
tak ada yang berubah dari pandangan nya yang seperti patung di setiap waktu melihat apa yang tidak di inginkan kini malah menjadi peristiwa dasar dalam angannya
" ... Erin... kurasa aku disini saja... aku akan menemani nya"( jujur ku)
" ouh... aku mengerti... kumohon jaga dia... aku harus pergi ada sesuatu yang ingin ku lakukan"( kata Erin)
" jangan terlalu lama... apa kamu mengerti "( ujarku)
...
tak lama kemudian dia datang dan menyuguhkan makanan dan minuman untuk kami ketika Erin pergi dari sini iya kami masih berada di tempat rumah pak kades yang ketika itu membawa mayumi terkapar tak berdaya dari penjelasan nya mayumi terseret ke dalam muara sungai yang membuatnya tak mampu berenang hingga aku merasa kasihan melihatnya yang tak bisa bergerak dan akhirnya mulai lah aku merasa takut akan kehilangan untuk yang kedua kalinya walaupun dari kemarin kami selalu bertengkar bukan maksud ku membenci dirinya namun aku hanya tak ingin merasa seperti ini selalu di hantui rasa ketakutan akan polah tingkahnya yang membuat bayang bayang kerinduan dalam siksa
" ouh... ini makan siang mu jangan terlalu memaksakan dirimu "( ujarnya)
" .. terimakasih... . tak kusangka kamu sedikit berubah .. aku pikir kamu menyebalkan "( candaku)
" hem... .. hem... maaf tentang sifat ku yang kemarin... aku tak bermaksud seperti itu"( jawabnya)
" ..ouh... itu tak apa... namaku kuria... .. "( senyuman ku)
" SaSa.. itu namaku... "( ujarnya)
" padahal kami sering berkelahi dan berselisih... namun aku tak bermaksud membencinya... walaupun itu tetap saja membuatku rindu dan khawatir.tentang keadaannya "( curhatku)
"... ouh... maaf.... " ( jujurnya)
" ouh... kamu tak perlu minta maaf... lagian... ini sudah terjadi... aku akan selalu menemani nya walaupun dia tak membutuhkan ku... karena aku ingin menjadi bintang yang akan menemaninya ketika ia sedang bersedih.. dan juga senyum ini akan selalu ada untuknya..seburuk apapun dia...aku tak peduli bagiku dia hartaku.."( curhatku yang mengingat wajah kakaku)
" .... mmmmttt"( sedikit bergumam)... ah aku harus pergi... selamat tinggal"( jawabnya)
entah mengapa aku malah curhat kepada nya yang seakan ku merasa dia mampu untuk menyangga beban yang ku lalui hingga ia pergi dan mengucapakan selamat tinggal dan aku masih menunggu mayumi kembali sadar di dalam ranjang merah jambu ini... iya ini kamar dari SaSa yang entah mengapa ia memberikannya pada mayumi tetapi masih terasa dia di belakang pintu kamarnya hingga ia datang
" Sasa... apa kamu tak apa"( tanya nya)
" hem... aku tak apa kok bu hiks hiks( tangis harunya)
akupun mendengar apa yang ia rasa melihat ini semua namun apalagi yang perlu di perjelas hingga kebiasaan yang lazim di lakukan pada umumnya sifat dari manusia yang memiliki solidaritas, empati tak terasa aku mulai canggung ketika ibu kades berbicara cukup keras yang membuatku keluar dari kamar ini
" Sasa kamu... kamu mau kemana"( lantangnya)
.. " ..... ( diamku keluar kamar)
" sasa.... ( bisiknya)
" ada.. apa bu... "( tanyaku)
" ada yang aneh pada dirinya "( jawabnya)
hingga terlihat ia tetap berlari meninggalkan kami dan ibu kades kini menangis haru yang membuatku kebingungan namun tak di pungkiri aku yang seakan lebih takut kehilangan darinya yang membuatku menemaninya dalam tidur nya hingga waktu telah berlalu
.......
