
...heeeH.. katakan padaku apa yang kamu lakukan "( t egasnya)
"...aku....!!!"( jawabnya )
" ......
tersenyum dan hanya itu seorang anak hanya dengan umur belasan tahun namun pertumbuhan nya begitu sangat cepat hingga kini seakan dia berumur 18 tahun dan sikapnya pun berubah sangat cepat tanpa perlu aku memberinya pelajaran tentang kehidupan dia " Adam" wajahnya yang tak memiliki mimik muka yang setara dengan kita pada umumnya
" apa kamu melihatnya ..."( ujarnya)
"...HaaaaH..."( jawabku )
"Hem....kak monell...apa kamu melihatnya ...aku tak pernah tersadar sebelumnya dan terlalu naif bahwa lubang itu semakin membesar ketika aku mulai melihat nya kembali "( jawab Adam)
" apa maksudmu....Adam"( jujur monell)
" coba lah menggunakan Mata mu dengan bijak "( sindirnya)
dia pun berdiri dan berjalan kearah sana dan menenteng kan kedua tangannya "kita akan kesana tunggu sebentar lagi " batinku yang ketika ia melihat keatas sana dan aku tak pernah mengerti apakah ada lubang yang sama dengan seketika membesar pada hakikatnya namun
" ..Adam sebenarnya apa yang kamu maksud "( tanyaku)
" Hem...kak monell ... tersenyum lah"( jawabnya)
" HaaaAh....apa maksudmu aku tak mengerti "( bingung ku)
" lubang dalam lubang sehingga membesar dalam lubang di sini"( menunjuk ke dadaku)... dalam satu nuansa ....aku mulai SADAR ALASAN UNTUK MENJADI KUAT"( ujar Adam)
.." kuat ...???...kuat apa maksudmu"?( masih bingung)
kemudian dia melanjutkan perjalanannya yang kini seakan dia memandu di setiap waktu aku mulai. mengikuti laju pemikirannya yang tak masuk akal sehingga kedatangan mereka membuat kekacauan di mana mana
senyum tetap membawa kepedihan
__ADS_1
begitu juga bahagia membawa kehampaan
terbit bagai bunga mawar dalam jalarnya
hanyut dalam ruang rindu kasih merana
kehidupan terbawa cerita dalam bunga
karena warna menjelma pelangi
sang Hudus membenci daun itu
menyisihkan lubang yang dalam bahasa
karena lubang dalam lubang di hati mu
karena kehidupan membawa derita
kelahiran hanyalah jembatan merana
semua terdiam ketika sebuah warna hitam itu di dalam bayangan pepohonan yang asri itu memunculkan sebuah tangan yang bangkit darinya hingga ini benar terjadi ..sesosok manusia dengan tubuh penuh jubah hitam dengan senyum gila
" hoooo .....ketemu "( senyum gilanya)
," ... aaaak....apa itu ( bingung ku)
" Hem....kamu tak bisa lari lagi..."( jawabnya )
...
" ....
namun tiba tiba dia melompat kearah sini dengan tangan yang berkuku tajam hingga cakar itu menghantam tanah yang ketika itu kami yang terhindar dengan cepat
__ADS_1
" ...Hem....( senyum gila)...
"...cih siaL.....kak MONELL... pergilah dari sini "('ujar nya sangat keras itu)
..."....apa..."( bingung ku)
" mereka sangat berbahaya.....( sambil menghindar sangat cepat)..."( seruan Adam)
...
"...
tanpa ada kata kata itu terlihat begitu mengerikan " DASST PRAAAK...DYAAAR WEST..DUK DYAAAAR WEST.. dan itu yang terjadi aku hanya bisa berlari dan berlari sekuat mungkin namun apalah daya tanpa ku ketahui kakiku pun terjerat jalar yang berduri seperti akar namun ini bukan akar masih Dengan durinya yang menyayat perih hingga darah itu mengalir deras " AAAAAAAA.. sakit..."( jeritku) namun dia malah tersenyum gila iya mereka berdua berjubah hitam masih terlihat Adam yang sedikit melirikku kesakitan hingga ia pun terluka dan tergores tangan nya namun tak pernah ku mengerti darahnya tak berwarna seperti apa yang pada umumnya kini bercucurkan warna hijau tersungkur dalam aliran darahnya aku hanya bisa merangkak dengan genggaman ku yang tak begitu kuat tertarik jalar yang berduri itu hingga serasa akan terputus sudah kaki ini namun terlihat siapa yang menarikku dengan jubah hitamnya walaupun ia tak beralih dari pohon itu hingga tertangkap sudah aku yang sekiranya kabur hingga senyum mereka yang gila itu mewarnai ketakutan aku dan Adam
" nah ... caressia... sebaiknya kita membunuh mereka "( ujarnya)
..
"......."HeeeeeH caressia ....apa kamu mendengar ku "( seruannya)
...."( diam)
namun aku yang tertangkap hanya pasrah ketika mereka ingin membunuhku masih terlihat Adam yang sedari terluka ia masih melawan dan menghindar " DYAAAAAR BEK BEK KRAAAK PRAAAK WESST PRAAK WESST DYAAAAAR" seperti itu kejadiannya dan dengan sangat cepatnya Adam berlari dengan luka dan lika likunya menghindar seperti sebuah bayangan yang hanya sekedipan mata memandang hingga aku yang kini terjerat jalar yang berduri menyelimuti seluruh badanku dengan siksanya hingga seperti terasa dalam sebuah kepompong duri itu namun ketika aku melihat sejenak masih terlihat Adam meloncat kearahku dengan tangan ingin menggapai ku seketika juga di ujung jari Adam bersinar setitik warna putih yang sangat silau seperti akan merusak mata ini dan ku pejamkan karena tak mampu melihat cahaya itu hingga sudah apa yang terjadi membuatku tak mengerti sedikit pun kemudian hembusan haluan angin sore ini menyadarkan ku yang begitu membuatku tak mengerti kini aku dan Adam tertidur di atas bukit dengan pepohonan yang serasa hanya ini pembuktian yang nyata warna matahari yang seakan berubah jelas angin yang berhembus kencang membuka mataku dengan bijak hingga mampu kulihat seakan lubang dalam lubang yang semakin membesar
" aaah....apa...yang terjadi "( bingung ku) ....
....
hingga ku lihat kaki ku yang terjerat jalar yang berduri itu seakan hanyalah ketiadaan akan nyata
" kakiku.... heeeeE...aaak..."( seruanku yang memegang kakiku)
jadi semua baik baik saja tanpa ada yang kurang dariku Adam masih tertidur pulas di sampingku hingga kini aku yang sedari melihat pemandangan di sore hari di atas bukit dengan asri pepohonan ini tersusun kalimat yang tidak bisa di tulis dan di gambarkan yang kini bait bait dalam baris kata bahasa tersusun rapi dalam cetusnya buku harian di tiap lembar
__ADS_1