Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 65 " dia api itu"


__ADS_3

jika kepergiannya memerlukan waktu untuk membasuh luka yang terlumuri garam kambing hitam ini menyalakan api yang tak pernah ada asapnya dan bodoh serta tidak tahu itu sama namun tersesat bukan jalan keluarnya dan aku membenarkannya di setiap kalimat yang ia ucapakan nama yang indah akan hilang dari sifatnya jika kamu tak mengerti apa dan siapa kamu bertanya hingga teringat akan kata kata yang tak masuk akal jangan percaya awan yang putih belum tentu hujan karena dunia tak akan malam karena awan akan menjadi sahabat baginya tiada kesan bagimu bayangkan api yang menyala tanpa ada asap dan barang yang terbakar betapa menyenangkannya membuat orang yang mulai membenci seseorang itu terserah kamu lagi pula percuma kita meladeni sampah yang sudah di pungut


" hoooi... jadi apa kamu adik darinya "( tanya Grey)


" heeeee... aku... aku... aku hanya adiknya namun aku juga kehilangan dirinya kami berpisah cukup lama..dan dia menghilang.."( ngeles rina)


" hem... jadi kamu juga tak mengetahui keberadaannya "( jawab tommy)


" huuuuufh... ah... kurasa kita perlu petunjuk lagi.. "( ujar Grey)


" heee... maaf namaku rina... anu... bisa kalian jelaskan siapa dia Erin... walaupun dia kakaku namun aku belum pernah bertemu dengannya "


" hem... ahh... tommy.. bisa kamu jelaskan padanya.. aku mulai kebingungan hahah ( jawab Grey)


dan benar aku kini mulai mengerti arti dari api yang menyala tanpa ada barang yang terbakar hingga tiada asap namun aku mulai mencium baunya.. iya api itu adalah sebuah pemahaman dalam dasar( hasrat) hati akan rasa tak percaya atau lebih tepatnya rasa penasaran yang berlebihan terlihat mereka mencoba menceritakannya kepadaku yang membuatku tertawa terharu dan menangis yang tersimpulkan dia itu bodoh, gila, idiot dan mesum dalam kamus pemahaman yang membuat jalan setapak dalam hutan pengetahuan hingga terasa kini aku mulai menyadari bodoh dan tidak tahu itu sama namun tersesat bukan jalan keluarnya namun sedikit sedikit mereka merasa sedikit kehilangan sesuatu yang cukup berharga hingga kepergiannya yang membuatku bertanya ketika ia mengatakan dia" teressa"


" anu... maaf.. apa tadi kamu mengatakan nama Teressa.. maaf kurasa aku tidak begitu jelas


' hem... kamu tidak salah dengar Erin dan Teressa selalu bersama namun.. terlihat dia cukup aneh.. hem.. mungkin kamu bisa bertanya pada seseorang yang cukup tahu tentangnya"


" benarkah... "( kagetku)


" hem... pergilah ke alamat ini dia bernama Lidia .. "


" baik... terimakasih "( salam perpisahan dariku)


" eeeeeeh tunggu... ada yang aneh padamu... mengapa kamu mencari mereka"


" hem.... aku... aku hanya ingin bertemu dengan ya "( jawab senyumku)


dan perlawanannya yang membuat hancur di setiap keluh dalam api hingga dia memalingkan wajahnya aku mulai berjalan hingga malam tiba. dan sebenarnya kakaku hanya mengatakan pada atasan ku untuk mengirim ku untuk mencari dia" Teressa" dan dia membuatku kebingungan dari siapa dia" Erin sadewa" namun terlahir dengan warna putih dari sebuah buku yang siap untuk di tuliskan sebuah naskah cerita tentangnya hingga aku melupakan siapa mereka " sasa dan caressia" hingga tersabarkan hari


" huuufh... aku harus kemana lagi"( batinku)


..


terlihat sedikit lesu dalam pelarian waktu yang memanjang di setiap hembusan nya


DISISI LAIN SESUATU TERJADI PADA KAK JENN


" Erin.. ada yang aneh.. kurasa ini waktunya"


" ... apa... haaaaah... apa yang kamu katakan... ibu. "( seruan Erin)


. "... hem... kurasa kita harus bawa ke rumah sakit... '( jawab ibu Maria)


" kurasa kita harus cepat"( bingung Erin)