DI SISI LAIN PERISTIWA YANG MEMBUATNYA KEMBALI
" pagi... " ( ujarnya)
" hehehe. " bunda" ... "( jawabnya)
" hem... lama kita tidak bertemu... aku kangen sama kamu... "( memeluknya)
" hem.... terimakasih... apa semua lancar"( ujar jenny)
" hem.... kurasa seperti apa yang kamu rencana kan... hem"( senyum manjanya)
" hem.... kurasa aku harus pergi "( jujurnya)
" tapi jenn... apa ini tidak apa apa... "( curahan nya)
" ouh... hem... mereka yang pertama memulainya.. .. mereka itu murid murid yang nakal... dengar " bun" kurasa aku kembali mengajar lagi"( senyum liciknya)
" hahaha dasar kamu.. ini milikmu"( jawabnya)
" hem... terimakasih.. "( melangkah pergi)
" jenn... apa qirari akan baik baik saja... "( tanya ibu Maria)
" hem... kurasa" qirari" akan menyibukkan mereka "( jawab santai nya)
dan benar apa yang di keluhkan hingga kenyataan menjadi sandaran dari ucapanya entah apa yang terjadi pada pemikiran darinya yang seakan memberi arti dari sebuah perencanaan nya kini jenny dan ibu Maria dengan santai menikmati makan siangnya walaupun Qirari tak disisinya ketika waktu yang membuatnya merasa seperti dalam rencananya yang membuat sebuah kepatutan dalam berfikir iya siapa lagi kalau bukan dia si IQ200 " Jennifer Amalia" dengan kemampuan nya dalam mengelola data
" eh... jenn... tunggu tunggu sebentar "( cetusnya)
" pagi... hem...."( jawabnya dengan senyum manis)
" ... apa kamu yakin bisa menyelesaikan nya sendiri... "
" hem.... lihatlah di langit sekarang tiada bintang dan bulan kini warna biru dan putih beradu dalam rasa"( jawabnya)
".... apa maksudnya jenn" ( tanya ibu Maria)
" hem... itu adalah Qirari... "( jujurnya)
" heeeee.... aku merasa bingung setiap kata kata mu jenn... ha-ha-ha "( senyum bingungnya)
" hem... lihatlah dengan baik baik... dia" Qirari " adalah pelajaran tambahan untuk mereka "( senyum liciknya)
dan terlihat mereka berdua memandangi awan yang biru dengan sahabat putih nya yang melambai lambai mengajak terbang melintasi imajinasi nya
" hem... aku khawatir padanya.. jenn"( kata ibu Maria)
" ... hem... baiklah kita pastikan dia baik baik saja.. "
...
dan telfonpun berdering laju dalam lagu yang seirama hingga penantiannya pun mulai sirna
" haloo... kak jenn... apa yang terjadi "( jawab dari telfon darinya)
" hallo... maaf ini bunda sayang...kurasa.... handphone jenny tertinggal di sini... ouh... iya apa kamu sudah bertemu Qirari... rin.. "
" ouh.. ternyata bunda... iya. ini lagi makan siang... terlihat kemarin sempat demam... ada yang aneh... mengapa kak jenn menghilang dan meninggalkan dia sendiri di sana... "( bingungnya)
" apa yang kamu katakan jenny menghilang... itu tidak mungkin"( kata darinya)
" .... aku sudah mencarinya kemana mana ... dan maaf ini sedikit kekacauan.... kata kakak... mayumi dia... dia.. menghilang "( nada takutnya)
" heeee.... apa yang terjadi... "( seruan jenny)
" bunda... bun... apa itu kak jenn"
" ... ah ha-ha-ha... bisa rahasiakan ini.. dari mereka... "
__ADS_1
"... aaah ya tuhan apa lagi yang dia rencanakan... " ( keluh nya)
"maaf membuatmu kerepotan lagi... tolong jaga dia... ingat jangan beritahu Erin soal ini.. " ( hem sembari rindu)
" ah... aku mengerti"( jawabnya sambil menutup telfon nya)
...
kemudian dia mulai tak memperlihatkan sifat nya dimana seorang ibu yang tumpah akan kasih sayangnya kini berubah menjadi dia yang jahat akan rencana liciknya dengan senyuman manisnya hingga kita kembali ke masa peristiwa yang keberadaannya ada di sana
DILAIN PERISTIWA
KETIKA WAKTU YANG MENAJAMKAN AKAN WARNA DI SORE HARI DIA YANG SEDARI MENANTI
" aku tahu kamu akan kemari " ( ujarnya)
" hem... hem.. hem.. "( jawabnya)
" ada yang ingin ku bicarakan "( kata Erin )
" hem.. hem.. hem.. "( senyum manisnya)
" apa yang terjadi padamu aku merasa tidak asing melihatmu"( nada seriusnya)
" hem... hem... hem.. "( senyum manjanya)
" hoe... apa kamu mendengarkan ku.. "( nada keras dari Erin)
" hem.. hem.. hem... selamat tinggal... "( senyum manjanya.. yang mendorong tubuhnya jatuh kedalam sungai)
" BYUUUUR"( suara air yang melawan ketenangannya)
..
