dasar .. " apa kamu yakin Haah...huuh kamu semakin tak jelas". ( ledekan ku)
" jika aku jadi dia saat itu aku pasti sudah putus asa namun kenyataannya ia membalikan pola pikirku jika ia hanya mencoba sebuah keberuntungan itu.. ,kalau yang ia lakukan saat ini juga sama dan dia " Erin " meninggalkan kita disini dan mencoba melakukan nya sendiri ...jika seperti itu aku semakin yakin kesialan selalu berada di sekitarnya ...kurasa aku akan mencarinya"....( ujar Grey)
ketika Grey sedang mencoba menyimpulkan apa yang di pikirkan Erin saat ini kami yang kini semakin fokus memikirkan sesuatu tak terasa" tingkling" terdengar lonceng di pintu masuk dan " pagi" ujarnya...adalah suara yang membuat kami menghentikan setiap nada suara kami dan tak tersadarkan ia langsung masuk kedalam
" pagi kak Hanna " ( sapa Tommi)
" Hanna" ( aku & Grey) tak percaya kaget
" wah...tumben ramai sekali ada apa ...Tommi tolong buatkan aku coffe mocca dan kamu...?( ujar Hanna)
" pagi Hanna ... ternyata itu benar dirimu ...Hem..lama tak jumpa ...sudah lama saat dirimu ada di sana tempat caffe saat Erin dan Lidia menghabiskan malam bersama lalu kekasih Lidia menghancurkan caffe mu .".( ujar Grey sambil tersenyum)
" apa..apa...benar itu ...grey "( nada kaget ku)
__ADS_1
" iya saat itu tidak salah lagi saat itu hanya ada aku yang menolong Erin dan dirimu membantunya"( terang Grey)
" ouh....Tommi bisakah aku ketoilet sebentar dan dimana ruangan mu aku menunggumu di sana ...taruh pesanan ku di sana ...ya..aku buru buru" ..( Hanna sambil berjalan)
"Hanna ..Hanna...dimana Erin sekarang "( tanyaku)
" dengar aku buru buru". ( jawabnya)
terlihat Hanna datang di cafe ini lagi dan bertemu Grey seakan aku tak mengerti dan tak bisa menjelaskan dengan jeli suasana yang kami rasakan saat itu dan Hanna pergi keruangan Tommi dan memesan coffe ketika itu terlihat Grey menelfon seseorang..kurasa " miya" dia wanita yang membahas jenny dan selalu menyalahkan Erin tentang apa yang terjadi padanya...
" halo miya ....Hanna .. sepertinya sudah datang kesini "( ujar Grey dalam telfon)
..
.
dan terlihat Hanna keluar dari toilet dan memanggil Tommi masuk dalam ruangannya
" Tommi apa coffe ku sudah jadi ...nah aku tunggu kamu di sana ikutlah denganku ...aku perlu berbicara ..."( tegas Hanna )
"baik kak...nah ..aku tinggal dulu .."( jawab Tommi melangkah masuk)
dan terlihat Hanna memangil Tommi masuk keruangan nya ini terasa sangat lama kami tak tahu apa yang ia katakan Hanna padanya kini hanya aku dan Grey menunggunya disini ..
" Edo bisakah buatkan aku jus alpukat 2 ya...,..nah Grey sekarang apa yang akan kamu lakukan setelah ini ...kenapa baru sekarang kalau Hanna ada saat itu ..entah aku harus bagaimana ."( nada khawatirku)
" Hem..itu karena aku tak tahu kalau namanya Hanna tadi Tommi mengatakan namanya karena seingat ku ...hanya wajahnya yang dulu sama..."( grey sambil mengingat masa lalu)
terlihat Tommi keluar dari ruangan itu namun ada yang berbeda dari suasana di sekelilingnya dan kemudian Tommi memanggil Grey untuk masuk dia bilang Hanna ingin berbicara sesuatu padanya ...dan Tommi membawa sesuatu berkas...