" bunda... ini sakit"( keluhnya)


tanda tanya besar dari apa yang ia tugaskan kepada rina tentang siapa mereka namun pemahaman dalam bayang bayang hitam yang membutakan jalan pikiran kini jenny di bawa di rumah sakit dan perjalannya yang membuat ia tak mengerti arti sebuah api , Erin pun menelfon rina untuk kembali dan menuju rumah sakit yang sedikit agak jauh dari kediaman istananya namun terasa ada yang masih ganjal sehingga rina putuskan kembali ke B. E. E. L dan mencari apa itu hingga keputusannya yang menimbulkan bukti darinya


" aah... kurasa aku perlu mempersiapkan persalinannya.. hem... mungkinkah mereka tidak membawa apapun. "( batin ku)


namun tiba tiba suara sapaan darinya yang membuatku tak memahami


tuk tuk tuk... "assalamu'alaikum" ujarnya dan aku menjawabnya" Walaikum salam" namun ia sedikit berbeda dari seseorang yang ku kenal


" hallo maaf apa ini kediaman ibu Maria... maaf mengganggumu namaku " Teressa" anu maaaf saya di tugaskan nyonya liona untuk mengunjungi kesini... ah ada sedikit perlu... anu maaf aku hanya bingung mengapa nama rumah ini B. E. L. L... aah aku sedikit mengganggu mu dan apa saya bisa bertemu dengan beliau "( kata nya)


" heeeeeeeh... apa... "( kagetku)

__ADS_1


" ah... hahaha maaf sedikit merepotkan apa bisa aku melihat rumah ini...


" heeeeeee... sebentar... ( sambil menutup pintu)


aku mulai merapikan foto tentang mereka dan aku menelfon ibu tentang ini , aku mengaku sebagai seorang yang bertanggung jawab dari yayasan ini dan terlihat kami berbincang bincang dengan sedikit tawa darinya hingga aku minta foto bersama denganya


"... hem... maaf Teressa apa bisa kita berfoto bersama.. ah.. aku hanya merasa semakin dekat denganmu.. hem.. "


" hem... tentu saja"( jawabnya)


dan benar aku selfi denganya dan diam diam aku mengirimkannya pada kaka dan senyum kak jenny yang membuat ia terlahir dengan selamat dan sehat namun ketika rasa senangku ku utarakan pada nya


" syukurlah... semua selamat... "( bisikku)


" hem... ini tempat yang cukup nyaman "


, "hem... kami membuatnya seperti harapan kami "


" terimakasih... kurasa aku akan pergi daah"


" Teressa tunggu... tunggu "( larikan ku dan memeluknya)


" heeeeeeee( kagetnya)


" ... hem... Terima kasih kamu sudah datang aku sangat senang.. "( dengan rasa syukurku)


"... heeee... rina apa yang terjadi... apa kamu menangis"


" aaaaah... aku hanya sedikit terbawa suasana "


" hem.... ternyata api itu sudah menyala"( jawabnya)


" heeeeee.... apa maksudmu"


" hem... terimakasih rina kamu mengingatkanku pada seseorang yang cukup berharga... nah rina apa bisa kita bersahabat hem... kurasa akan menyenangkan "


"... ouh... tentu... Daaah... " ( lambaian tanganku melihatnya pergi)


kemudian aku yang berkemas dengan membawa barang yang mungkin di perlukan mereka dari baju dan dll namun masih belum ku mengerti apa yang Teressa maksud dengan api yang menyala aku pikir api itu adalah sebuah pemahaman dalam dasar( hasrat) hati akan rasa tak percaya atau lebih tepatnya rasa penasaran berlebih namun darinya yang membuatku tak menyadari akan statusku hingga pertemuan dengannya yang menjadikan sebuah gambaran akan kejelasan dari benak ku


" ibu... kaka.. "( kataku yang baru sampai di rumah sakit)


" rina... terimakasih.. " ( pelukan kakaku) yang diiringi ibu


" hem..... "( senyumku) .. kak dimana kak jenny...


" lihat dia disana... hem... dan satu lagi sebelah sana "( senangnya)


" aaah... lihat mungilnya...


" hem... dia.. sudah berusaha cukup keras"( kata ibu) hem... biarkan jenny istirahat...


