Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 92 " buku harian"


__ADS_3

tiap lembar di buku itu tersimpan senyuman dan tawa kesedihan ada benci juga rindu yang terpadu dengan kenangan saat bersamamu seperti waktu dulu


kenangan kasih bersamamu tak mungkin terlupakan


tiap lembar di buku itu tercipta cinta rasa bunga wewangian


bila ku rindu ku buka buku ini hingga kenangan menemani


di dalam buku harian ini ada tawa dan tangis benci dan rindu


langit ku membiru sang bintang tak bersinar


malam ku kelabu sembari menghitam


tak terdengar suara tawa tak terucap kata Hati


kasih yang dulu sejati kini merayap pergi


didalam buku harian ini namamu dalam duniaku


bila ku rindu kan dirimu ku buka lagi buku harian ini


didalam hujan penantian yang tertulis tinta biru


membekas mendalam terbendung asmara pujangga


didalam buku harian ini terciptanya ruang ruang itu


yang terpadu jadi satu kenangan saat bersamamu


langit ku membiru sang bintang tak bersinar


malam ku kelabu sembari menghitam


tak terdengar suara tawa tak terucap kata hati

__ADS_1


kasih yang dulu sejati kini merayap pergi


kenangan kasih bersamamu waktu dulu membekas dalam rasa


tiap lembar di buku itu rayuan kenangan kasih bersamamu


buku harian ini membekas dalam ukiran rasa kehilangan


tersimpan kenangan cinta yang perih menghantui


namamu di dalam buku harian itu adalah kata yang indah


hidup ku dalam buku harian ini hanya bukit landasan putih


tawa dan tangis ,benci dan rindu terpadu jadi satu kenangan waktu dulu


namun bisu nya buku itu memaksa remaja telah jauh pergi


karena cintanya telah sirna dalam kenangan masa suram


didalam buku harian ini terbayang lagi kenangan saat bersamamu


kini sang bulan memerah didalam buku harian itu karena berpisah


bila ku rindu kan dirimu Ku buka lagi buku harian ini


saat bersamamu seperti dalam buku yang tertelan waktu


kenangan kasih bersamamu tertulis dalam hujan penantian


rindu buku harian ini ada tawa mu dan benci ku


terbayang lagi seperti waktu dulu dalam ruang itu


didalam buku harian ini membawa dia sang buta merindu

__ADS_1


jika merindu merayu gundah membelenggu


buku yang aku tulis untukmu kasih di dalam buku harian


Tiap lembar di buku itu dari pertama kita berjumpa hingga kita berpisah


didalam buku harian ini membisu tak mendengar tak melihat cinta


kasihku yang tersimpan kenangan cinta dalam buku rindu


didalam buku harian ini ada tawa dan tangis ada benci dan rindu


saat bersamamu seperti dalam buku yang tertelan waktu


tapi cintaku kini sirna mendaki pilu membelenggu


di dalam buku harian ini tersimpan bunga yang hitam menjelma harumnya


bila ku rindu ku buka buku harian ini yang tumbuh menjalar dengan siksa


dia sang bunga hitam selalu merayu remaja merindu kenangan cinta


kamu perlu tahu kisah kisah yang indah dalam cerita dalam buku


saat ku sentuh ruangan itu membekas hitam yang menghantui


saat bunga itu tumbuh dan mewangian kamu tak pernah tahu dan peduli


cinta ku telah pergi sayang terbawa banjir yang meluap dalam bendungan


hanya ruangan itu kerlap kerlip dan wewangian rayu bunga hitam


di dalam buku harian ini tersimpan layu dalam tiap tembar


sakit ,perih,suram ,hitam ,dusta ,kasih ,rindu ,benci ,tawa, tangis,

__ADS_1


dalam DONGENG OPPELIA RINGTONE DIA" BLACK FLOWER"



__ADS_2