
sebelum nya aku akan bercerita namaku "Rina larasdea" yah kehidupanku lebih cocok di sana sih namun entah mengapa ibu baru saja pulang dengan wajah yang tak biasa dan tak pernah ku mengerti mereka siapa.
" assalamu'alaikum... rina rin.. kesini "( tuturnya)
" Walaikum... salam.. "( jawabku)
..
aku pun berlari ke arah nya yang membuat ia terpilih akan pandangan cinta kasih dariku hingga aku memeluk ibuku dia " Maria larasati" iya dia ibuku...
" hem... rina dengar ibu... nak... dia Erin... dia ini kakak kandung mu.. dan dia... jenny... "( senyumnya)
" haaaa. "( kaget ku)
" pagi... "( jawab Erin)
" pagi,... "(melambaikan tangan kata jenny)
dan saat itu aku terbengong kosong entah mengapa mereka aneh mereka berdua sangat aneh hingga mereka menekanku
" hoe.... ternyata kamu sudah tumbuh lebih dewasa"( kata Erin)
" heeee... dia... mirip denganmu ..ouh iya bunda ..apa aku boleh beristirahat...kurasa aku kelelahan..( jujur jenny)
" heeee... bu... siapa mereka... "( kata ku)
".... mereka ...?... sulit menjelaskan nya... ah... rina... kamu tidur sana... kamarmu berikan pada jenny... ' ( senyum tegasnya)
"... hem.... bunda apa boleh rina satu kamar denganku.. '( ratunya)
' tapi.... bagaimana... apa itu tak apa Erin" ( bingungnya)
' huuufh merepotkan... "( senyumnya)
entah apa yang ku pikirkan tak bisa di jelaskan dan aku tak pernah tahu aku mempunyai saudara laki-laki dan ibu tak pernah cerita hingga ia mulai tenang masuk dalam rumah
" hem... maaf merepotkan mu ya rin"( senyumnya)
" ouh.... aku mengerti"( jawabku)
namun tetap saja aku merasa ada yang ganjal di pikiran ku tentang dia "Erin" dia terlihat angkuh dan sombong yang sekarang terpampang jelas di wajahnya
' ouh.... bu.. aku pergi dulu... "
' hem... apa kamu mau kesana... "( kata ibu)
"..... " ( diamnya)
" huuuh dasar dia.... "( kata ibu)
rin.. rina... . ambil itu untuknya... dia melupakan nya"( menunjuk sesuatu)
" ... ouh baiklah"( jawabku)
terlihat dia jenny berbaring dan terlelap di kamar milikku dan aku yang membawa ini untuknya... iya ini... dan untuknya tak pernah ku mengerti akan tingkahnya
" hei... ini... kata ibu ini untukmu.. "( canggung ku)
" kemarilah... '( jawabnya)
" heeee... "
aku pun mendekat dan melangkah semakin dekat dengannya hingga lakunya yang membuat warna ini semakin panas dalam usia nya
" dunia ini semakin dingin dan membuat ku beku...hanya kamu yang bisa mencairkan nya rina ... terimakasih "( kata darinya yang mendekap memeluk erat tubuhku)
"..... apa... "
__ADS_1
dan benar aku di peluk erat olehnya hingga aku merasa canggung dan memberontak untuk melepaskan nya namun
" heeeeh... apa yang kamu lakukan.. lepaskan aku"
" aku tak mau... . maaf rina... "( meneteskan air mata)
"...... ouh... ( mengertiku)
namun itu tidak berhenti begitu saja terdengar ia merintih akan tangisnya yang tak ingin orang lain mendengar nya dan masih memeluk erat tubuhku lalu ia pun seakan tak sadar dan mendorong tubuhnya hingga "BYUUUUURRRR" kami berdua terdorong dan terlelap sudah dalam air sawah yang membuatnya sejenak tersenyum
" ... apa.. yang kamu lakukan.. "( sadarku yang kembali ke permukaan sawah)
" hem... apa kamu tadi tak mendengarkan ku..kan tadi aku sudah minta maaf...hehehe.."( jawab senyumnya)
"... heee... "
" hem... lama kita tak jumpa... aku sangat merindukanmu .. hem kamu ternyata sudah dewasa"
" heeeek... apa maksudmu.. "
dan benar kini kami kotor dengan lumpur dalamnya bajakan lahan persawahan yang begitu banyak air dan lumpur
"awwww.... kau gila"
" ah ahaha... aku hanya sedikit iri padamu.. "
"... iri...?
"... hem... ibu memilihmu dari pada aku..... kurasa memberimu pelajaran akan kesalku" ( jawabnya)
" bodoh.... "( aku yang sedari melembar gumpalan lumpur)
" ahahahaha.... "
dan itu yang membuatnya tertawa gila dan benar hingga aku sedikit tertawa ketika lemparanku tepat kena pada dirinya
" hahaha...
namun ia hanya tertawa tak membalas apa yang ku lakukan padanya hingga ia pun berkata yang membuatku jijik padanya didalam otaknya
" heeeeh... cepat buka bajumu.. dan berganti lah.. kita kesana "
" HEEEEH... APA YANG KAMU MAU" ..
