Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 57 " tomat"


__ADS_3

..


entah mengapa aku mulai tak bisa merasakan apapun yang ada di kehidupanku warna warni itu kini mulai kusam dan tak bernyawa akan warna cerahnya sesekali aku ingin rasanya menangis namun air suci ini terasa asam untuknya


" kuria... apa kamu tak apa... aku akan kembali"( ujarnya)


" ouh baiklah... "( sedihku)


...


" huuufh.... maaf kuria... aku merasa bingung sekarang "( jujurnya)


" ouh kamu tak perlu berbaik padaku"( jawabku)


...


" bukan seperti itu maksudku"( kata nya)


ketika itu aku yang mulai pasrah apa yang akan di katakan Erin padaku namun ada yang berbeda darinya


" huuufh... jangan bersedih dia" caressia" masih hidup namun aku hanya sedikit yakin dia pernah ada disini"( senyum asalnya)


" ouh..... "( sinisku)


..


aku hanya merasa Erin menghiburku namun itu salah ketika saat kata katanya yang gila itu kini kembali terbias kan di senyumannya


" ha aaaah kamu tetaplah bersinar seperti bintang kecilku... senyum manja ini hanya untukmu"( cetus nya)


" heeeeee .. "


" seburuk apapun dirimu aku kan selalu mengapaimu walaupun tangan kecil ini tetap saja kamu mau berpijak sejenak hem.. "( senyum manjanya)


" heeH Erin berhentilah berkata konyol"( nada malas ku)


" kuria lihatlah ini... "( senyum manjanya)


" heeee... "( sedikit melirik)


entah apa yang di pikirkan Erin tak menyulutkan sesuatu di kacamata sudut bola mataku namun aku hanya di beri ini ketika aku tersadar apa yang ia bawa itu membuatku tak memahami nya hingga ia mengambil handphone miliknya


" hem... sebentar aku mau menelfon seseorang "


" ouh.. "( jawabku)


..


..


" hallo Rina...Rin..bagaimana keadaan Qirari.. sekarang "( dalam telfon)


" huuufh... kapan kamu kembali... entahlah aku tak tahu harus bagaimana mengurus dia"( jawabnya)


" hem... apa ibu ada disana "


" ouh... dia tidak ikut saat aku sudah sampai disini entah mengapa kak jenny menghilang dan meninggalkan Qirari sendiri"( sebelnya)


" hahaha maaf ya kami membuatmu kerepotan lagi..."( senyum bodohnya ")


" ah ahahaha maaf namun aku masih sibuk "


" ouh.... kak... dimana mayumi aku ingin bicara padanya"( nada lembutnta)


" mayumi.... sebenarnya kami kehilangan dia"( nada santay nya)


"apa.. maksudmu... dasar... dengar kak jangan bermain main lagi" ( marahnya)

__ADS_1


ah... kak apa ada yang terjadi cukup serius... ada yang aneh tak mungkin kak jenny meninggalkan Qirari sendirian disana "


" hem.... ah hahahaha ... mungkin"( senyum bodoh)


..


. "bye bey.. "


aku menyaksikan dia ber telfon cukup lama yang membuatku hanya terbengong gak memandang hingga kata darinya yang menyadarkanku


" hoe.... kuria apa kamu tak apa"


" heeeee... "( kaget ku)


" ah maaf... membuatmu menunggu lihat ini sama kan hem... ini adalah pemberian darinya dan kenangan terakhir yang ku punya darinya "( senyum bodohnya) kami memakai dan menyimpannya dia dan aku.... aku mulai kaget ketika di samping jaket milik mayumi ada gelang kecil ini... dan aku yakin ini milik " caressia " hehehe "( senyum bodohnya)


" heeeee"( kaget ku)


..


entah mengapa aku mulai sedikit senang mendengar nya akhirnya usahaku untuk mencari nya sedikit membuat kan info dari nya iya dia " caressia " kakak kandungku walaupun kejadian dulu sangat lah berat kami kehilangan rumah dan kedua orang tua kami namun ketika kakak yang terluka terjadi kecelakaan yang cukup serius yang membuat penjaga dan dokter pribadi kami harus berakibat fatal namun kakak menghilang dari itu dan kami percaya dia masih hidup dan aku selalu mencarinya


" Ming"... .. dia.... apa kamu tidak mau mendengar cerita tentangnya "( ujarku)


" hem.... itu tidak perlu... aku rasa dia " Ming dan Erta " begitu sangat dekat jadi kurasa memiliki kesamaan yang cukup dan mudah di mengerti "( senyum bodohnya)


"... ouh... aku mengerti" ( jawabku yang kembali tersenyum)


" hem.... kita cari dia di dekat sini... kurasa ada pemukiman penduduk di deket sini"( senyum bodohnya)


"hem.... benarkah" ( binggung ku)


" hehehehe... aaaaaah aku sedikit capek.. "(ujarnya)


" hem... sebaiknya kita mencari mayumi itu yang terpenting "( jujur ku)


" heeeeek.... entahlah... kamu sedikit agresif... aku malas mendengar mu"( jujur ku)


".... huuufh... benarkah" ( senyum coolnya)


".... eh.... entah mengapa aku merasa jijik ... melihatmu.. heeeeek" ( jujur ku)


..