" hoe.... hoe... tidak... huah... "( nada sesak nafasnya)
... .. " ( bingung menoleh sekelilingnya )
" aaah sial itu hanya mimpi ha-ha-ha kurasa aku terlalu bersemangat "( bisik Erin)
dan benar ketika Erin dalam ingat nya dalam mimpi yang ketia ia menunggu begitu sangat lamanya ia berada dalam kesunyian dan kesendiriannya hingga ia membuatnya terdiam rapuh
".... heeee. apa yang kamu lakukan di sini.. " ( dengan nafas yang terengah engah.)
" heeee... apa yang terjadi... "( bingung Erin)
...
Erin pun terdiam dalam lakunya kini terlihat Sasa menangis haru dengan wajahnya yang mengingatkan akan kehadiran nya membuat Erin semakin membeku dalam rayu paras wajahnya
..
SESAAT WAKTU YANG BERSAMA AN TERJADI DALAM BINGUNGNYA
,..... " heeee... apa yang terjadi... "( bingung nya)
".... syukur lah kamu sudah sadar... "( ucapku)
terlihat aku yang selalu menemaninya dalam laku sadarku yang membuat ia mulai mengerti akan apa yang ku rasa padanya
"... eh.... apa yang kamu lakukan " ( ujar mayumi)
" ah... ha-ha-ha maaf aku sedikit mengkhawatirkan mu jadi aku menemani mu dalam tidur ku... maaf.. aku ketiduran.. "( ujar ku yang bingung)
"... heeeeek... " ( kaget ku)
entah mengapa aku menangis dalam tidurku yang menemaninya kini terlihat mayumi tersadar dari tidur panjangnya yang membuatku merasa senang akan kembali nya
" ah.... jangan memaksa dirimu.... "( ulasku)
"... ah... anu... aku... aku minta maaf... maafkan aku kuria... tidak sepantasnya kau melakukan itu padamu... " ( nada sedayu madu)
" hem... aku mengerti.. maaf kan aku juga mayumi... sebenarnya aku tidak bermaksud menghancurkan keluarga mu... ah... aku berjanji akan mengembalikan aset yang ada di sana"( jujur ku)
"... aww... apa yang terjadi.. " ( bingunya)
" heee... apa maksud mu... hem... sebentar sebaiknya kamu makan dulu"( kataku yang mempersiapkan makan untuknya)
" ah... terimakasih... "( ulasnya yang mulai minum dan makan)
...
waktu yang semakin lama membuatnya kembali mengingat apa yang terjadi sebenarnya yang membuatku merasa sangat kacau kini terdengar dari mulut kecilnya dari mayumi yang mengatakan sesuatu yang membuatku membeku
" ah.... jangan terlalu di pikirkan... sebaiknya kamu istirahat yang cukup"
"... sebenarnya apa yang terjadi.. "
"... hem... sulit untuk di jelaskan kata seseorang kamu terbawa arus muara sungai... dan mereka membawa mu kemari" ( kata ku)
'" heeeee... apa maksudmu... "
" heeee... "( nada bingungku)
"... ah... kurasa itu tidak benar... saat itu aku bertemu dengan nya dia " Chao "... dan menyuruhku ... awww... " ( nada sakitnya)
" heeeee.... itu.... itu tidak mungkin"( nada tak percaya ku)
...
dan itu menutup dari cerita tentangnya yang membuat aku merasa dia" caressia" kakak ku berasal dari kejelasan ucapan nya yang membangkitkan rindu dalam siksa darinya hingga ia bercerita apa yang sebenarnya terjadi tanpa sadar aku yang kini tahu semua yang sebenarnya terjadi pada mayumi kini seakan aku merasa semakin dekat dengannya hingga tak terasa aku mulai pergi dari mayumi dan meninggal nya namun tak di pungkiri dia berkata
" kuria... tunggu aku ikut bersamamu... "( ujarnya)
..
