
Senin 1Oktober disaat malam itu mereka berbagi cerita dengan tawa dan canda mengucap janji setia bersatu dalam cinta untukmu selamanya Mayumi memudarkan niatnya untuk pergi terpajang jelas kehadiran nya di B.E.L.L sendiri dan termenung
" saat bintang bertahta dan sang bulan tersenyum manja"( kata jenny dalam ingatan kenangan darinya) ....begitu sempurna dirimu begitu baiknya hati mu ....
" ...dapat di kabulkan dengan kantong ajaib milik Doraemon ...andai saja itu benar benar terjadi "( kata Mayumi)
.." Doraemon yah . ..kurasa begitu beruntung nya Nobita ada dia yang bisa mengabulkan apapun..."( bicara sendiri)
dan tak pernah di sadari Mayumi yang bergumam yang tak bisa di mengerti akan kebanggaan
" Mayumi ....apa yang kamu lakukan disana "( ujar TERESSA)
" ....ahahaha aku tidak melakukan apapun"( bisiknya dalam senyuman kesendirian)
" heeeeeh Mayumi ...apa kamu tidak mendengar ku"( marahnya)
" ....heeeeE...
" ah...lupakan ...nah Mayumi ...ap...a...kau..!?
" iya...kak...
" .........
begitu sempurna dirimu lihat dia disini menunggu terasa berat dan hampir ingin mengeluh itu yang terpasang di wajah mayumi
" nah Mayumi...lihat ini ...Hem...ini hadiah dari Manda...untukku"
"....apa itu..kak..."
" Hem...rahasia dalam box ini ...pasti kamu akan mulai mengerti ..
" .....haaaaaah...
" ....ini...buku DONGENG OPPELIA RINGTONE dia Lilly ...
" apa....
" Hem...aku belum membaca ketika ini tersimpan rapat dalam box ini tertera sebuah surat dari nya...dan kata Manda ini sebagian serpihan part dari dia" Lilly"
" ......
" Manda berpesan dalam surat ini untuk membacanya bersamamu ..Hem...Mayumi..."( senyum tipis)
"... benarkah..."( jawab Mayumi)
hingga kita di perlihatkan sebuah buku DONGENG OPPELIA RINGTONE dia"Lilly" part 6 masih belum di jelaskan berapa banyak buku ini dan terpecah begitu luasnya tersusun dalam bagian nya
Dongeng oppelia ringtone dia " Lilly" part 6
kian cuma punya pasangan dengan warna bar**u ,dunia jangan dengar dan mengajak remaja rindu ,cukup tahu tak perlu merayu biarlah jadi wisatawan jangan harap nyata punya yang seratus baru karena dirimu dengan palsu .# bagai angin yang bertiup di daun telingamu .bergeming kenangan syahdu.iringan lembayung daun telingamu mencerminkan kenangan halu.memilih dia "Sira" karena sengaja membalas sakit hati .bukankah dia pengobat luka perih di dada.bukankah dia penghibur lara dengan bahasa.siapa yang bila hatinya terluka kekasih nya mendua .siapa yang bila hatinya bahagia kekasihnya setia.kini engkau telah menemukan dia seseorang yang mampu membawa titipannya . bahagia kan dia sayangi dia seperti aku bersanding dengannya . walaupun aku bukan jodohnya # begitu sempurna dirimu begitu baiknya hati saat bintang bertahta dan sang bulan yang tersenyum manja .kita berbagi cerita bersenandung tawa dan canda . begitu sempurna hatimu begitu baiknya warnamu.hanya dia sang pengabul bulan dan bintang disaat sang awan tersambut dirimu dan aku hiasi warna pelangi dalam taman bunga di hati dalam lembah batu kapur dan air nan hijau..