"hehehehe "( senyum mesumnya)


dan entah lah dia sedikit agresif dan menjijikkan dalam alam sadarku itu yang ku rasakan hanya sifat mesumnya kini melengkapi disetiap senyuman nya yang huru hara dan kami tetap berjalan menuju tempat yang belum pernah ku datangi hingga dia sedikit memasang mata yang kosong ini sedikit mengerikan ada di sekitarnya membuatku gugup tak memandang


" heheee heeey kuria kita sebaiknya mencari tempat istirahat kurasa aku ada sedikit urusan "( senyum mesumnya)


" heeeeek...... itu menyebalkan"( sinisku)


".. dah.. bey bey"( ujarnya)


aku yang hanya diam tak mengenal dia sekarang dan meninggalkan ku sendiri disini namun ketika kami akan berpisah " Weeest" ( seseorang mendahului kami) ia berlari seperti di kejar sesuatu yang mengerikan


" maaf... permisi permisi"( senyum santuy nya)


" heeeee... "( bingung ku)


" permisi ... berhenti disitu"( ujar Erin)


" bodoh.... walaupun dunia memaksaku aku tak akan menurutimu"( cetus nya)


" heeeeek... apa yang ia pikirkan "( batinku)


" hahahaha... heeeee eh kamu menjatuhkan ini "( senyum bodohnya)

__ADS_1


"... huuufh.... " Wessst praAk"( tamparan keras)... dasar pengutil... pencuri jaman sekarang tidak malu malu "Dasar" ( marahnya)


" wkwkwkwk... "( tawaku)


" eeeh.... tunggu... tunggu.. "( kata Erin)


" Erin.... tungguin... aku "( lakuku yang mengejarnya)


namun dia hanya menjadi bayangan sementara dia gadis muda dan manis rambut yang bergelombang dengan tas buah tomat yang cukup banyak entah mengapa Erin memegang sebuah tomat darinya


" heeeeee hahahhaha... "( senyum gilanya)


"heeeee eh.. "( sinisku) dasar... modus... pantas saja jenny menjadikan mayumi pengawal mu ( sindirku)


" hehehehehe.... "( senyum mesumnya)


sesaat Erin yang menoleh kebelakang dengan senyum mesumnya yang membuatku tak mengerti perubahan sikapnya dan wanita itu menghilang hingga terasa aku dan Erin mengikuti di ujung jalan jejak jari kakinya hingga dia berkata yang sedikit ngelantur


" huuufh.... kita tinggal sementara disini... aku ada perlu "( jelasnya)


" heeeeek... apa kamu yakin mana mungkin kita bisa cari tempat menginap disini... jangan bercanda Ah... "( kecewa ku)


"..... sebentar kamu disini dulu"


".... " ( diamku)


aku pun melihat nya menemui seseorang dan mencoba mencari tempat istirahat disini namun kenyataan nya disini desa yang sangat susah untuk mencari hotel ataupun kost dan mencoba membicarakan nya


" .... eh... sebentar lagi kita sampai hehhehe "( senyum bodohnya)


hingga kita sampai di sebuah rumah kepala desa dan mencoba mencari alasan yang bagus untuk mencari tempat istirahat..


" assalamu'alaikum... halo... permisi "( Ujar Erin)


" Walaikumsalam... maaf mas cari siapa ya"( tulusnya)


" maaf ibu... apa ini rumah pak kades"( jelas)


" hem.... iya.. ada apa ya.... ? ( bingungnya)


" nama saya Erin dan dia kuria kami dari tempat yang cukup jauh... dari sana ..saya takut tidak bisa mencari tempat istirahat... maaf apa kami bisa beristirahat disini... mungkin 3-4 hari... itu sudah cukup"( terang Erin)


" maaf mas.. sama mbak ini apa mahasiswa atau apa.. ya... saya jadi bingung "( tegurnya)


" hem... kami hanya wisatawan biasa... yang hanya menikmati pemandangan yang asri disini... ouh... iya mungkin ini cukup untuk biaya jasa tempat kami menginap disini.. "( rayu Erin)


" tapi... mas... aku belum bisa memutuskannya"( jawab gugupnya)


".... hem... bapak pasti akan senang menjadi tuan rumah bagi wisata wan" ( rayu Erin)


namun tiba tiba pembicaraan ini terputus akan kedatangan yang membuat onar lagi


".... assalamu'alaikum... bu... ini..... Heeeeek... awwww... " ( memalingkan wajahnya)


" halo.... kita berjumpa lagi kurasa ini memang jodoh"( canda Erin)


" jodoh... heeeeeek dasar om om.... nyebelin banget"( sinis nya)


" SaSa jangan bikin malu... yang sopan... ... maaf... itu anak saya... dia memang seperti itu... maaf ya mas mbak... "( tulusnya)


"... ah.... tidak apa.. apa kok bu... tadi kami hanya salah paham jadi dia berlaku seperti itu


" mari mas mbk... di minum mumpung masih hangat mungkin nunggu bapak dulu sebentar lagi beliau pulang


hingga benar matahari yang mulai terbenam kini terlihat bapak kades yang di tunggu tunggu kini pulang membawa seseorang yang membuat kami terpaksa terdiam sangat erat terasa terkunci sudah bibir dan mata kami melihatnya sebagai tanaman akan jeratannya yang menguasai waktu


" assalamu'alaikum..... ( tuturnya)

__ADS_1


__ADS_2