
terlintas sejenak perlahan dengan nada yang membuat perempuan memanggil fase feminim untuk sebuah gerak lembut dengan kasih sayang hingga jatuh ke dalam rasa tulus dan suci ketika itu datanglah dia bunga yang selalu ingin mekar namun begitu sangat terlampaui akan masa hingga ia tumbuh dengan tunas yang menjerat kuat dan menjalar dengan duri yang menyiksa begitu lah dengan hudus darinya ketika MUSES dan dia" ewa" menuju kesebuah pusat kota di " gem city" dengan jelasnya terlukis dari prasasti dari " Erta" mengartikan tempat yang terlarang untuk dihuni karena rindu dia " Sira" karena lentera
" ...apa ini ...nyata ... aku merasa ini bukan diriku "( kata MUSES)
" apa maksudmu ...lihat lah sebelah sana .."( mengacungkan jarinya)
...
terlihat MUSES mengarahkan pandangannya yang ketika itu tepat berada di tengah kota " gem city" hingga terlukiskan lagi prasasti dari Erta
sudah kubilang kamu tak tahu
jangan kamu beri saran untukku
kamu tak tahu betapa rasanya
biarkan aku pergi
biarkan aku menyerah
biarkan aku berhenti berjuang
kamu menatap ku selalu tanpa beralih
dan tak memberitahukan ku apa yang kamu lihat
aku tahu niat baikmu
diam dan duduk tak akan merubah apapun
biarkan aku pergi
biarkan aku menyerah
biarkan aku berhenti berjuang
aku pun belajar dari masa lalu
kamu tak tahu betapa rasanya
__ADS_1
aku tak peduli apa yang terjadi nanti
kamu bilang baik baik saja
aku hanya takut apa yang ingin ku katakan
menyakiti telingamu dan perasaanmu
dan kamu tak akan pernah tahu
" ....apa kamu mengerti MUSES"...
"....apa ..ini..."( jawabnya)
" ah...lihat di bawah sana ..."( kata ewa)
kini dia " ewa" memberikannya waktu untuk melihat kebawah sebuah bawah tebing dari nya ya...itu adalah tempat yang cukup berbahaya tempat penuh sesuatu yang tidak bisa di pahami dia ewa dan juga dirinya
" apa itu semua terasa putih dan bersalju.."( kata MUSES)
" itu lembah batu kapur ..."( jawab prihatin)
" apa....."
"ah...lihatlah hari pun berganti "
" apa..."
dan terlihat kubah yang berlubang itu kini mengalirkan air dengan cahaya hudus hingga air itu mengalir menuju lembah batu kapur dan warna yang begitu hijau karena pantulan cahaya pelangi dari setiap siku dan sisinya hingga tertulis batasan lembah batu kapur sebuah prasasti Erta
aku jatuh dan tak bisa bangkit
luka darimu menyalakan api yang sakit
hingga aku benci diriku
karena kamu tak tahu apa rasanya
sejenak tertidur lelap
__ADS_1
kini teringat lagi dan lagi
aku merangkak kesakitan
dan kamu bilang baik baik saja
kamu tak akan pernah tahu
kebun bunga dan lembah yang putih
air tanpa hudus hanya warna nan hijau
dalam tulus dalam siksa merana
dan kamu tak akan pernah tahu
kamu tak akan tahu rasanya
hingga aku benci diriku
aku tak mau tahu itu
aku tak mau tahu semua
lihat luka dan derita ku ini
kamu tak ingin tahu semua
" kuharap kamu mengerti pasti siapa diriku " ewa" dan dia" Sira" penghuni ruang rindu yang terlarang untuk dihuni"
" ...apa...!!
" Hem....ah...lihat kesana ... butiran dia" Sira"...nah MUSES sebaiknya tarik nafas mu panjang panjang ..kita akan sedikit memaksa keadaan"( senyum ewa)
" apa...apa maksudmu"
" tenang saja aku akan membantumu....dengan sihir yang ku kupunya hem..."( senyum manjanya)
..
__ADS_1