" Tommi ada apa... sebenarnya apa yang terjadi..apa ada Maslah besar.."( tanyaku)
" Hem..kurasa tak ada apa apa nanti saja ku jelaskan semua dan kamu Grey ...dia ingin bicara sebentar apa kamu ada waktu.".( kata Tommi sambil tersenyum)
kini terlihat Grey masuk dalam ruangan itu saat itu juga Tommi menceritakannya padaku kenapa dia di panggil Hanna dan kami pun mendengarnya begitu kerasnya suara Grey dengan nada tak terimanya
" jadi...ini Hanna mengajariku tentang mengelola caffe dengan benar dan dia memberiku saran yang banyak dan dia bilang " walaupun itu aku tetap mengawasi mu " itu yang di katakan nya dan dia berpesan agar aku mengelolanya sendiri dan memberiku surat kontrak untuk statusku namun ...ada beberapa syarat ..dan aku menerima selama aku tak merasa dirugikan darinya..kak Hanna sangat begitu baik dia memberiku tanggung jawab penuh untuk caffe ini .."( ujarnya sambil tersenyum manja)
" jadi bisa dikatakan caffe ini jadi milikmu "( ledekku)
" hahaha...kamu bisa saja jadi dia memberiku ini ..hahah dia memang sangat baik"( ulasan darinya)
kini aku menunggu Grey sedang berbicara dengan Hanna namun sesuatu terjadi entah aku tak tahu pasti namun ini semakin keras terdengar dari ruangan itu" KAMU MAU KEMANA"..terasa itu katanya Hanna .." aku akan mencarinya ' keluar dan menutup pintu' adalah jawaban Grey..dan terdengar lagi " ANNA...APA KAMU MELUPAKAN NYA"..itu adalah kata yang sangat keras terdengar di luar ruangan itu...dan terlihat Grey masuk kedalam lagi..iya Grey kembali masuk kedalam ruangan itu entah. apa yang mereka bicarakan tak lama kemudian Grey keluar dan membawa sebuah dokumen dan hadiah kotak kecil aku tak mengerti saat memandanginya wajah Grey pun berubah kini semakin aku tak mengerti lagi Grey pun memanggilku untuk masuk kedalam.
"aku pergi dulu terimakasih ' sambil menutup pintu'..."( Grey terlihat murung)
" Grey ..apa yang terjadi ..."( nada khawatir ku)
" Erin ...tangannya patah "
" apa...?...apa yang kamu katakan jelaskan padaku..."( nada kagetku)
" nah Lidia Hanna ingin kan kamu menemuinya ...dan berbicara ...masuklah.."
aku mulai masuk kedalam ruangan ..ini dan terlihat Hanna dan ku lihat kebelakang terlihat Grey terdiam meratapinya namun aku tak tahu apa yang akan kukatakan padanya kini
__ADS_1
" Hanna...ada apa kamu mau berbicara padaku"
" pagi ...Lidia masuklah ...Heeeek...tentu saja "( dengan senyumnya)
" aku...aku...minta maaf telah melupakanmu aku tak tahu pasti tentang dirimu ada di sana .. sekali lagi aku minta maaf "( dengan rasa berdosa ku)
" apa sudah selesai...jika masih belum bicaralah "( sambil meminum coffe)
" Erin ....Grey bilang dia ....dia tangannya patah apa itu benar dan sekarang dimana dia sekarang kumohon beritahu aku...entah kenapa aku sangat ketakutan dan kesepian saat jauh darinya aku hanya inginkan selalu bersamanya kumohon Hanna aku merasa tidak ada yang berharga lagi diriku.."( dalam tangis dan curhatku)
" Tommi bisakah aku minta 2 gelas air mineral kurasa aku ingin meminumnya"( kata lantang dari Hanna )
Tommi pun membawa air mineral untuk kami dan langsung keluar dari ruangan ini begitu saja..setelah menyajikannya di meja...