lalu ilalang ilalang ini semakin hijau dari warna aslinya yang menyadarkan betapa senangnya apa yang ku harapkan dari sebuah kedamaian yang sesungguhnya aku dan mayumi pun pergi kesana tempat yang membuat sebuah tawa dari Erin ketika melihat gelang miliknya dan itu adalah sebuah tempat yang sangat sunyi damai dan sejuk akan laju muara sungai yang bersahabat dengan alam sekitar
".... heee... disini.... benar di sini aku melihat dia" chao"
.. " apa... apa disini... "( bingungku)
terlihat mayumi menunjuk dengan akar jari nya menuju dalam sungai kami pun melihat bersama sama waktu yang semakin tenang dan sunyi membuat bulu kecilku semakin berinteraksi" dug dug dug" itu yang menggambarkan suara detak jantung ku yang berlebihan akan denyut nya hingga semakin hitamnya warna sungai itu membuat ku tak bisa bertahan lama
." heee... disini kah mayumi"( tengok kami berdua dalam dekapan penasaran isi dalam muara sungai)
dan "WAAAAAAAH" suara dari dalam sungai kini terlihat membuatnya yang basah kuyup dengan tanpa sadarnya diiringi cipratan air yang sangat dingin ini hingga " AAAAAAAAAA" nada seruan dariku dan mayumi secara serentak membuat kami terkejut dan terpental kebelakang dan mengejutkannya lagi dia terlihat bodoh
" hoe... apa yang kamu lakukan ... haah.....bodoh...dasar bangunlah hoe... "( ujar kerasnya)
" Erin... apa yang kamu lakukan.. "( bingung ku)
__ADS_1
" heeee... mayumi, kuria,... syukur kalian disini.. cepat tolong tolong bantu aku... kita harus selamatkan dia.. "(kata bingungnya)
"... heeee... Erin.... kau memang bodoh.. " ( ujarku)
' apa maksud mu kuria"( nada tak terimanya)
" PRAAAAAKK".... ( tamparan kerasku)... dasar bodoh... sadarkah Erin... sadarlah...
" apa yang kamu lakukan...aku tak mengerti... kita harus selamat kan dia .. kalau tidak dia bisa mati"( kata Erin)
" Erin... lihat sekeliling mu"( ujarku)
" heeeee.... apa ini... apa yang ku lakukan... "( bingungnya)
"
hingga misteri yang kami alami membuatnya tak tersadar dari polah tingkahnya yang membuatku keheranan apa yang ia lakukan tak terasa Erin yang keluar dari dalam muara sungai yang tepat berada di hadapan pandangan kami dengan memeluk sebuah balok kayu dan dia seakan terhipnotis dan berkata yang tidak masuk akal hingga kami menyadari ini salah dia berkata "selamatkan dia yang ketika itu hanyalah sebatang kayu tak terasa Erin sadar karena pukulan kerasku yang membuatnya kembali kembali dalam siapa dirinya namun dalam ingatnya yang membuatku tak percaya akan ceritanya
" hee.... apa... yang ku lakukan "( bingung Erin)
"... pa.. "... ( mayumi yang memeluk eratnya)
." nah.. Erin.. sebenarnya apa yang kamu lakukan"
" aaah aku tidak tahu... "( bingungnya)
" apa kamu mengingat sesuatu.. "( ujarku)
"... ah....apa itu tadi " ( bingung Erin)
" dia pasti "chao" kata mayumi dia bertemu dengannya dan bertemu pemiliknya "( jujurku)
' heeeeee... apa kamu serius" ( kaget Erin)
terlambat untuk di paham i membuat tak mampu untuk di mengerti hingga terbukti dari dalam maupun luar akan ceritanya dan seingat dari ceritanya yang membuat semuanya pudar dan tak mampu untuk di telaah
" sasa... aku pikir dari dia... sasa.. "( jelas Erin)
" heeee" ( bingungku)
" ouh ketika aku yang tersadar aku dalam mimpi dan aku kembali membuka mata yang membuat ku tak percaya dari mimpi itu jadi nyata..
DALAM INGATAN ERIN DALAM CERITA TENTANG NYA
Erin yang melihatnya meneteskan air matanya yang meliputi haru akan kasih dimatanya kini mulai bingung dan terkaget setelah terbangun dalam sebuah mimpi
" heeee apa yang kamu lakukan disini "( ujar nya)
" heee apa yang terjadi "( ujar Erin)
" apa apa apa yang kamu mau.. dariku hiks hiks "( kata sasa)
" heeee... ah.. kurasa kita bisa bicara sejenak hehehe"( nada solusi Erin)
" percuma walaupun dunia memaksaku aku tak akan berhenti "( kata Sasa)
" ah... aku tak mengerti"( jawab nya)
" langit tetaplah biru dan awan akan selalu menjadi sahabat nya... aku tak mau ...hiks hiks.." ( curhatnya sedih harunya)
" ahahaha... apa maksudmu"
" ..aku ingin menjadi bintang di langit dan menyadarkan mereka dan menemaninya dalam kisah sedihnya..hiks hiks. "( kata tegasnya)
...