__ADS_1
ketika Lily sedang melihat nan hijaunya air dan putihnya lembah kapur di " gem city" dan melihat dia " ewa" yang sedari terdiam sendiri dalam lakunya yang menantikan banjir hingga Lilly mulai menulis dalam bahasa negri bintang dalam pesan
#"sudah kubilang kamu tak tahu
jangan kamu beri saran untukku
kamu tak tahu betapa rasanya
biarkan aku pergi
biarkan aku menyerah
biarkan aku berhenti berjuang
kamu menatap ku selalu tanpa beralih
dan tak memberitahukan ku apa yang kamu lihat
aku tahu niat baikmu
diam dan duduk tak akan merubah apapun
biarkan aku pergi
biarkan aku menyerah
biarkan aku berhenti berjuang
aku pun belajar dari masa lalu
kamu tak tahu betapa rasanya
kamu bilang baik baik saja
aku hanya takut apa yang ingin ku katakan
menyakiti telingamu dan perasaanmu
dan kamu tak akan pernah tahu."#
karena kemampuannya yang tak bisa melawan badai dan banjir Lilly sadar ia tak mampu berenang ataupun menerjang badai ketika dia " ewa" mengajak menemui dia " Sira" sang penghuni ruang yang terlarang untuk dihuni karena janji yang merana hingga wajah terkejutnya mulai menghiasi di setiap waktu ketika air dari lubang yang berlubang karena keras langit langit itu kini bercahaya hudus yang menyala hingga serpihan itu kini membagi di setiap serbuk debu dari Erta mahkota yang bertahta raja embun jiwa dan sebaliknya dari arah matanya kini " diamond city" hingga memancarkan warna akan pelangi namun apalah daya tiada yang dapat Lily lakukan selain rindu yang terindah yang dapat bersama janji yang merana tanpa bertemu dia " Sira " sang penghuni ruang rindu yang terlarang untuk dihuni ketika tanpa sadar dia " Lily " melihat sebuah prasasti Erta dan membacanya
ibu darimu yang selalu merindu
rambutnya yang panjang berikan mahkota raja
serbuk debu darinya nyata dan bijaksana
dirimu yang merasa cinta mengharap kasih nya
butiran serbuk madu embun jiwa selalu memuja
__ADS_1
kini gerak jari lentiknya mengikuti janji
di bayang bayangkan duo seindah Tumang pelangi
rasa kehilangan tumbuhkan berwarna-warni duka lara
maaf kan ruang rindu yang terlarang untuk dihuni dia" Sira"
menyatu mengharapkan kamu kembali dari terasingkan oleh cinta nya
hingga senyum darimu Erta memuja dua hati nan indah merindu
sikap yang Lilly lakukan membuat rasa kecewa bila putus kata, terlambat sudah kini kau tak akan menemukan dia seseorang yang mampu membawa titipannya, siapa yang merasa lara di dada karena cinta dan suci serta tulusnya ingin membagi ruangan yang baru untuk nya dan dia" ewa" menulis di sana
"# aku jatuh dan tak bisa bangkit
luka darimu menyalakan api yang sakit
hingga aku benci diriku
karena kamu tak tahu apa rasanya
sejenak tertidur lelap
kini teringat lagi dan lagi
aku merangkak kesakitan
dan kamu bilang baik baik saja
kamu tak akan pernah tahu
kebun bunga dan lembah yang putih
air tanpa hudus hanya warna nan hijau
dalam tulus dalam siksa merana
dan kamu tak akan pernah tahu
kamu tak akan tahu rasanya
hingga aku benci diriku
aku tak mau tahu itu
aku tak mau tahu semua
lihat luka dan derita ku ini
kamu tak ingin tahu semua"#
__ADS_1
sepertiku menerima dengan lapang dada karena ikhlas
begitu sempurna dirimu begitu baiknya hatimu senyum manjamu Lilly , pergi tanpa berpamit dari dia " ewa" yang selalu menunggu di tempat ruang itu prasasti Erta dengan pilarnya tanpa di sadari Lily kemudian pulang dan kembali ke " leaf city" jujur tak sanggup ingin bertemu rasa ini sungguh membuat lilly yang menciptakan lagu indah dan tersenyum semanis buah yang mengkawal hati dan jangan kamu pergi lagi dengan kantong ajaib itu