" aah aku tahu... ( jawab kakaku)


dan kami membuat sebuah tenda untuk beberapa hari disini iya kami menanti juga melindunginya iya siapa lagi dia si mungil anak dari kak jenn dan kak Erin hingga berlebihan yang kami rasa dalam kebahagiaan membuat semua ini menjadi berwarna dan berseri dalam putihnya gigi gingsulnya yang di iringi canda kakaku


1 minggu sudah kami berada di rumah sakit hingga kepulangan kami di istana kecil ini B. E. L. L dan yayasan pun jadi di sebelah barat yang sedikit agak jauh dari istana kami bekas rumahku yang di bangun sebuah yayasan yang tak pernah ku ketahui akan sistemnya dan yayasan ini pun memiliki nama yang tertata rapi dalam dengung baca nya " B. E L.L "


1 bulan pun berlalu tanpa kami sadari " mayumi amalia' terdengar dari mulut darinya yang berulang ulang dalam nada panggilannya dan itu adalah nama anak mereka hingga aku melupakan apa yang pernah ada dalam benak kecilku hingga waktu menyadarkanku dalam angan ceritanya dalam 1 tahun berikutnya terlihat mayumi yang mulai berjalan perlahan yang mencari tiang penyangga hingga waktu yang kini semakin berseri dalam putihnya gigi gingsulnya menjadikan kami terlupa dari apa yang sudah di tanam dalam hati hingga 5 tahun sudah ketika itu terlihat mayumi yang mencoba bermain main dengan api yang menjadikannya sedikit marah


" mayumi... apa yang kamu lakukan"

__ADS_1


" ma.. ma.. tu bakar bakar ma.. "


" aaah... jangan bermain main dengan api'


" ... "


dan terlihat mayumi berlari sambil tersenyum yang membawa batang plastik yang terbakar dan menetes netes terlihat itu mainan yang cukup seru hingga tak di sangka tetesan itu ia arahkan telapak tanganya


dan kekacauan pun terjadi " hiksh hiks... Aaaaaaa.. "


apa yang terjadi mayumi menangis sangat keras yang menjadikan semua panik ternyata tetesan dari api itu kini bersemayam dalam telapak mayumi dan


" heeee... mayumi... "( larian jenny)


" mayumi.... "( larianku)


dan benar tanganya terkelupas terbakar walaupun tidak begitu parah namun ini sangat memperhatikan


".. hingga dia di bawa ke klinik terdekat dan Erin pun segera berlari menemuinya. hingga ia mulai berkata yang membuatku mulai dan panas akan jawabnya


" heeee... jenn apa yang terjadi.. "


" ouh... mayumi bermain main dengan api


" ah... .. dasar.. apa yang kamu lakukan "


" heeeh... maaf erin kurasa ini kecerobohan ku"


" kak... sudah... jangan bertengkar "


" huuuuufh api itu berbeda dengan yang lainnya "dia sangat berbahaya"


" aku... tahu... tapi.. aku sudah mengambilnya.. namun ternyata mayumi masih menyimpannya dan bermain sendiri di sana"


" huuuuufh untunglah ini tidak begitu parah


maaf kan aku... "


" Erin... apa yang terjadi... "( tanya ibu yang khawatir)


" hem... kurasa mayumi terhipnotis dari api. "


" apa maksudmu.. "


" api yang menyala tanpa asap dan barang yang terbakar akan selalu menghipnotis setiap orang "


" heeeeeeek.... ' dan aku teringat sesuatu yang begitu sangat lama dan dalamnya benak kecilku'


" hem....api mereka hidup dan mempunyai tekad ... semakin kuat Tekadnya akan semakin panas dalam laku kehidupannya karena api itu sama dan setara dengan kita dan api yang menyala tanpa ada asap dan barang yang terbakar adalah kita manusia yang hidup dengan tekad.. "( senyum candanya)


....


" apaaaaa... "( kaget dalam gejolak)


".. ma.. pa.. atu minta maaf.. " ( kata kecilnya)


" hem.. mayumi.. mulai sekarang kamu ikuti apa yang ma dan pa katakan dengar baik baik mayumi kamu juga sama seperti api itu dia ada disini api tanpa asap dan barang yang terbakar ... dia hidup dan mempunyai tekad juga ... hem... lihat ini sakit kan mayumi itu artinya kamu hidup dan coba gerakan perlahan... nah itu bagus... itu artinya kamu punya tekad... jadi tekad itu akan semakin membara ketika kamu melewati bayang bayang hitamnya kebodohan dan ketidak tahuan yang menyesatkan.... "( nasehat darinya)


" hahahaha... Erin... entah mengapa kamu sedikit lebih pintar.. "( canda jenny)


"... haaaa.. apa maksudmu.. "

__ADS_1


" hahhahaha"( tawa ibu Maria) yang di ikuti senyum dariku


terlihat mereka mengkhawatirkan mayumi yang seakan menasehati nya.. ya walaupun aku tak percaya mayumi akan mengerti dari nasehat itu namun senyum ini melengkapi di setiap lesung pipi dan membuat kerutan dari kecilnya raut mata dan putihnya gigi yang berseri dalam warna pelangi karena api yang kami terima


__ADS_2