"... aku mengerti... sampai kapanpun aku akan tersenyum manja untukmu seburuk apapun yang kamu lakukan senyum manja ini hanya untukmu" ( kata Erin yang terlihat serius mengingat apa yang di ucapkan caressia)
".... hiks hiks... Terimakasih... selamat tinggal.. " ( senyum manjanya)
dan itu adalah percakapan dari mereka hingga terlihat Sasa pun berlari menuju dalamnya air hingga Erin mencoba menolongnya namun itu hanyalah tipu daya dari hipnotis nya yang sekiranya terasa Erin sedang bercakap langsung dengan dia" caressia"
" entah mengapa tadi aku merasa sedang bercakap-cakap dengannya dia" caressia"
"hem... jadi sasa dia adalah dia "caressia "..
" apa maksud mu... "( bingung Erin)
" disini mayumi pun juga bertemu dengannya dan aku pun merasa dia memang kakaku ...aah kurasa disini pasti ada petunjuk tentangnya...kita harus kembali...mungkin pak kades dan bu kades lebih mengetahui nya. ..mungkin Sasa adalah kunci dari nya"( kesimpulan ku)
" ... aku mengerti"( menggandeng tangan mayumi)
dan benar kami kembali ketempat dimana semua di mulai namun kisahnya yang berbeda membuat kami termakan janji manis nya yang seakan harum akan madu kini tercampur racun
" maaf... apa ada yang melihat sasa " ( ujarku pada gerumunan penduduk)
" maaf neng... saya tidak tahu"( jawabnya)
ada yang aneh padahal kemarin mereka sangat akrab darinya namun kini terasa aneh hingga kami berada tepat di rumah pak kades
" maaf ibu... kami ingin bicara pada Sasa apa dia ada di dalam"( tanya Erin)
" maaf mas... siapa... Sasa... sebentar... bapak... bapak ini ada yang mencari sasa "( jawabnya)
" ouh... maaf mas.. mbk... maaf nyari siapa.. apa nyari sasa... "( jelasnya)
" iya pak... kami mau bicara.. "( kata Erin)
" Sasa.. ya... hem... memang siapa di mas.. banyak orang yang mencari dia akhir akhir ini... dan juga penduduk disini tidak ada yang bernama Sasa... dan juga mas sama mbk adek ini siapa ya.. "( bingungnya)
" heeeeee"( kaget kami)
" ah... bukannya anak ibu itu sasa... dan kami adalah wisatawan yang menginap di rumah ibu sama bapak...kemarin "( jujur Erin)
" ah... hahaha mass... maaf dari kemarin kami belum pernah menerima wisatawan dan juga baru kali ini kami bertemu dengan kalian..
" apa... apa... ( bingung kami)
namun tiba tiba Erin masuk kedalam rumah dan mengacau disana terlihat ia langsung mengacak ngacak sebuah kamar yang berwarna merah jambu tersadar mayumi pernah menginap di sana
" maaf saya boleh masuk kedalam ada .. ada yang aneh "
' maaf aneh kenapa ya"( jawabnya)
dan benar Erin masuk dan membuka dan mengacak ngacak kamar itu hingga ia menemukan sebuah kotak dengan map yang masih tertutup rapat namun ibu dan bapak kades penduduk disini tidak pernah menganggap kami ada dan benar orang yang kami ajak bicara kemarin kini melupakan kami hingga aku merasa merinding dan aneh..
" Erin... Erin.. apa yang kamu lakukan sebaiknya kita pergi dari sini "( ujarku)
ketika semakin kacau tiba tiba dia " AAAAAAAAAAA" mayumi menjerit dengan sangat takutnya hingga membuatnya berlari.. " mayumi tunggu" ujarku... dan Erin keluar dan mengejar mayumi tak terasa mayumi melihat apa yang mungkin ia lihat dengan suara yang membuatnya ketakutan " saus tomat" dulu gadis yang memiliki banyak tomat kini meleleh menyisihkan asam manis dan pedas dalam laku rindu pilu akan siksa darinya ዕጎል " ርልዪቿነነጎል"
__ADS_1
𝓣𝓮𝓻𝓲𝓶𝓪 𝓼𝓾𝓭𝓪𝓱 𝓼𝓮𝓽𝓲𝓪 𝓭𝓪𝓵𝓪𝓶. 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 𝓷𝓸𝓿𝓮𝓵 𝓓𝓸𝓷𝓰𝓮𝓷𝓰 𝓸𝓹𝓹𝓮𝓵𝓲𝓪 𝓡𝓲𝓷𝓰𝓽𝓸𝓷𝓮 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓶𝓮𝓷𝓳𝓪𝓭𝓲 𝓶𝓸𝓶𝓸𝓴 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓹𝓮𝓶𝓫𝓪𝓬𝓪𝓷𝔂𝓪