"... hem... hanya pengen lihat seberapa besar"( dia menoleh sekitaran dadaku)
" .... HEEEEH..." PRAAAAKK".... DASAR MESUM" .. ( marahku)
" atah atah... "
kemudian aku meninggalkannya sendiri iya dia kakak dengan otak mesumnya hingga kepulangan ku yang membuat ibu dan dia terheran..
" ... rina... apa yang terjadi... "
" dia gila.. aku didorong ke sawah olehnya"
" .. ahahahaha... hem... wah wah ternyata memang benar seperti keluarga yang seutuhnya.. ( ledeknya)
" apa.. maksudmu.. "
" hahaha... jenny sudahlah jangan meledekku.. "( kata ibu)
..
entah sebenarnya apa yang terjadi pada mereka aku tak mengerti terlihat ibu yang sedikit sensitif dan canggung namun hari yang mulai larut hingga kepulangannya yang ibu dan dia tunggu namun ia menghilang tiada kabar hingga dia mengkhawatirkan nya
".. bunda... dimana Erin... dari tadi aku menelponnya namun hpnya tidak aktif" ( kata jenny)
__ADS_1
" .... huuufh dasar... rina... apa tadi dia mengatakan sesuatu padamu. "
" iya... tapi dia.. itu... begitu mesum"
" hem... sebaiknya kamu mendengarkan nya dulu... "( kata ibu)
" ahahah dia memang mesum"( senyum jenny)
"... bu.. kurasa dia bukan kakak kandungku.. " ( sinisku)
"... bunda... apa aku boleh menemuinya"( kata jenny)
" hem... jenn sebaiknya kamu tak perlu kesana ini sudah larut jaga kesehatan mu dan aku tak ingin dia kenapa napa.. '
" dia...? .. bu.. emang siapa lagi.. "
" hem.. "( senyum merahnya)
' heeey.. rina apa kamu masih tak mengerti ... huuufh jenny sedang mengandung janin... hem... entahlah aku sangat menantinya "
" haaaaa...?
" hem...itulah sebabnya aku ingin membiarkannya mengambil kamarmu "
".... ..
tak pernah ku sangka dia jenny sedang mengandung sebuah janin darinya namun tak pernah ku pikirkan dari apa yang terjadi pada mereka hingga ibu pun bercerita tentang mereka yang begitu panjang akan kisahnya kini aku mulai sadar dari dia jenny adalah seorang yang ibu jaga seperti anaknya sendiri dan Erin tetap saja tak meninggalkan bukti akan status nya menjadi kakak kandungku
" ouh baiklah aku akan memanggilnya pulang"( tegas ku)
" hem... kumohon ... Berhati-hatilah Daah... "
..
namun tak semudah apa yang ku pikirkan aku yang hafal tempat ini sehingga tempat segala tempat ku lalui namun entah mengapa aku tak menemukannya hingga aku tak percaya dia di setiap laku nya akan keberadaannya lalu ku mengingat apa yang ia katakan dan benar apa yang ia katakan membuatku membencinya
hinga larut yang menyadarkan jangkrik dan katak ikut meramaikan suasana yang begitu sunyi hingga tempat ini seakan sunyi dan dia mengagetkan ku dengan apa yang ia bawa...
... "..... hoe... apa ini cukup " ( di belakang ku yang tak pernah ku ketahui akan keberadaannya) ... ah.. hanya ini yang ku bisa "( kata Erin)
".. heeee... ( aku menoleh nya hingga aku terkejut)... "AAAAAAAA"..
..
DAN aku berlari karena itu aku geli ya apa yang ia bawa membuatku tak mengerti apa yang terjadi namun itu sangat menggelikan tak ada kata sopan dari nya kini membawa beberapa belut yang masih hidup namun ketika itu mirip dengan cacing raksasa dan itu menggelikan
" ... heeeeeh... jangan... jangan mendekat "( kataku)
"... haaaaaah.. kamu takut kan hehehehehe" ( senyum iblisnya)
" sudah kubilang jangan mendekat"
".... baiklah.. aku tak akan mendekat... " ( liciknya)
..
"berjanjilah.. "..
..
namun itu hanya tipu dayanya yang kini seekor belut ia pegang dan melemparkan nya kepadaku hingga aku pun berlari dan berlari namun dia menari nari dalam penderitaan ku.. berlari dan berlari hingga membuatku salting karena ulah jailnya waktu yang semakin gelap menghilangkan jalan yang ku lalui hingga aku terpeleset " adddduuuuh" dan terlalu dini kaki ini yang terkilir yang membuatku tak mampu berjalan untuk saat ini
" heeeee... apa kamu tak pa.. "( kata Erin)
" awwww... kaki ku sakit "( jawabku)
".. hem... kurasa kakimu terkilir.. sebentar aku ... menolongmu.
__ADS_1
lalu apa dia bisa membantu... dia tak bisa apapun yang sok bijak memijit kakiku dan " AAA AWWWW SAKIT" ... ujarku... "jangan bergerak dulu... " jawabnya hingga aku pulang dengan dia yang menggendongku seakan aku yang masih anak di usia SD hingga sampailah di rumah dengan selamat namun dia selalu bercerita tentang apa yang tidak ku mengerti di sepanjang jalan