Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 83 " aku dan bukan aku"


__ADS_3

terlintas sejenak perlahan dengan nada yang membuat perempuan memanggil fase feminim untuk sebuah gerak lembut dengan kasih sayang hingga jatuh ke dalam rasa tulus dan suci ketika itu datanglah dia bunga yang selalu ingin mekar namun begitu sangat terlampaui akan masa hingga ia tumbuh dengan tunas yang menjerat kuat dan menjalar dengan duri yang menyiksa begitu lah dengan hudus darinya ketika MUSES dan dia" ewa" menuju kesebuah pusat kota di " gem city" dengan jelasnya terlukis dari prasasti dari " Erta" mengartikan tempat yang terlarang untuk dihuni karena rindu dia " Sira" karena lentera


" ...apa ini ...nyata ... aku merasa ini bukan diriku "( kata MUSES)


" apa maksudmu ...lihat lah sebelah sana .."( mengacungkan jarinya)


...


terlihat MUSES mengarahkan pandangannya yang ketika itu tepat berada di tengah kota " gem city" hingga terlukiskan lagi prasasti dari Erta


sudah kubilang kamu tak tahu


jangan kamu beri saran untukku


kamu tak tahu betapa rasanya


biarkan aku pergi


biarkan aku menyerah


biarkan aku berhenti berjuang


kamu menatap ku selalu tanpa beralih


dan tak memberitahukan ku apa yang kamu lihat


aku tahu niat baikmu


diam dan duduk tak akan merubah apapun


biarkan aku pergi


biarkan aku menyerah


biarkan aku berhenti berjuang


aku pun belajar dari masa lalu


kamu tak tahu betapa rasanya

__ADS_1


aku tak peduli apa yang terjadi nanti


kamu bilang baik baik saja


aku hanya takut apa yang ingin ku katakan


menyakiti telingamu dan perasaanmu


dan kamu tak akan pernah tahu


" ....apa kamu mengerti MUSES"...


"....apa ..ini..."( jawabnya)


" ah...lihat di bawah sana ..."( kata ewa)


kini dia " ewa" memberikannya waktu untuk melihat kebawah sebuah bawah tebing dari nya ya...itu adalah tempat yang cukup berbahaya tempat penuh sesuatu yang tidak bisa di pahami dia ewa dan juga dirinya


" apa itu semua terasa putih dan bersalju.."( kata MUSES)


" itu lembah batu kapur ..."( jawab prihatin)


" apa....."


"ah...lihatlah hari pun berganti "


" apa..."


dan terlihat kubah yang berlubang itu kini mengalirkan air dengan cahaya hudus hingga air itu mengalir menuju lembah batu kapur dan warna yang begitu hijau karena pantulan cahaya pelangi dari setiap siku dan sisinya hingga tertulis batasan lembah batu kapur sebuah prasasti Erta


aku jatuh dan tak bisa bangkit


luka darimu menyalakan api yang sakit


hingga aku benci diriku


karena kamu tak tahu apa rasanya


sejenak tertidur lelap

__ADS_1


kini teringat lagi dan lagi


aku merangkak kesakitan


dan kamu bilang baik baik saja


kamu tak akan pernah tahu


kebun bunga dan lembah yang putih


air tanpa hudus hanya warna nan hijau


dalam tulus dalam siksa merana


dan kamu tak akan pernah tahu


kamu tak akan tahu rasanya


hingga aku benci diriku


aku tak mau tahu itu


aku tak mau tahu semua


lihat luka dan derita ku ini


kamu tak ingin tahu semua


" kuharap kamu mengerti pasti siapa diriku " ewa" dan dia" Sira" penghuni ruang rindu yang terlarang untuk dihuni"


" ...apa...!!


" Hem....ah...lihat kesana ... butiran dia" Sira"...nah MUSES sebaiknya tarik nafas mu panjang panjang ..kita akan sedikit memaksa keadaan"( senyum ewa)


" apa...apa maksudmu"


" tenang saja aku akan membantumu....dengan sihir yang ku kupunya hem..."( senyum manjanya)


..

__ADS_1


__ADS_2