
sebuah arti dari buku yang hanya satu dalam cerita untuk membela hati yang terlukis sebuah nama akan hadirnya disisi sedikit pilu dan tak mampu tergantikan dalam pesona kehidupan yang nyata karena mimpi yang tercipta dan terlahir hanya dalam sebuah tulis buku tersampulkan namamu dan jika mimpi indah dari namamu dengan tinta warna biru menutupi tulis tulis indahmu yang terjadi hanyalah dimana letak garis hitam atau " black LINE" hancurnya lembar putih dan tulis indahmu kini terkubur dalam rapat tumpukan penyesalan hingga penantian
kisah yang nyata kini terlampau dalam hasrat cinta bersamamu hingga lembar lembar mimpi mimpi yang tertulis dulu kini kusam dan tak terjamah lagi
" dulu pernah sekali ku mengenal seseorang yang sangat berarti dan penting dalam kehidupan yang nyata namun tiada kuasa untuk memilai dan memiliki hingga terbawa mimpi dan terlukis dalam sebuah buku kenangan ingin nya bersamanya namun ketika begitu banyak nya ragam puisi, mimpi , lagu , nada , syair, indah itu terlupakan hanya sekejap dari nyatanya ketika dia yang tidak ku cinta dia yang tidak Kusuka merajai hasrat cinta yang ku miliki "
ku buka pintu rumahku lebar lebar untuk menantimu kembali
hadirnya datangnya ,candanya, juga bencinya ,(cuek)
ku buka lembar lembar dalam buku ini untuk melihatmu
aku rindu wajah indah nya dalam lukis mimpiku
waktu mengajarkan percuma dalam memohon yang tak nyata
bukan aku menyerah untuk menanti hadiahmu dalam buku
jendela rumahku terlukis wajah penantian mengharapkan nya
cita dan mimpi tak selayaknya ciptakan warna pelangi dalam senyuman
hanya dalam cerita dalam buku yang terlihat indah dan mewah
__ADS_1
harta yang ku punya telah terkubur dalam gudang gudang itu
cerita dalam novel yang mengarah cinta dan rasa pesona
harta yang memiliki hanya kerlap kerlip mimpi dan cita dalam buku
semalam bulan purnama yang begitu indah bukan dingin namun panasnya semua menjadi berat dan sangat dalam hingga begitu dalamnya ternggelam tanpa bisa bangkit kembali seperti dalam lubang sumur yang tiada hujan dan banjir namun air ini terus memaksaku bertahan dalam kehidupan semakin lama semakin lama membuat terlelap sudah .
rindu sang bulan ( 🌒)dalam ketegasannya membuat dia sang bintang ( 🌟) dalam janji menanti senyuman warna warni pelangi (🌈) yang menghiasi bukit putih seputih salju dengan taman bunga mawar( 🌹) dalam pola warna warni dalam batas batas garis hitam di tepi
sang katak yang hanya bisa merangkak melihat begitu gelapnya langit miliknya yang sengaja tuhan berikan namun ketika sang Hudus ( cahaya) menyinari dalam hari harinya hingga penantiannya dalam tekad mimpi dan cita citanya yang begitu indah mewah dalam buku hariannya karena cinta itu menyalakan api tanpa barang yang terbakar dengan siksa asapnya panas karena teriknya yang membakar tubuh mungilnya sang katak yang hanya terus memimpikan langit yang indah itu dan suara tetesan bunyi air hujan dentuman yang indah melintasi dalam angannya memadamkan sakit panas tubuhnya hingga mimpinya bergejelok di atas sana begitu banyaknya air yang jatuh ke bumi sehingga sang katak mulai berfikir danau di atas langi yang nyata begitu sangar luas dan indahnya karena dekat dengan bintang dan bulan juga pelangi sang katak memimpikan bermain main di jembatan jembatan warna pelangi seakan mampu membawanya menari nari hingga ingin wujudnya sang katak memimpikan tangga tangga danau dalam dunia yang memanjatkan ke atas sana ketika hujan yang begitu sangat lebat ia kembali percaya bahwa sang banjir akan membawanya ke langit indahnya hingga penuh dalam penantiannya sedangkan hujan yang lebat menyusahkan semuanya
sang banjir membawaku terbang melihat di bawah sana
sang banjir membawaku melintasi kota kota milikmu
pesona penyejuk hati dan jiwa yang sudah terkikis
sang banjir melindungi ku dari ganasnya mereka
keindahan alam yang merapat keras untuk cerita
__ADS_1
dia yang kecil tak berarti tanpamu namun tekadnya lebih berarti darinya
bukan tangguh dalam melakukan statusnya dalam dekapan hangat mentari
kini sang katak yang menulis begitu banyaknya cerita dalam buku yang engkau hanyutkan
sudah tiada lagi ingin nya menulis lengkap tentangnya
sudah kau hanyutkan harta yang dia punya
walaupun hanya itu saja yang ia punya
setiap hujan dan banjir tanpa takut untuk meraihnya
walau mungil namun ia percaya di langit sana danau yang luas
jembatan warna pelangi menantinya
hingga sang banjir membawanya terbang sedikit lebih dekat dengan langit miliknya
DONGENG OPPELIA RINGTONE DIA " EWA" PART 4
BY : SAPI GILA
__ADS_1