" minumlah Lidia tenangkan dirimu ..dengarkan aku ..Erin hanya patah tangannya mungkin dia hanya ceroboh kamu tahukan dia itu bodoh dan gila...Hem..dia itu sangat idiot..nah Lidia..dengarkan baik baik ,kamu tahu saat Erin bersamamu ,,Erin selalu membayar mu ,, apa kamu tahu uang untuk membayar mu ,,uang untuk menginap untuk makan transpor dan berpindah pindah itu membutuhkan banyak uang ...Erin bukanlah orang yang kaya ..kamu mengerti ..dia itu sangat membutuhkan banyak uang untuk dirinya.."(rayu darinya)
"maaf kak .. walaupun aku tak di bayar Erin pun tak masalah bagiku asalkan bersamanya .."( dengan rintihan tangis ku)
" Lidia dengarkan aku ..5 menit saja jangan di potong kumohon ..karena aku sangat buru buru ...jadi Erin membutuhkan uang cukup banyak untuk membuat yayasan ,panti asuhan restoran ,caffe ,toko, dll apa kamu tahu itu ...apa yang dilakukannya selama ini ,mungkin yang kamu ketahui ia hanya bermain ke sana dan kemari ,Lidia ketahuilah sesuatu berapa banyak panti asuhan yang Erin buat.."( tegasnya)
" apa ...kapan dia buat panti asuhan..bagaimana aku tak mengetahuinya...( kagetku)
" kami sudah hampir 7 tahun lebih lamanya membuat seperti itu...dari kami semasa SMA..dan sampai sekarang kami ingin melanjutkannya..dan kami sangat membutuhkan banyak uang kuharap kamu mengerti dan...ini...bawalah ..aku ingin kamu yang mengelola nya ...karena lihat Tommi dia sudah berubah kamu pasti menyadarinya kan Hem..bantulah kami ...bukankah" bintang yang selalu menemaninya saat bersedih ..dia selalu tersenyum manja walaupun seburuk apa yang ia lakukan dia selalu tersenyum manja.." benarkan apa kamu juga ingin menjadi bintang untuknya kamu tahu Lidia..Hem..aku juga sama denganmu aku ingin menjadi bintang yang selalu menemaninya walaupun ia sedang bersedih aku kan selalu tersenyum manja untuknya seburuk apapun yang ia lakukan itu ..aku dan Erin bekerja keras untuk itu..jadi hanya ini yang ingin aku katakan setelah itu... terserah kamu itu keputusanmu...aku hanya butuh jawabanmu ..sekarang..
..
jadi apa keputusanmu Lidia ..kami hanya ingin kamu berubah menata kehidupanmu sendiri ..Erin pun juga sama denganku ...hHUUH apa kamu ingat kata yang terakhir yang Erin katakan saat itu.." MULAI SEKARANG KAMU TAK PERLU KESUSAHAN LAGI DAN TERESSA MULAI MENARI DAN BERNYANYI ITU ARTINYA LIDIA TUGASMU SUDAH SELESAI "..dan seperti itulah dia ..dia selalu tersenyum walaupun begitu banyak Masalah kan Lidia ...dia itu hanya ingin kalian mengingat hal baik dan melupakan masalah yang selalu menimpanya..dia selalu memikirkan kalian .. kamu tahu" ( senyum manisnya )
HANNA pun keluar dari ruangan ini dan meninggalkanku disini dia menepuk pundak ku dan membisikkan di telingaku " terimakasih" ujarnya dan tanpa ragu ia berjalan lurus ..aku tak pernah tahu apa yang ia lakukan di luar sana dan aku mulai mengerti alasan Erin meninggalkan kami..
" kak..Hanna...tunggu "( ujar ku dengan berlari mengejarnya )
" pagi..iya ada apa Lidia "( senyuman darinya)
"suatu saat nanti pastikan Erin datang mengunjungi kami ...itu pasti kan kak Hanna ..( penuh keyakinan ku)
" tentu ...sambil mengacungkan jempolnya dan pergi begitu saja dengan mobil mewahnya dan terlihat wajah Grey berubah dan kini kak Hanna terlihat pergi dari caffe Tommi tak ada kata kata lain yang keluar dari mulut kami saat melihat dirinya pergi ..namun terasa Grey akan berkemas pergi..
" aku pergi dulu ..entah haruskah aku bangga atau cemas atau bersedih ...kurasa kamu sudah mengetahui jawabannya kan Lidia ..aku pergi dulu DA.AAh.."
" tapi Erin ..grey ..."
"Erin ...biarkan dia Lidia kamu tak akan mampu mengejarnya bahkan kita tak pernah tahu Erin punya panti asuhan kan.."( kata grey)
" bukan kah kita akan mambantu nya kan dan dia " Erin" yang inginkan itu ...dia itu memang gila idiot dan BODOH"( UJAR Tommi sambil memandangi kepergian Hanna)
" Hem...kamu benar dia gila ,idiot dan BODOH" kata dariku
dan terlihat Grey pergi hanya mengucapkan kata perpisahan " kuharap kita bisa bertemu lagi" ujarnya aku yang kini melihat sikap Grey merasa mengerti apa yang akan kita lakukan dan kini terlihat kami meninggalkan Tommi sendiri di sana Namun aku jua merasa tak ingin mengatakan sesuatu mereka mungkin mereka juga sama denganku dan dia" Hanna " sampai jumpa jaga Erin baik baik..
" TERIMAKASIH ERIN SADEWA"
(Tommi,Lidia,Grey,) dalam hati kami..
.
__ADS_1