Dongeng Oppelia" Ringtone"

Dongeng Oppelia" Ringtone"
bab 61 "istana untuk ratuku"


__ADS_3

" rina ... apa yang terjadi.. "( ujar ibu)


" ouh... dia kakinya terkilir maaf..itu kesalahan ku"( jawabnya)


".. .. rina.. "..


kemudian sampai lah kami pulang di rumah yang membuat mereka khawatir , aku pun di gendong sampai di tempat yang sudah di persiapan untuk dia jenny


" maaf... rina.. jika kamu butuh sesuatu jangan sungkan.. "


" Erin.. kamu mau kemana.. "( kata ibu)


" hem.. ouh iya bu apa di desa ini ada seseorang yang ahli pijit "


" hem... aku tak tahu.. "


" . .. "


hem dia terlihat sedikit mencemaskan ku tak ada respon apapun namun dia kini peduli tentang ku dan juga ini kesalahan nya jail kepadaku hingga waktu bergulir tanpa di ketahui kini senja menyapa


" huuuufh... awwww... haduuh masih sakit"


" pagi... hem... apa kamu sudah bangun "


" heeeh.. ini salahmu... "


" aaah aku mengerti... maaf.. apa masih terasa sakit"


..


" brisik" udah tahu nanyak"


hingga dia datang yang membuatnya pergi dari sini.. tak di pungkiri seorang ahli pijit datang cukup pagi dan merubah semuanya


" assalamu'alaikum... maaf... apa saya boleh masuk"


" Walaikum salam mari silahkan masuk.. "( jawab ibu)


" maaf... coba saya lihat dia dulu"( kata beliau)


" .... "


dan dia memijit dengan kerasnya namun kata darinya yang membuat semua orang menyalahkannya


" maaf neng.. bisa saya lihat dimana yang terkilir "


" ouh... kakiku yang ini.. "


".. bagaimana ... ouh.. ini... wah... ini saat itu siapa yang memijit nya... dia salah arah... "


" apa.... "


" .. hem... namun tak apa... mungkin 1 minggu lagi baru bisa kembali... neng tahan dulu "


" AAAAAWWWWW ADUUUH.... SAKIT... "


" .. sudah selesai.. " dan aku akan datang lagi 2 hari setelah ini

__ADS_1


dan dia keluar terlihat ibu mengurusnya namun suasana ini begitu ramai... entah mengapa begitu banyak orang keluar masuk dan ketika aku mulai memaksakan nya aku melihat di balik pintu kamar ku


" ... bu... ada apa ini... "


" rina sebaik nya kamu istirahat dulu.. "


" waaah kamu sudah bangun ini... ini.. aku membuatnya untukmu"( kata jenny)


"ouh... waaah.... ini... terlihat enak " ( kata erin sambil berkedip)


" heee... Erin... hentikan.. itu buat rina...


" hem... dia.. hem... dia tidak pantas mendapatkannya... hem... biar aku saja yang membuat makanan untuknya.. "


" tapi.. Erin... jangan ganggu ah... Erin... tunggu"


" hem... ini sebagai permintaan maaf ku "


" tapi.... hem.. dasar.. baiklah.. maaf rina mungkin besok besok aku akan membuatkan mu yang spesial "( kata jenny)


" ouh... bingungku"


terlihat mereka yang saling tertawa dan mereka mencoba menghiburku dan benar kata Erin dia tak bisa memasak terlihat ini sangat menjijikkan..


" ... jreeeng jreeeng"... ini untukmu.. "( kata Erin)


" heeeeek... heeeeeeh apa ini.... ini seperti tidak bisa di makan apa kamu ingin membunuh ku"


" haaaaah apa maksud mu... lihat ini sangat sempurna.. "( jawabnya)


" apa... apa.. ini... ini menjijikkan "


" haaaizzz... dia menyebalkan.. "( batinku)


" lagi pula aku masih kesal padamu... kurasa memberimu pelajaran adalah yang terbaik untuk kesalku padamu"( senyum iblisnya)


" haaaaaah... dia mulai lagi dasar "( bisikku)


namun benar begitu banyak orang orang yang keluar masuk dalam rumah yang membuat ku kebingungan dan aku masih jijik melihat makanan yang di buat Erin


" awwww.. apa.. ini... heeeeek"( sambil mencoba satu suap)


"...heeeee... ini cukup enak.. lumayan juga.. hem... dasar " ( kagetku)


yah walaupun terlihat begitu menjijikkan namun ini cukup enak hem..dia menyebalkan dan juga peduli denganku


" Erin... bantu ibu mengangkat ini... hem... jenny tolong potong potong ini ya.. "( kata ibu)


" aaah aku mengerti... "( jawab mereka berdua)


ketika waktu yang menghabiskan mereka dalam sibuknya kini begitu banyak makanan mereka siapkan waaaaah ini seperti pesta..


" ouh.. bu aku akan bawa ini kurasa besok kita butuh seseorang lagi... untuk membantu ibu disini.. _


" huuuuufh kamu benar aku masih kerepotan.. Erin yang disana apa semua baik baik saja.. "( kata ibu)


" hem... semua bersemangat kurasa hahaha"

__ADS_1


hingga terlihat ibu dan Erin serta jenny pergi meninggalkan ku sendiri dan aku pun mencari sepotong tongkat untukku berjalan mengikuti dari belakang dan apa yang ku lihat membuatku tak memahami


" rina.. kami pergi dulu kamu beristirahat lah... DAAAH..


" ouh... Daah..


namun disisi ini membuatku tak sadar dari apa yang terjadi kini terlihat di mana tempatku yang ketika Erin mendorong ku ke dalam lahan sawah dengan banyaknya air dan lumpur dan mereka terlihat bergotong royong membuat sebuah hunian darinya aku tak pernah sadar dari siapa dia Erin dan jenny terlihat mereka cukup kaya terlihat ketika aku melihat sedikit rancangan bangunan rumah panggung yang cukup tinggi namun dengan bangunan yang cukup mewah ada di setiap hiasannya


" eh... apa yang kamu lakukan.. "( kata Erin)


" heeee..


"... hem... bukannya sudah ku katakan kamu sebaiknya beristirahat. dulu"


"... haizz... lagi lagi dia menyebalkan " ( bisikku)... apa ini..?


" hem... kita akan membuat rumah yang besar disini "( kata jenny) dan kita akan pindah dari rumah itu.. "


" heee... aku tak mau... pindah dari kamarku"( jawabku)


" heeeeeee benarkah... dengar rina ibu akan tinggal disini.. hehehe


" .... heh... kak.. aku butuh minuman aku sedikit haus... "


" ahh.. ambil saja sendiri disana"( jawabnya)


" tadi kamu bilang jika butuh sesuatu jangan sungkan.. dengar kak aku kesulitan berjalan dan ini juga ulahmu.. "( marahku)


" hadeeeh... dasar licik... "( kata Erin)


"... tunggulah disana " ( kata ibu)


" satu lagi aku mau kesana bisa menggendongku lagi..


" ah... dasar merepotkan.. "( jawabnya)


" hahaha Erin.... aku juga mau ke sana bisa menggendongku"( kata jenny)


" heeeeek.. wanita sangat merepotkan.. "( ujar Erin)


" eh apa kamu dengar sayang lihat ayahmu menolak mu.. dia sangat jahat"( sambil berbicara pada perutnya)


" .. sebaiknya anda semua beristirahat.. kurasa makanannya akan semakin enak jika masih panas "( kata Erin untuk pekerja)


"... tapi.. ini belum waktunya istirahat Erin" ( kata ibu)


" hem... tak apa.. bukan kah kita tak butuh waktu lagi kan bu aku sudah cukup bahagia saat kebersamaan ini menjadi riang tawa dan bahagia


" hem.


.. ah itu terserah mu aja"( kata ibu)


.. " ini... minumannya "( kata jenny)


" ayo semua istirahat dulu....jangan terlalu buru buru kami hanya butuh tempat ini jadi dengan kondisi yang terbaik tak perlu khawatir kami sudah siapkan upah untuk setiap harinya ini.....hem.... " ( tegas Erin)


" heee".. ( aku bingung)

__ADS_1


dia membayar upah di saat hari itu juga namun upah yang ia berikan juga lebih banyak dari biasanya mereka bekerja dan juga upah itu di berikan setiap makan siang dia memang aneh


dan kami melihat proses pembuatan rumah panggung dengan tema modern yah.. menurutku ini berlebihan hingga terasa aku menjadi seorang ratu yah walaupun hanya satu minggu namun itu membuatnya menjadi budak yang semauku akan ucapku hingga tiap hari kami menanti melihat mereka yang bekerja namun makanan untuk mereka di waktu siang ini terlihat begitu sangat mewah yang terjadi hingga mereka melahap dengan seksama terlihat dia Erin pun tertawa dan bercanda dengan penduduk dan berbagi apapun yang ia punyai hingga terlihat sangat indah untuk kebersamaan dari nya dia bodoh dan idiot serta gila ah satu lagi dia sangat mesum


__ADS_2